
Di dalam tenda Sang Raja. Seorang prajurit melaporkan terjadinya kerusakan koin di perbatasan.
"Apa yang kau bilang.?" tanya Raja Eden dengan terkejut.
"Yang Mulia, koin-koin disana sudah di rusak. Kami masih mencari penyebabnya, seorang prajurit yang datang kemari sudah penuh dengan luka, dan dia meninggal di sini." jawab Prajurit itu.
"Periksa prajurit itu Silvi." saut Raja Eden.
"Laksanakan Perintah." kata Silvi, ia pun langsung bergegas keluar tenda.
"Lalu, kenapa kau bisa tau kalau koin-koin itu sudah di rusak.?" tanya Winston.
"Yang Mulia, prajurit itu berkata dengan terbata-bata, dia bilang kalau koin sudah di rusak. Setelah itu dia meninggal." jawab Prajurit itu.
"Baiklah, kembali ke pos mu." saut Winston.
"Laksanakan perintah." saut prajurit sambil keluar dari tenda.
"Apa yang sudah terjadi.? Bahkan, aku masih belum memberikan perintah." kata Raja Eden.
"Sepertinya mereka sudah bergerak." saut James.
"Tapi sangat aneh jika mereka tau pemasangan koin itu." kata Winston.
"Jangan-jangan." saut Raja Eden sambil berdiri dari kursinya.
Lalu ia berjalan keluar dengan tergesa-gesa.
"Apa apa Eden.?" tanya Winston.
"Ada penyusup di antara pasukan kita." jawab Eden sambil berjalan keluar.
...
Di luar tenda, tepatnya di depan pos penjagaan markas utama. Silvi berjalan kesana bersama Leo.
"Kenapa bisa seperti ini.?" saut Leo dengan panik.
"Kita belum tau alasannya, sebaiknya kita periksa prajurit itu." jawab Silvi dengan buru-buru.
"Salam Hormat Panglima." saut penjaga markas.
"Dimana mayat prajurit yang datang dari perbatasan.?" tanya Silvi.
"Di sebelah sana Panglima." kata penjaga itu sambil menunjuk kedalam pos.
"Kita periksa kesana." saut Silvi sambil berjalan menuju pos.
...
Di dalam Pos. Semua prajurit berkumpul disekitar sana untuk melihat mayat prajurit yang baru saja meninggal.
"Panglima datang." teriak salah satu kapten disana.
Grak. Semua prajurit pun berdiri dan bersikap tegak di sana. Lalu, Silvi dan Leo pun masuk kedalam pos.
"Panglima." kata Kapten disana.
"Hm, apa dia yang berhasil datang kesini.?" tanya Silvi.
"Benar Panglima." jawab Kapten.
Silvi pun melihat bekas luka dari prajurit itu dan menganalisanya.
"Bekas luka yang dalam, dan bekas luka ini sangat teratur yang mengenai titik vital. Siapa sebenarnya yang menyerang mereka.?" kata Silvi.
"Lukanya sangat dalam, bahkan butuh waktu beberapa menit untuk sampai disini. Tidak kusangka dia bisa menahan lukanya." kata Leo.
__ADS_1
"Ini bukan serangan biasa. Penjaga di perbatasan ada 100 orang, rata-rata tingkat mereka adalah Rank B+, dan hanya dia yang berhasil kembali. Meskipun akhirnya dia mati disini." saut Silvi.
"Apa pasukan musuh sudah bergerak.?" tanya Leo.
"Itu juga mustahil. Jika mereka sudah bergerak dan menyerang kesini, mungkin tempat ini sudah menjadi medan perang sekarang. Tapi saat ini kita masih belum mendengar pergerakan mereka." jawab Silvi.
"Apa mungkin koin-koin itu sengaja di hancurkan.?" saut Leo.
"Jika seperti itu, berarti ada penghianat di antara para prajurit." kata Silvi sambil berdiri.
"Jadi, kita harus memeriksanya secara menyeluruh. Sebelum pasukan musuh datang kemari." kata Leo.
"Hm. Mereka juga tidak akan bisa bergerak cepat kesini, perbatasan sekarang pasti sudah dipenuhi hewan iblis." kata Silvi.
"Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengumpulkan para prajurit." saut Leo.
"Baiklah kita periksa sekarang." kata Silvi sambil keliar dari pos penjagaan.
Tiba-tiba. "Yang Mulia Raja Dataaang." teriak salah satu Kapten disana.
"Hm.? Kenapa Yang Mulia datang kemari.?" tanya Silvi sambil berjalan menghampiri Eden.
"Kau sudah memeriksannya.?" tanya Eden sambil berhenti di depan Silvi.
"Yang Mulia, sepertinya ini masalah yang di sengaja. Saya menyimpulkan ada penghianat di sini." kata Silvi.
"Dugaanku juga sama, jika kau menyimpulkan seperti itu, berarti memang ada ada penyusup disini, periksa semua para prajurit." kata Raja Eden sambil kembali ke tendannya.
