Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 122 - Informasi


__ADS_3

Di tempat Teo berada. Ia semakin merasakan kuatan yang sangat dasyat di depannya.


"Energi ini, tidak mungkin. energinya semakin kuat, ada apa disana.?" saut Teo dengan panik.


"Kita percepat jalannya." saut Teo sambil mendahului pasukannya.


"Laksanakan perintah." saut Jill.


"PERCEPAT JALANNYA." teriak Jill kepada pasukannya.


"Kau dengarkan.? Cepat, jangan bermalas-malasan." saut prajurit disana kepada para twanan.


...


Di lembah gunung.


Rudy dan Marco berperang melawan pasukan kavaleri disana dengan sangat cepat. Hampir semua pasukan disana di bunuh oleh mereka.


SING SING. JLEB. "Masih banyak orang disini." kata Marco sambil menoleh kenan dan kekiri.


"Ternyata sedikit sulit melawan manusia, apa gara-gara mereka juga menggunakan sihir.?" saut Marco.


....


Para prajurit Kavaleri, masih tidak bisa melihat mereka berdua karena kabut dan asap yang menutupinnya.


"Ada berapa banyak mereka sebenanarnya.?" saut prajurit itu. "Aku benar-benar tidak bisa melihat."


DEEP. "Dia disini." teriak prajurit itu dengan terkejut. Lalu, Srak.


"Tidak perlu berteriak seperti itu. Justru itu menguntunkanku." kata Rudy.


DRAP DRAP DRAP. Suara kuda yang berlari dan berputar-putar di sekitar sana.


"Jaga kecepatannya, mereka pasti kesulitan jika kita terus bergerak seperti ini." kata salah satu Kapten disana.


"Siap kapten."


...


Di tempat Rudy.


"Kabut sialan ini. Menghalangi saja" saut Rudy. WOS. SWOOOSSSH.


Rudy pun membelah kabut disana, bahkan hampir seluruh wilayah lembah terlihat dengan jelas.


"Mereka masih sebanyak ini.?" saut Rudy dengan terkejut.


SUING. SING SING. Lingkaran sihir pun terbentuk di atas wilayah itu dengan sangat besar.


"Harusnya dari tadi seperti ini, aku jadi bisa melihat mereka semua." kata Rudy. SET.


"DIA DISANAAA." teriak kapten itu sambil menunjuk Rudy.


"Hm." DEPP.


SRAK SRAK SWOOOSH. Rudy pun menyerang mereka tanpa ragu. SUING. WOS WOS WOS. Sihir api di keluarkan dan menyerang semua prajurit disana.


"Tinggal sedikit lagi." saut Rudy sambil mengerakkan bola matanya. DEEP.


SLASH. WUNG. TRET TRET TET ZZZ. Element petir di keluarkan dan menyambar semua prajurit disana.


"AAARRRGH."


...

__ADS_1


Di tempat Marco.


"Linghning Chain." Tret tret tret SWOS.


"Arrgh." "Eerg." teriakan para prajurit yang terkena petir.


"Kenapa ini sangat menyenangkan." SRAK.


"Apa karena balas dendamku.?" Slash, WOOS.


"Aku merasa lega saat membunuh mereka semua. Ayahku, ibuku, kalian semua yang membunuh keluargaku." SLAS SALS SRAK. WOS WOSM


BRDMM BRDMM. "Hosh, hosh." Marco pun mengabisi semua orang yang berada di garis depan.


"Apa jangan-jangan aku sudah kehilangan akal sehatku.?" saut Marco sambil melihat tangannya.


"Hahaha, Marco ambil ini."."Sayang waktunya makan."."kau harus belajar dengan giat nak."."ini adalah kerajaan yang harus kau lindungi Marco."."sayang kita jalan-jalan." ." kau sedang sakit ya, tidak apa-apa, ibu akan menemaniku disini."


tes tes tes. Air matanya pun menetes dengan sendirinya.


"Bajingan keparat."."mati kau raja bodoh.".Buok Buk."tolong jangan sakiti anakku."." apa yang bilang.? Bangsat." jleb.


"Keparaat. HOAAAAAAAA." Marco pun berteriak dengan sekencang-kencangnya. DEEP.


"Marco.?" saut Rudy yang mendengar teriakan itu. Srak.


"HOOOOO." SLash SLASH. SRAK WOS WOS. BRMD. "Matilah kalian semua. Mati. Mati." WOS Tret tret tret. SWOSS.


"Haa.?" saut Rudy dengan terkejut melihat Marco.


"Dia sudah gila." DEEP.


SLASH "HOO." sRak Srak. Dom Drmrr.


Semua prajurit yang masih tersisa di sana pun di habisi semua oleh Marco. Sampai akhirnya DEEP. Ia pun berada di depan Jack. "Kau yang memimpin mereka kan.? Mati kau." Slaash.


