Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 50 - Ekspedisi (1)


__ADS_3

Waktu pun berjalan dengan cepat. 1 minggu pun berlalu, kapal terbang sudah sampai di kawasan Ferland. Bahkan kabut beracun sudah terlihat dari kejauhan.


"Persiapkan senjata kalian. Setelah ini kita akan mendarat di kota Ferland." Teriak komandan didalam kapal.


Semua prajurit disana sedang sibuk mempersiapkan semua perlengkapan tempur mereka.


"Apa kita benar-benar akan mendarat di sana komandan.?" Tanya salah prajurit disana.


"Aku sendiri tidak tau. Masih belum ada perintah dari atasan, kita bersiaga saja." Jawab Komandan itu.


"Siap komandan." Saut prajurit itu.


...


Di ruang VVIP.


"Apa persiapan sudah selesai.?" Tanya Alicia kepada Viona, salah satu Panglima kerajaan.


"Devisi 3 sudah siap semua Tuan Putri." Jawab Viona.


"Bagus, kita tunggu perintah selanjutnya." Kata Alicia.


"Siap Laksanakan." Saut Viona.


...


Di luar balkon. Raja Eden dan yang lainnya pun melihat kawasan Ferland dari luar kapal.


"Ini benar-benar sangat mengerikan. Apa dulu juga seperti ini.?" Tanya Raja Eden.


"Kami sendiri tidak tau Yang Mulia. Ini pertama kalinya kita datang ke daratan ini sejak kota Ferland di ambil alih." Jawab Carlin dengan tercengang melihat wilayah Ferland.


"Apa disana masih ada makhluk hidup.?" Tanya Rewin.


"Lihatlah sendiri, bahkan dari sini sudah cukup jelas. Hutan di sana sudah menjadi hutan mati, tidak ada kehidupan disana kecuali hewan iblis." Jawab Ana.


"Ini sangat mengerikan." Kata Marcus.


"Apa Rudy dan lainnya bisa memburu mereka semua disana.?" Tanya Raja Eden.


"Saya sendiri ingin melihatnya Yang Mulia." Jawab Marcus.


"Tapi kondisi seperti itu sangat mustahil untuk di tembus. Tidak hanya hewan iblis saja yang berbahaya disana, tapi udaranya juga." Kata Sean.


"Perintahkan semua kapal untuk bergerak melambat. Kita tidak bisa bergerak dengan cepat kesana." Kata Raja Eden.


"Laksanakan perintah Yang Mulia." Kata Alicia sambil berjalan menjauh dari sana.


"Apa ada perintah Tuan Putri.?" Tanya Viona


"Panglima, perintahkan semua kapal untuk bergerak melambat." Kata Alicia.


"Laksanakan Perintah." Saut Viona dan panglima lainnya. Mereka pun berlari ke devisinya masing-masing.


"Akhirnya sudah dimulai." Kata Alicia dalam hati.


"Lalu, dimana Rudy dan yang lainnya.?" Tanya Alicia sambil berjalan menghampiri Raja Eden.


"Apa Rudy dan lainnya sudah bergerak.?" Tanya Raja Eden.


"Kami masih belum tau keberadaanya Yang Mulia." Jawab Carlin.


"Kemana mereka.? kapal ini semakin mendekat." Kata Raja Eden dengan panik.


"Mereka sudah siap Yang Mulia. Sebaiknya kalian tunggu saja disini, dan silahkan di lihat." Kata Emma yang tiba-tiba datang bersama Rin.


"Ah, apa mereka sudah turun kesana.?" Tanya Alicia


"Rudy masih menganalisa kondisi disana, jadi bersabarlah. Tidak perlu terburu-buru." Jawab Emma.

__ADS_1


"Baiklah, tapi ini sangat menegangkan Putri." Saut Raja Eden.


...


Di atas kapal terbang. Rudy, Marco dan Lilia sudah besiap-siap di atas sana.


"Hm, tempat ini sangat kacau sekali. Dari mana kita akan memulainya.?" Kata Rudy.


"Kita hanya perlu turun kesana Rudy." Saut Marco.


"Gunakan set perlengkapan kalian." Kata Rudy.


"Baiklah." Saut Marco dan Lilia.


ZUIING. SEP. Marco dan Lilia pun menggunakan perlengkapan set Rank M+ yang sebenarnya.


WOSH. GREDET KRIET KRIET. Auara perlengkapannya pun keluar begitu saja. Bahkan kapal terbang yang di tumpanginya sampai gemetar cukup kencang.


"Eh, apa yang terjadi.?" Kata komandan di dalam kapal.


"Sepertinya kita di serang komandan." Kata Prajurit disana.


...


"Mereka sudah mulai." Kata Emma.


"Ada apa ini.?" Tanya Raja Eden dengan terkejut.


"Apa kita sudah di serang.?" Tanya Sean dengan terkejut.


"Anda tidak perlu khawatir Yang Mulia, ini adalah efek dari set Item yang di gunakan oleh mereka." Kata Emma.


"Ah, apa efeknya sampai seperti ini.?" Tanya Raja Eden.


"Itu benar Yang Mulia." Jawab Emma.


"Item apa yang mereka pakai, sampai membuat seluruh kapal bergetar cukup kencang." Kata Raja Eden dengen tercengang.


...


