Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 102 - Senjata Tingkat Dewa


__ADS_3

Di kota Ferland. 2 jam setelah Rudy pinsan, ia pun terbangun.


"Apa aku pinsan.?" saut Rudy sambil melihat Emma yang masih tergeletak di sampingnya.


"Emma.?" saut Rudy sambil menghampiri Emma. Lalu, "Ergh." Buk. Tubuhnya pun terjatuh.


"Huh, huh, efeknya masih terasa berat." kata Rudy sambil mengeluarkan potion ungu. Lalu, ia pun meminumnya.


"Haaah, Ini jauh lebih baik." saut Rudy sambil menghampiri Emma. Lalu, ia pun meminumkan potion ungu kepada Emma.


"Sepertinya dia juga memaksakan diri, sebaiknya aku bawa ke dalam tenda dulu." kata Rudy sambil mengangkat tubuh Emma.


...


Beberapa menit kemudian. Rudy pun kembali ke tempat Syntesis.


"Itu pedangnya." kata Rudy sambil mengambil pedang yang terjatuh di tanah.


"Hm, kita berhasil Emma. Pedang ini sangat sempurna, warna putih yang elegan. Pedang Dewa Rank High Lord God. Itu nama yang cocok untuk kedua pedang ini." saut Rudy sambil tersenyum.


"Baiklah, aku simpan dulu pedang ini. Sepertinya energiku masih tersisa. Aku harus membuat senjata untuk Marco dan Lilia." kata Rudy sambil mengeluarkan sejumlah senjata Rank A.


Tran tran trang trang. "Ini sudah cukup." saut Rudy.


"Aku mulai sendiri saja, pada dasarnya aku sudah tau carannya mensyntesis senjata." kata Rudy.


...


2 Jam pun berlalu. Rudy terbaring lemas di tanah sambil terengah-engah. Bahkan seluruh tubuhnya penuh dengan keringat.


"Huh, huh, Aku berhasil menciptakan senjatanya." saut Rudy. Lalu, ia pun memejamkan matanya.


Di dalam tenda komando. Emma pun membuka matanya.


"Ha.? Dimana ini.?" saut Emma sambil melihat-lihat.


"Apa Rudy membawaku kesini.? Hm, aku pinsan saat proses Syntesisnya, apa Rudy berhasil membuatnya.?" kata Emma sambil berdiri dan keluar tenda.


"Em.? Rudy.?" saut Emma dengan terkejut melihat Rudy yanh terkapar di sana. Ia pun berlalri menghampiri Rudy.


"Rudy, apa kau baik-baik saja.? Bangunlah Rudy." kata Emma sambil memanhku kepala Rudy di pahanya. Lalu, ia pun mengeluarkan potion ungu dan di minumkan kepada Rudy.


"Uhuk, uhuk. Haaaah." suara Rudy yang terbangun.


"Rudy, apa kau baik-baik saja.?" tanya Emma dengan panik.


"Emma.? Aku hanya tertidur disini, aku tidak pinsan." jawab Rudy.


"Huh, syukurlah kalau begitu." kata Emma sambil mengelus kepala Rudy.


"Aku berhasil menciptakanya Emma." kata Rudy sambil mengeluarkan dua senjata.


"Eh.?" saut Emma dengan terkejut.


"Bagus bukan, pedang warna putih yang elegan, cocok sekali dengan warna rambutmu." kata Rudy sambil duduk di depan Emma.

__ADS_1


"Kau berhasil menciptakannya sendiri Rudy.?" saut Emma.


"Tidak, kitalah yang membuatnya. Aku juga sudah membuat senjata untuk Marco dan Lilia." saut Rudy.


"Hm.? Mana senjatanya.?" tanya Emma. "Itu." saut Rudy sambil menunjuk beberapa senjata.


"Woh, kau membuat sangat banyak Rudy." kata Emma yang melihat ada 4 senjata disana.


"Aku hanya berjaga-jaga saja. Aku membuat 2 pasang dagger, dan dua Staff wizard. Semuanya ada di Rank God. Aku tidak bisa melupakan Rin dan Ellena bukan.?" saut Rudy.


"Kau yang membuatnya sendiri.?" tanya Emma dengan terkejut.


"Benar, aku juga sudah memasukkan 3 skill di dalam masing-masing senjata. Kita tunggu saja pelatihan mereka selesai." jawab Rudy.


"Aku sangat terkejut." kata Emma.


"Tanpa bantuanmu sebelumnya, aku tidak bisa membuatnya." saut Rudy.


Emma pun hanya tersenyum senang kepada Rudy.


...


1 Minggu pun berlalu. Tim 1 dan Tim 2 berhasil menyelesaikan pelatihannya di dalam hutan. Semua peserta akhirnya berkumpul di halaman kota Ferland.


