
Di dalam ruangan rapat istana kerajaan. Rudy masih mengintrogasi sang Raja.
"Penindasan apa.? Aku tidak pernah menindas rakyatku sendiri." Kata Raja Eden.
"Bahkan kau masih belum paham maksudku. Kau memang tidak perlu turun tangan secara langsung untuk menginjak-injak mereka. Dan kau memang tidak merasa sedang memukul mereka. Yang aku katakan dari tadi adalah, sistem kerajaanmu itu sudah menindas rakyat kecil." Saut Rudy.
"Sistem kerajaan Alden sudah ada sejak jaman dahulu, dan itu sudah melekat dalam pikiran orang-orang. Tidak mudah merubah sistem kerajaan, karena sistem itu di buat untuk melindungi manusia dari serangan hewan iblis. Sejak dulu, manusia memang harus bertahan hidup dan membuat peradapan untuk melindungi ras kita." Kata Raja Eden.
"Ah, jadi begitu. Lalu, jika manusia itu tidak berguna bagi manusia lain, kalian harus membuangnya dan penindasnya.?" Saut Rudy.
"Itu sudah pantas bagi mereka. Untuk apa mereka harus hidup jika mereka tidak bisa melindungi manusia lain.? Kekuatan adalah harta yang paling berharga dari pada uang." Jawab Raja Eden.
"Kau melihat rakyat jelata seperti melihat seekor semut yang mudah di injak. Bahkan kau tidak pernah tau kehidupan mereka. Bagiku, kemampuan adalah harta paling berharga dari pada kekuatan." Saut Rudy.
"Kau bahkan tidak tau kemampuan para bangsawan. Mereka lebih unggul dari pada rakyat jelata." Kata Raja Eden.
"Ah, kau benar. Mereka sangat mampu untuk menyetorkan nyawa rakyat jelata. Kemampuan yang ku maksud adalah kemampuan bertahan hidup di dunia ini. Itu lebih mengerikan dari pada kekuatan." Saut Rudy.
"Apa maksudmu.?" Tanya Raja Eden.
"Lihat mereka, apa kau sadar, mereka semua adalah rakyat jelata yang memiliki kemampuan bertahan hidup, bahkan mereka mampu memakan makanan yang ada di tong sampah. Apa kalian memiliki kemampuan seperti itu.? Kemampuan itu menimbulkan keinginan, dan keinginan menimbulkan kebiasaan, lalu kebiasaan akan menimbulkan karakter dan sifat seseorang, dari karakter itu akan menimbulkan kenyataan." Jawab Rudy.
Raja Eden dan lainnya hanya terdiam mendengarkan perkataan Rudy.
"Apa kau tau itu bodoh.?" Saut Rudy.
"Aku masih belum paham dengan maksudmu." Saut Raja Eden.
"Hm. Jika kalian memiliki kemampuan, tapi kalian tidak memiliki keinginan, apa kebiasaan itu akan muncul.? Justru Kalian tidak akan menemukan kenyataan yang kalian inginkan. Apa kau sudah paham.?" Kata Rudy.
"Jadi maksudmu adalah kenyataan itu akan muncul jika kita memiliki keinginan.?" Tanya Raja Eden.
"Akhirnya kau paham." Jawab Rudy.
"Lalu, kenapa keinginanku tidak tercapai.? Bahkan kenyataannya sekarang kami sudah di kalahkan olehmu." Tanya Raja Eden.
"Karena kau tidak memiliki kemampuan. Keinginanmu itu sudah melebihi kemampuanmu. Jika kau merasa mampu menyingkirkan kami, sudah pasti kenyataan yang kau inginkan pasti terjadi." Jawab Rudy.
"Ha.?" Saut Raja Eden dengan terkejut.
"Apa kau paham sekarang.?" Tanya Rudy.
"Aku punya pertanyaan untukmu." Saut Raja Eden. Dan Rudy hanya terdiam sambil menatap Eden dengan serius.
"Bagaimana caranya meningkatkan kemampuan itu.?" Tanya Raja Eden.
"Sudah pasti kau harus punya Tujuan." Jawab Rudy.
"Ha.?" Eden pun tercengang mendengarkan jawaban itu.
"Sudahlah, aku sudah mendengarkan penjelasanmu itu. Kau hanya manusia serakah yang menginginkan kekuatan, tujuanmu sendiri adalah berdiri di atas segalanya. Dan kau tidak akan mampu mencapainya. Mulailah dengan keingingan kecil yang kau sendiri mampu mengapainya." Kata Rudy sambil berjalan ke arah Emma.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya orang itu.? Kata-katanya membuatku terkejut." Saut Eden dengan tercengang sambil melihat Rudy berjalan.
"Rudy." Saut Raja Eden. Rudy pun berhenti seketika.
"Menurutmu, kemampuan apa yang bisa aku lakukan.?" Tanya Raja Eden.
Rudy pun menoleh kebelakang.
"Tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kau inginkan. Dan ukur keinginanmu itu dengan kemampuanmu. Lalu, tentukan tujuanmu, kau pasti akan mendapatkan kenyataan itu." Jawab Rudy.
"Keinginan yang sebenarnya.?" Kata Raja Eden dalam hatinya.
Ia pun di bawa ke masa lalunya. Ingatan yang menyedihkan dan penyiksaan yang ia terima selama hidupnya. "Aku sudah tersiksa selama itu, penyiksaan tanpa henti yang dilakukan Raja sebelumnya, dan dia adalah ayahku sendiri."
...
"Bangunlah Emma. Kita selesai sampai disini." Kata Rudy sambil mengoyangkan tubuh Emma.