"Kami sudah memakainya Rudy, apa perintahmu.?" Tanya Marco.


"Sebentar Marco, aku hanya memastikannya saja, apakah di sana benar-benar terdapat dungeon level Expert atau tidak." Kata Rudy yang berfokus melihat area Ferland.


"Kapal ini bisa hancur jika kita tidak turun dari sini." Kata Marco.


"Hm, sepertinya analisa Emma benar. Itu adalah dungeon Expert. Tapi kita terkendala dengan situasi di luar dungeon." Kata Rudy.


"Berikan perintahmu saja, setelah itu serahkan pada kami." Kata Marco.


"Bersabarlah Marco." Kata Lilia.


"Kapal ini bisa hancur Lilia." Saut Marco.


"Baiklah, Marco habisi semua hewan iblis di sekitar kota, aku akan mencari dungeonnya. Dan Lilia, bantu Marco seperlunya, lalu hilangkan efek racun di sana." Perintah Rudy.


"Baik." DEEP DEPP. Marco dan Lilia pun menghilang dari sana. Dan efek getaran pada kapal pun tiba-tiba berhenti.


"Mereka sudah bergerak." Kata Emma.


"Aku harap mereka selamat." Kata Raja Eden dengan panik.


Lalu. BREDOM, SWOOSH. DROMRR. Suara sihir Lilia yang meluluh lantakan area disana.


"HOAAA." Srak SLASH WOOSH. SRAK SRAK. Suara pertarungan Marco dengan gerakan yang sangat cepat.


"Hewan iblis disini tubuhnya sangat besar. Apalagi pandanganku terhalangi oleh kabut ungu ini. Cepatlah Lilia." Kata Marco sambil bertarung.


GRRR. Suara Hewan iblis Rank S+ yang bergerak menuju Marco dengan jumlah yang cukup banyak.

__ADS_1


"Akhirnya penguasa hutan keluar. Kemarilah." Kata Marco. SWOSH. Marco pun melesat menyerang mereka semua "Hoaa." Teriakan Marco.


ZUING Marco pun mengeluarkan ribuan dagger dari atas langit.


"Dia terlalu buru-buru." Kata Lilia yang melihat Skill Marco sambil mengeluarkan Bola Api.


...


Didalam kapal.


"Lihatlah keluar." Teriakan prajurit yang melihat pertempuran di area Ferland.


"Apa ini.?" Kata Rocky yang melihat pertempuran disana.


"Apa itu ulah manusia.?" Tanya Stevani dengan tercengang.


"Bahkan kekuatan Para Yang Mulia tidak ada yang seperti itu." Kata Rocky.


"Kau benar Ken, lalu siapa yang melakukannya.?" Saut Stevani.


...


Di balkon luar kapal. Raja Eden dan lainnya sangat tercengang melihat pertempuran di bawah sana.


"Ini di luar dugaan. Bahkan aku sampai gemetar melihatnya." Kata Carlin.


"Mereka benar-benar sangat luar biasa." Kata Raja Eden.


Tiba-tiba DEEP. Rudy pun datang ke sana.


"Rudy.? Apa kau tidak ikut kesana.?" Tanya Emma.


"Sebentar Emma, kita masih belum tau dimana tempat dungeon itu." Jawab Rudy.


"Lalu, apa mereka bertempur hanya berdua disana.?" Tanya Raja Eden.


"Itu benar. Aku hanya ingin bertanya, dimana tempat galian tambang itu.?" Kata Rudy.


"Ah, Lihatlah peta ini." Kata Carlin yang membuka peta.


"Kita sekarang ada disini, dan tempat tambang ada disebelah sini." Kata Carlin sambil menjelaskan kepada Rudy dengan panik.


"Anda terlalu panik untuk menjelaskannya. Emma, aktifkan Map nya." Kata Rudy.


"Oke." Saut Emma. ZIINg. "Map berhasil di aktifkan." Kata Emma.


"Terimakasih Emma. Aku akan pergi dulu." Kata Rudy sambil mengusap kepala Emma.


"Hati-hati Rudy." Kata Emma. "Ah." Saut Rudy. Lalu ia pun menghilang dari sana.


"Kalian benar-benar Tim yang kompak." Kata Raja Eden.


"Apa sekarang kalian sudah melihatnya.? Mereka berjuang demi kerajaan ini. Jadi apakah kau masih butuh pembuktian yang lain.?" Tanya Emma dengan serius.


"Maaf Putri, ini sudah lebih dari cukup untuk kami. Terimakasih banyak." Jawab Raja Eden sambil menundukkan badannya.


...


Di atas udara. Terlihat Lilia yang sedang mengeluarkan sihir api terus menerus. Lalu ia melihat Rudy yang sedang berlari sangat cepat.


"Ah, dia sudah datang. Baiklah." Kata Lilia sambil mengangkat tongkatnya.


ZUUIIING. Terbentuklah lingkaran sihir yang sangat besar di atas udara. Semua orang yang ada di kapal hanya tercengang melihatnya.


"Aku harap kau tidak tersesat." Kata Lilia.


SWUOOSH. Udara yang terkontaminasi di area Ferland pun di serap oleh lingkaran sihir itu.


"Tidak bisa di percaya." Kata Raja Eden dengan tercengang.

__ADS_1


...


__ADS_2