Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 36 - Status Sosial.


__ADS_3

Rudy dan lainnya pun pergi menuju ke asrama masing-masing.


"Kau ada di kamar nomer berapa Marco.?" Tanya Rudy.


"Aku tidak tau, aku hanya di berikan kunci rumah." Jawab Marco.


"He.? Lalu, dimana rumah itu.?" Tanya Rudy.


"Aku sendiri tidak tau. Tapi bolehkah aku menumpang untuk sementara dikamarmu.?" Saut Rudy.


"Tidak masalah, tinggalah semaumu disana." Jawab Rudy.


"Terimakasih kasih Rudy." Saut Marco.


"Kau kenapa Marco.? Kau terlihat gelisah dari tadi." Tanya Lilia.


"Aku hanya tidak enak saja dengan kalian semua. Apa lagi denganmu Rudy, kau yang membawaku sampai di tempat ini, bahkan kau membantuku sampai sejauh ini." Jawab Marco.


Rudy pun tiba-tiba berhenti berjalan. Emma pun melihat Rudy dengan tatapan yang serius.


"Apa yang kau bilang barusan. Sudah aku katakan dari awal, semua ini aku lakukan hanya untuk kalian, tidak ada maksud lain. Kalian lah yang membuatku merasa hidup, jadi singkirkan pikiran itu dari otakmu." Kata Rudy.


"Ah.?" Suara Marco yang terkejut.


"Meskipun kita ketahuan, aku juga tidak masalah. Kita masih bisa berpetualang dimana saja semau kita. Jika kau tidak nyaman dengan Akademi ini, kita bisa pergi sekarang." Kata Rudy.


"Tidak Rudy, bukan itu maksudku." Saut Marco


"Kau bisa memilih jalanmu sendiri Marco, silahkan, kami tidak menekanmu." Kata Emma.


"Kau tidak perlu memikirkan itu Marco, yang berlalu biarlah berlalu. Kita masih punya masa depan, jadi tetaplah menjadi Marco seperti yang aku kenal." Kata Lilia.


"Lalu, apa keputusanmu.?" Tanya Rudy dengan serius.


"Tentu saja aku tetap mengikutimu." Jawab Marco.


"Hem, baiklah. Kau bisa tinggal bersamaku di Asrama." Saut Rudy.


"Tapi Rudy, sebenarnya aku sudah di angkat menjadi anak bangsawan. Salah satu Mahaguru di Akademi ini." Kata Marco.


"Kau menyembunyikan sesuatu yang lain." Kata Rudy.


"Tunggu Rudy, kau perlu mendengarkan penjelasannya." Kata Emma.


"Ah, mereka memang membutuhkan kekuatanku, awalnya aku di berikan tawaran untuk menjadi seorang inspektur, tapi aku menolaknya. Namun mereka masih menempatkanku di Expert Class dengan syarat, aku harus menjadi keturunan bangsawan untuk menghindari isu yang beredar di masyarakat." Kata Marco.


"Em, itu masuk akal." Saut Emma.


"Lalu, apa yang membuatmu gelisah.?" Tanya Rudy.


"Aku berfikir, jika aku menjadi seorang bangsawan, akan ada jarak diantara kita." Jawab Marco.


"Huh." Suara Rudy yang menghela nafas.


"Hahahaha." Emma pun tertawa terbahak-bahak.


"Hihi, kau lugu sekali Marco. Meskipun hidupku selalu bersamamu, tapi aku tidak bodoh sepertimu." Kata Lilia dengan tersenyum.


"Eh.? Apa yang lucu. Aku benar-benar sangat khawatir dengan status sosial seperti ini." Kata Marco.


"Marco, berapa uang yang kau miliki saat ini.?" Tanya Rudy.


"Ah, mungkin ada ratusan miliyar koin emas." Jawab Marco.


"Lalu, berapakah kira-kira biaya untuk membangun kerajaan.?" Tanya Rudy.


"Emm, mungkin sekitar puluhan miliyar." Jawab Marco.

__ADS_1


"Jadi, jika kau mengunakan uang itu untuk membangun kerajaan, apa kau akan menjadi seorang Raja.?" Tanya Rudy.


"Itu sudah pasti Rudy. Tapi apa maksudmu.?" Tanya Marco yang kebingungan.


"Marco, status sosial buat kita tidaklah penting. Kau sudah memiliki segalanya, uang, kekuatan, kekuasaan, dan apapun yang kau inginkan. Kau sudah mendapatkan segalanya. Tapi kau menganggap ada jarak diantara kita, meskipun kau di angkat menjadi seorang bangsawan." Jawab Rudy.


"Aku masih belum paham maksudmu." Saut Marco.


"Statusmu itu tidak penting buat Rudy, meskipun kau menjadi seorang Raja sekalipun. Marco tetaplah Marco di mata Rudy. Tidak ada yang berubah." Kata Emma.


"Kau sangat bodoh sekali Marco, HAHAHA." Saut Lilia dengan tertawa lepas.


"Eh.? Jadi kalian tidak mempermasalahkan itu.?" Tanya Marco.


"Tentu saja tidak Tuan Bangsawan." Saut Rudy.


"Hahaha." Suara tertawa Emma dan Lilia.


"Berhentilah menekanku, kau membuatku malu Rudy." Kata Marco


"Yang terpenting buatku adalah, kebebasan. Aku hanya ingin melakukan apapun dengan sesukaku. Itulah kenapa, aku tidak ingin terikat dengan apapun." Kata Rudy.


"Bahkan kau sendiri di ikat oleh Emma." Saut Lilia.


