
{Di dalam Dungeon Normal}
Rudy masih berbicara dengan Emma di dalam Dungeon Normal sambil bersandar di dinding dungeon.
"Apa maksudmu Emma.? Apa cara mereka berkembang biak sangat cepat.?" Tanya Rudy
[Ya, itu benar Rudy. Hewan iblis berkembang biak selama 2 tahun sekali. Mereka berkembang biak saat umur mereka sudah mencapai 15 tahun. Dan sekali melahirkan, mereka bisa mengeluarkan 50 telur atau bayi]
"Itu tidak bisa di bayangkan, pantas saja disini banyak sekali telur dan bayi hewan iblis." Kata Rudy.
[Bahkan mereka tidak perlu berhubungan intim untuk berkembang biak. Semua Hewan Iblis tidak memiliki jenis kelamin, semuanya sama dan semuanya bisa melahirkan. Bisa kau bayangkan sendiri, berapa banyak hewan iblis yang sudah lahir selama pulahan ribu tahun]
"Tidak bisa di bayangkan jumlah mereka. Itu tidak bisa di hitung, sangat banyak sekali." Saut Rudy.
[Hewan Iblis itu tidak akan pernah habis, meskipun para manusia memburunya sampai ke dalam dungeon setiap hari]
"Cerita ini benar-benar mengejutkanku Emma." Saut Rudy.
[Baiklah Rudy. Apa kau masih ingin keluar.? Portal akan siap]
"Ah, tolong Emma, aku sudah tidak sabar pergi ke ibu kota." Kata Rudy.
SWUUUSSSH. Sebuah portal terbentuk. Dan Rudy pun keluar dari dalam dungeon.
Terlihat, area hutan yang sudah penuh dengan semak-semak yang sangat lebat, bahkan pohon-pohon disana sudah mulai banyak.
"Apa ini tempat saat aku masuk 6 tahun yang lalu.?" Tanya Rudy
[Benar. Selama 6 tahun tempat ini berubah menjadi hutan belantara yang sudah di tinggali Hewan Iblis]
"Emm, Pantas saja auranya sangat menyengat disini, bahkan Hewan Iblis yang aku bunuh 6 tahun yang lalu sudah menghilang." Kata Rudy sambil melihat-lihat sekitar.
[Bangkai Hewan Iblis biasanya di makan oleh Hewan Iblis lainnya Rudy]
"Eh.? Apa mereka kanibalisme.?" Tanya Rudy
[Mereka hanya memakan bangkainya saja Rudy, Hewan Iblis tidak makan sesamanya saat masih hidup]
"Emm, Begitu. Baiklah, lalu kearah mana kita pergi.?" Tanya Rudy
[Kau harus mengikuti peta ke arah utara]
"Baiklah, mari kita pergi Emma." Kata Rudy.
[Perjalanan akan memakan waktu yang cukup lama Rudy. Gunakan skill mu jika kau ingin perjalanan lebih cepat]
"Ah, kurasa kau benar, ini pertama kalinya aku ingin melihat manusia saat datang ke dunia ini." Kata Rudy dengan tersenyum.
Rudy pun mengunakan teleportnya, dan berlari dengan sangat cepat.
...
1 Minggu Berlalu
SRAK SLASSH. Suara pedang Rudy yang memburu Hewan Iblis Level 60-70 di hutan.
"Ternyata di hutan ini banyak sekali Hewan Iblis yang berkeliaran." Kata Rudy sambil mengambil item dari tubuh Hewan Iblis yang sudah mati.
[Mereka beradaptasi dengan cepat jika di dalam Dungeon, karena energi alam lebih banyak di dalam dungeon dari pada di luar Dungeon]
"Tapi kenapa mereka keluar Emma.?" Tanya Rudy.
__ADS_1
[Aku sudah menyelaskannya padamu Rudy. Jumlah mereka sangat banyak, sudah tentu mereka keluar untuk mencari tempat tinggal baru]
"Hoo, bahkan di dalam dungeon sekalipun tidak muat untuk mereka tinggali." Kata Rudy sambil duduk di bawah pohon.
[Itu benar, mereka akan keluar dan membuat sarang baru untuk berkembang biak]
"Hem." Suara Rudy sambil membuka inventorynya dan mengambil kantong air.
GLEK GLEK GLEK. Suara Rudy meminum air.
Tiba-tiba. BREDOM. Suara ledakan yang terdengar cukup jauh dari tempat Rudy.
"Em, Suara apa itu.?" Tanya Rudy sambil melihat ke arah sumber suara ledakan yang ada di belakangnya.
Terlihat, gumpalan asap tebal yang cukup banyak di sana.
"Apa yang terjadi disana Emma.?" Tanya Rudy.
[Sepertinya disana terjadi pertempuran Rudy, aku tidak bisa memastikannya]
"Kalau begitu, mari kita periksa." Kata Rudy sambil berdiri dari duduknya.
...
Di tempat lain, di sebuah lembah gunung yang sangat luas, terlihat puluhan ribu Hewan Iblis sedang berperang melawan ribuan prajurit kerajaan Alden.
SRAK SRAK SLASSH. Suara tebasan pedang dari seorang kapten prajurit kerajaan.
"Habisi mereka semua." Teriak seorang kapten seraya mengomandoi prajuritnya.
