Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 121 - Derasnya Air Hujan.


__ADS_3

Di tempat sebuah lembah gunung yang sangat luas. Pasukan Neverland berjalan melewati lembah itu sambil menyeret para tawanan.


Mereka semua berjalan di bawah air hujan yang sangat deras. Para tawanan disana, di paksa untuk berjalan dengan tubuh yang sudah tak berdaya.


"Hos hosh." Suara prajurit overlord yang terengah-engah. Bruk tubuhnya pun terjatuh dengan sendirinya.


"Bajingan ini." Buok. "Berdiri bangsat." Buok Buk.


"Uh, arrgh."


"Aku bilang berdiri." BUOOK. "AARGH." Prajurit itu pun langsung pinsan di tempat.


"Haaaah. Bajingan ini, kenapa dia pinsan disini." saut Prajurit Neverland.


"Seret saja dia. Kita di perintahkan untuk tidak meninggalkan seorang pun disini. Dan kita juga di larang untuk membunuh mereka." kata prajurit lainnya.


"Merepotkan sekali. Aku harap di mati saja." kata prajurit itu.


"Hosh, Para bajingan ini, memperlakukan tawanan seperti seorang budak." saut Silvi.


"OE. Berdiri bajingan." teriak prajurit lainnya di barisan depan.


"Bun, bunuh saja aku." saut tawanan disana.


Buook. "Bangsat, berdiri kau."


Di bawah derasnya hujan, para tawanan disana sudah tidak kuat lagi berjalan. Bahkan mereka di seret menggunakan tali dan di tarik menggunakan kuda.


....


Di sisi lain. Pasukan Kavaleri, sudah hampir sampai di pintu keluar lembah.


DRAP DRAP DRAP DRAP.


"Prajurit, berhentiii." teriak Jack sambil mengepalkan tangannya.


"Ada apa Jendral.?" tanya salah satu Kapten disana.


"Kita berhenti dulu disini. Dan amati semua sisi tebing gunung." saut Jack.


"Jendral, kita tidak bisa melihat apa-apa. Hujan ini menutupi pandangan, apalagi kabut gunung turun kebawah sini." kata Kapten itu.


"Hm, buat formasi bertahan. Jangan sampai ada pasukan musuh yang menerobos kesini." kata Jack.


"Laksanakan perintah." saut Kapten itu sambil pergi menjauh sana.


"Bentuk Formasi Bertahan. Awasi setiap sisi." teriak kapten itu.


...


"Apa bantuan mereka akan datang kesini.? Hm, tempat ini harusnya sangat strategis untuk menyerang kami." saut Jack.


...


Di atas udara.


Rudy dan Marco terbang dengan kecepatan tinggi. Mereka menerobos air hujan yang sangat deras.


WOOOSSS.


"Rudyyy.??" teriak Marco.


"Apaaa.??" teriak Rudy sambil memperlambat lajunya.


"Ada apa Marco.?" tanya Rudy.


"Apa kau tau tempat mereka.? Kabut disini menutupi pandangan. Bahkan aku tidak tau kita terbang seberapa tinggi." saut Marco.

__ADS_1


"Kita hanya mengikuti peta disini." saut Rudy.


"Apa kau yakin mereka masih berada di perbatasan.?" tanya Marco.


"Aku sendiri tidak yakin. Tapi apa salahnya jika kita memeriksannya kesana.?" saut Rudy.


Lalu. Wung Wung. peta mereka menunjukkan energi manusia yang sangat banyak di depannya.


"He.?" saut Rudy.


"Sepertinya mereka ada di depan sana." saut Marco.


"Kita periksa saja kesana. Jumlah ini cukup banyak, mungkin sekitar 50rb orang." kata Rudy sambil bergerak menuju lembah gunung.


"Baiklah." saut Marco sambil mengikuti Rudy.


...


Di tempat Teo berada.


Pasukan Neverland berjalan secara perlahan, karena mereka mengikuti ritme para tawanan. Dan di sela-sela perjalanan mereka, Teo merasakan energi sihir yang sangat kuat di depannya.


"Energi ini, sangat mirip dengannya. Apa hanya perasaanku saja" saut Teo


...


Lalu di depan lembah gunung. Dom. Dom. Rudy dan Marco pun mendarat di atas bukit.


"Mari kita lihat orang-orang itu." saut Rudy sambil berjalan ke tepi tebing.


"Jumlah mereka banyak juga, apa mereka pasukan kerajaan.?" tanya Marco.


"Jika mereka pasukan kerajaan, harusnya mereka tidak disitu. Sepertinya itu adalah pasukan Neverland." jawa Rudy.


"Lalu, apa perintahmu.?" saut Marco.


"Kita harus melawannya bukan. Mereka adalah musuh, dan sekaligus pasukan pemberontak." kata Rudy.


"Aku juga masih belum pernah membunuh manusia. Tapi aku sudah sering melihat mereka saling membunuh. Kau harus menguatkan mentalmu Marco, ini adalah perang. Pilihannya ada dua, kau membunuh mereka, atau kau pergi dari sini." kata Rudy.


