
Rudy dan lainnya pun berjalan menuju benteng selatan kerajaan Alden. Namun, mereka berempat selalu di hadang oleh kawanan hewan iblis yang selalu datang.
SRAK. "Hem, mereka semua tidak ada habisnya." Kata Marco yang membunuh hewan iblis.
"Apa kau tau sesuatu dengan kondisi ini Emma.?" Tanya Rudy.
"Sebenarnya mereka ingin berpindah tempat kedalam dungeon yang sudah kosong." Jawab Emma.
"Apa maksudmu.?" Tanya Rudy.
"Apa kau tidak sadar Rudy, kau sudah membunuh semua hewan iblis di dalam dungeon biasa dan Normal. Bahkan kalian bertiga berhasil keluar hidup-hidup dari dalam dungeon Hell. Sudah pasti hewan iblis ingin menempati tempat seperti neraka itu." Jawab Emma.
"Lalu kenapa mereka berkeliaran disini.?" Tanya Lilia.
" Karena aku membuka portal masuk di area sini, sudah sewajarnya mereka mencari tempat masuk." Jawab Emma.
"Em, jadi seperti itu." Saut Marco.
"Lalu, apa yang sebenarnya mereka cari di dalam dungeon itu.?" Tanya Rudy.
"Tentu saja energi alamnya Rudy. Tempat yang sudah kosong itu memiliki energi alam yang sangat berlimpah. Apalagi tidak ada penghuni didalam sana, tempat seperti itu adalah idaman bagi para hewan iblis." Jawab Emma.
"Bagaimana cara mereka menemukannya.? Melihat kau sendiri yang membuat portal masuk." Tanya Lilia.
"Mereka tidak akan menemukan tempat itu, aku sendiri tidak tau tempat dungeon itu." Jawab Emma.
"HEEE.?" Teriakan mereka bertiga yang terkejut.
"Lalu, kenapa kau bisa membuat portal masuk kedalam dungeon itu.?" Tanya Rudy.
"Aku hanya di berikan akses oleh sang Dewa, tempat dungeon yang sebenarnya, aku tidak tau dimana. Mungkin ada di belahan dunia ini, atau di ujung dunia ini. Aku tidak tau." Jawab Emma.
"Hem, lalu, bisakah kau menceritakan kenapa kau menghilang waktu itu.?" Tanya Rudy.
"Sebenarnya, aku tidak menghilang Rudy." Jawab Emma.
"He.? Jadi kau masih berada di dalam tubuhku.?" Tanya Rudy.
"Tidak, saat setelah kalian masuk kedalam dungeon Hell, jiwaku di tarik oleh tubuh ini. Jadi selama kalian berada di dalam dungeon, aku berada di dalam tubuh ini." Jawab Emma.
"Jadi, jika kami mati di dalam sana, apa kau juga terjebak di dalam tubuhmu ini" Tanya Rudy.
"Itu benar. Dan asal kau tau, tubuh ini adalah tubuhku yang sebenarnya." Jawab Emma.
"Eh.? Apa maksudmu Emma.?" Tanya Marco yang penasaran.
"Mungkin kalian berdua tidak tau, tapi aku sudah pernah bercerita pada Rudy, kalau aku adalah seorang manusia pada jaman dulu, dan salah satu pahlawan dunia ini." Jawab Emma.
Mereka bertiga hanya terkejut dan menelan ludah.
"Apa maksudmu karena perang terakhir antara manusia dengan hewan iblis.?" Tanya Rudy.
"Yup, kau masih mengingatnya Rudy. Sebenarnya akulah satu-satunya manusia yang bertahan dari serangan hewan iblis pada saat itu, dan satu-satunya orang yang memiliki kekuatan sihir tingkat expert." Kata Emma.
"Tubuhku merinding mendengarnya." Kata Marco.
"Emma. Apa kau bercanda. Lalu kenapa populasi manusia sekarang sangat banyak.?" Tanya Rudy.
__ADS_1
"Kau melupakan ceritaku Rudy. Perang itu terjadi dua kali pada saat kejadian puluhan ribu tahun yang lalu. Sang Dewa menghidupkan hewan iblis, dan menanamkan kekuatan sihir kepada semua orang pada jaman itu. Kau tau yang di tanamkan oleh sang Dewa adalah item Resorruction Magic." Jawab Emma.
"Itu mustahil, jadi mereka di hidupkan dan di bangkitkan secara bersamaan." Kata Rudy.
"Pada perang pertama, semua manusia di musnahkan oleh hewan iblis, dan hanya aku yang selamat. Aku membawa semua jasad teman-temanku di sebuah batu besar, dan aku memohon kepada Dewa untuk menghidupkan mereka kembali." Kata Emma.
"Kau bercerita sangat jauh Emma, itu membuatku merinding." Saut Rudy.
"Saat perang kedua berlangsung. Kita manusia yang hidup pada jaman itu membasmi hewan iblis secara perlahan, dan manusia berkembang biak dengan sendirinya." Kata Emma.
"Jadi, kau sendiri sudah punya keturunan.?" Tanya Rudy dengan terkejut.
"Em, apa kau cemburu Rudy.? Hihi." Saut Emma
"Beritahu kami lebih banyak Emma." Kata Lilia.
"Manusia berkembang biak dan mati karena umur. Hanya aku yang tidak pernah di sentuh oleh laki-laki. Dewa pun mengambil jiwaku saat aku masih muda, dan mengawetkan tubuhku di dalam sebuah sell. Apa kau puas Rudy, bahkan pelukan pertamaku adalah denganmu" Kata Emma.
