Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 23 - Rahasia


__ADS_3

Didalam hutan sebelah timur benteng. Semua pasukan Ekspedisi tumbang disana. Hanya beberapa orang yang masih bernafas, bahkan Herry mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.


Dan Eva sedang mengerang-erang karena luka yang parah dan terbaring tak berdaya.


"Akhirnya aku selesai disini. Selamat tinggal semua." Kata Eva dalam hati dengan pasrah.


GRRR. Suara hewan iblis yang mendekati Eva.


"Ini sudah di luar kemampuan kerajaan, hanya seorang Raja yang bisa membunuh mereka." Kata Eva dalam hati.


Tiba-tiba. JLEB. JLEB. SWOSH. Suara tusukan jarum api yang membunuh hewan iblis di area sana.


"He.? Apa itu barusan.?" Kata Eva yang melihat hewan iblis terbunuh dengan mata yang sudah memburam.


"Apa kau baik-baik saja..?" Suara Lilia yang terdengar pelan di telinga Eva, lalu ia pun tak sadarkan diri.


"Hem, sepertinya dia hanya pinsan. Hewan iblis disini sudah di atasi. Apa mereka akan datang lagi.?" Kata Lilia sambil mengeluarkan beberapa potion merah.


"Sebaiknya aku pasang barier dulu, agar mereka yang masih hidup bisa di sembuhkan." Kata Lilia sambil meminumkan potion ke mulut Eva.


ZIIING. Suara barier yang di pasang Lilia disekitar area prajurit.


...


Ditempat Alicia. Dia sangat ketakutan dan tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar.


"Aku akan mati disini." Kata Alicia sambil memejamkan matanya.


Lalu. SUIING. TRET TRET ZZZT ZZT. Suara petir yang menghantam ribuan hewan iblis disekitar sana.


"Ha.? Suara apa itu.?" Kata Alicia dengan penasaran. Namun dia tidak berani membuka matanya.


"Ternyata masih ada yang hidup, syukurlah kau masih hidup." Kata Rudy yang berjalan menghampiri Alicia.


"Apa itu suara orang.?" Kata Alicia dalam hati.


"Hoo, ternyata Tuan Putri disini. Sangat kebetulan sekali." Kata Rudy.


"Apa.?" Kata Alicia dalam hati, lalu ia pun membuka matanya secara perlahan.


"Dia benar-benar manusia." Kata Alicia dalam hati sambil melihat Rudy berjalan kearahnya.


Setiap langkahnya, sihir petir keluar dari langit dan membunuh hewan iblis disana.


"Tidak bisa di percaya, bahkan dia membunuh hewan iblis Rank S sambil berjalan kemari." Kata Alicia dalam hati dengan terkejut.


"Apa kau baik-baik saja Tuan Putri.?" Tanya Rudy yang sudah berdiri di depan Alicia.


"Huh, huh, terimakasih kau sudah menyelamatkanku. Siapa Anda.?" Saut Alicia dengan terengah-engah


"Em, ambilah ini, tidak penting aku memperkenalkan diri, aku hanya rakyat jelata di antara rakyat jelata lainnya." Jawab Rudy sambil memberikan potion merah.


"Tidak mungkin Anda seorang rakyat jelata." Saut Alicia.


"Itu tidak penting Tuan Putri. Minumlah ini, masih banyak prajuritmu yang masih hidup. Sebaiknya kau menyelamatkannya." Kata Rudy sambil mengeluarkan beberapa potion merah.


"Ah baiklah. Terimakasih banyak." Kata Alicia sambil berdiri.


"Aku akan membersihkan hewan iblis disekitar sini, jadi gunakan kesempatan itu untuk menyembuhkan prajuritmu." Kata Rudy sambil berjalan menjauh dari sana.


"Berhati-hatilah Tuan." Kata Alicia.


"Apa kau mengkhawatirkanku.?" Tanya Rudy.


"Hewan iblis disini berbeda dengan laporan yang aku terima, mungkin ada hewan iblis lainnya dengan Rank yang lebih tinggi lagi." Jawab Alicia.


