
{Perbatasan Kerajaan}
2 bulan berlalu. Pasukan kerajaan gabungan sudah sampai di perbatasan dengan menggunakan Kapal Terbang. Operasi militer kali ini adalah gabungan dari 3 kerajaan bersama Royal Unity.
Para prajurit di bagi dan berpencar ke titik rawan perang.
Titik pertama adalah wilayah kerajaan Alden, yang bermarkas di 3 titik. Perbatasan Barat sisi kanan dan kiri, lalu perbatasan timur yang berdekatan dengan wilayah kerajaan Konggo.
Titik kedua adalah wilayah kerajaan Konggo, yang bermarkas di 1 titik perbatasan Barat. Semua pemimpin dari 3 kerajaan berkumpul disana. Dan pasukan dari kerajaan Borris juga di kirim kesana.
Mereka semua berfokus pada satu titik di wilayah kerajaan Konggo, dengan jumlah prajuritnya adalah 450rb orang. Yang di bawahi oleh 36 kapten dan 12 Jendral pilihan.
Pemimpin dari peperangan ini adalah Raja Eden sebagai pengambil keputusan tertinggi. Rencana peperangan sudah di rancang dengan sangat matang. Kode Operasi militer gabungan ini di beri nama "Overlord".
Lalu, Royal Unity mempunyai misi sendiri yang membantu pasukan gabungan di garis depan. Mereka adalah Rudy dan Marco yang di kirim ke medan perang. Dan mereka berdua berpamitan dengan anggota lainnya di istana Royal Unity.
"Jagalah dirimu baik-baik." kata Rudy kepada Emma.
"Harusnya aku yang bilang seperti itu." saut Emma sambil memegang tangan Rudy.
"Aku akan baik-baik saja Emma, tenanglah, kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Kita bisa berkomunikasi dengan mudah sekarang." kata Rudy sambil mengusap kepala Emma.
"Tapi tetap saja, aku tidak bisa memegang tubuhmu." saut Emma sambil memeluk Rudy.
"Aku tidak akan lama." saut Rudy.
"Aku akan merindukanmu Rudy." saut Emma sambil memeluk Rudy dengan semakin erat.
"Aku juga." saut Rudy.
...
Di sisi lain. Marco berpamitan dengan Luciana.
"Aku ingin pergi bersamamu." kata Luciana sambil memeluk Marco
"Kau punya tugas lain disini ibu presiden. Jangan bekerja terlalu keras, dan jagalah kesehatanmu." kata Marco.
"Aku tau itu. Kembalilah dengan selamat, aku akan membantumu mencari informasi dari sini." saut Luciana.
"Ah, terimakasih." saut Marco.
Lalu. "Kita berangkat sekarang Marco." kata Rudy.
"Baiklah. Aku pergi dulu Luci. Jaga dirimu baik-baik." saut Marco sambil melepas pelukannya.
Lalu. Cup, Luciana pun mencium Marco. "Kau juga, jagalah dirimu baik-baik." kata Luciana.
Marco pun hanya tersenyum. Lalu, Emma pun menghampiri Rudy. Cup. "Aku ingin melakukannya juga." kata Emma.
"Jaga dirimu baik-baik. Aku akan segera kembali." kata Rudy sambil mengelus kepala Emma.
"Em." saut Emma.
Mereka berdua pun berjalan keluar istana.
"HORMAAAAT GRAK." Teriak Rin disana yang memimpin pasukan Royal Unity.
Rudy dan Marco pun berjalan melewati ribuan prajurit disana. "Kau juga, jaga dirimu baik-baik Rin." kata Rudy.
"Aku akan berlatih setiap hari, agar aku bisa berjuang bersama kak Rudy." teriak Rin dengan terharu.
"Ah, berlatilah dengan giat." saut Rudy.
__ADS_1
Di depan gerbang istana, sudah di siapkan kereta kuda untuk Rudy dan Marco. Lalu, Rudy pun melambaikan tangan kepada semua orang yang ada di istana.
"Kembalilah dengan selamat." saut Emma dalam hati.
...
"Tuan, kami sudah siap berangkat." saut Stevani disana.
"Ah, kita berangkat sekarang." saut Rudy sambil masuk kedalam kereta.
"Apa dia sudah tidak punya dendam padaku.? Baiklah, ini justru lebih baik." saut Stevani dalam hati.
Mereka pun berangkat menuju portal dan pergi ke perbatasan Konggo menggunakan kapal terbang.
Beberapa saat kemudian, mereka semua pun sudah masuk kedalam kapal terbang.
"Berapa lama kita akan sampai disana.?" tanya Rudy.
"Kurang lebih sekitar 4 hari Tuan, kapal ini sudah di kembangkan dengan energi sihir, jadi perjalannya akan semakin cepat." jawab Stevani.
"Baiklah." saut Rudy.
"Apa para pemimpin sudah disana.?" tanya Marco.
"Semua sudah berkumpul disana Tuan. Bahkan Yang Mulia Raja dari 3 kerajaan sudah berada disana." jawab Stevani.
