
Malam hari pun tiba. Pesta jamuan yang di adakan dengan sangat meriah, membuat suasana menjadi ramai di dalam istana. Bahkan keluarga kerajaan Borris juga datang ke acara itu.
"Disini ramai sekali. Tidak kusangka akan seramai ini." Kata Rudy yang memojok bersama Marco.
Lalu, terlihat Leo sedang berjalan disana, wajahnya juga di balut dengan perban.
"Eh.? Itu dia Rudy, Panglima bodoh yang aku hajar." Kata Marco.
"Ah, jadi dia orangnya. Kau memukulnya sangat keras Marco." Saut Rudy.
"Mau bagaimana lagi, kau sendiri sudah tau, jika aku memukul para bangsawan tidak bisa berhenti." Kata Marco.
Tiba-tiba. "Hallo Rudy, kau juga datang kemari." Kata Hart sambil menundukkan badannya di depan Rudy.
"Ah, orang bodoh lainnya." Saut Rudy.
"Bagiamana dengan pestanya.? Apa kau menikmatinya.?" Tanya Hart.
"Apa yang dinikmati disini.?" Tanya Rudy balik.
"Tentu saja makanannya, dan suasana kegembiraan disini." Jawab Hart.
"Huh, bahkan Raja bodoh itu tidak memberikan simpanannya pada kami. Sudah tidak ada lagi yang di nikmati disini." Kata Rudy dengan cemberut.
"Kau benar." Saut Marco dengan cemberut.
"Kita pasti akan habis di depan Emma." Kata Rudy.
"Mau bagaimana lagi Rudy." Saut Marco.
"Eh.? Ada apa.? Kenapa kalian cemberut begitu.?" Tanya Hart dengan kebingungan.
"Kau tidak perlu tau penderitaan kami." Saut Marco.
"Sudahlah, kita pasrah saja Marco." Kata Rudy.
"Hm." Saut Marco sambil menghela nafas.
"Lalu, apa kau diplomatik yang waktu itu.?" Tanya Rudy
"Benar Rudy, apa kau lupa denganku.?" Saut Hart.
"Kalau tidak salah, namamu adalah hut." Kata Rudy.
"Hut ? Siapa dia.? Bahkan kau melupakan namaku. Sepertinya aku sudah tidak penting disini." Kata Hart dengan sedih.
"Lalu, siapa namamu.?" Tanya Rudy.
"Namaku adalah Hart. Diplomatik dari kerajaan Konggo." Jawab Hart.
"Ah, aku baru ingat. Jika melihatmu disini, berarti kau sudah memutuskan jawabanmu." Kata Rudy.
"Itu benar. Kami sepakat untuk bergabung dengan Royal Unity." Saut Hart dengan tersenyum.
"Itu keputusan yang tepat. Tapi kau harus menanda tangani dokumen perserikatan." Kata Rudy.
"Baiklah, kalau begitu, berikan aku dokumen itu, sangat kebetulan, keluarga kerajaan juga datang kesini." Kata Hart.
"Hm.? Jadi Rajamu juga datang.?" Tanya Rudy
"Kau benar, lihatlah disana. Itu adalah Yang Mulia Raja Konggo." Jawab Hart sambil menunjuk Raja Konggo.
"Ho, jadi dia Rajanya.?" Saut Rudy.
"Sepertinya dia lebih bodoh dari Eden." Saut Marco.
"Apa yang kalian bilang.?" Kata Hart dengan marah.
__ADS_1
"Berhentilah memprovokasinya Marco. Lalu, siapa namanya.?" Tanya Rudy.
"Hm. Namanya adalah Raja Winston." Jawab Hart.
"Nama yang bagus." Saut Rudy
Tiba-tiba. "YANG MULIA RAJA DATANG. BERIKAN SALAM HORMAT." Teriak prajurit kerajaan disana.
"Ah, akhirnya dia datang." Kata Raja Winston sambil berdiri.
"Inikah sosok orang terkuat di seluruh benua sekarang.?" Kata Raja Winston.
Semua orang disana pun menundukkan badannya kepada Eden dan Rosalia. Bahkan Raja Winston dan Raja Borris pun sampai menundukkan badannya. Namun, itu semua tidak berlaku bagi Rudy dan Marco.
Tiba-tiba di belakang Raja Eden, di ikuti oleh Luciana, Emma dan Lilia. Bahkan Rin, Ronald dan Ellena juga datang secara bersamaan.
"Purffd." Suara Rudy yang terkejut melihat para wanita yang datang bersama Eden.
"Hormat kami Yang Mulia Raja." Kata semua orang disana dengan kompak.
Raja Eden pun langsung berjalan kearah kursi tahtanya bersama keluarga kerajaan. Lalu Emma dan Lilia duduk di sebelah mereka. Dan Rin hilang begitu saja disana.
"Jadi itu sosok Tuan Putri Luciana. Sangat cantik sekali." Kata William. Wiliam adalah calon tunangan Luciana.
"Tapi William, wanita di sebelah Tuan Putri lebih cantik lagi." Kata Ryan, Putra Mahkota kerajaan Borris.
"Kau benar kak. Siapa mereka sebenarnya, bahkan wanita itu sampai duduk disana." Kata William.
"Sebaiknya aku sapa nanti." Kata Ryan.
