Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 85 - Mengagumkan.


__ADS_3

Suasana pesta disana sangat berantakan, namun masih ada beberapa orang yang berada di dalam sana.


"Kenapa Leo bertarung dengannya.?" Tanya Raja Eden dengan terkejut


"Kau akan mendengarkannya setelah ini." Jawab Rudy sambil melihat Marco dan Rin menghampirirnya.


"Rin, apa yang kau lakukan.?" Tanya Lilia.


"Aku di cekik olehnya kak, bahkan aku hampir mati disana. Jadi aku memukulnya." Jawab Rin.


"Kenapa kau di cekik.?" Tanya Lilia.


"Aku tidak sengaja menabraknya, lalu aku di anggap penyusup." Jawab Rin.


"Baiklah, apa kau baik-baik saja sekarang.?" Tanya Lilia.


"Aku masih merasakan sakit di leherku." Jawab Rin.


"Ah, nanti kakak sembuhkan." Saut Lilia.


"Kau sudah mendengarnya.? bahkan ada bekas merah di lehernya." Kata Rudy.


"Ah Rudy aku minta maaf, aku tidak tau kalau panglima itu ceroboh." Saut Raja Eden.


"Itu yang aku katakan dengan penindasan. Apa kau sudah melihatnya sendiri sekarang. Ini hanya sebagian contoh kecil, jika kau keluar dari istana, kau akan melihat yang lebih parah lagi. Dan Jika kau bergabung dengan Royal Unity, aku tidak ingin mendengar kejadian seperti ini." Kata Rudy dengan serius.


Semua Raja disana pun hanya menelan ludah mendengarkan perkataan Rudy.


"Baik Rudy, aku akan segera merevisi aturan kerajaan. Jadi maafkan sikap kami." Kata Raja Eden dengan panik.


"Hm. Bahkan sekelas Panglima Tertinggi sekalipun kalah dengan bocah ingusan." Kata Rudy.


"Ah, aku juga sangat terkejut melihatnya." Kata Raja James.


"Dia adalah rakyat jelata yang disia-siakan, Aku membawanya dari sana dan merawatnya. Jika kalian peduli dengan rakyat jelata sepertinya, sudah berapa banyak kekuatan kerajaan yang kau punya. Bahkan dia adalah anak paling jenius dari pada bangsawan disini, apa kau hanya menilai kekuatan dari status sosial.? Kalian tidak tau kemampuan rakyat jelata di luar sana." Kata Rudy.


Semua orang disana hanya tercengang mendengar perkataan Rudy, bahkan Luciana disana juga sangat tekejut.


"Dia berbicara dengan fakta. Apa itu yang membuat Marco benci padaku." Kata Luciana.


"Aku dengar, kau membuat aturan untuk rakyat jelata. Siapa pun yang masuk kedalam istana, dia akan di bunuh disini. Tentu saja yang masuk adalah rakyat jelata." Kata Rudy dengan serius.


"Ah, itu benar. Kami hanya membatasi kehidupan kami." Saut Raja Eden.


"Baiklah, apa kau akan membunuhku.? Aku adalah rakyat jelata seperti mereka. Jika kau mentaati peraturan kerajaan, kau harus membunuh kami. Benarkan.?" Kata Rudy dengan tatapan tajam.


"Bukan hanya kekuatannya saja yang di rumorkan sangat kuat, tapi pengetahuan dan kepintarannya juga sangat cerdas." kata Raja Winston dengan terkejut.


"Itu," Kata Raja Eden dengan gugup.

__ADS_1


"Anda membuat keributan lagi dengannya Yang Mulia." Kata Anna yang tiba-tiba datang bersama Rewin dan Carlin.


"Anna.?" Saut Raja Eden.


"Perkataan Rudy benar, kami sepakat dengannya. Jika aturan itu tetap ada, mungkin manusia yang hidup didalam tembok semakin berkurang." Kata Carlin.


"Benar Yang Mulia, jika kita berhasil mendidik mereka, kerajaan akan semakin kuat." Kata Rewin.


"Kalian, apa kalian sudah sadar dengan itu.?" Kata Raja Eden.


"Kami sudah membahasnya bersama Nona Lilia. Dan aku sangat kagum dengan kepemimpinan Rudy. Kami siap bekerja untuk merubah sistem kerajaan setulus hati." Kata Carlin.


"Baiklah, jika kalian mendukung program ini, aku tidak perlu repot-repot menjelaskannya. Terimakasih sudah mengerti." Kata Raja Eden.


"Jadi, jika kalian para Raja yang ingin bergabung dengan Royal Unity, kalian harus merubah sistem kerajaan, jika tidak, kami tidak bisa menerima kalian." Kata Rudy.


"Itu adalah sistem terbaik yang pernah aku dengar Tuan." Kata Raja Winston.


"Aku bahkan tidak pernah berfikir sampai kesana." Kata Raja James.


"Baiklah, renungkan lagi untuk bergabung dengan kami. Yang pasti, kalian sudah melihat faktanya sendiri sekarang." Kata Rudy sambil mengambil kue disana.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin." Kata Raja Winston.