"Apa masih belum ada informasi dari pergerakan musuh.?" tanya Marco.
"Kita masih belum mendapatkan informasi apapun dari sana Tuan." jawab Stevani.
"Sepertinya mereka hanya bersiap-siap saja." saut Rudy.
"Neverland. Kerajaan itu harus di musnahkan." kata Marco dengan kesal sambil mengepalkan tangannya.
"Aku tau Rudy. Tapi aku merasa sangat kesal sekarang." saut Marco.
"Hm" saut Rudy.
...
{Perbatasan Kerajaan Konggo}
Terlihat, banyak sekali camp militer di bangun disana. Tempat perbatasan yang tidak memiliki benteng disana, sangat rawan jika di serang oleh musuh secara tiba-tiba.
Lalu, di dalam tenda pemimpin. Raja Eden sedang menyusun strategi di dalam sana.
"Jarak Camp dengan perbatasan adalah 2 Km, jika mereka melakukan pergerakkan, kita akan mendapatkan laporan dari tim khusus yang berjaga disana." kata Winston.
"Kau benar, Chip ini benar-benar sangat membantu, tapi masih rawan dengan penghiatan." kata Raja Eden.
"Kau tenang saja, kita hanya memberikan informasi penting saja kepada para panglima. Jika informasi itu bocor, sudah di pastikan, kalau ada penghiat di antara kita semua." kata James.
"Hm, kita masih belum tau sampai perang ini di mulai. Lalu, bagaimana persiapan di lapangan.?" tanya Eden.
"Lapor Yang Mulia. Persiapan lapangan di sekitar perbatasan sudah selesai semua. Kami sudah membangun perangkap dan menaruh koin disana." jawab Silvi. Dia adalah Panglima Tertinggi dari operasi militer Overlord.
"Bagus. Koin itu akan kita gunakan jika mereka menyerang kesini. Hewan iblis adalah senjata kita juga, kita harus manfaatkan mereka. Jika mereka sudah mengalami kerusakan yang parah, kita akan menyerang kesana." kata Raja Eden.
"Siap Yang Mulia." saut Silvi.
"Lalu kapan Rudy akan datang.?" tanya Winston.
"Mereka sudah menaiki Kapal dan menuju kesini, apa kita perlu menghubunginya dulu.?" saut Eden.
__ADS_1
"Ah, itu boleh saja." jawab Winston.
"Baiklah. Open Bar." Ziin. "Hm, dimana ID nya Rudy.?" saut Eden.
...
Di dalam kapal terbang.
TIT TIT. TIT TIT. "Hm, kenapa dia menghubungiku.?" tanya Rudy.
"Mungkin ada informasi yang penting." saut Marco.
KLIK. "Ada apa.?" saut Rudy.
[Ah, hahaha. Ini pertama kalinya aku menghubungi seseorang Rudy, ternyata benar-benar bisa berbicara denganmu, bahkan aku bisa melihat wajahmu juga. Chip ini benar-benar sangat luar biasa]
"Apa kau menghubungiku hanya ingin mencoba Chip itu.?" tanya Rudy dengan kesal.
[Tenanglah Rudy. Aku memang ingin mencobanya, dan situasi disini sangat membosankan. Masih belum ada pergerakan dari musuh, kami juga selesai rapat, jadi apa salahnya aku menghubungimu.?]
"Hm. Apa hanya itu yang ingin kau sampaikan.?" tanya Rudy.
[Iya. Aku hanya ingin menghubungimu saja. Aku sudah tidak sabar kau datang kemari. Aku menyiapkan minuman yang enak disini.]
"Hee, benarkah.?" saut Rudy.
[Hahahaha, sepertinya kau sangat ingin minum Rudy. Baiklah, setelah kau datang kemari, kita akan minum-minum di camp]
"Baiklah, kau tunggu saja disana." kata Rudy dengan tersenyum.
[Baik, kalau begitu aku putuskan sambungannya]
KLIK.
"Apa dia menghubungimu hanya untuk menawarkan meminuman.?" tanya Marco.
"Huh, biarkan saja Marco. Kita juga harus membahas rencana kita." saut Rudy.
"Baiklah." saut Marco.
...
Di perbatasan kerajaan Konggo. Di dalam tenda.
"Hahaha, chip luar biasa." saut Eden.
"Apa kau tidak pernah mencobanya.? Aku bahkan setiap hari menghubungi putra ku." kata Winston.
"Ini baru pertama kalinya. Aku hanya menggunakannya untuk penyimpanan dan mengirimkan surat kepada putriku." saut Eden.
"Hm, kau bahkan tidak pernah menghubungi putrimu sendiri." saut Winston.
"Aku sudah mencobanya, tapi mereka selalu menolak panggilanku. Hahaha." kata Eden.
Lalu. Tiba-tiba seorang prajurit masuk ke dalam tenda dengan panik.
"Hm.?" saut Silvi yang melihat prajurit itu.
"Lapor Yang Mulia. Koin yang di pasang di perbatasan sudah rusak." kata Prajurit itu.
"Apaaa.??" teriak semua orang di dalam sana.
...
__ADS_1