
Terlihat lingkaran sihir berwarna putih sedang menyerap udara beracun kedalamnya.
"White Hole." Teriak Lilia.
"Uuh, Skill ini sangat berat sekali." Kata Lilia yang menahan lingkarang sihir itu.
Dibawah area daratan Ferland. Marco membasmi hewan iblis dengan sangat cepat.
"Jumlah mereka sangat banyak sekali, apa semua hewan iblis berkumpul disini." Kata Marco sambil bertarung. Lalu. SRAK. "Eh. Rudy" Saut Marco dengan terkejut.
"Maaf Marco dia menghalangi jalanku. Sampai jumpa lagi." Kata Rudy sambil berlari dengan cepat.
"Sialan." Kata Marco dengan cemberut.
"Aku juga harus lebih cepat." Kata Marco sambil menurunkan ribuan dagger dari atas langit.
SWOSH SWOSH, SWOSH.
"Wah itu keren sekali." Kata Rin yang melihat ribuan Dagger melesat ke bawah.
"Kau juga bisa mempelajarinya Rin." Kata Emma dengan tersenyum.
"Benarkah.?" Tanya Rin dengan tersenyum lebar.
"Tentu saja." Jawab Emma.
...
Di tempat Rudy.
"Kota ini sangat luas sekali. Ini seperti kota mati yang berhantu." Kata Rudy sambil mencari tempat dungeon.
Lalu. GUNG. Suara Map yang berdetak. "Disana kau rupanya." Kata Rudy yang melesat kearah yang di tunjukan oleh Map.
DEP. Rudy pun sampai di depan pintu dungeon.
"Jadi disini tempatnya. Sepertinya ini bukan tambang." Kata Rudy.
GUNG, GUNG, GUNG. Suara Map yang menunjukkan adanya energi sihir yang sangat kuat.
"Tidak mungkin, ini di luar perkiraanku. Ada 4 Dungeon sekaligus disini." Kata Rudy dengan terkejut.
Lalu, asap tebal yang menyelimuti kota Ferland pun mulai menghilang, dan terlihat bangunan kota Ferland yang sangat besar disana.
"He.? Bukankah ini tempat istana kota.?" Kata Rudy dengan terkejut.
"Sepetinya seseorang menghancurkan menara disini." Kata Rudy sambil berjalan menghampiri dungeon.
"Lubang ini cukup besar. Energinya juga terasa mencekam. Sudah di pastikan, ini adalah dungeon Level Expert." Kata Rudy.
SRAK SRAK. Suara dagger Marco.
"Ternyata kau disini Rudy." Kata Marco.
"Ah, apa kau sudah selesai dengan hewan iblis di sekitar sini.?" Tanya Rudy.
"Jumlah mereka terus bertambah. Tapi Lilia akan menyelesaikan sisanya." Kata Marco.
"Em baiklah. Habisi semua hewan iblis yang ada di sekitar kota ini, kita tidak bisa menunggu lama. Kapal akan segera sampai." Kata Rudy.
"Waktu kita masih banyak Rudy." Kata Marco.
"Aku tau itu, tapi ini di luar perkiraan kita. Dungeon yang ada disini ada 4." Saut Rudy.
"Apaa.?" Saut Marco dengan terkejut.
__ADS_1
"Kita harus menyusun ulang strategi kita. Jumlah mereka tidak akan berkurang jika dungeon disini ada 4." Kata Rudy.
"Lalu, apa level dungeonnya sama.?" Tanya Marco.
"Ada 2 dungeon dengan level Expert. 2 lainnya ada di level Normal dan Hard. Kita tidak ada waktu untuk menyelesaikan semua dungeon." Jawab Rudy.
Lalu, Lilia pun datang menghampiri mereka.
"Udara disini sudah segar, bahkan cahaya matahari sudah bisa masuk ke dalam kota ini. Apa perintahmu selanjutnya." Kata Lilia.
"Buat Barrier untuk dungeon ini Lilia." Kata Rudy.
"Apa kita tidak masuk kedalam.?" Tanya Lilia.
"Ada 4 Dungeon disini. Buatlah Barier ke semua pintu dungeon. Kita harus menyusun ulang rencana kita." Jawab Rudy.
"He.? Benarkah.?" Saut Lilia yang terkejut.
"Lakukan tugasmu sekarang. Dan habisi hewan iblis yang masih berkeliaran disini." Kata Rudy.
"Laksanakan perintahmu Rudy." Kata Marco dan Lilia. Mereka berdua pun langsung bergerak kesana.
...
Di dalam kapal.
"Ini masih 10 menit, mereka semua berhasil memberihkan area Ferland. Bahkan kotanya sudah terlihat dengan jelas." Kata Raja Eden.
"Aku masih belum percaya dengan apa yang ku lihat barusan." Kata Marcus dengan tercengang.
"Apa aku sedang bermimpi.?" Tanya Carlin.
"Sebaiknya Anda perintahkan pasukan kerajaan untuk mendarat di pelabuhan. Masih banyak tugas di bawah sana." Kata Emma.
"Ah, Anda benar Putri. Baiklah, perintahkan semua kapal untuk mendarat di pelabuhan. Setelah itu, bersihkan mayat-mayat hewan iblis disana." Perintah Raja Eden.
...
Di kota Ferland. Lilia dan Marco pun kembali menghampiri Rudy yang sedang duduk di depan pintu Dungeon Expert.