"Rudy.? Jangan ikut campur." saut Marco dengan marah.


"Aku bilang Cukup." saut Rudy sambil mengeluarkan auranya.


"Huh huh huh,." Marco pun terengah-engah dengan tatapan yang sangat marah, seakan ia ingin mengeluarkan luapan emosinya.


"HOOOO." teriak Marco sambil mengarahkan Daggernya kepada Jack.


BRUOOK. "Arrgh." SWOOOSH. BRDMMM.


"Aku sudah mengatakannya dua kali." saut Rudy. DEEP.


"Rudy.? Uhuk. Arrgh." Swoosh. Dom dom dom.


"Arrgh, uhuk, Rud, argh, cukup." Saut Marco. SETT. Tangan Rudy pun berhenti.


"Aku tau perasaanmu, kau sangat marah pada mereka, tapi kau harus tetap sadar. Jangan sampai kau di kendalikan emosimu." kata Rudy dengan tatapan tajam. Bruk. Tubuh Marco pun di banting oleh Rudy.


Lalu, ia berjalan menghampiri Jack disana yang masih pinsan.


"Hosh, hos. Kenapa kau tidak membunuhnya.?" tanya Marco.


"Ini adalah perang, kita butuh informasi lebih banyak. Jika kau membunuh mereka semua, siapa yang akan memberitahu kita. Apa kau tau tempat tawanan kerajaan.?" saut Rudy dengan serius.


"Huh, huh." Marco pun hanya terdiam sambil terengah-engah.


"Aku jadi gila memikirkannya." saut Marco sambil melihat Rudy berjalan menghampiri Jack.


PASS. suara lingkaran sihir yang hancur di atas langit. Dan air hujan pun membasahi daratan kembali.

__ADS_1


DRRRRRRR.


...


Glep. Tangan Rudy yang mengengam baju Jack. Lalu, ia menyeretnya dan di sandarkan di sebuah tebing.


Pluk. Rudy membuka tutup botol potion, dan di minumkan ke mulut Jack. Lalu, Marco menghampirinya.


"Apa yang sudah kau lakukan.? Kau menyembuhkan musuh kita." saut Marco.


"Lalu, apa aku akan bertanya dengan orang pinsan.? Diamlah jika kau tidak tau." saut Rudy.


Marco pun hanya terdiam di sana.


"Uhuk, uhuk." Jack pun sadarkan diri.


"Oe, apa kau pemimpin pasukan Neverland.?" tanya Rudy.


"Huh, huh." Jack hanya terdiam sambil terengah-engah.


"Jawab pertanyaanku, dimana para tawanan perang.?" tanya Rudy lagi.


"Siapa kalian sebenarnya.?" saut Jack.


"Aku sedang bertanya padamu, sebaiknya kau jawab saja. Apa kau sudah menghabisi para tawanan.?" tanya Rudy.


"Huh, huh." Jack hanya terdiam disana, sambil melihat sekitarnya.


"Darah.? Apa mereka membunuh semua pasukan Kavaleri.?" saut Jack dengan terkejut.


BUOOK. "Arrg." Rudy pun memukul wajah Jack.


"Jawab pertanyaanku tadi. Dimana para tawanan.?" saut Rudy.


"Cuuh." Jack pun meludah di depan Rudy.


"Bajingan." BRUOOK. Marco pun memukul wajahnya. "Aaakk." dan ia pun langsung pinsan di tempat.


"Kau membuatnya pinsan Marco." kata Rudy sambil membanting tubuh Jack. Bruk.


"Mau bagaimana lagi, aku sendiri sudah kesal dengannya." saut Marco.


"Memang sulit mencari informasi di medan perang. Mereka memilih mati dari pada membocorkan informasi." kata Rudy sambil berdiri.


"Pasti mereka juga nelakukan hal yang sama kepada pasukan kerajaan." saut Marco.


"Itu sudah wajar di lakukan. Karena informasi adalah senjata paling mengerikkan dari pada apapun." kata Rudy sambil duduk di sebuah batu.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan.?" tanya Marco.


"Aku sendiri tidak tau, kita harus kemana dan bagaimana." jawab Rudy sambil minum air.


"Kita bawa saja dia." saut Marco.


Lalu. DRAP DRAP DRAP DRAP. Suara kuda yang berlari ke arah mereka.


"Sepertinya tidak perlu. Mereka datang sendiri kesini." kata Rudy.


...


Rombongan kuda itu pun melihat tempat pertempuran yang baru saja terjadi.


Puluhan ribu mayat tergeletak di mana-mana, bahkan darah mengalir dengan deras karena tercampur air hujan.


"Apa yang sudah terjadi disini.?" saut Teo dengan tercengang.

__ADS_1


...


__ADS_2