
{Kerajaan Neverland}
Di depan istana kerajaan Neverland. Rudy dan lainnya sudah sampai disana. Mereka semua pun berjalan masuk kedalam istana.
"Hm, kenapa disini sangat sepi.?" tanya Rudy.
"Para Menteri sedang sibuk dengan urusan kerajaan. Dan prajurit yang kalah perang belum kembali kesini." jawab Teo.
"Tapi tetap saja, ini masih sangat sepi. Apa kau tidak takut jika ada kerajaan lain yang menyerang kesini.?" tanya Rudy.
"Mereka tidak akan berani melakukannya. Meskipun para prajurit sedang melaksakan tugasnya, tapi pertahanan kerajaan ini sangat kuat." jawab Teo.
"Apa kau memasang barrier.?" tanya Rudy.
"Ah, bisa di katakan seperti itu. Kondisi di luar istana memang sangat sepi, tapi didalam istana sangat ramai, apa lagi di dalam kota." saut Teo.
"Hm, jadi begitu. Ternyata istana ini sangat luas sekali. 2 kali lebih luas dari istana Royal Unity." kata Rudy.
"Itu sudah pasti. Dulu kerajaan ini sangat berjaya di bawah kepemimpinan Raja Asli. Dan sekarang, aku sedang membangunnya kembali." saut Teo.
"Hm." "Jadi inikah, tempat tinggal Marco dan Lilia saat kecil." saut Rudy.
Marco hanya terdiam dengan sangat sedih sambil berjalan mengikuti Teo.
"Dia pasti sangat terpukul." saut Rudy.
Luciana pun memegang tangan Marco.
"Bagaimana perasaanmu.?" tanya Luciana kepada Marco.
"Ah, perasaanku tidak enak sekarang. Banyak kenangan yang aku ingat di sini." jawab Marco.
"Kau bisa mencurahkan semuanya padaku sayang. Aku tau, kau sangat sedih." saut Luciana.
"Tempat ini sudah berubah sejak aku pergi dari sini. Aku memang sudah melupakan kenangan itu, tapi saat ini sangat terasa sekali." kata Marco sambil memegang dadanya.
"Kau harus menguatkan hatimu." saut Luciana. Namun Marco hanya terdiam tanpa berkata-kata.
...
Mereka pun melewati taman yang ada di depan istana.
"Apa kau senang dengan bungah-bungah ini sayang.?."."Aku lebih suka tempat latihan ibu." ingatan Marco.
Lalu, mereka pun sampai di depan pintu istana. Banyak sekali pelayan yang menyamput mereka disana.
"Selamat datang Yang Mulia." saut kepala pelayan istana.
"Rina, siapkan jamuan untuk tamu kita." saut Teo.
"Baik Yang Mulia." saut Rina.
...
__ADS_1
Marco pun mengingat ingatannya kembali saat masuk kedalam istana.
"Kau sudah datang sayang.? Bagaimana dengan latihannya hari ini.?" . "Hm, aku di hajar oleh paman disana, aku bahkan tidak di perbolehkan istirahat."
"Tempat ini, ibuku selalu menyambutku setiap hari di depan pintu ini. Dia selalu berdiri dan tersenyum padaku." kata Marco dengan sedih.
Luciana pun hanya terdiam dengan sedih sambil melihat wajah Marco.
"Dia pasti mengingat sesuatu dengan tempat ini." kata Rudy dengan berbisik.
"Sudah pasti Rudy, Marco sudah pergi 15 tahun dari sini. Dia pasti mengingatnya saat ia melihat tempat tinggalnya." saut Emma.
"Sepertinya, dia benar-benar ahli waris. Sebaiknya kita pergi ke ruang bawah tanah sekarang juga." kata Teo.
"Dia akan menjerit ketika melihat mayat orang tuanya." saut Rudy.
"Lalu, bagaimana dengan Lilia.? Apa mayat orang tuanya juga ada disana.?" tanya Emma.
"Aku tidak yakin Nona. Disana hanya ada 2 mayat yang masih tersimpan, sepertinya itu adalah mayat Sang Raja dan Sang Ratu." jawab Teo.
"Hm. Apa Lilia juga mengingat sesuatu tentang tempat ini.?" saut Rudy sambil melihat wajah Lilia yang begitu sedih.
"Sepertinya dia juga mengingatnya Rudy." saut Emma.
"Tempat yang memiliki sejarah bagi mereka, istana kerajaan Neverland. Sesuatu akan menjadi berarti ketika sudah menjadi kenangan." kata Rudy.
"Kau mengatakan itu seperti kau sudah pernah mengalaminya." saut Teo.
"Aku memang sudah melewati banyak hal di dunia ini." saut Rudy.
"Marco, kita akan langsung pergi ke ruang bawah tanah. Apa kau keberatan.?" tanya Emma.