"Emmm, Aku masih mengantuk Rudy. Biarkan aku tidur sebentar." Saut Emma yang masih memejamkan matanya.
"Kita kembali sekarang." Kata Rudy.
"Kembali.? Kemana kita kembali.?" Tanya Emma.
"Sudah tentu ke alam liar." Jawab Rudy.
"Apa kau sudah selesai dengan urusanmu.? Bagaimana dengan Raja itu.?" Tanya Emma.
"Lalu, apa keputusanmu.? Apa kau sudah membuat serikat dengan kerajaan ini.?" Saut Emma.
"Sepertinya situasi disini sudah berubah, kita lakukan lain waktu saja." Jawab Rudy.
"Hm, baiklah kalau begitu." Jawab Emma sambil duduk.
"Aku akan membangunkan yang lainnya." Kata Rudy sambil menghampiri Marco.
"Tunggu Rudy." Saut Raja Eden.
"Hm. Ada apa.?" Tanya Rudy.
"Biarkan mereka tertidur disana, aku tidak akan menganggu mereka. Lalu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu." Jawab Raja Eden.
"Apa yang ingin kau bicarakan.? Urusan kita sudah selesai, dan aku sudah tidak percaya lagi pada kalian." Saut Rudy.
"Ini menyangkut tujuanku. Sudah jelas akan menyangkut seluruh kerajaan. Dan Aku ingin mendiskusikan ini padamu." Kata Raja Eden.
"Aku sudah tidak tertarik berdiskusi denganmu. Kami akan pergi dari sini." Suat Rudy.
"Rudy, bagaimana caranya menghilangkan penindasan.?" Tanya Raja Eden.
Rudy pun langsung terkejut dengan perkataan Raja Eden.
__ADS_1
"Bagaimana caranya agar manusia bisa bertahan.? Aku ingin mendengarkan pendapatmu. Tujuan ku adalah, merubah sistem kerajaan yang tidak pernah di rubah sejak kerajaan ini berdiri." Kata Raja Eden.
"Kau memikirnya dengan cepat." Saut Rudy.
"Apa yang terjadi Rudy.?" Tanya Emma.
"Sepertinya aku tertarik." Jawab Rudy. "Hm.?" Saut Emma.
...
Mereka pun berdiskusi di atas meja yang sudah terbelah. Marco dan Lilia juga ikut berdiskusi disana.
"Sebelumnya, aku minta maaf kepada kalian atas penghianatan kami. Aku melakukannya karena ingin menaklukan dungeon yang masih belum pernah terselesaikan sebelumnya." Kata Raja Eden.
"Hanya itu alasanmu.?" Tanya Rudy.
"Dungeon merupakan harta karun bagi manusia yang memiliki kekuatan, sudah tentu, orang sepertiku sangat tertarik dengan dungeon. Tidak hanya uang yang kami dapatkan, tapi kekuatan kami juga akan meningkat." Jawab Raja Eden.
"Kau tergila-gila dengan kekuatan. Lalu, apa maksudmu dengan menghilangkan penindasan.?" Tanya Rudy.
"Ah, aku ingin melakukannya, tapi aku tidak tau apa yang harus aku lakukan." Jawab Raja Eden.
"Mulailah dengan sistem pendidikan terlebih dahulu. Bangunlah cabang Akademi yang lebih banyak lagi, lalu, hapus status sosial di akademi. Sudah pasti rakyat jelata yang tidak memiliki apa-apa bisa belajar disana." Kata Rudy.
"Tapi Rudy, itu akan menjadi perundungan di dalam Akademi. Apa tidak sebaiknya kita memisahkan tempat Akademinya.?" Saut Emma.
"Hm, kau benar juga. Itu akan menjadi kompetisi yang adil. Mungkin kasta tempat sekolah akan terlihat setelah ini." Kata Rudy.
"Ah, jadi kita harus membangun Akademi sebanyak-banyaknya.?" Tanya Raja Eden.
"Benar, kalian tidak bisa membiarkan rakyat kalian menjadi bodoh selamanya. Kau sendiri sudah melihat aksi Rin saat melawan puluhan prajurit elit. Dan Rin mampu mengalahkan mereka sendirian, padahal para prajurit itu adalah lulusan dari Akademi Rousen. Asalkan mereka mendapatkan pendidikan, aku yakin kerajaan akan semakin kuat, dan rakyat juga merasakan dampaknya." jawab Rudy.
"Em, baiklah. Apa kau bisa mengurusnya Rewin.?" Tanya Raja Eden.
"Asal ada dukungan dari rakyat, aku sanggup mengurusnya." Jawab Rewin.
"Baiklah, masalah pendidikan selesai. Lalu apa selanjutnya.?" Tanya Raja Eden.
"Selanjutnya adalah buatlah parlemen. Sistem negara tidak akan berjalan jika tidak ada parlemen dan konstitusi. Aku ingin merubah sistem diktator menjadi demokrasi. Sudah pasti, rakyat harus membuat sebuah partai politik untuk mencalonkan diri sebagai dewan." Jawab Rudy.
"Heee.???" Semua orang disana sangat kebingungan dengan perkataan Rudy.
"Apa maksudnya Rudy.? bahkan aku baru mendengarnya." Kata Emma.
"Kami tidak mengerti apa maksudmu.? Apa itu parlemen dan partai.?" Tanya Raja Eden.
"Apa sistem itu bisa di gunakan untuk membunuh hewan iblis.?" Tanya Anna.
"Ah, aku lupa dengan itu. Sebaiknya di rubah dengan yang lebih sederhana saja." saut Rudy dalam hati.
"Hoaaam." Suara Marco yang menguap.
__ADS_1
...