"Oke, sampai ketemu besok siang. Aku akan undur diri." Kata Rudy sambil berjalan keluar dari sana, dan diikuti oleh Rin dan Lilia.


"Saya juga undur diri Yang Mulia." Kata Emma sambil berjalan mengikuti Rudy.


"Kita bisa bertemu besok pagi, kau tidak perlu khawatir." Kata Emma.


"Baiklah." Saut Luciana. Lalu ia melihat Marco dengan kesal.


"Sampai detik ini, aku masih tidak percaya dengan kalian." Kata Marco dengan kesal sambil berjalan mengikuti Rudy.


"Aah." Saut Raja Eden.


"Mereka benar-benar sangat luar biasa." Kata Ryan dalam hati.


...


Beberapa saat kemudian. Di ruang pesta, para Raja dan keluarganya masih berbincang di dalam sana.


"Aku merinding mendengarkan ucapannya Eden." Kata Winston.


"Dia memang seperti itu, sangat perduli dengan semua manusia yang hidup saat ini. Tidak peduli manusia itu adalah rakyat jelata maupun bangsawan, Rudy ingin melindungi semuanya." Kata Raja Eden.


"Sepertinya keputusan kami untuk bergabung dengan Royal Unity sangat tepat." Kata Winston.


"Kau benar, kerajaan kita akan sejahtera jika kita mengikuti Royal Unity. Mereka tidak bisa di anggap remeh." Kata Eden.

__ADS_1


"Tidak hanya kekuatannya saja yang sangat kuat, mereka juga sangat cerdas." Kata Winston.


"Sepertinya aku harus cepat bergabung dengan kalian." Kata Raja James.


"Sebaiknya seperti itu. Tapi jangan berharap, kau bisa mengikat mereka dengan hubungan pernikahan. Kalian akan hancur jika mencobanya." Kata Raja Eden dengan serius.


"Ah, sebenarnya tadi aku sudah menyuruh Ryan untuk mendekati Wakil Pimpinan." Kata Raja James.


"Putri Emma memang sangat cantik, tapi jika kau berani mendekatinya, kau harus berurusan dengan Rudy. Mereka berdua tidak bisa terpisahkan satu sama lain. Bahkan Rudy sekalipun tidak bisa mendekati wanita lain. Pikirkanlah dengan baik-baik." Kata Raja Eden.


"Ah, kau benar. Sebaiknya aku harus hati-hati mulai sekarang." Kata Raja James.


"Aku sendiri ingin menjalin hubungan dengan mereka lebih dalam lagi, tapi sepertinya Putriku menyinggung perasaan mereka." Kata Raja Eden.


"Apa kau mencoba mendekati Panglimanya.?" Tanya Raja James.


"Benar James, tapi aku tidak memaksa Luciana untuk mendekatinya." Jawab Raja Eden.


"Lalu, bagaimana dengan rencana perjodohan kita.?" Tanya Raja James.


"Sudah aku bilang, aku tidak bisa memaksa Luciana untuk memilih pasangannya. Aku memberikan kebebasan padanya untuk mencari calon suaminya sendiri, meskipun orang itu rakyat jelata sekali pun." Jawab Raja Eden.


"He." Saut Luciana dengan terkejut.


"Apa yang kau pikirkan. Apa kau akan merusak nama baik keluarga kerajaan.?" Saut Raja James.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan, jika mereka sudah meresmikan Royal Unity, kedudukannya lebih tinggi dari pada seorang Raja. Apa kau masih menganggap mereka sebagai seorang rakyat.? Justru kitalah rakyat mereka." Kata Raja Eden.


"Aku tau itu, tapi mereka sudah mengakui sebagai rakyat jelata." Kata Raja James.


"Kau masih belum paham dengan status mereka. Royal Unity bukanlah orang-orang rendahan. Apa kau sendiri sudah tau dengan kemampuan dan cara berfikirnya.? Apa kau pernah menemukan orang seperti mereka di antara rakyat jelata di kerajaanmu.? Bahkan seorang Raja sekalipun, tidak akan sanggup memikirkan seluruh manusia." Kata Raja Eden.


"Kau benar Eden. Kami juga tidak akan bertemu orang seperti mereka." Kata Raja Winston.


Tiba-tiba, prajurit kerajaan datang menghampiri mereka.


"Lapor Yang Mulia." Kata prajurit itu.


"Ada apa.?" Tanya Raja Eden.


"Kami sudah menangkap semua penyusup. Jumlah mereka ada 12 orang. Kami sudah mengamankan mereka semua." Kata Prajurit itu


"Apaa.?" Saut Raja Eden dengan terkejut.


"Hahaha, sangat beruntung sekali, jika mereka tidak membuat keributan di dalam sini, mungkin prajurit kerajaan tidak tau ada penyusup yang sebenarnya." Kata Carlin dengan tertawa.


"Mungkin ini bukan sebuah kebetulan." Kata Raja Winston.


"Bawa penyusup itu kedalam penjara. Dan introgasi mereka, apa tujuan mereka.? Lalu jangan sampai kita salah tangkap." Kata Raja Eden.

__ADS_1


"Laksanakan perintah." Kata prajurit itu sambil berlari keluar istana.


...


__ADS_2