"Kita sudah menyelesaikan tugas." Kata Marco.
"Apa ada perintah lagi.?" Tanya Lilia.
"Bagus, kita tunggu saja mereka mendarat." Kata Rudy sambil melihat kapal terbang yang akan mendarat di pelabuhan.
"Bagaimana dengan penaklukan dungeon ini Rudy.? Apa kau akan membagi tugas pada kami.?" Tanya Marco.
"Aku masih belum memikirkannya. Jika kita membagi tugas untuk masuk kedalam dungeon, akan memakan waktu yang sangat lama." Jawab Rudy.
"Lalu, apa kita akan masuk bersama-sama.? Melihat kita sudah memiliki Emma sekarang, jadi itu lebih mudah dari pada hanya kita bertiga." Kata Lilia.
"Kau benar Lilia. Tapi untuk dungeon Level Normal dan Hard biarkan saja. Mungkin disana akan menjadi lahan pelatihan bagi prajurit kerajaan atau murid Akademi." Kata Rudy.
"Wah, itu ide yang bagus Rudy." Saut Marco.
"Apa kau setuju Lilia.?" Tanya Rudy.
"Sepertinya itu bagus. Aku menyutujuinya." Jawab Lilia.
"Oke, tugas kita sekarang adalah menaklukan 2 dungeon level Expert. Aku akan masuk kedalam sana bersama Emma. Kalian tunggulah di luar, sangat berbahaya jika kita membiarkan 1 dungeon Expert tidak tersentuh sama sekali." Kata Rudy.
"Ho, apa kau akan berpacaran di dalam sana.?" Tanya Marco yang mengoda.
"Eh.? Diamlah Marco. Aku hanya ingin mempersingkat waktu saja." Jawab Rudy.
__ADS_1
"Baiklah Rudy, serahkan padaku untuk menjaga ketiga dungeon ini." Kata Lilia.
"Kalian bisa mengunakan 2 dungeon untuk pelatihan ataupun pembelajaran. Tapi tetap berjagalah di depan dungeon Expert yang satunya." Kata Rudy.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengunakan kartu Eksklusif ini." Kata Marco.
"Terserah. Kau juga bisa menggunakan nama bangsawanmu untuk mengatur dungeon itu." Kata Rudy.
"Ini sangat menarik sekali." Kata Marco.
"Gunakan dungeon Hard untuk tempat latihan bagi Rin. Setelah aku menyelesaikan dungeon expert ini, kita akan masuk bersama kedalam dungeon expert satunya. Dan serahkan penjagaan dungeon lainnya kepada Raja." Kata Rudy.
"Apa kita tidak boleh masuk kedalam dungeon expert itu.?" Tanya Marco.
"Tentu saja boleh, Tapi waktu kalian hanya 1 hari saja." Jawab Rudy.
"Itu terlalu cepat Rudy, aku juga ingin meningkatkan kekuatanku." Saut Marco.
"Hm, dungeon ini seperti harta karun bagi semua orang. Apa kau percaya dengan para bangsawan itu.?" Kata Rudy.
"Baiklah jika itu yang terbaik, akan ku lakukan." Kata Marco.
"Aku akan meminta hak pengolahan dungeon ini. Jika mereka tidak mau menerimanya, kita pergi dari sini." Kata Rudy.
"Kau seperti mengancam mereka." Saut Marco
...
Beberapa saat kemudian semua kapal terbang pun berhasil mendarat tanpa ada gangguan sama sekali. Emma pun langsung berlari kearah Rudy bersama Rin.
"Rudyy.?" Teriak Emma.
"Ah, mereka sudah datang. Simpan set perlengkapan kalian." Kata Rudy kepada Marco dan Lilia.
ZUING. Suara set perlengkapan yang di masukkan kedalam cincin penyimpanan.
"Apa kau tidak apa-apa.?" Tanya Emma kepada Rudy.
"Emma, ternyata perkiraan kita salah." Saut Rudy.
"Apa maksudmu.?" Tanya Emma.
"Ada 4 dungeon di sini. Kita akan membutuhkan waktu yang cukup lama." Jawab Rudy
"He.? Benarkah.?" Saut Emma dengan terkejut.
"Aku sudah membuat rencana untuk penaklukannya." Kata Rudy.
"Baiklah, apa rencanamu.?" Tanya Emma.
"Disini ada 2 dungeon level Expert, dan 2 dungeon level Normal dan Hard. Kita akan pergi berdua kedalam dungeon expert ini, dan dungeon expert lainnya, akan di jaga oleh Marco dan Lilia. Apa kau keberatan.?" Kata Rudy.
"He.?" Saut Emma dengan wajah memerah.
"Jadi kita hanya masuk berdua saja.?" Tanya Emma dengan malu.
"Apa yang kau pikirkan.?" Saut Rudy.
"Tida, tidak apa-apa hehe." Kata Emma dengan malu-malu.
"Aku hanya ingin mempersingkat waktu saja. Bagaimana menurutmu.? Jika kau tidak setuju, aku akan pergi kedalam bersama Marco dan Lilia, kau bisa menunggu di luar sini." Kata Rudy.
"Rudy, aku setuju. Jangan rubah rencanamu itu. Kapan kita akan berangkat.?" Tanya Emma.
"Kita harus memulai rapat dengan Raja dan lainnya. Setelah itu kita berangkat." Jawab Rudy.
__ADS_1
"Em, baiklah." Saut Emma.
...