"Laksanakan Perintah." saut Silvi.
...
"Kumpulkan semua para prajurit." teriak Leo.
"Kumpulkan juga para Jendral, dan suruh mereka menghadap aku disini." kata Silvi.
...
Di tempat Raja Eden berjalan. Dia berfikir dengan sangat keras sambil berjalan.
"Ini sangat mendadak. Apa para penyusup disini sudah tau rencana kita.? tapi sangat aneh jika mereka hanya menghancurkan koin di perbatasan." kata Eden.
Lalu. Kpa kpa. Swoosh. Suara seseorang yang memakai jubah hitam berlari melewati Raja Eden dengan sangat cepat
"He.?" saut Raja Eden dengan terkejut.
"Siapa dia, bahkan aku tidak bisa merasakan keberadaan orang itu." kata Raja Eden sambil melihat orang yang memakai jubah itu.
"PENYUSUUUUP." Teriak prajurit disana.
TING TING TING. Sebuah Bel dari besi yang di pukul terus menerus. Pertanda ada serangan mendadak.
SWOSH, DRAP DRAP DRAP. WUUNG. Orang berjuba itu pun melewati semua orang di sana dan berlari ketengah-tengah Camp.
"Kenapa dia malah berlari ketengah Camp.?" saut Raja Eden.
Lalu. "Haa." saut Raja Eden dengan terkejut.
"Tidak mungkin, dia mengincar koin yang ada di tengah-tengah camp." saut Raja Eden.
"TANGKAP PENYUSUP ITUUUU." Teriak Raja Eden sambil menunjuk.
Semua prajurit pun mengejar orang berjubah itu, bahkan ada yang menyerangnya. Tapi, semua serangan yang di arahkan padanya, selalu di tangkis dengan mudah.
"Yang Mulia, sebaiknya Anda bersembunyi." saut Silvi.
"Tankap dia Silvi. Sepertinya para prajurit kesulitan menangkapnya." kata Raja Eden.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." saut Silvi. DEEP.
Silvi pun menghilang dan menghampiri penyusup itu.
DRAP DRAP. SWOSSH. "Ini dia koinnya." kata penyusup itu sambil melihat sebuah menara kecil di depannya.
WOOSH. Penyusup itu pun meloncat dan mengarahkan pedangnya untuk menghancurkan menara disana.
SWOSSH. "Mati kalian semua." saut penyusup itu. Lalu. TRang. "Haa.?" saut penyusup itu dengan terkejut.
"Berhenti." saut Silvi. SWOsh. Ia pun menendang penyusup itu. WOssh. "Ha.?" Silvi pun terkejut, penyusup itu menghindari tendangan Silvi.
"Tidak mungkin."
DEEP. Penyusup itu pun berteleport ke sisi lain.
"Teleport.? Jangan-jangan dia..." saut Silvi dengan terkejut.
SLASH. Penyusup itu pun berhasil menebas menara disana bersama dengan koinnya. PIAAR.
"Misi selesai." saut penyusup itu.
DEEP. "HOAAA." SWOOSH. Silvi pun menyerang penyusup itu dengan kekuatannya.
"Hm." saut Penyusup itu dengan tersenyum.
TRANG, SWOSSH. TRAN TRANG KLANG. Suara pertarungan Silvi dan penyusup.
...
"Ini tidak mungkin, Silvi adalah panglima Rank S, dan penyusup itu bisa melawannya." kata Raja Eden.
"Yang Mulia di sini berbahaya, teriakan hewan iblis sudah terdengar dimana-mana." kata Leo.
"He.? CEPAAT, AKTIFKAN KOINNYA." Teriak Eden dengan panik.
"Baik Yang Mulia." saut Leo. DEEP.
...
Disisi lain, tempat berkumpulnya para prajurit disana.
"Sepertinya sudah di mulai." kata penyusup (2).
"Jendral sangat bersemangat bertarung dengan panglima mereka." penyusup (3).
"Sebaiknya kita serang mereka sebelum hewan iblis datang kesini." kata penyusup (4).
SUING. SET. "Ini sangat mudah." kata pemyusup (3). Sambil mengeluarkan set perlengkapannya.
"Hee.? Kalian ternyata penyusup." kata prajurit yang memergogi mereka.
SRAK. "Sebaiknya kau tutup mulut." kata penyusup (3) sambil menebas leher prajurit itu.
"PENYUSUUP." Teriak prajurit disana.
"Huh, kita jadi ketahuan gara-gara kau." kata Penyusup (4).
"Hehe, mau bagaimana lagi. Kita habisi mereka semua." kata panyusup (3).
DEEP. SWOOSH SRAK SLASSH BRMD.
Pertarungan pun terjadi di dalam camp prajurit. Hampir semua orang di kalahkan oleh penyusup disana.
"Tidak mungkin, prajuritku. Ini sangat kacau sekali." saut Eden.
...
__ADS_1