
"Aku akan mengatakan yang sebenarnya Rudy." Kata Emma.
"Bukankah kau sudah mengatakan yang sebenarnya.? Apa lagi yang ingin kau katakan.? Apa selama ini yang kau katakan adalah kebohongan.? Bahkan kau sendiri yang bilang, kalau kau adalah System AI yang di tanamkan pada tubuhku, tapi kenyataannya kau adalah seorang manusia." Saut Rudy dengan curiga.
"Bukan seperti itu Rudy. Semua yang aku katakan padamu adalah kebenaran, aku hanya belum menjelaskan semuanya. Perlu waktu yang tepat untuk menjelaskan padamu tentang semua kondisi dunia ini." Kata Emma.
Rudy hanya terdiam dengan sangat curiga sambil mengengam erat pedangnya.
"Kau sendiri yang bertanya padaku tentang level selanjutnya, sudah jelas aku akan menjawabnya." Kata Emma dengan panik.
"Aku sudah mulai curiga padamu Emma." Saut Rudy.
"Tolong dengarkan aku Rudy. Kau membuatku gelisah." Kata Emma.
"Baiklah, jelaskan padaku." Kata Rudy
"Aku pernah mengatakannya padamu, kalau aku adalah satu-satunya manusia yang hidup pada jaman dulu. Dan alasan kenapa jiwaku di ambil oleh Sang Dewa." Kata Emma.
"Ah, kau sudah menceritakan itu." Saut Rudy.
"Alasan jiwaku di ambil adalah, karena kekuatanku sudah mencapai puncak Simbol Rank IMR. Itu sama seperti kondisimu saat ini, bahkan aku bisa mengikuti levelmu tanpa harus berburu hewan iblis." Kata Emma.
"Jadi, itu yang kau maksud dengan kita bersatu.?" Tanya Rudy.
"Benar Rudy. Tapi aku hanya bisa mengikutimu sampai puncak Rank IMR, setelahnya, aku akan kembali dengan jiwaku yang sebenarnya. Mungkin saat ini jiwaku masih bersatu denganmu, aku tidak bisa menjelaskan secara detail, kenapa bisa terjadi seperti itu, sangat sulit untuk di jelaskan." Jawab Emma.
"Lalu, apa kau akan kembali dengan jiwa yang baru, jika aku sudah melewati tingkat yang lebih tinggi.?" Tanya Rudy.
"Tidak, jiwaku akan terlepas denganmu, dan aku tidak bisa lagi mengambil barangmu di inventory. Aku tidak lagi bersatu denganmu." Jawab Emma.
"Penjelasanmu sangat berbelit Emma, langsung saja pada intinya, dan jawab pertanyaanku ini. Kenapa aku terlibat dalam urusanmu.? kenapa aku di permudah untuk mencapai tingkat kekuatan.? Dan apa maksudmu dengan menjadi Dewa.?" Tanya Rudy dengan serius.
"Aku akan menjawabnya satu persatu, jadi tolong jangan hindari aku setelah aku menjawabnya." Jawab Emma.
"Apa maksudmu.? Kau semakin mencurigakan." Saut Rudy.
"Tolong Rudy, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, hanya kau yang aku miliki saat ini." Kata Emma dengan gelisah.
"Jelaskan saja padaku, aku akan memikirkannya setelah kau menjawab pertanyaanku." Saut Rudy.
"Kau membuatku takut Rudy." Kata Emma dengan gelisah.
"Jika kau tidak mau menjawabnya, sebaiknya aku pergi ke lantai selanjutnya, mungkin aku akan menemukan jawabannya sendiri setelah aku naik level." Kata Rudy sambil berjalan meninggalkan Emma sendirian disana.
Emma pun hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya, lalu ia pun meneteskan air mata.
"Kenapa harus terjadi di saat seperti ini. Apa aku salah sudah memanfaatkan Rudy untuk mengambil tubuh ini kembali." Kata Emma dalam hati.
__ADS_1
"Apa yang harus aku katakan padanya, dia sudah mati-matian berjuang memburu hewan iblis untukku. Ini memang salahku." Kata Emma dengan menangis sambil melihat Rudy yang berjalan.
...
"Hm, apa aku sudah keterlaluan meninggalkan perempuan disini sendirian.?" Kata Rudy dalam hati.
"Dia sangat mencurigakan. Aku punya firasat, kalau aku hanya di manfaatkan saja selama ini. Tapi aku masih penasaran dengan dunia ini. Dimana aku bisa mendapatkan jawabannya." Kata Rudy dalam hati.
...
Rudy pun pergi kelantai selanjutnya, dan Emma hanya terdiam disana dengan sangat sedih dan menangis.
"Aku harus cepat menyelesaikan dungeon ini sendirian." Kata Rudy yang sudah di hadang oleh puluhan ribu hewan iblis di depannya.
"Hewan iblis ini membuatku Muak, sebaiknya kalian semua mati saja." Kata Rudy sambil melesat menyerang hewan iblis di depannya.
SLASH, SRAK. WOOSH. Suara pertarungan Rudy disana. Dia bertarung dengan perasaan yang marah dan kecewa.