"Tidak, justru tempat itulah yang ingin aku kunjungi." jawab Marco.
"Baiklah kalau begitu, kita kesana." saut Emma.
...
Mereka semua pun langsung berjalan menuju Ruang bawah tanah. Mereka melewati tangga yang sangat panjang menuju ke bawah.
"Gelap sekali disini. Apa tidak ada obor.?" tanya Rudy sambil menerangi jalan mengunakan sihir api.
"Tidak ada, hanya kegelapan yang ada disini. Sepertinya Raja palsu sengaja melakukannya, dan tempat ini menjadi salah satu tempat terlarang untuk di masuki." jawab Teo.
"Apa ada sesuatu yang berharga di bawah sana selain mayat Sang Raja.?" tanya Rudy.
"Aku tidak yakin, di bawah sana hanya ada beberapa ruangan kosong yang tidak ada isinya. Aku sudah menjelajahi semua ruangan di bawah sana, tapi aku tidak menemukan apapun selain mayat sang Raja." jawab Teo.
"Tempat itu sebenarnya adalah tempat penyimpanan arsip kerajaan. Beberapa dokumen dan perhiasan di simpan di bawah sana." saut Marco.
"Eh.? Apa kau pernah kebawah sana Marco.?" tanya Rudy
"Sesekali aku di ajak oleh ayahku untuk mengambil beberapa dokumen kerajaan. Sudah pasri aku tau tempat ini." jawab Marco.
__ADS_1
"Jika seperti itu, mungkin arsip kerajaan sudah di hancurkan disana, dan perhiasannya di ambil untuk kepentingan pribadi." saut Rudy.
"Itu mungkin benar. Dan ruangan itu sudah menjadi tempat terlarang sejak dulu. Hanya sang Raja yang di perbolehkan masuk kedalamnya." kata Marco.
"Apa kau yakin, hanya itu yang tersimpan di sana.? Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan." tanya Rudy.
"Aku tidak tau itu." jawab Marco.
"Baiklah, kita hampir sampai di pintu masuk." saut Teo.
Terlihat pintu masuk yang sangat besar di bawah sana. Pintu itu tidak memiliki kunci masuk ataupun pengamanan extra.
"Jadi inikah pintu masuknya.?" tanya Rudy.
"Benar. Pintu ini terbuat dari besi yang sangat kuat, tidak semua orang bisa masuk kedalam sana, dan pintu ini memiliki segel sihir yang tidak bisa di buka oleh apapun. Yaaah, mungkin aku bisa merusaknya dengan kekuatan sendiri sih." saut Teo.
"Lalu, bagaimana caramu bisa masuk kedalam sana.?" tanya Rudy.
"Ada metode tersendiri yang bisa membuka pintu ini." saut Teo sambil mendekat kedepan pintu.
"Itu segel darah Rudy. Aku merasakan energi sihir yang bekerja seperti detaktor." kata Emma.
"Hm.? Jadi pintu itu hanya bisa di buka dengan darah.?" tanya Rudy.
"Sepertinya begitu." jawab Emma.
"Kau sangat jenius Nona. Memamg benar, pintu ini hanya bisa di buka mengunakan darah sang Raja Asli." kata Teo sambil mengeluarkan botol darah dari sakunya.
"Apa itu darah Raja Asli.?" tanya Rudy.
"Benar, ini adalah botol darah yang aku temukan di kamar raja palsu. Aku sempat kebingungan dengan darah ini, tapi saat aku menemukan tempat ini, aku jadi tau fungsi darah ini." jawab Teo.
"Hm, jadi seperti itu." saut Rudy.
"Inilah yang aku maksud dengan darah ahli waris. Jika darah Marco bisa membuka pintu ini, sudah di pastikan, dialah ahli waris dari Raja Asli. Apa kau mau mencobanya.?" tanya Teo kepada Marco.
"Hm, aku baru tau kalau pintu ini hanya bisa di buka dengan darah." kata Marco sambil berjalan kedepan pintu.
Lalu, ia pin mengeluarkan belati dan mengoreskan ke tangannya Srak.
"Apa ini cukup.?" tanya Marco.
"Kau hanya perlu meneteskan darahmu di tungku itu." jawab Teo.
"Baiklah." saut Marco sambil meneteskan darahnya ke dalam tungku yang ada di depan pintu.
Tes, Tes. SUIIING. GRAK.
"Ternyata darahmu bereaksi dengan segel itu. Kau memang ahli waris Kerajaan Neverland." saut Teo dengan tersenyum.
Marco pun hanya terdiam dengan serius.
"Ayah, ibu, aku datang mengunjungi kalian." suat Marco.
__ADS_1
Pintu itu pun terbuka dengan sendirinya.
...