
Didalam ruang rapat Royal Unity.
"Kalau begitu kita susun strateginya dulu. Poin pertama adalah Iblis berada di kerajaan Neverland. Poin keduanya adalah, Iblis sudah menguasai kerajaan itu. Yang harus kita lakukan sekarang adalah memastikan kebenaran dari keberadaan iblis itu sendiri." kata Rudy.
"Baiklah, kita persiapkan kebutuhan kita." saut Marco.
"Kita harus memperbanyak stok makanan dan pakaian." saut Rudy.
"Serahkan padaku, aku sudah belanja beberapa stok kebutuhan untuk kita." jawab Lilia.
"Bagus. Setelah semuanya sudah siap, kita langsung berangkat." kata Rudy.
"Kalau begitu, diskusi kali ini kita akhiri sampai disini." saut Emma.
"Ah, tunggu sebentar. Mungkin dari awal aku sudah memperkenalkan diri, tapi bisakah kalian memperkenalkan diri padaku." tanya Teo
"Hmm baiklah. Kami adalah perserikatan Royal Unity yang bergerak untuk merubah sistem dunia." jawab Rudy.
"Merubah sistem.? Apa maksudmu.?." tanya Teo.
"Kau tidak perlu tau lebih detail. Yang pasti, kami bukan kerajaan. Tapi kami adalah kelompok yang membawahi beberapa kerajaan." jawab Rudy.
"Aku tidak mengerti maksudmu, tapi bukankah istana ini berdiri di atas tanah milik kerajaan Alden.?" tanya Teo.
"Benar, tapi tanah ini sudah menjadi milik kami." jawab Rudy.
"Hm.??" saut Teo yang kebingungan.
"Kau kebanyakan tanya, sebaiknya kau ikut aku saja." saut Marco sambil merangkul leher Teo.
"Tu, tunggu sebentar. Siapa nama kalian. Bukankah aku harus kenal dengan kalian.?" tanya Teo.
"Namaku Rudy, aku adalah pemimpin dari Royal Unity, lalu perempuan ini bernama Emma, dia adalah wakil pimpinan sekaligus tunanganku." jawab Rudy.
"Eh.?" saut Emma dengan wajah memerah.
"Tunangan ya." saut Teo dengan terkejut.
"Lalu yang merangkulmu itu adalah Marco, dia adalah Panglima Tertinggi disini. Terus perempuan di sebelahnya adalah Luciana, dia adalah Putri Mahkota kerajaan Alden, dan seorang President di Republic Of Union, dia juga pacarnya Marco." kata Rudy.
"Terlalu berlebihan Rudy." saut Luciana.
"Jadi dia pemimpin Union.?" saut Teo.
"Benar, Union adalah Republic, bukan kerajaan." jawab Rudy.
"Aku tidak tau apa maksudnya, tapi ya sudahlah." saut Teo.
"Yang terakhir adalah Lilia, dia adalah Perdana Menteri di sini, apapun urusan Royal Unity dia yang mengurusnya. Dan dia masih single." kata Rudy.
"Eh.??" saut Teo.
"Rudy, sudahlah. Urusan kita disini sudah selesai. Sebaiknya aku persiapkan dulu kebutuhan kita." kata Lilia.
__ADS_1
"Baiklah, aku serahkan padamu Lilia." saut Rudy.
"Masih single ya.?" saut Teo sambil melihat Lilia berjalan keluar ruangan.
"Kau ikutlah denganku dulu. Masih banyak yang harus kita persiapkan." kata Marco sambil menyeret Teo keluar ruangan.
...
Beberapa jam kemudian, kebutuhan mereka pun sudah terkumpul.
"Apa sudah semuanya.?" tanya Rudy.
"Ini sudah semuanya, apa masih ada yang kurang.?" saut Lilia.
"Sepertinya ini sudah cukup Rudy." kata Emma.
"Baiklah, kita bagi logistic ini. Open Bar." kata Rudy.
ZING. ZING ZING. Layar hologram semua orang pun muncul di depan mereka.
"Haa.??" teriak Teo yang terkejut.
"Kau juga bisa membukannya. Bilang saja Open Bar." kata Rudy.
"Apaa.? Jadi aku juga bisa.?" tanya Teo dengan terkejut.
"Lakukan saja yang aku bilang." saut Rudy.
"Baiklah. Open Bar." Zing. "He.? Benar-benar keluar."
"Apa ini Rudy.?" tanya Teo dengan tercengang.
"Huh, aku tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Sebaiknya kau simpan logistic ini." jawab Rudy sambil membagi logistic.
"Apa kau terkejut.?" tanya Lilia.
"Aku sangat terkejut. Bukankah cahaya ini adalah pembentukan dari energi alam.?" saut Teo.
