
Terlihat susana pesta yang sangat meriah. Banyak sekali para bangsawan berkumpul dan bercanda disana.
Lalu, Raja Eden menemui Raja Winston ditempatnya dan di susul oleh Raja James yang menghampiri mereka.
"Raja Eden. Hahaha, lama sekali tidak bertemu." Kata Raja Winston.
"Winston. Hahaha." Saut Raja Eden sambil memberikan pelukan kecil.
"Kalian sudah berkumpul disini." Kata Raja James yang tiba-tiba datang.
"James, bagaimana kabarmu.?" Tanya Raja Eden.
"Hahaha, Aku terlihat bahagia sekarang." Jawab Raja James.
Mereka bertiga pun mengobrol dengan senyuman dan tertawa. Lalu, Emma, Luciana dan Lilia turun dari atas panggung dan mengambil segelas minuman.
"Dimana Rudy sekarang.?" Tanya Emma dengan kesal.
"Aku juga tidak melihat Marco di sekitar sini. Apa mereka sengaja tidak datang.?" Saut Luciana.
"Terlalu banyak orang disini." Kata Lilia.
Lalu. Ryan dan William pun datang menghampiri mereka.
"Salam hormat Tuan Putri. Dan salam Hormat pada wakil Pimpinan Royal Unity." Kata Ryan.
"Salam Hormat Tuan Putri." Kata William.
"Ini kesempatanku, tapi aku tidak melihat Rudy disini, percuma juga aku mengodanya." Kata Emma.
"Ah, Pangeran Ryan dan Pangeran William. Salam hormat." Kata Luciana.
"Bagaimana keadaan Anda Tuan Putri.? Saya mendengar Anda sudah sembuh total." Tanya William.
"Benar. Aku baik-baik saja sekarang." Jawab Luciana.
"Syukurlah kalau begitu. Anda terlihat sangat cantik malam ini." Kata William.
"Terimakasih atas pujiannya." Saut Luciana.
"Anda juga terlihat sangat cantik Tuan Putri." Kata Ryan kepada Emma
"Terimakasih." Saut Emma.
"Kalau boleh tau, siapa nama Anda.?" Tanya Ryan dengan tersenyum.
"Nama.?" Saut Emma.
"Benar Tuan Putri. Bolehkan saya berkenalan dengan Anda.?" Tanya Ryan.
"Hm." Saut Emma.
"Emma, Pangeran Ryan adalah Putra Mahkota dari kerajaan Borris." Kata Luciana.
"Perkenalkan, nama saya adalah Ryan Nicole Putra Mahkota Kerajaan Borris. Aku sempat mendengar nama Anda barusan. nama Anda adalah Putri Emma. Salam kenal Putri Emma." Kata Ryan.
Namun Emma hanya terdiam saja disana.
"Mungkin kau bisa berbincang dengannya Emma. Jangan lupakan rencana kita." Kata Luciana sambil berbisik.
"Ah, baiklah. Salam kenal." Kata Emma.
Mereka pun mengobrol disana dengan santai dan bercanda.
...
Lalu di tempat Rudy berada.
"Apa kau sudah puas dengan pesta ini, disini terlihat banyak sekali wanita cantik." Kata Rudy sambil mengambil makanan.
"Percuma Rudy, kita hanya bisa melihatnya saja." Saut Marco.
__ADS_1
"Kau bilang kau akan puas hanya dengan melihatnya saja." Kata Rudy
"Kau percaya dengan kata-kataku itu.?" Kata Marco sambil memakan cemilan.
"Jadi kau memang ingin membawa salah satu wanita disini.?" Tanya Rudy.
"Huh, kau harus paham dengan itu." Jawab Marco dengan santai.
"Kalian tunggulah sebentar disini. Aku akan menemui Yang Mulia Raja." Kata Hart.
"Ah, Pergilah dari sini, dan jangan kembali." Saut Rudy dengan santai.
Hart pun langsung berjalan menuju perkumpulan para Raja disana.
"Apa mereka juga bisa di percaya Rudy.?" Tanya Marco.
"Aku sendiri tidak tau, kita masih belum tau karakter Raja Mereka." Jawab Rudy.
"Hm, lalu lihatlah disana, sepertinya itu adalah Para Yang Mulia yang kita hajar tempo lalu." Kata Marco.
"Kau benar, mereka bahkan terlihat bahagia disana." Saut Rudy.
...
Di tempat para Raja. Hart pun sampai disana.
"Yang Mulia." Kata Hart yang menyapa.
"Ah, Hart. Aku sudah mendengar jawabannya langsung dari Winston, kalian membuat keputusan yang tepat, bahkan James juga tertarik untuk bergabung." Kata Raja Eden.
"Ah, kita bisa menyatukan kekuatan sekarang." Kata Raja James.
"Ada apa kau datang kemari Hart.?" Tanya Raja Winston.
"Maaf mengangu perbincangan Anda Yang Mulia. Baru saja saya bertemu dengan Pimpinan Royal Unity dan Panglima tertingginya." Kata Hart.
"Apaa.? Dimana mereka.?" Tanya Raja Eden dengan terkejut.
"Pertemukan kita denganya Hart." Saut Raja Winston.
"Baik Yang Mulia, tapi Pimpinan Royal Unity ingin Anda menemuinya sendiri." Kata Hart.
