
Terlihat sebuah satelit yang terbang ke atas langit. Rudy dan Emma menerbangkan benda itu cukup lama, sampai akhirnya, Satelit itu pun sampai di luar angkasa.
Lalu, sayap besi satelit melebar dan bergerak seperti pesawat. WOT WOT. SWOSSH.
"Huh, huh." Rudy pun terengah-engah sambil melihat ke atas langit.
"Huh, huh, benda itu sudah tersambung Rudy. Dia sudah bergerak." saut Emma.
"Baiklah, sekarang waktunya membuat kotak kontrol. Kita pindah ke ruang bawah tanah." saut Rudy sambil berjalan ke ruang bawah tanah bersama Emma.
...
Di ruang bawah tanah, mereka membuat sebuah kotak besi yang sangat banyak, mungkin jumlahnya sampai 1.200 kota besi persegi panjang yang berdiri tegak.
"Untuk apa ini Rudy.?" tanya Emma.
"Ah, benda ini namanya adalah server. Tentu saja, semua data akan di simpan di dalam kotak ini. Tugas satelit disana hanya sebagai penerima dan menyampaikan informasi." jawab Rudy.
"Hm, jadi begitu. Aku paham sekarang." saut Emma.
"Eh.? Jadi dari tadi kau belum paham.?" tanya Rudy.
"Ah, iya benar. Tapi sekarang aku paham Rudy." jawab Emma.
"Hem, sudahlah. Memang seharusnya membuat server dulu, sebelum membuat satelit. Lalu, kau pasang penyambung diamond itu di sana Emma." kata Rudy.
"Ah, baiklah." saut Emma sambil memasang sebuah kotak kecil kedalam sebuah inti server disana.
Lalu, semua server itu pun menyala berwarna putih.
"Waah, indah sekali mereka." saut Emma dengan tersenyum.
"Masih belum. Besi-besi ini akan meleleh jika terlalu panas. Jadi kita harus membuat sebuah pendingin di ruangan ini." kata Rudy.
SUING. WOT. Sebuah benda berukuran besar keluar dan tertempel di dinding. Lalu, benda itu mengeluarkan hawa dingin disana.
"Hm, sudah selesai. Mungkin suhunya harus stabil di angka 20°C. Tidak boleh terlalu dingin, dan tidak boleh panas." saut Rudy.
"Apa memang harus seperti ini Rudy, suhunya jadi dingin." kata Emma sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Memang seperti ini Emma. Besi-besi itu akan di hantam dengan energi sihir setiap hari. Jadi pasti akan panas." saut Rudy sambil mengelus pundak Emma.
"Baiklah, kita keluar dari sini." saut Emma.
"Belum selesai Emma, masih ada satu hal lagi. Kita harus membuat sebuah tower. Tower itu nantinya, akan menghubungkan satelit dengan server. Tidak mungkin energi sihir bisa melewati dinding tembok ini, bisa-bisa Mansion ini akan hancur." kata Rudy.
"Eh.? Masih ada lagi.?" saut Emma dengan terkejut.
"Kita tutup ruangan ini dulu." kata Rudy sambil membuat barrier yang berlapis-lapis. WOSST.
...
Beberapa jam berlalu. Lilia dan lainnya sampai di depan istana Royal Unity.
"Waah, jadi ini tempat Royal Unity. Besar sekali istananya." kata Lilia sambil melihat sebuah istana.
Lalu, Solan pun melihat Alicia yang berjalan disana.
__ADS_1
"Selamat Tuan Putri. Ada perlu apa Anda datang kemari.?" tanya Solan.
"Ah, Tuan Solan. Kami ingin bertemu dengan Rudy." jawab Alicia.
"Mereka ada di Mansion." saut Solan.
"Mansion.? Dimana tempatnya.?" tanya Lilia.
"Ikuti jalan di sebelah sana, nanti akan sampai di Mansion." jawab Solan.
"Baik Tuan terimakasih. Kami akan pergi kesana." saut Alicia.
"Baiklah. Kalau boleh tau, siapa mereka.?" tanya Solan.
"Ah, mereka adalah anggota Royal Unity. Mereka baru datang dari dalam dungeon." jawab Alicia.
"Em, jadi mereka temannya Rudy yang di ceritakan. Baiklah." saut Solan.
"Aku juga seorang putri Raja." saut Ellena.
"Eh.?" saut Solan dengan terkejut.
"Dia adalah adikku Tuan." saut Alicia.
"Selamat datang Tuan Putri." kata Solan.
"Hm." saut Ellena sambil melewati Solan.
"Ahaha. Maafkan sikap adikku Tuan. Kalau begitu kami akan pergi ke Mansion dulu." kata Alicia.
"Baik Tuan Putri. Berhati-hatilah." kata Solan.
"Hebat sekali tempat ini." kata Lilia sambil melihat-lihat.