"Itu benar." saut Emma.
"He.? Jadi, bagaimana cara membentuknya.?" tanya Teo.
"Itu sangat sulit untuk di jelaskan." jawab Emma.
"Berhentilah bertanya, dan masukkan saja kebutuhanmu ini." saut Marco.
"Ah, baiklah." saut Teo. "Aku yakin, pembentukan cahaya ini tudak mudah, siapa mereka sebenarnya."
...
Beberapa saat kemudian pada malam hari. Mereka sudah berkumpul di belakang istana Royal Unity.
"Logistic sudah kita bagi, aku juga sudah memberikan surat perintah kepada Tuan Solan dan para Raja. Lalu, Rin dan Ellena tidak bisa tinggal bersama dalam waktu yang lama, jadi aku menyuruh Edward untuk membantu mereka. Sampai disini, ada yang di tanyakan.?" saut Rudy.
__ADS_1
"Itu sudah cukup Rudy. Kau sudah menyiapkan semua keperluan disini, jadi kita bisa pergi tanpa khawatir." saut Luciana.
"Tugas kita disana hanya memastikan saja, tidak perlu membuat keributan jika tidak terdesak. Apa semuanya sudah paham sampai disini.?" tanya Rudy.
"Kami paham." saut Marco dengan serius.
Semua orang di sana juga menganggukkan kepalannya dengan serius.
"Baiklah, kita berangkat." saut Rudy. SWOOSH.
Emma dan lainnya pun mengikuti Rudy dari belakang, mereka akan pergi menuju ke kerajaan Neverland sebagai pijakan pertama.
...
Serajah akan mencatat perjuangan mereka semua, dimana ras manusia akan melakukan perlawanan sekali lagi kepada ras iblis.
Disisi lain, ruang bawah tanah kerajaan Aldebaren. Terlihat beberapa iblis yang sedang melakukan ritual kepada dewa mereka. Dewa yang selalu di sembahnya, kaum iblis menyebutnya Demigod. Sang Dewa malapetaka bagi ras manusia.
ZING WOT WOT. Lingkaran sihir berwarna merah yang terbentuk cukup besar di bawah tanah.
"Berikan persembahannya." kata Pemimpin sekte pemuja iblis sekaligus Raja Aldebaren bernama Ramon.
"Baik Yang Mulia." kata salah satu Jendral kaum iblis bernama Kyle.
Mereka melakukan persembahan dengan tubuh manusia disana. Tubuh itu akan di berikan kepapada Demigod sebagai makanan jiwa.
Para iblis memberikan tubuh manusia yang masih hidup. Ritualnya sendiri di lakukan oleh 20 iblis disana.
"Bajingan, lepasakan aku."
BUOK. "Diamlah, kau akan bertemu dengan Sang Dewa. Justru kau harus bersyukur." saut salah satu iblis disana.
"Errgh."
WOT WOT WOT. ada sekitar 15 manusia yang di korbankan, namun hanya beberapa orang yang memberontak. Kebanyakan manusia yang mengikuti ajaran sekte iblis, percaya dengan pengorbanan jiwa.
Bagi manusia yang percaya dengan ajaran itu, mereka hanya pasrah berserah diri kepada Demigod. Mereka percaya, kehidupan selanjutnya adalah kekal abadi, yang tidak memiliki batas usia.
"AAAARRRGH." teriakan 15 orang manusia yang di korbankan.
"Sepertinya ritual kali ini juga berjalan lancar, Yang Mulia." kata Kyle.
"Aaah, aku yakin Demigod akan senang menerimanya." saut Ramon dengan tersenyum.
Buk Bruk. tubuh manusia itu pun tergeletak di bawah tanah yang sudah tidak bernyawa.
"Sebaiknya kita persiapkan saja persembahan selanjutnya. Ladang manusia di kerajaan ini sangat berlimpah." kata Ramon.
"Laksanakan perintah." saut Kyle.
"Kyle, persiapkan juga jamuan besar untuk tamu kita setelah ini. Raja Hilos juga seorang manusia, kita harus memberikan sambutan yang meriah untuk mereka." kata Ramon dengan tatapan licik.
"Baik Yang Mulia." saut Kyle sambil berjalan menjauh dari sana.
__ADS_1
"Kali ini pasti akan berhasil. Manusia sekarang sangat lemah tanpa seorang Legenda, dan kekuatan iblis sekarang semakin kuat berkat persembahan Demigod. Aaah, aku merasakan kekuatan yang masuk ke dalam tubuhku. Ini benar-benar kekuatan yang luar biasa, andai saja aku tau ini dari awal, kaum iblis tidak akan menderita sampai ribuan tahun." saut Ramon dengan tersenyum licik.
...