"Eh.? itu hal yang berbeda Lilia. Kau juga jangan menekanku." Kata Rudy.


"Kau tidak bisa macam-macam denganku Rudy. Aku selalu mengawasimu, bahkan uang 2 miliyar hilang pun aku tau." Kata Emma.


"Ah, itu uang untuk Rin." Saut Rudy dengan panik.


"Hahahaha." Suara Tertawa Lilia dan Marco.


...


Pagi hari pun tiba. Di Asrama laki-laki.


"Hoam. Kau rajin sekali tuan bangsawan." Saut Rudy.


"Berhentilah memanggilku seperti itu." Kata Marco.


"Aku akan bersiap-siap, kau pergilah dulu. Mungkin Emma dan Lilia sudah ada disana." Kata Rudy.


"Kita berangkat bersama." Saut Marco.


"Apa itu tidak apa-apa, status sosialmu sekarang sudah berbeda denganku." Kata Rudy yang bercanda.


"Huh, sepertinya akan ku kembalikan saja status bangsawan ini. Sangat merepotkan sekali." Kata Marco.


"Tunggulah sebentar, aku tidak akan lama." Kata Rudy sambil masuk ke kamar mandi.


...


Beberapa menit kemudian. Mereka berdua pun berangkat ke alun-alun utama dengan jalan kaki.


"Seragamnya cukup bagus, seperti perwira militar." Kata Rudy.


"Ah, tapi seragam Expert Class sangat berbeda." Saut Marco.


"Kau terlihat mencolok sekali Marco. Bahkan orang-orang memperhatikan kita" Kata Rudy


"Mau bagaimana lagi, seragammu berwarna hitam, sedangkan punyaku berwarna merah. Ini sangat mencolok sekali." Kata Marco.


"Berbanggalah dengan pencapaiannmu, semua orang disini sangat ingin mengenakan seragam itu." Kata Rudy.


"Bahkan aku tidak melihat orang lain yang memakai seragam yang sama." Kata Marco.


"Mungkin mereka tau dengan kondisi ini, jadi mereka mencari jalan lain." Saut Rudy.

__ADS_1


Tiba-tiba, "Pagi Marco." Kata Alicia yang menyapa Marco.


"Hee.?" Saut Marco dan Rudy yang terkejut.


"Selamat pagi Marco." Kata Eva yang menyapa.


"Pagi teman, bolehkan kami bergabung dengan kalian." Kata Herry.


"Ah, kalian." Saut Marco


"Nah, sekarang kau tidak sendirian, bahkan Tuan Putri sudah menyapamu." Kata Rudy.


"Diamlah Rudy." Saut Marco. Tiba-tiba. "Aku lupa sesuatu." Kata Marco dalam hati.


"Tidak mungkin." Kata Alicia yang melihat Rudy.


"Em.? Ada apa dengannya." Kata Rudy. Lalu wajahnya berubah jadi panik. "Ah, aku lupa sesuatu." Kata Rudy yang mengingat kejadian saat menyelamatkan Alicia.


"Marco, bilang padanya. Jangan sampai identitasku terbongkar. Makan saja status sosial itu sendirian, jangan bawa-bawa aku. Cepaat." Kata Rudy sambil menarik Marco menjauh.


"Heh.? Baiklah. Tunggu sebentar." Saut Marco.


"Ada apa dengan mereka.?" Tanya Eva.


"Putri juga sangat shock. Ada apa sebenarnya." Saut Herry yang kebingungan.


Marco pun menghampiri mereka bertiga.


"Hehe, aku pinjam tuan putri sebentar." Kata Marco sambil menyeret Alicia.


"A, ah." Saut Herry yang terkejut.


"Alicia, dengarkan aku baik-baik." Kata Marco sambil melihat eajah Alicia yang terkejut.


"Marco, apa dia temanmu.? Dia adalah orang yang menyelamatkanku waktu itu, aku tidak mungkin salah. Apalagi dia berjalan denganmu." Kata Alicia.


"Dengarkan baik-baik Alicia. Aku akan menceritakan padamu nanti. Untuk sekarang, jangan bongkar identitasnya, bersikaplah sepertu biasanya. Jika tidak, aku akan mati." Kata Marco.


"Apaa.?" Saut Alicia yang terkejut sambil melihat Rudy sambil bersiul santai dari kejauhan.


"Tolong jaga rahasia ini. Kau boleh berkenalan dengannya tapi jaga sikapmu." Kata Marco.


"Aku sangat terkejut. Tapi kau sudah janji, ceritakan semuanya padaku." Kata Alicia.


"Baiklah." Saut Marco. Lalu, ia pun menghampiri Rudy, dan Alicia mengikutinya.


"Kita kesana Herry, sepertinya ada sesuatu yang tidak kita ketahui." Kata Eva dengan curiga.


"Oke." Saut Herry.


...


"Bagaimana Marco.?" Tanya Rudy dengan berbisik.


"Sudah aku katakan dengan jelas padanya." Jawab Marco.


"Bagus, sebaiknya aku menjadi rakyat jelata di depannya." Saut Rudy.


Alicia pun menghampiri Rudy dengan gugup, dan di susul oleh Eva dan Herry.


"A, Hallo, apa kau temannya Marco.?" Tanya Alicia dengan panik.


"Salam kenal Tuan Putri, dan Salam kenal juga Pahlawan Kerajaan, Perkenalkan Namaku adalah Rudy Hosten. Sangat beruntung sekali bisa berbincang dengan Anda Yang Mulia." Saut Rudy sambil menundukkan badannya.


"Ah, salam kenal Rudy." Kata Alicia.


..

__ADS_1


__ADS_2