
Di dalam ruangan Rapat, Rudy dan lainnya sedang membahas rencana untuk menuju ke peperangan.
"Apa rencanamu Rudy.?" tanya Eden.
"Sebelum kita membuat rencana peperangan, aku ingin membuat rencana sebelum terjadi peperangan. Dengan jumlah dungeon seperti itu, sudah lebih dari cukup untuk membuat kita semakin kuat. Sekedar informasi saja, dungeon bisa di selesaikan, dan jumlah lantainya adalah 1000 lantai, selama masa pelatihan, aku harap kalian bisa menyelesaikan semua dungeon." jawab Rudy.
"Ha.?" saut Raja Winston dan James dengan terkejut.
"Aku baru mendengarnya, apa itu benar.?" tanya Winston
"Itu benar, kami sendiri sudah menyelesaikan banyak dungeon." jawab Rudy.
"Baiklah, kita bisa membagi prajurit kita untuk invasi dungeon di setiap kerajaan. Bagaimana.?" saut James.
"Itu tidak masalah, tapi aku ada banyak permintaan untuk kalian." kata Rudy.
"Apa itu Rudy, bilang saja padaku. Aku akan memberikan semuanya." saut Eden.
"Terimakasih. Permintaan pertamaku adalah, Royal Unity akan mengambil sebagian wilayah dari kerajaan Alden sebagai pusat beroperasinya kami.? Tentu saja aku hanya mengambil sebagian tempat." tanya Rudy.
"Jika kau menginginkan tanah wilayah, aku akan memberikannya padamu. Pilihlah tempat sesukamu, asalkan tidak di ibu kota." jawab Eden.
"Aku tidak akan mengambil wilayah perkotaan, meskipun kota itu sudah mati. Kami akan mencari tempat yang cocok untuk Royal Unity. Hanya saja, jika kami sudah menemukan tempat itu, wilayah yang kami tempati adalah milik Royal Unity seutuhnya." kata Rudy.
"Baik Rudy, aku memberikannya untukmu." saut Eden.
"Tanda tangani dokumen ini." kata Emma sambil memberikan dokumen kepada Raja Eden.
"Ah, apa ini Putri.?" tanya Raja Eden.
"Itu adalah persetujuan pelepasan wilayah untuk Royal Unity." jawab Emma.
"Baik." saut Raja Eden sambil menanda tangani dokumen itu.
"Permintaan kedua kami adalah. Serahkan dungeon Expert kepada kami. Kalian tidak akan kuat masuk kedalam sana dengan kekuatan kalian sekarang. Jadi serahkan semua dungeon expert kepada kami." kata Rudy.
"Apa.?" saut Raja Winston dan James dengan terkejut.
"Baiklah, satu-satunya wilayah kerajaan yang memiliki dungeon Expert adalah Kerajaan Alden. Aku akan memberikannya." jawab Raja Eden.
"Terimakasih, bagaimana dengan yang lainnya.?" tanya Rudy.
"Untuk saat ini, kami tidak menemukan dungeon Rank Expert, jika kita menemukannya, aku akan memberikannya padamu." jawab Raja Winston.
"Aku tidak bisa membayangkannya, seberapa bahayanya dungeon Expert itu, tapi jika kami yang mengurusnya, sama saja kami bunuh diri. Baiklah, aku akan memberikan dungeon itu jika di temukan di wilayah kerajaan Borris." saut Raja James.
"Baik. Permintaan ketiga adalah. Serahkan rakyat jelata kepada Royal Unity. Tentu saja ada batasan umur dan syarat tertentu. Kami tidak akan mengambil semuanya, karena itu juga termasuk rakyat kalian, jadi kalian juga harus mengurusnya." kata Rudy.
"He.? Untuk apa kau membutuhkan rakyat jelata Rudy.?" tanya Raja Eden.
"Tentu saja akan kami latih dan akan kami jadikan sebagai prajurit terkuat di dunia. Aku tidak bisa merampas tentara kalian, jadi kami harus membangunnya sendiri" jawab Rudy.
"A, aa." suara Raja Wisnton dan James dengan tercengang.
"Lalu, apa syaratnya.?" tanya Raja Eden.
