Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 48 - Kartu Eksklusif.


__ADS_3

Di Caffetaria kelas rendah. Tempat makan para prajurit. Emma, Lilia, dan Alicia bersama dengan Panglima datang kesana.


"Berikan Hormat, Yang Mulia Putri bersama dengan Putri kerajaan lain datang." Teriak penjaga disana.


Semua prajurit pun langsung berdiri tegak disana sambil memberikan sambutan.


"Hormat Yang Mulia Putri." Kata Semua prajurit disana.


"Hm, Silahkan duduk kembali dan nikmati makananya." Saut Alicia.


"Siap Laksanakan." Kata semua prajurit disana sambil duduk kembali.


"Waah, kenapa Yang Mulia Putri datang kemari.? Apa ada sesuatu yang penting disini.?" Kata prajurit disana dengan berbisik.


"Aku sendiri ingin tau. Mungkin Tuan Putri memastikan makanan kita layak atau tidak." Kata Prajurit lainnya.


...


"Ada urusan apa kita datang kesini Tuan Putri.?" Tanya Rocky.


"Aku sedang mencari seseorang." Jawab Alicia.


"Ah, seperti apa orang itu.? Saya bisa membantu Anda." Kata Rocky.


"Tidak perlu, sebentar lagi dia akan datang." Saut Alicia.


Mereka pun duduk disana dan memesan makanan di caffetaria itu.


"Tuan Putri, kenapa Anda memakan makanan disini, Saya akan menyuruh pelayan untuk memberikan makanan yang layak untuk Anda." Kata Rocky.


"Tidak perlu Panglima. Makanan disini juga sama nilai gizinya. Bahkan para prajurit disini sangat menikmatinya."Kata Alicia.


"Ah, baik Tuan Putri." Kata Rocky.


Disisi lain, para prajurit pun mencuri pandangan untuk melihat Alicia dan Emma.


"Putri-Putri disana memang sangat cantik sekali." Kata prajurit disana.


"Apalagi Tuan Putri itu. Wah, dia seperti seorang Dewi, cantik sekali." Kata Prajurit lainnya yang melihat Emma.


"Diamlah, dan makanlah, Panglima sedang memperhatikan kita." Kata Prajurit lainnya.


"A, aah. Baiklah." Kata Prajurit itu dengan panik.


...


Di tempat Emma dan lainnya.


"Situasi di sini sangat berbeda." Kata Lilia.


"Sudah jelas karena ada Alicia dan Panglimanya disini." Saut Emma.


"Ah, ehehe. Maaf." Kata Alicia dengan malu.


Tiba-tiba Rudy dan lainnya datang kesana, ia melihat para prajurit sedang duduk rapi dan makan dengan tenang.


"Terlalu tenang bagi seorang prajurit kalau sedang makan." Kata Rudy.


"Mungkin itu adalah sikap mereka sebagai prajurit Rudy." Kata Marco.


"Biasanya para prajurit selalu ramai jika sedang makan, kadang mereka bercanda dan bercerita dengan teman-temannya." Kata Rudy.


Lalu, tiba-tiba langkahnya berhenti dengan seketika.


"Ternyata Emma mengajak Alicia kesini." Kata Rudy.

__ADS_1


"Huh, pantas saja sikap mereka semua jadi tenang." Kata Marco.


"Padahal aku menyuruhnya untuk datang sendirian." Saut Rudy.


"Kita pesan makanan disana Rudy." Kata Marco.


"Apa kita tidak kesana saja kak.?" Tanya Rin sambil menunjuk Emma.


"Nanti saja Rin, situasinya sangat canggung disini." Kata Rudy.


"Em, baiklah." Kata Rin dengan sedih.


Mereka pun ikut antri dengan prajurit lainnya untuk memesan makanan. Setelah mereka memesannya, Rudy dan lainnya pun mengirimi surat kepada Emma.


...


[Kenapa kau datang membawa Alicia.? Situasinya jadi canggung, aku sangat malu sekali jika kesana.]


"Huh, dia sudah disini." Kata Emma.


"Mana dia.?" Tanya Lilia.


"Kita pindah tempat saja, kita tunggu mereka di depan pintu masuk ruangan VVIP." Jawab Emma sambil berdiri.


"Baiklah kalau begitu." Kata Alicia.


"Lalu, bagaimana dengan makanan yang kita pesan.?" Tanya Lilia.


"Berikan saja kepada prajurit disini." Jawab Emma sambil berjalan ke ruangan VVIP.


...


[Aku tunggu kalian di depan pintu masuk ruang VVIP, datanglah kesana sekarang.]


Marco pun melihat Emma dan lainnya sedang berjalan menjauh dari sana.


"Baiklah." Saut Marco.


...


Beberapa saat kemudian.


