Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 11 - Kecurigaan


__ADS_3

Terlihat kedua tangan Lilia gemetar cukup kencang menerima senjata Staff Of Wizard dari Rudy.


"Ini sangat berat sekali Rudy. Aku merasa tertekan memegang senjata ini." Kata Lilia yang mengangkat senjatanya.


...


"Em, apa senjata-senjata itu terlalu berat untuk mereka Emma.?" Tanya Rudy.


[Level mereka masih belum mencapai level 10 Rudy, tentu saja item itu sangat berat untuk mereka, bahkan mereka tidak akan bisa menggunakannya.]


"Lalu bagaimana supaya mereka bisa menggunakan senjata itu, apa mereka harus menaikkan Level dulu.?" Tanya Rudy


[Kau bisa memberikan beberapa item perlengkapan full set pada mereka. Itu bisa membantu mereka.]


"Ah, kau benar Emma. Baiklah." Kata Rudy.


...


"Apa kau bisa menggunakannya Marco.?" Tanya Rudy.


"Sepertinya senjata ini terlalu berat untukku, sebaiknya aku kembalikan saja padamu." Jawab Marco.


"Itu sudah menjadi milikmu Marco. Baiklah, aku akan memberikan perlengkapan lainnya untuk mendukung penggunaan senjata itu." Kata Rudy sambil mengeluarkan perlengkapan full set dari inventorynya.


"Eh.? " Suara Marco dengan terkejut


Lalu, Rudy memberikan perlengkapan full set untuk Marco dan Lilia.


"Apa aku boleh menggunakan ini kakak.?" Tanya Lilia pada Marco. Namun Marco hanya terdiam.


"Kau boleh menggunakannya Lilia." Jawab Rudy.


"Ah, terimakasih banyak Rudy." Kata Lilia sambil menundukkan badannya.


"Kau juga Marco, pakailah perlengkapan itu." Kata Rudy.


"Ini terlalu berlebihan Rudy. Bahkan dari tadi tanganku tidak bisa berhenti gemetar." Saut Marco.


Lilia pun langsung memakai perlengkapan full set yang di berikan Rudy. Ziiing. Suara perlengkapan yang di kenakan pada tubuh Lilia.


"Kakak, aku terlihat sangat cantik dengan pakaian ini. Tubuhku juga terasa ringan." Kata Lilia dengan tersenyum


"Lilia, apa yang kau lakukan, lepaskan pakaian itu." Saut Marco.


"Tapi, aku sangat menyukainya." Kata Lilia dengan cemberut.


"Hahaha, tidak apa-apa Marco, kau juga pakailah perlengkapan itu." Kata Rudy.


"Aku benar-benar berterimakasih padamu Rudy. Kau sudah menyelamatkan hidupku, bahkan kau sudah menyelamatkan satu-satunya keluargaku. Sekarang kau memberikan item yang sangat berharga untuk kami." Kata Marco.


"Hehe. Tenanglah Marco, aku sangat senang bisa membantumu." Saut Rudy dengan tersenyum.


Lalu, Marco pun menggunakan perlengkapan full set yang di berikan Rudy.


"Kau terlihat sangat keren kakak. Hihi." Kata Lilia dengan tersenyum.

__ADS_1


"Tubuhku benar-benar sangat ringan Rudy, bahkan aku tidak meresakan tekanan saat memegang senjata ini." Kata Marco.


"Baiklah kalau begitu. Apa kau ingin mencoba senjata itu.?" Tanya Rudy.


"Aku, aku." Teriak Lilia sambil mengacungkan tangan.


"Ah, baik Lilia, kau boleh mencobanya." Saut Rudy.


"Hehe. Baiklah. Kau lihatlah ini kakak." Kata Lilia sambil mengarahkan senjatanya kedepan.


ZIIIING. WOOOSH. Suara kobaran api yang muncul di atas tongkat milik Lilia. Lalu bola api yang sangat besar keluar di depannya.


"Hee.?" Suara Lilia yang terkejut dengan kekuatannya sendiri.


"Yang benar saja." Kata Marco yang sangat terkejut melihat kekuatan Lilia.


"Hem, tidak buruk." Kata Rudy yang melihat Lilia.


Lalu. SWOOSH. Suara tembakan dari bola api yang sangat besar mengarah kedepan dengan sangat cepat dan menghantam sebuah tebing besar di depannya.


TIING. ****DROMRRR****. Suara ledakan yang terdengar sangat keras.


Sebuah tebing yang di hantamnya hancur berkeping-keping. Bahkan jalan yang di lalui oleh bola api itu membekas seperti sungai yang sangat dalam.


"HAAAAA." Teriak Lilia yang sangat terkejut.