"Syarat pertama adalah yatim piatu. Syarat kedua adalah berumur 1 tahun sampai 15 tahun. Jika umurnya di atas itu, kalian bisa merekrutnya sebagai tentara kerajaan atau di berikan pekerjaan." jawab Rudy.
"Baik Rudy, aku sepakat dengan itu." saut Raja Eden.
"Bagaimana dengan lainnya.?" tanya Rudy.
"Tentu saja kami juga akan memberikannya." jawab Raja Winston.
__ADS_1
"Aku juga akan mengirimnya pada kalian." jawab Raja James.
"Terimakasih. Hanya tiga itu saja permintaan kami. Tentu saja kami akan memberikan imbalan kepada kalian sebagai gantinya." kata Rudy.
"Apa itu Rudy.?" tanya Raja Eden.
"Pertama, aku ingin membangun perdagangan dengan kalian, aku akan membeli persedian makanan setiap hari dan beberapa kebutuhan lainnya. Kedua, kami akan memberikan persenjataan yang langkah untuk kalian. Setiap kerajaan akan menerima masing-masing 1000 senjata dan set perlengkapan. 500 senjata dengan tingkat kekuatan Rank AA, dan 500 senjata sisanya di tingkat Rank S." jawab Rudy.
"Itu tawaran yang besar, lebih besar dari pada senjata yang di temukan oleh Neverland." saut Winston dengan tercengang.
"Aku akan memenuhi tugas kami sebagai anggota Royal Unity." kata Raja James.
"Baiklah, kita sudah sepakat dengan ini. Dan satu lagi, kami juga akan membangun jalur transportasi dengan sangat aman." kata Rudy.
"Apa maksudnya Rudy.?" tanya Raja Eden.
"Kami akan membuat jalur yang terhubung ke masing-masing kerajaan dan markas Royal Unity dengan sebuah portal." jawab Rudy.
"HAAAA.??" Teriak semua Raja disana dengan sangat terkejut.
"Apa itu memang ada.?" tanya Winston dengan terkejut
"Tentu saja kami bisa membuatnya." jawab Rudy.
"Aku memang sudah pernah melihatnya sekali, tapi jika di jadikan sebagai alat transportasi, itu benar-benar sangat mengejutkan." saut Raja Eden.
"Aku baru mendengarnya jika ada yang seperti itu." kata Raja James.
"Kalian bisa mengirimkan suplay makanan ke Royal Unity dan mengirimkan rakyat jelata lewat portal itu. Aku harap kalian tidak mengirimkan rakyat jelata dengan kekerasan, aku akan bertanya kepada mereka setelah mereka semua sampai disana. Jika aku mendengar ada yang di pukul atau sejenisnya, kami akan membunuh prajurit yang memukulnya." kata Rudy dengan serius.
"Kami akan memperlakukannya dengan baik Rudy." kata Raja Eden.
"Baiklah, setelah rencana ini berjalan, kita akan membahas rencana peperangan kedepan." kata Rudy.
"Aku akan memberikan berkas ini pada kalian, dan apa saja yang harus kalian bangun di setiap kerajaan sudah tertulis disini semua. Aku juga sudah menyiapkan uang untuk kalian dengan jumlah masing-masing 5 Miliyar untuk pembangunan. Tentu saja kalian harus melaporkan pengeluaran kalian kepada Royal Unity." kata Emma sambil memberikan beberapa dokumen kepada mereka semua.
"Aku sangat terkejut, bahkan kami juga mendapatkan bantuan pendanaan. Aku benar-benar bersyukur sudah bergabung dengan Royal Unity." kata Raja James dengan terharu.
"Terimakasih atas semuanya Pimpinan." kata Raja Winston sambil berdiri dan menundukkan badanya.
Lalu, Raja Eden dan Raja James pun melakukan hal yang sama.
"Baiklah, terimakasih sudah mempercayai Royal Unity, aku harap program kerja yang sudah di rencanakan segera terselesaikan." kata Rudy.
"Lalu, ini adalah cincin penyimpanan, aku akan memberikan 2 cincin ke masing-masing kerajaan. Isinya adalah Uang dan Senjata." kata Emma.
"Baik, kami terima semuanya. Terimaksih." kata Raja Winston dengan terharu.
"Pembahasan kita sudah cukup sampai disini, kami akan undur diri." kata Rudy.
"Kalian mau pergi kemana.?" tanya Raja Eden.
