
Rudy masih terkejut dengan fakta yang sudah di bicarakan oleh Teo. Iblis yang seharusnya sudah musnah, ternyata masih hidup hingga saat ini. Kenyataan itu tidak pernah ia temukan dalam ingatan saat bersama Emma di ruang kosong.
"Apa mereka bisa menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.? aku tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu. Bahkan, kenyataan hewan iblis sekalipun aku tidak tau, dari mana mereka berasal, dan siapa yang menciptakannya.?" kata Rudy dalam hati.
"Rudy.??" saut Marco.
"Ah." saut Rudy.
"Kau kenapa.? Aku lihat kau sedang berfikir keras." tanya Marco.
"Kita harus memberitahukan fakta ini kepada yang lainnya." saut Rudy.
"Lalu, bagaimana dengan para tawanan ini.?" tanya Marco.
"Kita bebaskan mereka semua. Sepertinya peperangan ini menjadi sia-sia, bahkan kita harus membunuh sesama manusia hanya karena alasan kepentingan bersama. Jika kenyataan iblis masih hidup, seharusnya kita bersatu untuk berperang melawan mereka. Kita sudahi perang ini, aku tidak mau terlibat lagi dengan peperangan antar manusia." jawab Rudy.
"Apa maksudmu.?" saut Marco.
Glep. Rudy pun memegang kerah baju Teo.
"Kau yang memulai perang ini kan.?" tanya Rudy dengan serius.
"Aku hanya mengumpulkan pasukan, kerajaan lain tidak akan mau jika aku meminta kerjasama, karena aku tidak bisa memberikan sesuatu pada mereka. Jadi hanya inilah satu-satunya jalan, dengan penaklukkan." jawab Teo.
Buok. Rudy pun memukul wajah Teo.
"Kau sudah membuang-buang nyawa, sudah berapa banyak nyawa yang kau korbankan hanya untuk memenuhi ambisimu itu. Jika kau tidak mampu menghancurkan Aldebaren dengan tanganmu sendiri, jangan libatkan manusia yang lain." kata Rudy.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan.? Apa aku hanya berdiam diri dan menunggu mukjizat datang padaku.? Apa aku harus menunggu para iblis itu menginvasi benua ini.? Kau tidak mengerti rasanya hidup di antara para iblis itu." saut Teo dengan kesal.
Buok. Buk buk. "Arhg."
"Yang kau lakukan itu adalah sifat iblis, kau bilang membenci iblis, tapi sifatmu seperti iblis. Kau bilang ingin mengemban tugas, tapi kau malah mengurangi populasi." saut Rudy dengan kesal.
"Hos, hos. Maka dari itu, bantulah aku." kata Teo dengan sedih.
"Kau bilang kau adalah kestria kerajaan, tapi caramu seperti prajurit bawahan. Apa seperti itu cara kesatria Aldebaren merancang rencana.?" BUOOK. "ARRghh."
Pass. Suara sihir pengikat yang pecah.
"Jika kau ingin memburu para iblis, aku akan membantumu. Dan jangan melakukan penaklukkan lagi." saut Rudy
"Huh huh huh." saut Teo dengan terengah-engah.
"Rudy, apa kau yakin.? Bagaimana kalau dia berbohong dengan ucapannya.?" tanya Marco.
"Aku hanya perlu membunuhnya." saut Rudy sambil mengeluarkan Chip, dan di tempelkan ke tangan Teo. SUING.
"Heee.?? Apa yang kau lakukan.?" Saut Teo dengan terkejut.
__ADS_1
"Aku bisa melacakmu jika kau berhianat padaku. Dan saat itu terjadi, aku benar-benar akan membunuhmu." kata Rudy dengan serius.
BRUOOK. "AArrgh."
"Aku juga ingin memukulku." saut Marco.
"Huh, huh, huh." saut Teo dengan terengah-engah.
"Bebaskan semua tawanan, dan pimpin mereka semua. Balas dendammu sudah tidak ada artinya lagi, situasi kedepan lebih penting dari pada apapun." Kata Rudy kepada Marco.
"Apa kau benar-benar akan membantuku.?" tanya Teo dengan terharu.
"Diamlah, dan ikutlah bersamaku. Kita akan merencanakan peperangan yang panjang setelah ini." saut Rudy.
"Baiklah, terimakasih." saut Teo dengan terharu.
...
Semua tawanan pun di bebaskan begitu saja. Dengan kerugian yang begitu besar di masing-masing pihak, membuat Rudy semakin kesal dengan kondisi itu.