"Ini kekuatan yang sangat besar, bahkan tembok benteng disana pasti akan hancur dengan serangan seperti itu." Kata Marco yang terkejut.


"Woo, itu serangan yang sangat besar." Kata Rudy.


"Sebaiknya kita pergi dari sini." Kata Marco sambil menarik tangan Lilia.


"Eh.? Mau pergi kemana Marco.?" Kata Rudy yang kebingungan.


"Kita pergi dari sini Rudy, cepat." Kata Marco sambil berlari dengan Lilia.


"Ah." Saut Rudy sambil mengejar mereka berdua.


...


{Di Atas Benteng}


Semua orang yang ada di atas benteng melihat ledakan yang di buat oleh Lilia di depan mereka.


"Apa itu.?" Kata Klain yang melihat ledakan besar dari atas benteng.


"Lapor kapten, terjadi ledakan di dekat benteng. Sepertinya terjadi pertempuran disana." Kata penjaga benteng disana.


"Sebaiknya kita melaporankannya." Kata Klain dengan tergesa-gesa.


...


{Didalam istana Gubernur}


Terlihat beberapa bangsawan bersama dengan kensa dan seorang Gubernur, sedang melakukan rapat di dalam sebuah ruangan.

__ADS_1


"Apa yang kau laporkan ini benar Kensa.?" Tanya Gubernur bernama Smith.


"Itu benar Yang Mulia. Kita semua selamat dari kejaran hewan iblis karena serangan itu." Jawab Kensa.


"Tapi sangat aneh jika Yang Mulia Raja datang kesini. Biasanya Menteri kerajaan akan memberitahukan dulu sebelum datang kemari. Pasti serangan itu dari orang lain." Kata Smith.


"Saya juga merasa seperti itu Yang Mulia." Saut Kensa.


"Bagaimana pendapat kalian.?" Tanya Smith kepada para bangsawan.


"Yang Mulia, serangan seperti itu sudah setera denga tingkat kaisar. Bahkan di benua ini hanya ada 34 orang yang bisa menggunakan skill setingkat kaisar. Dan mereka semua adalah seorang Raja dari kerajaan masing-masing." Kata salah bangsawan disana.


"Ah, kau benar. Jika serangan itu bukan dari seorang Raja Alden, pasti seorang Raja lainnya sedang berada di sini." Kata Smith


"Ini sangat berbahaya Yang Mulia." Kata bangsawan itu.


"Em, sebaiknya kita melaporkan ke istana kerajaan." Kata Smith.


"Lalu, bagaimana dengan uang-uang ini Yang Mulia.?" Tanya Kensa.


"Uang ini sangat banyak, kita akan memikirkannya dulu." Jawab Smith


"Yang Mulia, bisakah Anda memberikan beberapa uang itu untuk para prajurit yang berjuang di luar sana. Mereka sangat menantikan itu." Kata Kensa.


"Kalian seperti anjing yang meminta makanan." Saut Smith.


"Tapi Yang Mulia. Mereka semua sudah mati-matian bertarung di luar sana, sudah sepantasnya mereka menerima imbalan." Kata Kensa.


"Hem. Baiklah, berikan separuh uang-uang ini kepada para prajurit. Tidak kusangka, kalian menghadapi puluhan ribu hewan iblis Rank B." Kata Smith.


"Terimakasih banyak yang Mulia." Kata Kensa.


"Kita harus mencari tau, kenapa hewan iblis yang keluar disana setingkat Rank B. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya." Kata Smith.


"Sepertinya terjadi sesuatu di dalam dungeon Yang Mulia." Saut salah satu bangsawan disana.


Tiba-tiba utusan prajurit penjaga benteng datang dengan tergesa-gesa.


"Lapor Yang Mulia. Maaf sudah menganggu rapat Anda." Kata prajurit penjaga.


"Hem. Apa terjadi sesuatu di luar benteng.?" Tanya Smith.


"Benar Yang Mulia. Terjadi ledakan yang sangat besar di dekat benteng. Ledakan itu menghancurkan sebuah tebing di luar sana." Jawab penjaga itu.


"APAAA.?" Teriak semua orang yang ada di sana.


"Kami mengira ada sebuah pertempuran yang sangat hebat di luar sana." Kata penjaga itu.


"Baiklah, kita periksa sekarang. Tutup rapat semua benteng, dan periksa semua orang yang masuk kedalam benteng." Perintah Smith.


"Laksanakan perintah Yang Mulia." Kata penjaga itu. Dan ia pun pergi dari ruangan rapat.


...


"Sepertinya dugaan kita benar. Sebaiknya kita periksa langsung kesana." Kata Smith sambil berdiri dari kursinya.

__ADS_1


...


__ADS_2