"Tentu saja ke kota Ferland, masih ada dungeon expert yang masih belum terselesaikan. Dan kami juga akan mencari tempat untuk kedudukan Royal Unity." jawab Rudy.
"Ah, baiklah kalau begitu." kata Raja Eden.
"Kami juga akan undur diri dari sini. Ada banyak tugas yang harus kami selesaikan." kata Raja James.
"Aku juga undur diri, aku sudah tidak tahan ingin melakukan perubahan di kerajaanku." kata Winston.
"Baiklah, terimakasih sudah berkunjung, aku nantikan kunjungan kalian selanjutnya." kata Raja Eden.
"Ada satu hal lagi yang belum aku jelaskan." kata Rudy sambil mengeluarkan surat perintah.
__ADS_1
"Ini adalah contoh surat perintah dari aku sendiri, yang bisa membuka surat ini adalah sang penerimanya, jika surat ini di buka secara paksa, surat ini akan terbakar habis, kalian juga bisa membalas surat ini dengan cara menulis pesan di baliknya, surat ini akan otomatis terkirim padaku. Aku akan berkomunikasi bersama kalian dengan surat ini." kata Rudy.
"Lalu, jangan lupa siapkan sebuah gerbang untuk di pasang sebuah portal, bangunlah sebuah gedung atau apapun itu, untuk menyatukan portal penghubung. Waktu kalian hanya 2 bulan mulai dari sekarang. Kami akan berkunjung ke kerajaan kalian dan memeriksa kinerja kalian semua." kata Emma.
"Laksanakan Perintah." kata semua Raja disana.
Lalau. SWOSSH. Suara portal terbentuk di depan semua orang.
"Inikah sebuah portal.?" kata Winston dengan terkejut.
"Baik kami akan pergi dari sini, selamat bekerja." kata Rudy sambil menundukkan badanya.
Tiba-tiba. "Tunggu." teriak Luciana yang tiba-tiba menghampiri Rudy dan lainnya.
"Luciana.? Ada apa.?" tanya Raja Eden.
"Bolehkan aku ikut bersama kalian.? Bawahlah aku, aku mohon." kata Luciana dengan berkaca-kaca.
"Luciana, apa yang kau pikirkan.?" tanya Raja Eden dengan kesal.
"Aku hanya ingin pergi bersama mereka ayah, aku ingin merasakan kebebasan. Ijinkan aku pergi bersama mereka." jawab Luciana.
"Aah, kau merepotkan sekali." kata Raja Eden sambil memegang kepalanya.
"Ijinkan aku ayah." kata Luciana.
Emma pun berjalan menghampiri Luciana.
"Silahkan, kau boleh ikut bersama kami. Kami akan menjagamu sebaik mungkin." kata Emma.
"Jika itu permintaaan Putri Emma, aku tidak bisa menolaknya." kata Raja Eden.
"Tenang saja, bukankah lebih aman jika Luciana bersama kami.? Dia akan sangat tertekan jika berada di dalam istana." Kata Emma.
"Baiklah, Tolong jaga Putri saya. Aku menitipkannya pada kalian." kata Raja Eden.
"Hm. Serahkan pada kami." kata Emma dengan tersenyum.
"Chik, kenapa dia harus ikut." kata Marco dengan kesal.
"Terimakasih ayah, aku akan merindukanmu." kata Luciana sambil memeluk Raja Eden.
"Kakak.?" Saut Ellena dengan sedih.
"Kau tenang saja Ellena, kakak akan mengunjungimu. Jadilah Putri yang baik." kata Luciana.
"Em, aku akan merindukanmu" saut Ellena.
"Ibu, aku pamit dulu." kata Luciana sambil memeluk ibunya.
"Jaga baik-baik dirimu." kata Rosalia.
"Ronald, kau adalah laki-laki, jagalah mereka untukku." kata Luciana.
"Kakak tenang saja, aku pasti akan menjaga mereka." kata Ronal.
"Baiklah semua aku pergi dulu." kata Luciana sambil berjalan menuju portal.
"Apa sudah selesai pamitannya. Lama sekali." saut Marco.
"Aku sudah selesai, mari kita pergi." Kata Luciana dengan tersenyum senang.
Mereka semua pun memasuki portal menuju kota Ferland.
__ADS_1
...