"Apa kau yakin Rudy.?" tanya Marco.
"Yang dia ceritakan itu adalah benar adanya, dia tau tentang sejarah yang sebenarnya, pasti ada sesuatu yang ingin ia cari. Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja, informasi yang dia ketahui sangat penting untuk saat ini. Jadi kita bawa ke markas." jawab Rudy.
"Baiklah, jika itu keputusanmu, aku akan mengikutimu sampai kapan pun." saut Marco.
Tiba-tiba Raja Eden dan Raja lainnya menghampiri Rudy.
"Eden.? perang sudah berakhir, bawa semua prajuritmu kembali ke kerajaan." kata Rudy.
"Ah, baiklah. Tapi kenapa kau membebaskan para tawanan itu.?" tanya Eden.
"Ada sesuatu yang harus aku lakukan bersama mereka. Ini bukan tentang manusia dan hewan iblis. Tapi tentang masa depan manusia." jawab Rudy
"Apa maksudmu.?" tanya Eden.
"Berhentilah bertanya, dan bawa pulang prajuritmu itu." saut Rudy dengan kesal.
"Aa, aah. Baiklah." jawab Eden.
...
Semua prajurit Neverland di pulangkan ke kerajaannya, kecuali Teo yang harus mengikuti Rudy. Dan prajurit overlord, sedang menunggu kapal terbang mereka.
"Aku akan pergi dari sini, dan jangan melakukan perlawan pada mereka, apalagi menawan dan menyiksanya. Biarkan mereka kembali ke rumahnya." kata Rudy pada Eden.
"Baiklah, sepertinya kau sedang merencanakan sesuatu." saut Eden.
"Kau benar, aku akan memberikan perintah selanjutnya. Jadi pulihkan semua pasukanmu." kata Rudy sambil mengikat Teo dengan rantai besi.
__ADS_1
Lalu. Kpa Kpa. Sebuah sayap malaikat keluar dari punggung Rudy.
"Sayap.? Apa kau iblis.?" saut Teo dengan terkejut.
"Diamlah. Aku akan membawamu ke markas." saut Rudy.
SWOOOSH. Rudy, Marco dan Teo pun terbang ke udara.
"Aa, itu sangat mengejutkan." saut Eden dengan tercengang.
"TOLOOOOONG." Teriak Teo.
...
Markas Royal Unity.
Emma sedang mengurus beberapa dokumen perserikatan disana. Lalu, sebuah pesan keluar di depannya.
Ting. "Hm.? Surat dari Rudy. Kenapa dia tidak menelfonku saja, apa dia tidak ingin melihatku.?" saut Emma dengan kesal.
[Emma, aku sedang perjalanan kembali ke markas. Mungkin butuh beberapa jam untuk sampai disana. Dan aku membawa berita yang sangat mengejutkan, bahwa iblis masih hidup.]
"Ha.?" saut Emma dengan sangat terkejut. Lalu ia menelan ludah, dan tubuhnya mulai gemetar.
"Iblis masih hidup katanya.? Apa yang sudah terjadi.?"
Tiba-tiba Luciana datang ke dalam kantornya dengan tergesa-gesa.
"Emma." teriak Luciana. "Ha.?" saut Emma dengan terkejut.
"Kenapa kau mengagetkanku.? Bisakah kau datang dengan tenang.?" saut Emma dengan kesal.
"Aku mendengar berita dari Ayah. Kalau pasukan kita menang perang disana. Ini benar-benar berita yang mengembirakan." kata Luciana dengan senang.
"Ah, aku sudah mendengarnya." saut Emma dengan gelisah.
"Hm.? Kau kenapa.? Apa ada yang salah dengan berita itu.? Aku lihat kau tidak senang mendengarnya." kata Luciana sambil duduk di depan Emma.
"Aku senang mendengarnya, akhirnya Rudy bisa kembali dengan cepat, tapi dia memberikan berita lain yang sangat mengejutkan." saut Emma.
"Apa itu.?" tanya Luciana.
"Ini cerita yang sangat lama sekali. Mungkin Rudy akan menjelaskannya pada kita nanti." jawab Emma.
"Cerita lama.? Apa dia bertemu dengan mantannya.?" saut Luciana.
"Bukan itu Luci, bahkan di tidak pernah berpacaran sebelumnya." jawab Emma.
"Lalu, apa yang membuatmu gelisah.?" tanya Luciana.
__ADS_1
"Sesuatu akan terjadi di masa depan. Masa kehampaan." jawab Emma.
...