"Kakak." saut Ellena sambil berlari ke arah Luciana. "Ellena." kata Luciana sambil memeluknya.


"Aku sekarang jadi semakin kuat kak, ternyata sangat menyenangkan sekali berburu hewan iblis di luar sana." kata Ellena.


"Benarkah.?" saut Luciana dengan tersenyum.


"Bagus Ellena. Kau terlihat sangat kuat sekarang." kata Luciana.


"Aku memang sangat kuat." saut Ellena.


Lalu, Rudy pun memberikan intruksi untuk mereka semua.


"Baiklah, kalian sudah menyelesaikan pelatihan dalam batas waktu yang di tentukan. Sekarang adalah penilaian." kata Rudy.


"Baik." saut semua peserta pelatihan.


"Keluar aura sihirmu Ellena." kata Rudy.


"Baik kak." WOSh. "Hm, kau semakin kuat sekarang, Ellena berhasil mencapai Rank A dalam waktu yang singkat."


"Yey. Aku sudah setara dengan kesatria kerajaan." saut Ellena.


"Lalu Rin. Keluarkan aura sihirmu." saut Rudy.


"Baik kak." WOSh. "Kau berhasil mencapai Rank A juga Rin." saut Rudy.


"Eh.? Kenapa kekuatan bocah itu sama denganku, padahal aku lebih banyak membunuh hewan iblis." saut Ellena.


"Karena Rin juga sudah berjuang disana, dan dia berhasil mencapai Rank itu." jawab Rudy.


"Hem, dasar bocah." saut Ellena. "Kau juga bocah." saut Rin. "Apaaa.?" teriak Ellena dengan marah.

__ADS_1


"Baiklah, selanjutnya Luciana. Keluarkan aura sihirmu." kata Rudy.


"Baik Rudy." WOSH. "Woah, hebat juga kau." saut Rudy.


"Bagaimana hasilnya.?" tanya Luciana.


"Kau berhasil mencapai Rank A+, kau sudah setara dengan Alicia." jawab Rudy


"Hee Benarkah.? Tidak kusangka." saut Luciana dengan tersenyum senang.


"Kerja bagus Luci." saut Emma. "Terimakasih Emma." saut Luciana.


"Aku akan membentuk ulang formasi Tim. Tim 1 adalah Marco dan Luciana. Tim 2 adalah Lilia, Rin dan Ellena. Mulai besok kalian akan masuk kedalam dungeon. Tim 1 masuk kedalam dunheon Expert. Dan Tim 2 masuk kedalam Dungeon Hard." kata Rudy.


"Dungeon Hard sudah di bereskan sebagian lantai Rudy." saut Lilia.


"Tidak masalah, mereka juga berkembang biak di dalam sana, jumlah mereka pasti bertambah." jawab Rudy.


"Baiklah kalau begitu." kata Lilia.


"Batas waktu kalian menyelesaikan dungeon adalah 5 bulan. Lebih cepat lebih baik." kata Rudy.


"He.?" saut Lilia dengan terkejut.


"Apa kau sudah menyelesaikan senjatanya.?" tanya Marco.


"Tentu sudah selesai. Ini adalah senjata terhebat dalam sejarah manusia. Dan hanya kalianlah yang memiliki senjata ini." saut Rudy.


"Kalian.? Apa kau membuatkan senjata untukku juga.?" tanya Luciana.


"Tentu, aku membuat senjata untuk kalian semua, ini adalah hadiah dari kami." kata Rudy sambil mengeluarkan senjatanya.


"Senjata itu tidak memiliki efek apapun Rudy." saut Lilia.


"Itu adalah salah satu kelebihan dari senjata ini, kau bisa mencobanya sendiri nanti." kata Rudy.


Lima senjata Rank God, senjata yang akan di catat dalam sejarah manusia. Senjata itu tergolong Artefak yang sangat langkah.


"Semua senjatanya berwarna merah, apa itu Rank IMR.?" tanya Marco.


"Tidak, senjata ini 100x lebih kuat dari Rank IMR. Senjata Rank God +10 dan memiliki 3 skill di dalmnya." jawab Rudy.


Semua orang disana pun hanya menelan ludah melihat senjata itu.


"Aku sudah mengetes senjata ini, jika kalian memperhatikan gunung yang ada di sebelah sana, kalian akan menemukan goresan yang membelah gunung itu. Ini adalah kekuatan tertinggi dari Royal Unity." kata Rudy.


"Luar biasa." saut Luciana.


"Bagaimana catanya mengaktifkan skill di dalam senjata itu ?" tanya Marco.


"Aku akan memberikan sebuah Skill Book untuk kalian semua. Kalian hanya perlu menyerap bukunya jika ingin belajar untuk mengaktifkan skill yang ada di dalam senjata ini." jawab Rudy.


"He.?" saut mereka semua dengan terkejut.


...

__ADS_1


__ADS_2