"Kau merepotkan sekali Emma." Kata Rudy yang tiba-tiba datang.


"Kau yang merepotkanku Rudy. Hm." Saut Emma.


"Ahaha, sudah sudah. Kita masuk saja kedalam." Kata Alicia.


Alicia pun masuk kedalam bersama Emma dan Lilia. Namun para Panglima disana masih berdiri di depan pintu.


"Permisi Tuan." Kata Rudy.


"Jaga sikapmu di depan Tuan Putri. Kalian sangat tidak sopan sekali." Kata Rocky.


"Huh." Saut Rudy dengan mengehalah nafas.


"Biarkan saja dia." Kata Marco sambil berjalan masuk kedalam.


Mereka pun masuk kedalam mengikuti Emma dari belakang.


"Chik, dasar pelayan." Kata Rocky.


"Kau kenapa kesal begitu.?" Tanya Stevani yang tiba-tiba datang.


"Lihatlah, pelayan itu masuk kedalam sana. Bahkan Tuan Putri sendiri sampai menjemputnya." Jawab Rocky.

__ADS_1


"Manja sekali." Kata Stevani sambil melihat Rudy berjalan kearah Raja Eden yang sedang duduk bersama para petinggi.


"Heh.? Kenapa pelayan itu pergi kesana.?" Tanya Stevani dengan terkejut.


"Kurang ajar sekali dia." Kata Rocky sambil berjalan menghampiri Rudy.


Di meja bundar tempat Raja Eden dan lainnya sedang makan.


"Ah, kau datang terlambat Rudy. Silahkan." Kata Raja Eden sambil berdiri.


"Terimakasih Yang Mulia." Saut Rudy.


Lalu, "Berhenti kau disini." Kata Rocky yang tiba-tiba menghempaskan pedangnya keleher Rudy.


Semua orang disana pun sangat terkejut dengan tindakan Rocky.


"Seorang pelayan tidak pantas duduk disini. Kau mungkin bisa berdiri saja disana, tidak perlu sampai datang kemari." Kata Rocky dengan mengancam Rudy.


"A, apa yang kau lakukan Panglima.?" Tanya Raja Eden dengan terkejut.


"Maaf Yang Mulia, orang-orang ini sudah kurang ajar, saya akan membawa mereka keluar." Kata Rocky.


"Apa aku tidak di terima disini.?" Tanya Rudy dengan santai.


"Meskipun kalian adalah Tamu kerajaan, tapi sikapmu sudah di luar batas. Kau pergi keluar sendiri, atau aku yang menyeretmu.?" Saut Rocky.


"Ho jadi begitu." Kata Rudy.


"Lepaskan pedangmu sekarang." Kata Marcus disana.


"Ta, Tapi Yang Mulia." Saut Rocky.


"Ini perintah, lepaskan pedangmu, dan kembalilah ke tempatmu." Kata Raja Eden dengan serius.


Rocky pun melepas pedangnya. "Maaf Yang Mulia, saya undur diri." Kata Rocky. "Kau selamat sekarang." Saut Rocky yang berbisik pada Rudy.


"Maafkan sikap panglima kerajaan Rudy. Silahkan duduk." Kata Raja Eden.


"Itulah yang aku maksud dengan status sosial. Kenapa kau menolak dengan status itu.?" Tanya Marcus kepada Rudy.


"Kita tidak bisa apa-apa disini dengan status sosialmu sebagai raykat jelata, para bangsawan dan militer pasti menganggap kalian sebagai beban." Kata Carlin.


"Tidak apa-apa Tuan. Justru yang lebih bahaya lagi jika Marco habis kesabarannya." Kata Rudy.


"Aku masih bisa bersabar, kau tenang saja." Kata Marco sambil makan disana.


"Ternyata kau baik juga Marco." Kata Ana yang memperhatikan Marco makan.


"Ah, jika kau lepas kendali, mungkin satu kerajaan bisa hancur." Kata Rewin.


"Haha, Anda terlalu berlebihan Tuan." Saut Marco.


"Aku berikan kartu Eksklusif saja. Meskipun kalian menolak menjadi bangsawan, tapi kartu ini sudah kuat untuk menjaga status kalian." Kata Raja Eden sambil memberikan Kartu Eksklusif.


"Em, kartu ini mempunyai kekuatan Marco." Kata Rudy.


"He.? Benarkah.?" Saut Marco yang terkejut.


"Tentu saja. Kau cukup memperlihatkan kartu ini kepada mereka, dan mereka pun tidak akan berani melakukan apapun." Jawab Rudy.


"Huh, aku kita itu adalah sebuah item langkah." Saut Marco dengan menghela nafas.


"Hahahaha." Suara tertawa mereka semua.


...

__ADS_1


__ADS_2