Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 12 - Saudara


__ADS_3

{Di Dalam Hutan}


Terlihat Rudy sedang mengejar Marco dan Lilia yang lari menjauh dari benteng.


"Marco, kenapa kau lari.?" Tanya Rudy sambil berlari


"Kita menjauh dari benteng Rudy." Kata Marco sambil berlari.


"Kita sudah cukup jauh berlari, sebaiknya kita berhati-hati di sini." Kata Rudy yang merasakan beberapa hewan iblis berkeliaran di sekitarnya.


"Ah kau benar." Kata Marco yang tiba-tiba berhenti.


"Di sekitar sini banyak sekali hewan iblis tingkat tinggi." Kata Rudy.


"Apa sebaiknya kita kembali saja Rudy.?" Kata Marco yang mulai ketakutan.


"Aku sudah lelah berlari kakak. Aku ingin beristirahat dulu." Saut Lilia.


"Hem, kau bisa menguji senjatamu Marco. Kau bilang kau tidak pernah bertarung melawan hewan iblis. Ini kesempatanmu." Kata Rudy.


"Tapi aku masih belum siap dengan itu Rudy." saut Marco.


Lalu. SRAK SRAK SRAK. Suara langkah kaki hewan iblis yang berlari menuju mereka bertiga.


"Cepat Marco, gunakan senjatamu, mereka sudah dekat." Kata Rudy.


GRERRRR. Suara hewan iblis yang meloncat kearah mereka bertiga.


"Hee.?" Suara Marco yang terkejut.


"Kakak, ada hewan iblis." Kata Lilia dengan ketakutan.


"Apa tidak ada pilihan lain.?" Kata Marco dalam hati.


"Serang hewan iblis itu Marco. Cepaat." Teriak Rudy.


"Aaah, ini sangat menakutkan." Kata Marco sambil meloncat kearah hewan iblis.


SLASH SLAH SLASH. Suara tebasan dagger milik Marco. Bruk. Hewan iblis itu pun langsung mati di tempat.


"Hee.? Apa aku yang membunuhnya.?" Kata Marco yang terkejut sambil melihat hewan iblis yang di bunuhnya.


"Fokus Marco, masih banyak hewan iblis di sekitar sini." Teriak Rudy.


"AAAAH." Teriak Lilia yang tiba-tiba di serang hewan iblis. BREDOM, suara ledakan yang membakar hewan iblis.


"Kakak, tolong." Kata Lilia yang panik sambil memegangi tongkat sihirnya.


"Kau berhasil membunuhnya Lilia. Lakukan lagi dan bunuh mereka semua." Kata Rudy.


"Ini sangat menakutkan." Saut Lilia.


"Tidak ada pilihan lain, serang mereka semua Lilia." Kata Marco yang mulai serius.


"Hee.?" Kata Lilia dengan gemetar .


"Haaaaa." Teriakan Marco yang menyerang hewan iblis disana.


SRAK SRAK, BRESOM. SLASSH. WOOSSH. Suara pertarungan Marco dan Lilia melawan puluhan hewan iblis tingkat B didalam hutan


"Hem, ternyata mereka bisa bertarung." Kata Rudy sambil duduk melihat pertarungan Marco dan Lilia.


...


Beberapa jam pun berlalu. Marco dan Lilia berhasil membunuh ratusan hewan iblis sepanjang malam hanya bedua.


"Huh, huh, huh." Suara Marco yang menghempaskan nafasnya.


"Huh, aku sudah capet." Kata Lilia dengan sikap yang masih waspada.


"Mereka sudah terbunuh semua. Sebaiknya kalian beristirahat." Kata Rudy sambil menghampiri mereka bedua.

__ADS_1


"Apa itu benar.?" Tanya Marco dengan terengah-engah.


"Huuuh." Suara Lilia yang lega sambil menjatuhkan tubuhnya.


"Aku akan megambil itemnya." Kata Rudy.


ZIIING. Suara penarikan item dari dalam tubuh hewan ibis. Namun, yang di tarik oleh Rudy hanya sebuah koin emas.


"Em, jadi hanya koin emas yang ada di dalam hewan iblis ini." Kata Rudy.


[Itu karena mereka berdua yang membunuhnya Rudy. Berbeda denganmu.]


"Ah, aku baru ingat itu" Saut Rudy.


...


Rudy pun memberikan koin-koin itu kepada Marco dan Lilia.


"Ambilah ini Marco, ini adalah milikmu." Kata Rudy.


"Huh, huh, tidak kusangkan aku mendapatkan uang yang sangat banyak." Kata Marco sambil terengah engah.


"Kita bisa beli rumah dengan itu kak." Kata Lilia yang melihat koin emas begitu banyak.


"Aku akan menyiapkan makanan untuk kalian." Kata Rudy.


"Terimakasih banyak Rudy." Saut Marco.


"Ah, kau tenang saja." Saut Rudy.


...


Beberapa saat kemuadian. Mereka bertiga pun selesai makan.


"Rudy, aku ingin bertanya padamu. Apa yang kau lakukan tadi.? seperti mengambil koin ini tanpa merobek jantungnya." Tanya Marco.


"Itu adalah skill Marco. Aku mempunyai skill pengambilan instant." Jawab Rudy.


"Dari mana kau belajar skill itu Rudy.?" Tanya Marco penasaran.


"Apa disana terdapat beberapa buku untuk mempelajari skill.?" Tanya Lilia.