...
5 Bulan Pun Berlalu, sejak Rudy dan Emma masuk ke dalam Dungeon.
"Huh, Sudah sampai lantai berapa ini. Apa kekuatanku masih belum juga meningkat.?" Tanya Rudy.
Dia sudah memburu hewan iblis selama 2 bulan dengan sendirian. Dan dia sudah mencapai lantai 999.
WOSH, Rudy pun melesat kearah lubang dungeon lantai terakhir.
BRUK, Suara kaki Rudy yang mendarat di lantai terakhir. "Aku harap ini adalah lantai terakhir."
"Hoaa." Ia pun menyerang hewan iblis disana dengan kekuatan penuhnya. Bahkan dungeon itu sampai gemetar cukup kencang.
"Aku tidak perduli jika aku terkubur disini, aku merasa sudah sia-sia hidup di dunia ini." Kata Rudy dengan marah.
Dinding dungeon pun mulai retak, dan bebatuan mulai jatuh dari atas. Tapi Rudy masih menyerang hewan iblis itu dengan sangat cepat.
SRAK SLASH. "Dimana pintu Bossnya.? Atau memang tidak ada pintu disini.?"
Beberapa Jam berlalu saat Rudy sampai di lantai terakhir, ia akhirnya menemukan boss terakhir dari dungeon Expert.
"Sepertinya dia Bossnya." Kata Rudy sambil mengeluarkan Skill tertingginya. SWOSSH. Keluarlah sebuah tombak Es raksasa di atas tubuh Rudy.
"Tidak perlu berlama-lama dan matilah." Kata Rudy dengan kesal.
WOSSH. GRAK. Boss terakhir dari Dungeon Expert pun berhasil di bunuhnya. Rudy pun berjalan kearah boss itu sambil mengambil Item di dalam tubuh boss itu.
"Ternyata aku masih bisa mendapatkan item. Apa kekuatanku tidak meningkat.?" Tanya Rudy sambil duduk di sebelah mayat Boss itu.
__ADS_1
"Apa yang sudah terjadi padaku, apa kekuatanku memang tidak bisa meningkat lagi.? Sebaiknya aku periksa Statku saja." Kata Rudy sambil membuka statnya.
ZUING. Layar status bar pun terbuka. Dan Rudy pun sangat terkejut melihat statnya.
"Apa stat ini sudah Rusak.?" Kata Rudy dengan tercengang.
"Aku bahkan tidak merasakan kekuatan yang masuk dalam tubuhku. Apa yang sudah terjadi padaku. Bahkan angka ini menurun."
( Level 0, Simbol Rank - Tidak di ketahui )
Rudy pun hanya tercengang melihat statnya, bahkan ia sampai menelan ludah berkali-kali.
"Apa yang sudah terjadi.? bahkan semua status barku menjadi 0. STR 0, AGI 0, Semuanya menjadi 0. Tapi kenapa aku masih bisa mengunakan kekuatan yang sama seperti sebelumnya." Kata Rudy dengan kebingungan.
Lalu. PASS. Layar stat itu pun menghilang dengan sendirinya, semua attribut yang di rasakan Rudy tiba-tiba terserap oleh sesuatu.
WOOSH. "ERRGH. Apa ini. Apa yang terjadi." Kata Rudy dengan kesakitan.
"Tidak mungkin, penglihatanku memburam."
"EERGH, AAAAAAA." Teriak Rudy lalu ia pun tidak sadarkan diri.
Di alam bawah sadarnya, ia terbangun di ruangan yang sangat gelap disana.
"Dimana ini, apa aku sudah buta sekarang, kenapa aku tidak bisa melihat apapun." Kata Rudy dengan kebingungang.
Tiba-tiba TING. Sebuah cahaya bersinar di atas ruangan itu. TING TING TING.
"Aah, apa itu.? Sebuah bintang.? Dimana aku sekarang.? Dan kenapa aku jadi telanjang bulat seperti ini."
Sebuah bintang bermunculan di atas ruangan gelap itu. Dan bintang-bintang itu berjumlah sangat banyak sekali, bahkan bintang-bintang itu terus bermunculan di atas Rudy.
Mungkin jumlahnya sekitar ratusan ribu bintang. Dan tiba-tiba tubuhnya bercahaya.
"Apa ini.?"
...
Di lantai 635, Emma masih disana menunggu Rudy kembali. Dia menunggu Rudy begitu lama dengan sedih.
"Aku juga sama sepertimu Rudy, aku hanya ingin hidup dengan tenang dan bermasyarakat. Kau tidak tau apa yang sudah kita alami saat itu." Kata Emma dengan menangis sendirian di sana.
Tiba-tiba, tubuhnya bercaha dan melayang ke atas. "Heh.? Apa yang sudah terjadi.? Apa Rudy sudah mencapai tingkat Dewa. Aku terlalu sedih di tinggalkan olehnya, sampai aku tidak sempat melihat kekuatanku sendiri."
Lalu, Emma pun di bawah ke alam bawah sadarnya.
...
__ADS_1