Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 104 - Persiapan Malam.


__ADS_3

Di daratan Ferland. Ratusan hewan iblis yang datang dengan grade Rank yang berbeda-beda, di habisi oleh lima orang saja dalam waktu 20 menit.


"Mereka menyelesaikan perangnya hanya 20 menit saja. Sungguh kekuatan yang mengerikan." kata Rudy sambil melihat ke bawah benteng.


"Itu lah kekuatan yang kau ciptakan di dunia ini." kata Emma sambil berjalan mendekati Rudy.


"Hm, sebaiknya mereka tidak menggunakan senjata itu untuk pemusnahan." saut Rudy.


Lalu, Marco dan lainnya pun kembali ke atas benteng.


"Bagaimana Marco.?" tanya Rudy.


"Ini sangat luar biasa Rudy. Kekuatan senjata ini sangat mengerikan." jawab Marco.


"Aku sampai gemetar memakainnya." kata Ellena.


"Kau sangat hebat Ellena." kata Emma.


"Senjata ini tidak ada grade class untuk pemakiannya juga. Mungkin seseorang dengan Rank D pun bisa menggunakan senjata ini." kata Lilia.


"Kau benar, karena senjata itu di desain untuk di kontrol, jadi tidak akan berat jika di pakai. Tapi, mereka tidak bisa menggunakan senjata itu, apalagi mengaktifkan skillnya. Justru akan menjadi pisau dapur saja." kata Rudy.


"Ah begitu ya. Jadi hanya kita berlima saja yang bisa menggunakan senjata ini.?" tanya Lilia.


"Benar, skillnya pun aku sesuaikan dengan pengunannya." jawab Rudy.


"Aku sendiri tidak menyangka bisa bertarung seperti itu. Ini benar-benar gila." kata Luciana.


"Apa kau menyukai pedang itu.?" tanya Rudy.


"Aku sangat menyukainya, pedang ini sangat efektif di gunakan, aku juga merasa bebas untuk bertarung dengan siapapun." jawab Luciana.


"Baiklah, jika seperti itu, butuh berapa lama kalian menyelesaikan dungeon.?" tanya Rudy.


"Mungkin sekitar 4-5 bulan Rudy. Mungkin bisa lebih cepat lagi." jawab Marco.


"Kalau Tim ku, mungkin hanya butuh waktu 2 bulan saja." kata Lilia.


"Baiklah, sekarang kalian istirahatlah dulu, aku akan menarik koin hewan iblis disana." kata Rudy.


"Huh, akhirnya aku bisa rebahan di atas kasur." kata Ellena sambil meloncat dari benteng.


"Kami juga akan kesana Rudy." kata Luciana.


"Baiklah, tunggu kami disana." kata Rudy.


Ellena, Rin, Lilia, dan Luciana pergi dari atas benteng. Dan Marco masih di atas sana bersama Rudy dan Emma.


SUING. Suara lingkaran sihir dari atas langit. Lalu, skill pengambilan instan di aktifkan.


"Waah, koinnya banyak sekali" saut Rudy. SEP, Rudy pun sudah mengambil semua koin.


"Ada berapa banyak Rudy.?" tanya Emma.


"Ada 120jt Koin Emas, dan 340jt koin silver." jawab Rudy.


"Jika seperti ini terus, kita akan kaya." kata Marco.


"Kita sudah kaya Marco." saut Rudy.


"Yaah, hanya untuk menambah uang jajan saja." kata Marco.

__ADS_1


"Bahkan kau tidak pernah jajan." saut Rudy.


"Ehehe. Lalu Rudy, Bagaimana dengan pembangunanya.?" tanya Marco.


"Aku masih belum melihatnya, mungkin mereka sudah sampai pada tahap pondasi. Besok kita akan berkunjung kesana." jawab Rudy.


"Semoga tepat waktu." saut Marco.


...


Istana Kerajaan Alden.


Terlihat Alicia sedang berlatih tanding dengan Leo di tempat pelatihan.


Trang trang Klang. Suara pertarungan mereka berdua. "Hiaaa." Buok. Alicia pun menendang perut Leo. "Arrg." saut Leo.


"Huh, huh, cukup sampai disini." kata Alicia sambil terengah-engah.


"Huh, huh, Anda semakin kuta Tuan Putri." kata Leo sambil berdiri.


"Aku harus berlatih lebih kuat lagi untuk masuk ke dalam jajaran militer Royal Unity." kata Alicia.


"Kenapa Anda ingin kesana.?" tanya Leo.


"Karena mereka semua adalah temanku, bahkan kakak dan Ellena sampai ikut bersama mereka. Aku sangat iri sekali." jawab Alicia sambil duduk.


"Aku juga ingin meminta maaf kepada mereka." kata Leo.


"Hm, aku mendengar kau sudah melawan Marco dan Rin. Apa itu benar.?" tanya Alicia.


"Benar Tuan Putri. Kekuatan mereka berdua sangat mengerikan." jawab Leo.


"Kau tidak akan bisa melawan mereka, bahkan jika kau mengunakan seluruh kekuatan tempur kerajaan." kata Alicia.