"Hem, itu tidak masalah. Aku harap kau melupakan kejadian ini. Dan anggap saja kau tidak pernah bertemu denganku hari ini. Sampai jumpa Tuan Putri." Kata Rudy


Lalu ia pun menghilang begitu saja.


"A, ah. Mana mungkin aku melupakan kejadian seperti ini." Kata Alicia dengan terkejut.


"Hem, mungkin lain waktu saja aku mencari tau tentangnya. Lebih baik aku sembuhkan dulu prajuritku." Kata Alicia sambil menghampiri prajurit yang masih bernafas.


...

__ADS_1


Diatas benteng.


"Hem, bosan sekali disini." Kata Marco.


"Tuan, siapa sebenarnya kalian.?" Tanya Kensa dengan gugup.


"Ah, aku melupakan dua manusia ini." Kata Marco sambil menghampiri Kensa.


"Aku hanya rakyat jelata yang di buang keluar benteng. Tidak ada yang penting dari identitasku." Kata Marco.


"Maaf sudah lancang, tapi kekuatan Anda setera dengan seorang Raja." Kata Kensa.


"Jangan bandingan aku dengan Raja kalian." Saut Marco.


Tiba-tiba prajurit ekspedisi yang selamat berteriak dan berlari ke arah benteng. "TOLOOONG."."TOLOONG KAMII".


"Mereka memancing hewan iblis kemari." Kata Marco sambil melihat kebawah.


GROAAR. Suara hewan iblis Rank S yang mengejar para prajurit di luar sana.


"Tidak mungkin, aura hewan iblis itu setara dengan Rank A+." Kata Klain dengan tercengang melihat hewan iblis itu.


"Haa.?" Suara Kensa dengan terkejut.


"Hewan iblis itu Rank S." Kata Marco sambil mengeluarkan 7 dagger di belakang punggungnya.


Lalu. SWOSSH. Dagger itu melesat kearah hewan iblis disana. Dan SRAK. Hewan iblis itu pun terbunuh hanya satu kali serangan.


"Apa yang dilakukan Rudy dan Lilia disana, bahkan masih banyak hewan iblis yang lolos." Kata Marco yang melihat puluhan hewan iblis berlari kearah benteng.


"Mustahil, dia membunuh hewan iblis Rank S dengan satu kali serangan." Kata Klain dengan tercengang melihat Marco.


"Aku juga tidak percaya itu." Kata Kensa dengan tercengang.


"Kalian tunggulah disini, jangan kemana-mana, urusan kita masih belum selesai." Kata Marco. Lalu ia pun menghilang begitu saja.


Dan tiba-tiba berada di kawanan hewan iblis yang sedang mengejar para prajurit.


"Hoaaaa." Teriak Marco.


Lalu. DEEP. Marco pun kembali lagi ke atas benteng. Kensa dan Klain hanya menelan ludah melihat kecepatan Marco.


"Bahkan dia hanya butuh 15 detik untuk membunuh puluhan hewan iblis Rank S." Kata Kensa dengan tercengang.


"Kalian akan kaya jika mengambil koin emas di dalam jantungnya. Anggap saja itu hadiah dariku."Kata Marco sambil menghampiri Kensa dan Klain.


"Ba, baik Tuan." Kata Kensa dengan gugup.


"Sekarang mari kita bahas urusan kita." Kata Marco.


"Urusan apa itu Tuan.?" Tanya Kensa dengan gugup.


"Aku minta kalian untuk melupakan semua kejadian ini. Dan jangan sebarkan cerita tentangku dan teman-temanku." Jawab Marco.


"Lalu, bagaimana kita menjelaskan kepada warga tentang pembunuh hewan iblis Rank S itu.?" Tanya Klain.


"Kalian bisa membawa nama Tuan Putri dan tim ekspedisinya. Mungkin reputasinya akan naik." Jawab Marco.


"Ba, baik Tuan. Kami akan melakukan perintahmu." Kata Kensa.