"Yaah, begitulah. Aku sendiri sangat terkejut, bangunan disini juga sedikit beda dengan konsep istana kerajaan " saut Alicia.
...
Di luar Mansion, Rudy dan Emma sudah membuat sebuh tower disana.
"Apa memang towernya harus tinggi seperti ini Rudy.?" tanya Emma.
"Untuk menangkap sinyal energi, di butuhkan tower yang tinggi. Tentu saja itu untuk mempermudah data yang masuk." jawab Rudy.
"Yaah, apapun itu. Lalu, bagaimana selanjutnya.?" tanya Emma.
"Selanjutnya kita membuat sebuah chip dari diamond. Karena kita membuatnya dari bahan diamond untuk menampung energi sihir, kita harus membuat sekecil mungkin." jawab Rudy.
"Bagaimana bentuknya.?" tanya Emma.
"Sebentar, kita taruh satu diamond disini dan 100 koin silver. Kita akan membuat sebuah Card Sim." jawab Rudy.
"Hm.?" saut Emma dengan kebingungan.
Lalu. SUING. WOOT. Card Sim pertama berhasil di buat. Jumlahnya sekitar 200 Card Sim yang kecil.
"Jadi ini yang namanya Chip.?" tanya Emma sambil mengambil Chip.
__ADS_1
"Benar, aku membuat Chip dengan bahan silver koin dan menyatukannya dengan diamond. Harusnya ini bisa di sambungkan ke satelit." jawab Rudy.
"Hm, kau tidak bisa menyambungkannya Rudy. Butuh jalur tersendiri untuk menyambungkannya." kata Emma sambil membolak balikkan Chip itu.
"Apa kau bisa membuatnya.?" tanya Rudy.
"Kalau hanya membuat sebuah jalur energi alam, aku bisa. Tapi disini ada 200 Chip, jadi akan lama untuk membuatnya." jawab Emma.
"Kenapa lama.? Apa kau tidak bisa membuatnya sekaligus.?" tanya Rudy.
"Tidak bisa Rudy, berbeda dengan satelit dan server itu, karena mereka 1 objek yang saling terhubung, tapi ini ada 200, jadi harus membuatnya satu persatu." jawab Emma.
"Jika seperti itu, kenapa kau tidak membuat alat untuk penyambungnya, alan lebih mudah bukan. Kau sensiri sudah tau jalur menuju satelitnya." saut Rudy.
"Ah, itu ide bagus Rudy." saut Emma.
WOT SUING. Sebuah alat penyambung pertama di buat. "Bagaimana benda ini.? Apa sudah cocok.?" tanya Emma.
"Hm, lumayan, lalu bagaimana cara kerjanya.?" tanya Rudy.
"Kita hanya menempelkan chip ke benda ini." Jawab Emma.
TIIT. Suara benda itu.
"Wooh, ada bunyinya juga. Harusnya kau menambahkan lampu berwarna hijau di chipnya Emma. Lampu itu akan menyala jika chipnya berhasil terhubung." kata Rudy.
"Ah, baiklah." Saut Emma. Lalu, ia pun membuat sebuah Led di atasnya.
"Hm, itu sudah cukup." saut Rudy.
"Ini adalah alat dektator. Jika chip ini sudah terhubung, warnanya akan berubah jadi hijau. Alat dektator ini, bisa digunakan untuk mengukur kekuatan juga, bahkan bisa juga di tambahkan penyimpanan." kata Emma.
"Bagus Emma. Kita sambungkan semua chip ini dulu." kata Rudy.
TIT TIT TIT TIT. Rudy dan Emma pun menyambungkan Chip itu satu persatu.
"Sudah semua, lalu apa selanjutnya.?" tanya Emma.
"Hm, kau tadi bilang, alat detaktor ini bisa di buat untuk tempat penyimpanan juga, apa kau bisa membuat ruang penyimpanan itu.? tapi harus sesuai dengan nomor Chipnya." saut Rudy.
"Tentu saja bisa, itu sangat mudah." kata Emma sambil membuat sebuah benda. WOT.
"Sudah jadi." saut Emma.
"Apa itu Emma.?" tanya Rudy.
"Sama seperti dengan alat penyambung itu. Ini adalah alat penyambung ruang dimensi. Tentu saja, aku sudah menanamkan sebuah cipta disini." jawab Emma.
"Apa maksudmu dengan cipta.?" tanya Rudy.
"Ah, itu seperti menciptakan sebuah ruang penyimpanan jika chip ini di tempelkan disini." jawab Rudy.
"Jadi kau tidak perlu menyiapkan tempat penyimpanannya dulu.?" tanya Rudy.
"Tidak perlu, tempat penyimpanan itu akan tercipta sendiri jika chip ini di tempelkan pada benda ini." jawab Emma.
"Waah, kau benar-benar jenius Emma." saut Rudy dengan rersenyum.
__ADS_1
"Bernarkan." saut Emma dengan sombong.
...