Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 84 - Penyusup Pesta.


__ADS_3

Didalam istana. Acara pesta yang di adakan disana masih kondusif dengan keadaanya. Para Raja masih mengobrol bersama Rudy dengan santai.


Lalu, terlihat Rin yang berkeliling disana tanpa arah dan tujuan. Ia berjalan mencari Emma dan lainnya sambil membawa pudding di tangannya.


"Dimana kak Emma ?" Tanya Rin sambil menoleh kekanan dan kekiri.


"Disini sangat ramai sekali." Kata Rin.


Lalu tanpa ia sadari. Buk. Ia pun menabrak seseorang didepannya. Dan pudding yang di bawanya itu tumpah mengenai baju seseorang yang di tabraknya.


"Eh.? Maaf Tuan maaf." Kata Rin sambil menundukkan badannya berkali-kali.


"Apa kau tidak melihat kedepan bocah.?" Saut Leo yang di tabrak oleh Rin.


"Maaf Tuan, saya tidak memperhatikan jalan. Saya sedang mencari kakak saya." Kata Rin.


"Siapa kakakmu.? Apa kau di tinggal sendirian.?" Tanya Leo dengan serius.


"Tadi kami sempat berpisah, dan sekarang aku sedang mencarinya." Jawab Rin.


"Apa kau tidak melihat, kau sudah mengotori bajuku." Saut Leo.


"Ah, maaf Tuan maafkan aku." Kata Rin sambil menundukkan badannya.


Semua orang di sekitarnya melihat kejadian itu dan berbisik-bisik.


"Apa dia memarahi bocah kecil itu.?" Saut orang di sana.


"Dia kan Panglima Tertinggi.? Ada masalah apa sama bocah itu.?" Saut orang lainnya.


"Sepertinya anak itu sudah mengotori baju Panglima." Kata orang lainnya.


"Bocah itu pasti di hajar jika tidak ada keluargannya disini." Kata Orang disana.


...


Di tempat Leo, dia melihat Rin dengan tatapan yang sangat tajam.


"Dimana keluargamu.?" Tanya Leo.


"Aku sudah bilang tadi, aku sedang mencari mereka." Jawab Rin.


"Biasa saja kalau bicara, tidak perlu menyolot sepert itu, dari keluarga bangsawan mana kau.?" Tanya Leo.


"Ah, maaf. Aku bukan seorang bangsawan." Jawab Rin dengan santai.


"Ha.? Katakan padaku yang sebenarnya.?" Saut Leo.


"Katakan apa Tuan.? Aku sudab menjawab semua pertanyaan anda." Kata Rin.


"Tempat ini sangat ramai, pasti seseorang sedang menyusup kedalam sini untuk melukai keluarga kerajaan. Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, bahkan anak kecil tidak bisa berbohong." kata Leo


Lalu. Glep. "Apa tujuanmu kemari.?" Tanya Leo dengan tatapan tajam sambil mengangkat tubuh Rin keatas udara.


"Eh.? Aah." Saut Rin yang terkejut.


"Katakan padaku, apa tujuanmu kemari.?" Tanya Leo dengan serius.


"Aku hanya di ajak oleh kakakku Tuan." Jawab Rin


"Siapa nama Kakakmu.?" Tanya Rin.


"Namanya Kak Rudy." Jawab Rin.


"Rudy.? tidak ada nama bangsawan bernama Rudy, sudah jelas dia adalah penyusup cilik. Bajingan." kata Leo.


"Kau tidak perlu membrontak disini, aku tau kau adalah penyusup." Kata Leo.


"Jadi bocah itu penyusup.?" Saut orang disana.

__ADS_1


"Dia pasti ingin mencelakai keluarga kerajaan." Saut orang lainnya.


"Aku sudah menangkapnya Tuan, kalian tenang saja. Tapi kalian harus tetap berhati-hati, karena dia tidak datang sendirian." Kata Leo.


"Bagus Panglima. Sebaiknya Anda segera menangkap mereka sebelum Yang Mulia Raja mengetahuinya." Kata Orang disana.


Leo pun meremas baju Rin dengan sangat keras.


"Arrgh, lepaskan, lepaskan aku. Aku bukan penyusup." Kata Rin sambil meronta-ronta.


"Katakan, dimana kakakmu.?" Tanya Leo dengan marah.


"Arrh, lepaskan." Jawab Rin. "Bajingan cilik." Saut Leo sambil memegang leher Rin.


"Aku tidak peduli kau masih bocah, jika kau membahayakan nyawa keluarga kerajaan, aku akan membunuhmu disini." Kata Leo.


"Benar Panglima, dia terlihat sangat berbahaya." Kata Orang disana.


"Kau tidak bisa berbohong kan.? Kau pasti menyembunyikan kakakmu. Katakan, dimana kakakmu.?" Kata Leo dengan marah sambil meremas leher Rin.


"Aargh. Uuh. AAARg." Teriak Rin yang kesakitan.


Rudy, Emma dan lainnya tidak melihat kejadian disana, bahkan nyawa Rin sudah di ambang kematian.


"Katakan, katakan padaku." Kata Leo dengan marah sambil meremas leher Rin.


"Bunuh saja Panglima, dia sangat berbahaya." Kata Orang disana.


"Benar Panglima." Saut orang lainnya.


"Arrgh. eerg." Suara Rin yang mengerang-erang kesakitan.


"Kau adalah anak baik Rin, justru kau lebih baik dari mereka." "Benarkah.?" "Jika kau dalam situasi seperti itu, kau harus melakukan sesuatu." Kata Rudy yang di ingat oleh Rin.