"Em, Emma." Saut Rudy.
"Kenapa Dewa mengambil jiwamu Emma.?" Tanya Marco.
"Pertanyaan bagus. Karena aku adalah satu-satunya manusia yang di berikan keabadian oleh Dewa. Jiwaku kembali saat Rudy datang ke dunia ini." Jawab Emma.
"Ah, jadi kau sudah pergi dari dunia ini sangat lama.?" Tanya Rudy.
"Itu benar Rudy, aku bertemu dengan sang Dewa bersama dengan Jiwamu waktu itu. Dan aku di berikan pengetahuan lebih untuk membimbingmu." Jawab Emma.
"Untuk apa sang Dewa menyuruhmu untuk membimbingku.?" Tanya Rudy.
"Apa maksudmu Emma.?" Tanya Rudy.
"Dunia ini di huni oleh 2 Ras. Manusia dan Hewan iblis. Mereka seharusnya hidup berdampingan, bukan bermusuhan. Tapi karena sikap serakah dari manusia, dan sikap kekejaman dari hewan iblis, mereka semua saling berburu satu sama lain." Jawab Emma.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan.?" Tanya Rudy.
"Aku sendiri tidak tau Rudy. Yang pasti, sang Dewa bilang padaku, tidak ada tugas, dan tidak ada misi untukmu. Keinginanmu adalah misimu. Mungkin sang Dewa ingin kau mencarinya sendiri, apa yang di butuhkan Dunia ini." Jawab Emma.
"Aku sendiri tidak tau apa yang harus aku lakukan." Saut Rudy.
"Yang pasti, apapun yang kau lalukan sekarang, aku akan berada di sisimu Rudy." Kata Emma.
"Ah, kami juga akan membantumu." Kata Marco.
"Aku juga akan selalu mengikutimu Rudy. Hihi." Saut Lilia.
"Em, terimakasih teman-teman." Kata Rudy.
Mereka berempat pun sampai di depan gerbang benteng selatang kerajaan Alden.
"Akhirnya kita sampai disini." Kata Rudy.
"Berhenti di tempat." Teriak penjaga gerbang.
"Sepertinya sangat sulit untuk masuk kedalam." Saut Rudy.
"Sudah sewajarnya mereka bersikap seperti itu, melihat hewan iblis yang berkeliaran sangat banyak di sekitar sini." Kata Emma.
__ADS_1
Penjaga gerbang pun mendekat kepada mereka berempat.
"Siapa kalian.? Dari mana kalian berasal.? lalu tunjukan identitas kalian." Kata penjaga gerbang.
"Pertanyaannya sangat banyak sekali." Kata Marco.
"Tuan, kami sebenarnya warga kerajaan Alden, hanya saja kami keluar benteng sejak 6 tahun yang lalu. Jadi kami masih belum punya identitas." Kata Rudy.
"Haa.?" Penjaga itu pun sangat terkejut.
"Jangan bercanda, mana mungkin kalian bisa bertahan di luar sana." Kata Penjaga itu.
"Kami cukup kuat untuk melawan beberapa hewan iblis di sana Tuan." Kata Lilia.
"Tuan, kami terjebak di luar sana dan terus mencari perlindungan dari satu tempat ke tempat lain. Sampai akhirnya kami sampai disini." Kata Marco.
"Kalian harus tau, gerbang ini sudah di tutup sejak 6 tahun yang lalu. Dan tidak ada seorang pun yang masuk kedalam benteng ini sejak saat itu." Kata Penjaga itu.
"Negosiasimu sangat lama Rudy." Kata Emma sambil mengeluarkan beberapa koin emas.
"Berikan kami akses masuk kedalam Tuan, kami sudah bosan tinggal di alam liar." Kata Emma sambil memberikan beberapa koin emas kenapa penjaga gerbang.
...
"Ini, koin emas yang sangat banyak. Mana mungkin aku menolaknya." Kata Penjaga gerbang itu dalam hati.
...
"Kau pintar sekali bernegosiasi nona. Baiklah, rahasiakan ini kepada semua orang. Mungkin hari ini adalah hari keberuntungan kalian." Kata Penjaga gerbang itu sambil membuka pintu gerbang.
"Kau yang beruntung Tuan." Kata Emma.
Mereka berempat pun berhasil masuk kedalam benteng dengan uang suap.
"Tidak habis pikir, ternyata cara itu juga berpengaruh di dunia ini." Hata Rudy dalam hati
"Disini terlihat sangat sepi, apa penjaga gerbang hanya satu orang saja.?" Tanya Marco.
"Ah, kebetulan sekali, sekarang ada festival penyambutan kedatangan sang Raja di alun-alun kota. Jadi semua petugas dan perwira datang keasana." Kata penjaga gerbang itu.
"Baiklah, aku bantu untuk menutup gerbangnya." Kata Marco sambil menarik gerbang ke bawah.
"Ambil ini untuk jajan." Kata Lilia sambil memberikan beberapa ratus koin emas kepada penjaga.
"Ah, baik, terimakasih nona, terimakasih banyak." Saut Penjaga gerbang itu.
KRIIEET. Gerbang pun di tutup. Dan mereka berempat melihat pemandangan desa dan kota di dalam benteng.
"Ini tidak seperti yang aku pikirkan. Tempat ini sangat bagus." Kata Rudy.
"Ini jauh lebih maju dari terakhir kali aku hidup disini." Kata Marco.
"Mari kita lihat-lihat kedalam Rudy." Kata Emma sambil berjalan kedepan.
"Ah baiklah." Saut Rudy.
...
__ADS_1