"HOAAAAAA." Teriakan para prajurit yang bertempur disana.
"Aku tau, tetaplah di posisimu." Kata seorang laki-laki berusia 38 tahun bernama Kensa.
"Baik Kapten." Kata Donal sambil berlari ke barisan tengah.
Di tempat pertempuran itu, jumlah dan kekuatan tempur pasukan kerajaan kalah jauh dengan Hewan Iblis yang menyerang mereka.
GERRRRGG. Suara Hewan Iblis yang berlari menyerang para prajurit disana.
"Ini tidak mungkin, kita semua akan mati jika tidak pergi dari sini." Kata salah satu prajurit disana dengan tubuh yang gemetar melihat Hewan Iblis.
SRAK SRAK GRAGK. Suara cakar yang mencabik-cabik tubuh para prajurit di garis depan.
"AAAAAHH." Suara teriakan prajurit yang berlari kebarisan tengah.
"Komandan mereka semua hampir di habisi. Bagaimana ini komandan.?" Tanya salah satu prajurit yang bertanya kepada Donal.
"Aku sendiri tidak tau." Kata Donal dengan tercengang melihat Hewan Iblis yang mencabik-cabik para prajuritnya disana.
"Apa sebaiknya kita mundur saja dari sini komandan.?" Kata prajurit itu dengan tubuh yang gemetar.
"Ini sudah perintah, kita di perintahkan untuk mati disini." Kata Donal dengan serius.
"Hee.?" Suara prajurit itu dengan tercengang melihat raut wajah Donal dengan serius.
"Maju atau mundur, bahkan pilihan keduannya akan tetap sama hasilnya." Kata Donal dengan serius sambil menarik pedang dari sarungnya.
"Komandan, kita semua akan mati jika tetap berada disini." Kata prajurit itu.
"Kita harus mempertahankan posisi kita. Apa jadinya jika Iblis-Iblis itu masuk kedalam benteng." Saut Donal sambil mengangkat senjatanya.
__ADS_1
"Haa.?" Suara semua prajurit yang melihat Donal mengangkat pedangnya.
"Ini sama seperti pembantaian." Kata salah satu prajurit disana dengan tubuh gemetar.
"Sekarang. SERAAAAAANG." Teriak Donal sambil mengangkat pedangnya kedepan.
"Hee.? Apa sekarang waktunya untuk mati.?" Kata salah prajurit disana dengan ragu-ragu.
Namun, masih ada juga prajurit yang menyerang hewan iblis dengan serangan bola api.
"KENAPA KALIAN DIAM SAJAA. INI ADALAH PERINTAH MILITER." Teriak Donal dengan penuh emosi.
"Glegg (menelan ludah)." Semua prajurit disana hanya gemetar ketakutan.
"Ini sama saja dengan pembunuhan." Kata salah satu prajurit dalam hati.
GROOAAARRRG. Suara Hewan iblis yang berlari ke barisan tengah.
"Tapi sepertinya inilah takdir kami." Kata salah satu prajurit lainnya.
"ho, ho, HOAAAAAH." Teriakan salah satu prajurit disana dengan gemetar ketakutan.
Lalu tiba-tiba. "SEMUA PRAJURIT MUNDUUUR." Teriak Kapten Kensa memerintahkan prajuritnya mundur.
"Hee.?" Suara prajurit disana sambil melirik kearah garis belakang.
SRAK. Suara cakaran yang tiba-tiba menyerang prajurit itu.
"Perintah mundur. SEMUANYA MUNDUURR." Teriak Donal sambil berlari menjauh dari garis tengah.
"Kenapa tidak dari tadi.?" Kata salah satu prajurit disana sambil berlari dengan sangat kencang.
Lalu, pasukan garis belakang membantu menembakkan bola api ke depan.
BREDOM, DOARR. Suara bola api yang menyerang para Hewan Iblis.
"Huh, huh huh." Suara prajurit yang berlari menuju garis belakang. Lalu, SRAK. "AAAAAH." Suara cakaran hewan iblis yang menerkam prajurit itu dari belakang.
"Mereka berlari sangat cepat." Kata Kapten Kensa dalam hati dengan gugup.
"SEMUA PASUKAN MUNDUR KE BENTENG." Teriak Kapten Kensa sambil bergerak menjauh dari sana dan di ikuti oleh para prajurit garis belakang.
"Maaf semua, sepertinya pasukan garis tengah tidak akan selamat juga. Ekspedisi kali ini, gagal lagi." Kata Kensa dalam hati sambil menungangi kuda bergerak ke arah benteng.
...
Di tempat pasukan garis tengah. Semua prajurit masih berusaha berlari sekencang kencangnya dari sana.
SRAK. Suara cakaran " AAAAH Toloong." Teriak prajurit yang tertikam.
"Huh, huh, Aku sudah tidak kuat lari lagi." Kata prajurit disana dengan pasrah menunggu ajalnya.
"Apa aku juga akan mati disini.?" Kata Donal sambil berlari.
"Ini adalah pembunuhan. Hiks." Kata salah prajurit disana dengan menangis.
...
Di atas bukit, terlihat Rudy sampai di tepi bukit tempat peperangan terjadi.
"Ini tidak mungkin." Kata Rudy dengan tatapan terkejut.
__ADS_1