"Bagaimana jika batu itu melukaiku kak.?" "Jika kau ingin mendengarkan jawabanku, sudah pasti aku akan menghancurkan batu itu." "Yang terpenting sekarang adalah, jangan percaya kepada mereka." Kata-kata Marco yang di ingat oleh Rin.


"Aarrgh." BREDOOM. Tubuh Leo pun menghantam tembok istana dengan sangat keras.


"Apa yang terjadi.?" Saut Raja Eden dengan terkejut.


"Yang Mulia, ada penyusup di dalam istana." Kata salah satu bangsawan disana.


"Apaa.? Penyusup.? Tangkap dia secepatnya." Teriak Raja Eden.


"Sepertinya penyusup itu ingin melukai kita." Kata Raja Winston.


Semua prajurit kerajaan pun masuk kedalam istana, dan para tamu undangan berlarian keluar dari sana.


"Apa yang terjadi Emma.?" Tanya Lilia.


"Aku juga tidak tau, sebaiknya kita pergi menghampiri Rudy." Jawab Emma sambil berlari ke arah Rudy.


"Tunggu aku Emma." Kata Luciana.


"Kita juga ikut kesana William." Saut Ryan dengan sangat serius.


Suasana di dalam sana sangat mencekam, bahkan semua bangsawan sudah hampir keluar dari sana.


"Periksa satu-satu tamu undangan yang keluar." Teriak Raja Eden.


"Laksanakan perintah Yang Mulia." Kata prajurit itu sambil keluar dari istana.


"Dimana Leo.?" Saut Raja Eden dengan serius.


Semua orang disana sudah terlihat sangat sedikit, sampai tempat kejadian perkara terlihat dengan jelas oleh para Raja disana.


"Yang Mulia, Panglima Tertinggi sedang bertarung dengan penyusup itu." Kata Hart.


"Apa.? Apa dia tidak bisa menangkap penyusup itu dengan diam-diam.? Suasana pesta jadi berantakan." Kata Raja Eden dengan marah.

__ADS_1


"Tapi Yang Mulia, sepertinya Panglima kalah disana." Kata Hart.


"Apaa.?" Saut Raja Eden dengan terkejut.


Terlihat Rin sedang berjalan menghampiri Leo dengan sangat marah.


"Rin.?" Saut Rudy dengan terkejut.


"Apa yang terjadi dengannya.?" Saut Marco yang melihat Rin.


"Pasti dia sudah di rendahkan oleh panglima itu." Kata Rudy dengan kesal.


"Aku akan kesana." Kata Marco sambil berjalan.


"Tunggu Marco, kau tidak perlu datang kesana, biar kami yang mengurusnya. Kalian tunggu saja disini." Kata Raja Eden.


"Apa yang kau bilang.?" Saut Marco dengan tatapan yang sangat tajam.


Tiba-tiba Emma dan lainnya datang menghampiri Rudy.


"Rudy." Teriak Emma.


"Apa yang sudah terjadi disana.? Ha. Rin.?" Saut Lilia yang melihat Rin dengan marah sambil berjalan menghampiri Leo.


"Rin.? Bukankah itu adik kalian.?" Tanya Raja Eden dengan terkejut.


"Bajingan kalian." Saut Marco sambil berjalan menghampiri Rin.


"Apa anak itu salah satu anggota Royal Unity Hart.?" Tanya Raja Winston.


"Sepertinya benar Yang Mulia. Aku mendengar ada anggota yang masih berumur 7 tahun." Jawab Hart.


"Tidak bisa di percaya, bahkan dia menghajar Panglima Tertinggi kerajaan Alden seperti itu." Kata Raja Winston dengan terkejut.


...


Di tempat Leo berada.


"Uhuk, Arrg. Bajingan cilik itu, ternyata kuat sekali." Kata Leo sambil melihat Rin yang berjalan menghampirinya.


DEEP. "HOAAAAA." BUOM BUK BUK. Suara Rin yang menghajar Leo habis-habisan.


Marco yang melihatnya pun langsung berhenti melihat Rin sangat marah.


"Rin.?" Saut Marco dengan terkejut. "Sepertinya dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri." Kata Marco sambil berjalan menghampiri Rin.


"Ugh, Arrg uuh." Suara Leo yang di hajar oleh Rin.


Lalu. PLEK. "Cukup bocah, dia sudah mau pinsan." Kata Marco sambil memegang tangan Rin.


"Herrr." Suara Rin yang masih marah.


"Apa kau tadi memukulnya.?" Tanya Marco kepada Leo. Tapi Leo hanya terdiam saja disana.


"Dia mencekikku kak, aku hampir mati disana." Teriak Rin dengan kesal.


"Apaaa.?" BUOOK. Leo pun di tentang oleh Marco. "Aarggh." Suara Leo kesakitan, lalu ia pun pinsan di tempat.


"Bajingan keparat, berani sekali mencekik anak kecil." Kata Marco dengan marah.


"Padahal aku tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan pudding ke bajunya." Kata Rin dengan kesal.


"Untung saja kau melawannya, jika mau masih berdiam diri disana, kau pasti akan mati." Kata Marco.


"Aku sudah minta maaf berkali-kali padanya. Tapi dia malah mencekikku." Kata Rin.


"Sudahlah, yang terpenting sekarang kau sudah aman." Kata Marco sambil berjalan menghampiri Rudy.


...

__ADS_1


__ADS_2