"kami akan melakukan sesuai permintaanmu Tuan." Kata Klain.


"Em, terimakasih banyak." Saut Marco.


...


Beberapa saat kemudian, pada sore hari. Rombongan ekspedisi calon kesatria akhirnya kembali dengan luka yang sangat parah.


"Mereka kembali." Teriak penjaga gerbang.


"Hem, aku hampir tertidur hanya menunggu disini." Kata Marco.


Lalu. DEEP. Lilia pun kembali ke atas benteng.


"Ah, dia juga sudah kembali." Kata Marco yang melihat Lilia.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan disana.?" Tanya Marco


"Seperti biasa, mereka sangat banyak sekali. Aku bahkan menghancurkan rumah mereka." Jawab Lilia.


Kensa dan Klain yang masih berada disana pun hanya terdiam sambil menelan ludah.


"Lalu, dimana Rudy.?" Tanya Marco.


"Sepertinya dia memastikan pasukan ekspedisi yang ada disana kembali dengan selamat." Jawab Lilia sambil melihat para prajurit ekspedisi memasuki gerbang.


...


"Itu, itu Tuan Putri." Teriak penjaga disana.


"Hiks, aku kira Tuan Putri sudah tewas disana." Kata Penjaga disana dengan terharu.


"Ah, syukurlah dia masih hidup." Kata Eva yang sedang berada di atas tandu.


...


Lalu. DEEP. Rudy pun kembali ke atas benteng.


"Kau lama sekali." Kata Marco.


"Benar yang kau katakan Marco, jumlah mereka sangat banyak, bahkan aku sampai memburu mereka sampai di dalam dungeon." Kata Rudy.


"He.? Apa ada di dungeon disana.?" Tanya Marco.


"Ah, dungeon Rank Hard. tapi aku hanya sampai di lantai 20. Kau tau sendiri, untuk memburu mereka semua butuh waktu beberapa tahun." Jawab Rudy.


"Aku sangat terkejut, bahkan kau bisa menemukan sarang mereka." Kata Marco.


"Ah, tapi tempat itu sangat jauh dari sini. Mungkin untuk saat ini akan aman." Saut Rudy.


Lalu ia pun menghampiri Kensa dan Klain.


"Hai Tuan-tuan. Aku punya permintaan. Bisakah kalian berdua merahasiakan keberadaan kami.?" Tanya Rudy.


"Te, tentu saja Tuan." Kata Kensa dengan gugup.


"Baiklah, kami pergi dulu. Sampai jumpa." Kata Rudy.


Rudy dan Lilia pun menghilang dari tempat itu. Dan Marco masih melihat kearah Kensa dan Klain.


"Ingat itu baik-baik." Kata Marco dengan mengancam. Lalu, ia pun menghilang.


...


"Huuuh, aku sangat tertekan melihat mereka." Kata Klain sambil membaringkan tubuh.


"Aku juga sampai gemetar dari tadi." Saut Kensa.


...


Di jalan utama. Terlihat warga berkumpul menyambut kedatangan rombongan tim ekspediai calon kesatria.


"HOAAA." Teriakan warga disana yang memberikan semangat kepada pasukan ekspedisi.


Rudy dan lainnya pun ikut melihat rombongan calon kesatria disana.


"Huh, mereka benar-benar membuang nyawa." Kata Rudy.


"Kau tidak tau apa-apa bocah, mereka bertarung melawan hewan iblis dengan susah payah. Tidak sepertimu yang hanya bisa berdiri disini saja." Kata warga yang sebelumnya mengobrol dengan Rudy.


"Orang ini, kenapa aku bertemu dia lagi disini." Kata Rudy dengan kesal.


"Aku ingin memukulnya Rudy." Kata Marco.


"Hentikan Marco." Saut Rudy.


...


Disisi lain. Terlihat Emma yang masih mengantri di alun-alun kota.


"Kenapa antrian ini tidak ada habisnya. AAAAAA." Teriak Emma yang sangat kesal.

__ADS_1


.


__ADS_2