Semua orang disana pun, berbisik-bisik membicarakan Luciana dan kecantikan Emma.
"Hm, mereka membicarakan kita Emma." Kata Lilia.
"Sudah pasti ekspresi mereka begitu. Lalu, dimana Rudy dan Marco.? aku masih belum melihat mereka." Kata Emma.
"Biarkan saja mereka." Saut Emma sambil mencari Rudy.
"Baiklah, aku harap Rudy menyukai dandananmu." Kata Raja Eden dengan tersenyum.
...
Di tempat Raja kerajaan Borris. Dengan nama Rajanya adalah James Nicole.
"Siapa wanita di sebelah Raja Eden itu.?" Tanya James dengan tercengang.
"Aku sendiri ingin tau Ayah." Jawab Ryan.
"Dia sangat cantik Ryan, kau harus memperkenalkan dirimu padanya." Kata James.
"Aku juga ingin menyambutnya Ayah." Saut Ryan.
"Jangan sampai kerajaan lain mendekatinya." Kata Raja James.
"Baik Ayah." Saut Ryan.
"Aku sangat iri denganmu kak." Kata William.
"Kau sudah punya Tuan Putri Luciana, dia juga sangat cantik." Kata Ryan.
"Kau benar, tapi wanita itu terlihat sangat indah untuk di lihat." Kata William.
"Berhentilah melihatnya, dan jaga sikapmu itu." Kata Ryan.
Lalu. Raja Eden pun berdiri dan memberikan sambutan pendek disana.
"Selamat datang di kerajaan Alden. Dan terimakasih sudah meluangkan waktu kalian untuk datang kemari. Lalu, ini adalah acara resmi yang aku adakan untuk mengangkat Putri Mahkota kembali." Kata Raja Eden.
__ADS_1
Luciana pun berdiri dan berlutut di depan Raja Eden.
"Itu Tuan Putri, katanya ada salah satu orang yang sangat kuat, yang berhasil menyembuhkan Tuan Putri." Kata bangsawan disana.
"Aku juga mendengar kabar itu." Kata bangsawan lainnya.
Lalu, Raja Eden pun memberikan Mahkota kepada Luciana. Dan semua orang disana pun memberikan tepuk tangan yang meriah.
"Acara selanjutnya adalah. Pengumuman atas bergabungnya Kerajaan Alden dengan perserikatan Royal Unity." Kata Raja Eden.
Semua orang disana pun sangat terkejut mendengar perkataan Raja Eden.
"Royal Unity, apa itu.?" Kata Raja James.
"Aku sudah mendengarnya Ayah. Royal Unity adalah perserikatan kerajaan yang sangat kuat. Bahkan kekuatannya tidak bisa di bandingkan dengan kerajaan Alden." Kata Ryan.
"Ha.? Apa itu benar.?" Tanya James dengan terkejut
"Aku mendengarnya dari diplomatik kerajaan. Mereka benar-benar sangat kuat. Bahkan katanya, kerajaan Neverland di anggap remeh oleh mereka." Jawab Ryan.
"Itu benar-benar sangat mengejutkan." Kata James.
...
"Ini yang aku tunggu-tunggu. Siapa pemimpin Royal Unity yang di rumorkan sangat kuat itu." Kata Raja Winston.
Emma pun berdiri disana dan menundukkan kepalanya kepada semua orang disana.
"Perkenalkan, beliau adalah wakil pimpinan Royal Unity. Perserikatan ini di bentuk dengan tujuan bersama atas nama kemanusiaan. Dan kekuatan dari Royal Unity sendiri tidak bisa di ukur lagi. Mereka adalah sosok terkuat di seluruh benua, bahkan mungkin seluruh dunia." Kata Raja Eden.
Semua orang disana pun sangat terkejut dengan pernyataan Raja Eden. Bahkan orang-orang disana sampai menelan ludah berkali-kali.
"Tidak perlu sampai berkata seperti itu. Terlalu berlebihan." Kata Emma sambil duduk kembali.
"Hahaha, baiklah kalian semua. Selanjutnya Nikmati pesta ini." Kata Raja Eden.
...
"Tidak kusangka, wanita itu adalah wakil pimpinan Royal Unity." Kata Ryan dengan tercengan.
"Kau harus mendapatkan hatinya Ryan, kita akan sangat di untungkan jika menjalin hubungan dengan mereka." Kata Raja James.
"Aku akan berusaha Ayah." Kata Ryan.
...
Di tempat Rudy berada.
"Kenapa dia memperkenalkan Royal Unity dengan sangat mencolok." Kata Rudy.
"Mungkin itu adalah rencananya Emma. Dia sengaja membuat perhatian untuk mengelabuhi kita." Kata Marco.
"Ah, kau benar Marco. Sebaiknya kita tetap bersembunyi disini." Kata Rudy.
"Tapi Rudy, sayang sekali jika kita tidak menikmati makanan itu." Saut Marco.
"Kau benar juga." Kata Rudy.
"Apa kalian tidak ingin bertemu dengan Yang Mulia Raja Winston.? Yang Mulia sangat ingin bertemu dengan kalian." Tanya Hart.
"Tunggu Hart, waktunya tidak pas." Jawab Rudy.
"Jika dia mau, suruh datang kemari." Saut Marco dengan serius.
"Ah, kalian memang menganggap kami biasa saja." Kata Hart.
...
__ADS_1