"Baiklah, dimana mereka.?" Tanya Raja Winston.
"Di sebelah sana Yang Mulia." Jawab Hart.
"Baik, aku akan pergi kesana." Saut Raja Winston.
"Aku ikut dengan kalian." Kata Raja Eden.
Lalu, Para Raja itu pun berjalan menghampiri Rudy, bahkan Raja James juga ikut kesana. Semua orang pun berbisik-bisik melihat para Raja berjalan melewati mereka.
"Kemana Yang Mulia pergi.?" Tanya Leo sambil mengikuti Raja Eden.
"Sangat ramai sekali, ada apa.?." Tanya Luciana.
"Para Raja sedang menghampiri seseorang." Jawab Ryan.
"Sudah pasti mereka menghampiri Rudy." Kata Emma dengan cemberut.
"Apa kita kesana Emma.?" Tanya Lilia.
"Kita tunggu saja disini." Jawab Emma.
"Kalau boleh tau, Saya mendengar kalau Royal Unity sangat kuat sekali, bahkan Royal Unity berhasil mengambil alih wilayah kota Ferland yang sudah di kuasi oleh hewan iblis tingkat tinggi. Apa itu benar Tuan Putri.?" Kata Ryan.
"Itu benar." Saut Emma.
"Saya harap kerajaan Borris bisa bergabung dengan perseritakan Anda." Kata Ryan.
"Apa kau bisa melakukannya.?" Tanya Emma.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan mengusahakannya Tuan Putri." Jawab Ryan.
"Tapi sepertinya tidak perlu, karena Raja kalian sedang menghampiri Pimpinan kami." Saut Emma.
"Hm.? Apa Tuan Pimpinan sedang berada disini.?" Tanya Ryan.
"Lihat saja sendiri kesana." Kata Emma sambil menunjuk Rudy.
"Jadi, para Raja sedang menghampirinya.? Sungguh beruntung malam ini, Saya bisa bertemu dengan orang-orang penting disini." Kata Ryan.
"Mereka bahkan tidak memperdulikan kami." Kata Lilia.
"Apa sebaiknya kita kesana saja Emma. Aku lihat kau sangat gelisah." Kata Luciana.
Namun, Emma hanya terdiam saja disana dengan kesal.
...
Di tempat Rudy berada.
"Kue ini cukup enak Marco, cobalah." Kata Rudy sambil memekan beberapa kue.
"Pudding ini juga enak." Saut Marco.
Tiba-tiba. "Hallo Rudy, ternyata kalian datang kesini. Hahaha, apa kalian sudah menemukan wanita yang cocok untuk kalian.?" Saut Raja Eden.
"Kenapa si bodoh ini datang kemari." Kata Rudy.
"Mereka menganggu saja." Saut Marco.
"Salam hormat kepada pimpinan Royal Unity." Kata Raja Winston dan Raja James secara bersamaan.
"He.?" "Sepertinya mereka seorang Raja." Kata Rudy.
"Salam hormat Yang Mulia." Saut Rudy sambil menundukkan badannya.
"Boleh kan kami bergabung disini dengan Anda.?" Tanya Raja Winston.
"Silahkan Yang Mulia." Saut Rudy.
"Jadi, kerajaan Konggo sudah memutuskan untuk bergabung dengan perserikatan Anda. Apa syarat yang harus kami penuhi.?" Tanya Raja Winston.
"Kalian hanya perlu mentaati peraturan kami dan merubah sistem kerajaan." Jawab Rudy dengan santai.
"Apa perlu kami menanda tangani dokumen.?" Tanya Winston.
"Ah, Anda perlu menandatanganinya. Karena dokumen itu berisi peraturan yang sudah kami siapkan bagi anggota baru Royal Unity." Jawab Rudy.
"Baiklah, mungkin besok pagi kita bisa bertemu lagi, aku juga punya permintaan untuk Anda, tapi suasana disini tidak memungkinkan untuk kita bicara secara terbuka." Kata Raja Winston.
"Em, Anda benar Yang Mulia. Baiklah, besok siang kita akan ketemu." Saut Rudy.
"Bagaimana Raja Eden.?" Tanya Raja Winston.
"Kalian tenang saja, aku akan menyiapkan tempat rapat yang cocok." Jawab Raja Eden.
"Apa saya di ijinkan untuk ikut bergabung dalam rapat itu.?" Tanya Raja James.
"Siapa Anda.?" Tanya Rudy.
"Saya adalah Raja dari kerajaan Borris. Perkenalkan, nama saya adalah James Nicole." Kata Raja James.
"Hm, seorang Raja ya, salam kenal Yang Mulia. Anda di perbolehkan ikut dalam rapat besok." Kata Rudy.
"Terimakasih, mungkin kami juga akan ikut bergabung dengan kalian." Kata Raja James.
"Bagus Yang Mulia, aku harap itu bukan sekedar wacana saja." Kata Rudy.
Lalu, Leo pun memperhatikan mereka semua dari kejauhan.
"Tidak mungkin, ternyata mereka adalah Royal Unity. Pantas saja aku kalah bertarung dengannya. Aku sudah membuat kesalahan besar dengan mereka, bahkan aku sempat melemparkan tubuhnya." Kata Leo dengan ketakutan.
__ADS_1
...