"Mereka semua sangat luar biasa." saut Alicia sambil meminum air.


"Anda selalu berkata seperti itu setiap hari, apa Anda tidak ingin pergi menemui mereka.?" tanya Leo.


"Dari kemarin aku sudah ingin bertemu dengan mereka." saut Alicia.


"Kenapa Anda tidak pergi melewati portal itu saja. Aku dengar mereka berada disana." kata Leo.


"Aku sudah pernah kesana, tapi tidak ada mereka, hanya pekerja bangunan dan beberapa prajurit kerajaan." kata Alicia.


"Mungkin Anda harus meminta Yang Mulia Raja untuk membantu Anda bertemu dengan mereka." kata Leo.


"Aku sudah memintanya Leo, semua cara sudah aku lakukan. Tapi aku dengar mereka masih melakukan pelatihan di suatu tempat." Kata Alicia.


"Pelatihan.? Metode apa yang mereka gunakan Putri.? Aku sangat penasaran." tanya Leo.


"Aku sendiri tidak tau, kenapa orang-orang yang di bawa Rudy selalu menjadi orang yang kuat, aku yakin Kak Luci dan Ellena menjadi orang kuat sekarang." saut Alicia.


"Jika kita menitipkan prajurit kerajaan padanya, mungkin kerajaan akan menjadi lebih kuat." kata Leo.


"Itu bukan ranahku, mungkin Raja sudah mempertimbangkan masalah itu." kata Alicia.


"Anda benar." kata Leo.


"Baiklah, aku kembali dulu." kata Alicia sambil berjalan menjauh.


"Baik Tuan Putri." saut Leo.

__ADS_1


"Anda juga terobsesi dengan mereka. Siapa mereka sebenarnya, aku jadi sangat pemasaran." kata Leo dalam hati.


...


Istana Kerajaan Konggo.


Terlihat, pulihan ribu prajurit yang berbaris di alun-alun istana.


"Mereka sudah siap Yang Mulia." kata Panglima Tertinggi kerajaan Konggo bernama Silvi.


"Baiklah, ini adalah pasukan ke 4 yang akan menginvasi dungeon. Kerahkan mereka sekarang." kata Raja Winston.


"Laksanakan Perintah." kata Silvi.


"Aku harap pasukanku semakin kuat setelah menginvasi dungeon." kata Raja Winston.


"Yang Mulia, saya mendengar masa pelatihan Royal Unity sudah selesai. Mungkin ini saatnya kita berkunjung ke sana." kata Hart. Dia sekarang di angkat menjadi Menteri kerajaan.


"Benarkah.? Bagaimana dengan pengumpulan rakyat jelatanya.?" tanya Winston.


"Kami sudah memberikan makanan kepada mereka, kami juga membangun bunker disana." jawab Hart.


"Apa kau sudah menyeleksi mereka.?" tanya Winston.


"Sudah Yang Mulia. Jumlah mereka ada 1209 anak. Dan untuk rakyat lainnya, kami sudah menyiapkan lapangan pekerjaan." jawab Hart.


"Bagus, aku rasa kerajaan ini jauh lebih baik. Tidak kusangka, metode yang di rencanakan Royal Unity akan berjalan selancar ini." kata Winston.


"Benar Yang Mulia. Pembangunan Akademi, rumah Sakit dan koperasi, menjadi pusat perhatian para bangsawan akhir-akhir ini. Tapi ada beberapa bangsawan yang menolak program pembanguanan. Mereka berstatmen bahwa, rakyat jelata tidak pantas mendapatkan itu semua." kata Hart.


"Hm, ini akan sangat merepotkan. Mereka juga punya bisnis dengan keluarga kerajaan, sebaiknya kita bertemu dengan mereka dulu." kata Winston.


"Baik Yang Mulia." saut Hart.


...


Di kota Ferland.


Pada malam hari. Rudy dan lainnya sedang melakukan rapat bersama.


"Apa persiapannya sudah semua.?" tanya Rudy.


"Ah, ini sudah cukup untuk beberapa bulan kedepan." jawab Marco.


"Bagus, lalu bagaimana dengan Tim 2.?" tanya Rudy.


"Kami juga sudah menyiapkan keperluan kami." jawab Lilia.


"Apa kau tidak keberatan membawa dua bocah itu Lilia.?" tanya Rudy.


"Ah, tidak masalah. Aku akan menjaga mereka." jawab Rudy.


"Chik, padahal aku ingin bersama kakak. Kenapa aku harus di pisahkan lagi.?" saut Ellena dengan kesal.


"Kakak akan baik-baik saja Ellena, kau dengarkan saja intruksi Kak Rudy. Kau sendiri yang menginginkan tinggal disini." kata Ellena.


"Hm. Tapi sebenarnya disini sangat menyenangkan." saut Ellena.


"Jadi, apa kau masih ingin pergi kedalam dungeon.?" tanya Rudy.


"Hem, baiklah. Aku akan pergi kesana." jawab Ellena.

__ADS_1


"Bagus. Besok pagi kalian akan berangkat. Sekarang tidurlah." kata Rudy.


...


__ADS_2