
Rudy menemukan para tawanan disana. Dan ia pun berlari menuju Raja Eden.
"Rudyy.??" saut Eden.
"Diamlah dulu." Trang. sihir penginkat pun terlepas.
"Bebaskan yang lainnya, dan suruh mereka pergi dari sini. Aku akan mengurus sisanya." saut Rudy. DEEP.
"Terimakasih sudah datang." saut Eden sambil berdiri dan membebaskan tawanan lainnya.
Trang Trang Trang Trang. "Ah, terimakasih Eden." saut Winston.
"Bantu aku memmimpin mereka, dan bebaskan para prajurit." saut Eden sambil membebaskan tawanan lainnya.
"Baiklah." saut Winston.
Di sisi lain. SWOSH. BREDM. JLEB JLEB JLEB.
"Situasi disini sangat mencekam, baru kali ini kau melihat prajurit Neverland sampai kocar kacir." kata Winston sambil melihat medan peperangan yang ada di sekitarnya.
"Huh, kira-kira, berapa ribu pasukan yang mereka bawa kesini.?" tanya James.
"Aku sendiri tidak tau, tempat ini sepertu di serang oleh puluhan ribu prajurit. Tapi yang terpenting saat ini adalah, kita harus pergi dari tempat ini." saut Winston.
...
Di tempat Rudy berada.
SRAK SRAK, SLASSH. "Jumlah mereka sangat banyak. Tidak mungkin aku membunuh mereka semua." saut Rudy sambil membunuh para prajurit Neverland.
Lalu. SUINGG. WOT WOT WOT. Sebuah Barrier yang berukuran sangat besar keluar dan mengurung semua pasukan Neverland.
"Hm, sebaiknya aku kurung dulu." kata Rudy.
TRANF TRANG TRANG TRANG. Suara Dagger milik Marco yang tidak bisa menembus Barrier.
"Apa maksudnya ini.? Dia bilang ingin membunuh prajurit yang mendekat. Tapi malah memasang Barrier." kata Marco dengan kesal.
...
"CEPAAAT, PERGI DARI SINII." teriak Eden.
Semua prajurit overlord pun berjali menjauh dari sana. Bahkan ada prajurit yang mengendong temannya yang pinsan.
"Yang Mulia. Apa kita kita tidak menyerang mereka.?" tanya Silvi.
"Silvi, kita hanya di perintahkan untuk mundur. Aku tidak tau, apa rencana Rudy selanjutnya, sebaiknya kau bawa semua pasukan itu menjadih dari sini." saut Eden.
"Laksanakan perintah." kata Silvi.
...
Di tempat Leo berada.
BRUOK, BUK BUK. DAARR. "Mampus kalian." saut Leo sambil menendang-nendang prajurit Neverland, dengan tangannya yang masih terikat sihir.
"Bukankah kau seorang Jendral.?" tanya Rudy yang berjalan santai menghampiri Leo.
"He.? Tuan." saut Leo.
Trang. "Pergilah dari sini, dan bawa paaukanmu sejauh mungkin. Aku akan membereskan mereka." kata Rudy.
__ADS_1
"Haa. Baik Tuan." saut Leo sambil berlari menjauh dari sana.
"Sekarang, apa yang harus aku lakukan dengan ratusan ribu prajurit ini.?" saut Rudy sambil berfikir.
"TOLOONG."." Keluarkan kami dari sini." teriakan prajurit sambil memukul Barrier.
"Keputusasaan, kelemahan, ketakutan, mereka semua merasakan itu. Tapi saat mereka memiliki kekuatan yang berpihak pada mereka, rasa itu tidak ada." saut Rudy sambil berjalan.
"MENYERALAAAH." teriak Rudy.
"He.? Siapa itu.?" saut prajurit disana dengan terkejut.
"PEMIMPIN KALIAN SUDAH KALAH, TIDAK ADA YANG BISA MENYELAMATKAN KALIAN." teriak Rudy.
"Tidak mungkin Tuan Teo kalah."."Ini bercanda kan.?"."Tidak mungkin."."Kekuatan kita."."Apa kita berkahir seperti ini.?" saut para prajurit yang mulai putus asa.
"Sudah kuduga. Mereka akan kehilangan semangatnya setelah tau pimpinannya sudah kalah." saut Rudy.
"JATUHKAN SENJATA KALIAN." teriak Rudy.
"Tidak mungkin." saut Kapten disana.
"kapten bagaimana ini.?" tanya prajurit disana.
"Kita bahkan tidak tau mereka ada berapa.?" saut Kapten.
"Lalu, apa kita akan menyerang orang itu.?" tanya prajurit itu sambil menunjum Rudy.
"Kita bahkan tidak tau perintah selanjutnya. Dan perintah terakhir adalah, bunuh para tawanan itu." saut Kapten.