"Tidak Lilia, aku belajar dengan instingku sendiri. Hehe." Jawab Rudy.


"Itu sangat aneh Rudy, aku kira kau mempelajari sesuatu dari sebuah buku." Kata Lilia.


"Ehehe." Kata Rudy sambil tertawa bingung.


...


{Di Atas Benteng}


Gubernur Will Smith bersama beberapa bangsawan dan prajuritnya, tercengang melihat bekas ledakan di depannya.


"Itu ledakan yang besar. Dari mana ledakan itu berasal.?" Kata Smith dengan tercengang.


"Yang Mulia, apa sebaiknya kita periksa kesana besok.?" Tanya Kensa.


"Sebaiknya jangan kesana, aku merasa ledakan itu ada hubungannya dengan kekuatan yang kau laporkan." Jawab Smith.


"Baik Yang Mulia." Kata Kensa.


...


"Apa yang mereka bicarakan.? Aku sangat penasaran." Kata Klain dalam hati.


...


"Kita laporkan kejadian ini ke istana kerajaan." Kata Smith sambil turun dari benteng.


"Laksanakan perintah Yang mulia." Kata salah satu bangsawan disana.

__ADS_1


...


{Di Dalam Hutan}


Pagi Hari. Terlihat Rudy bangun dari tidurnya.


"Hooam." Suara Rudy menguap.


"Pagi Rudy." Kata Marco yang sudah duduk.


"Ah, Pagi Marco. Apa kau sudah bangun dari tadi.?" Tanya Rudy.


"Aku sudah bangun dari tadi." Kata Marco sambil melihat Lilia.


"Em, apa rencana kalian selanjutnya.?" tanya Rudy.


"Kami masih belum tau, tapi dengan kekuatan yang kau berikan ini, sepertinya kami tidak perlu khawatir lagi tinggal di luar benteng." Jawab Rudy.


"Aku harap kau bisa menjaga adikmu itu." Saut Rudy


"Sebenarnya kami bukan saudara kandung Rudy. Aku bertemu dengan Lilia 4 tahun yang lalu, dan nasib kita sama sebagai pengemis. Aku mengajak Lilia hidup bersama, karena kedua orang tua kami sudah meninggal." Kata Marco.


"He.? Jadi kalian bukan saudara kandung. Hem, tapi kau sudah menjaganya seperti adikmu sendiri Marco. Aku harap kalian baik-baik saja kedepan." Kata Rudy.


"Emm. Kalian berisik sekali." Kata Lilia.


"Ah, kau sudah bangun Lilia.?" Kata Marco.


"Aku bahkan mendengar obrolan kalian Marco. Kau menceritakan yang sebenarnya pada Rudy." Saut Lilia sambil duduk.


"Jadi selama ini kalian berpura-pura menjadi adik kakak.?" Tanya Rudy.


"Kami bukan berpura-pura Rudy, tapi kami memang sudah seperti saudara kandung." Jawab Marco.


"Sepetinya kalian mengalami banyak hal yang menyulitkan." Kata Rudy.


"Sangat sulit sekali Rudy. Orang-orang hanya memandang reputasi dan kekuatan. Kami berdua tidak berguna dan di buang." Kata Marco dengan sedih.


"Lalu, apa kalian berdua akan tinggal disini saja.?" Tanya Rudy.


"Apa maksudmu dengan berdua Rudy?" Tanya Lilia.


"Eh.?" Saut Rudy kebingungan.


"Rudy, bolehkan kami ikut denganmu. Kami ingin menjadi saudaramu. Kami berdua sudah tidak punya tempat untuk kembali. Hanya kau yang bisa kami percaya." Kata Marco.


"Eh.? Apa kau yakin dengan itu Marco.?" Kata Rudy.


"Kami sangat yakin. Meskipun bahaya datang, kami ingin membantumu." Kata Marco.


"Bagaimana denganmu Lilia.?" Tanya Rudy.


"Sudah pasti aku akan mengikutimu Rudy." Jawab Lilia dengan tersenyum.


"Kalian berdua akan mengalami kesulitan lebih dalam lagi jika mengikutiku." Kata Rudy dengan serius.


"Kami berdua sudah siap dengan itu." Kata Marco.


"Hem baiklah. Kalau begitu, aku sebenarnya ingin pergi kedalam benteng itu. Apa kalian masih ingin mengikutiku.?" Tanya Rudy.


"Kami akan mengikutimu Rudy." Jawab Lilia.


"Tapi Rudy, sebaiknya jangan sekarang. Dengan adanya bekas ledakan yang di buat Lilia, mereka pasti memeriksa semua orang yang masuk kedalam benteng." Kata Marco.


"Lalu, apa kita mencurigakan.?" Saut Rudy.


"Ah, kita akan di periksa dengan detail. Bahkan mungkin set perlengkapan dan senjata ini akan di sita oleh mereka. Apa lagi item ini adalah item super langkah." Kata Marco.


"Ah, kau benar Marco. Mereka pasti akan menyitanya, melihat kita masih anak-anak dan memakai perlengkapan super langkah. Sudah pasti mereka akan mengambilnya dan di berikan kepada para prajurit." Kata Lilia.


"Emm, kalian benar. Lalu sampai kapan kita bisa pergi kesana.?" Tanya Rudy.

__ADS_1


"Tunggulah beberapa tahun lagi." Jawab Marco.


.


__ADS_2