"Jadi, kita harus melawan mereka.?" tanya prajurit itu.
"Baiklah kapten." saut prajurit itu.
Lalu. "TETAPLAH BERDIRI, DAN HABISI SEMUA TAWANAN DISANA." teriak kapten itu.
"Huh, mereka bahkan masih belum menyerah. Mau bagaimana lagi." saut Rudy.
"ANGKAT PEDANG KALIAAAN. DAN LAWAN MEREKA SEMUA." teriak kapten itu.
"itu benar, kita harus melawan."."kita tidak bisa diam saja disini."."kita harus melaksanakan perintah." kata prajurit Neverland.
Mereka pun bangit dan mengambil pedangnya masing-masing. Dan mereka mulai berjalan, laku, berlari. "HOAAAAAA."
"Cepaaat, kita pergi dari sini." teriak Eden.
...
"Mereka sendiri yang memilih mati." saut Rudy.
SUING. "Lord Vermilion." TRAT. TET TET TET ZZ. BRDM. DROMRR.
Rudy pun mengeluarkan skill areanya dan membunuh mereka semua yang mencoba melawan.
"Aarrgh."."Uuhk." ."Aaaaah." teriakan kematian.
...
Beberapa jam pun berlalu. Barrier yang di pasang di sekitar lembah gunug mulai pecah.
Dari ratusan ribu prajurit Neverland yang berjuang disana, hanya sekitar 50rb prajurit yang menyerah dan menyerahkan diri sebagai tawanan.
__ADS_1
Hujan deras masih membasahi daratan disana, dengan pemandangan yang tidak biasa, ratusan ribu mayat tergeletak dimana-mana. Bahkan darah mengalir seperti air sungai.
"Apa hanya ini yang menyerah.?" tanya Marco.
"Ah, mereka memilih mati dari pada menyerah. Sangat tangguh sekali." jawab Rudy.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan pada para pemimpin mereka.?" tanya Marco.
"Kita akan mengintrogasinya. Sepertinya ada beberapa informasi yang mereka sembunyikan." jawab Rudy.
"Baiklah, kita harus bergegas pergi dari sini. Sepertinya tempat ini akan menjadi sarang hewan iblism" kata Marco.
"Kita kembali sekarang." kata Rudy sambil mengangkat tangannya, pertanda prajurit tawanan harus mengikutinya.
"Cepat jalan." saut Marco.
...
Di dalam hutan. Pasukan overlord berhasil selamat dan bersembunyi disana.
"Aku masih belum melihat pasukan Royal Unity yang lain. Ada di mana mereka.?" tanya Winston.
"Kau benar, aku dari tadi tidak melihat mereka." saut James.
"Percuma kalian mencari mereka, kalian tidak akan menemukannya. Yang datang kesini hanya mereka berdua." saut Eden.
"Apaaa.??" teriak Winston dan James yang terkejut.
"Lihatlah pemimpin Neverland itu. Dia sudah babak belur dan di ikat dengan sihir. Bahkan aku sendiri tidak sanggup melawannya, tapi dia sampai pinsan begitu. Menurut kalian, siapa yang bisa membuat dia sampai seperti itu.?" saut Eden.
Winston dan James pun hanya menelan ludah.
"Meskipun yang datang hanya berdua, tapi kekuatan mereka tidak bisa di tandingi oleh siapapun. Royal Unity adalah kekuatan mutlak yang tidak bisa di lawan oleh siapapun." kata Eden.
"Aku sangat terkejut mendengarnya." saut Winston. Dan james pun hanya terdiam di tempatnya.
Lalu, Rudy dan Marco pun datang kesana.
"Suruh tawanan itu untuk menunggu disana, dan berikan mereka minum atau makan." kata Rudy kepada Marco.
"Baiklah." saut Marco.
"Kalian, berbarislah di sebelah kiri kalian, dan duduklah dengan rapi." teriak Marco.
Rudy pun menghampiri Eden dan lainnya.
"Rudy, apa sudah selesai.?" tanya Eden.
"Yaaah, aku hanya bisa menawan beberapa prajurit." saut Rudy sambil duduk di depan Eden.
"Lalu, bagaimana dengan prajurit lainnya.?" tanya Eden.
"Mereka memilih mati dari pada menyerah. Open Bar." saut Rudy sambil mengeluarkan Box dari penyimpannnya.
"Tidak bisa di percaya. Bahkan kau hanya berdua saja, tapi mampu memenangkan perang." saut Winston.
"Hm. Makanlah, dan berikan kepada yang lainnya. Kalian sudah melewati siksaan. Aku akan membuat api unggun dan tenta darurat." kata Rudy sambil berdiri.
"Ah, terimakasih Rudy." saut Eden.
...
__ADS_1