"Harusnya ada pilihan ketiga dan empat." saut Marco.


"Tidak ada, hanya dua itu saja." kata Rudy.


"Hm. Kau memang ingin membunuh mereka kan.?" tanya Marco.


"Huh, apa pilihan ketiga dan empat.?" saut Rudy.


"Pilihannya adalah, melumpuhkan mereka, atau menghancurkan koin mereka." kata Marco.


"Sama saja kau akan membunuh mereka. Sudahlah, kita bergerak sekarang. Ini perintah, tugas kita disini adalah menyelamatkan pasukan kerajaan, dan memenangkan perang. Terserah kau mau pilih jalan yang mana, asalkan jangan pilihan keempat. Kau akan membunuh pasukan kerajaan disana." kata Rudy.


"Hm, baiklah. Lalu dari mana kau tau kalau di antara mereka ada pasukan kerajaan." tanya Marco.


"Kau tidak punya pengalaman perang Marco. Jika melihat pasukan Neverland sudah sampai disini, artinya informasi yang di berikan Stevani adalah benar. Dan mereka pasti sedang menawan prajurit kerajaan." jawab Rudy.


"Baiklah, apapun itu. Aku hanya perlu menghajar mereka saja kan.?" saut Marco.


"Lakukan sesukamu. Kita kesana." kata Rudy.


...


Di tempat Jack berada.


Pasukannya sedang berpatroli dan mengelilingi lembah. dan Jack sendiri masih berada di atas kudanya sambil melihat kedepan.


"Sepertinya memang tidak ada prajurit musuh disini." saut Jack.

__ADS_1


Lalu. Tap tap tap. Terlihat seseorang yang berjalan menghampirinya.


"Hm.? Akhirnya mereka keluar dari tempat persembunyiannya." kata Jack dengan tersenyum.


"Pasukan, Formasi tempur." teriak Jack kepada pasukannya.


DRAP DRAP DRAP. Mereka pun membuat barisan penyerangan.


"Apa ada musuh Jendral.?" tanya Kapten disana.


"Lihatlah mereka di depan." saut Jack sambil melihat Rudy dan Marco yang sedang berjalan kerahnya.


"Hm.? Hanya dua orang.? Apa mereka warga sekitar Jendral.?" saut kapten.


"Aku sendiri ingin tau. Tetap waspada, trik seperti ini biasanya adalah jebakan." kata Jack.


"Baik Jendral." saut kapten.


Tak berlangsung lama, Rudy dan Marco pun sampai di depan Jack.


"Dimana tawanan perang.?" tanya Rudy.


"Siapa kalian.?" saut Jack.


"Kami.?" Tring. "Kami hanya rakyat biasa." jawab Rudy sambil mengeluarkan pedang Dewanya. SET.


"Pedang.? Rakyat biasa bajingan." saut Jack.


"MUSUUUUUH." Teriak Jack. Semua prajurit pun bersiap-siap menyerang. DTAP DRAP DRAP.


"Huh, terlalu lama untuk bersiap-siap." Deep. Marco pun langsung meloncat kearah Jack.


WOOSH. "Haa.??" Jack pun terkejut. Ia melihat tangan Marco yang sudah ada di depan wajahnya.


"Mustahil." BUOOOKKK. KRAK. "UAARgg." SWOOSH. Tubuhnya pun melesat kebelakang dengan sangat cepat. Brak brak brak BRDMMM.


"JENDRAAAAL.??" teriak Kapten dengan sangat terkejut. "Bajingan. SERAAAAANGG." Teriak kapten itu dengan sangat marah.


"Sebaiknya seperti itu." saut Marco.


DRAP DRAP. SWOOSH. SWOOSH. Para pasukan Kavaleri pun mengarahkan tombak mereka kepada Marco. Dan Marco pun bertarung sendirian disana.


DEEP. "Marco habisi sisi depan." teriak Rudy sambil menghempaskan pedangnya. SWOSS. Srak.


WUNG, SING SING SING. Suara ribuan dagger yang melayang ke atas langit.


"Serahkan padaku." saut Marco dengan serius.


"Akhirnya kau memilih pilihan pertama." saut Rudy. DEEP. Slash slash Srak.


"Uuh."."Aarrrgh." teriakan para pasukan Kavaleri yang terbunuh.


"Jadi, seperti ini rasanya membunuh manusia." saut Marco.


...


Dengan kondisi kabut yang cukup tebal, pasukan kavaleri juga kesulitan untuk melihat Rudy dan Marco.


"Dimana mereka.?" saut prajurit dengan ketakutan.


"Aargh."."ERRgh."."Aaaaah." teriakan dari balik kabut.


Prajurit itu pun hanya menelan ludah mendengar teriakan yang ada di mana-mana.


"Dimana, dimana mereka.?" Swoos.


"Dia disini." SRAAAK. kepalanya pun terpenggal. Buk.

__ADS_1


"Sepertinya di sini tidak ada para tawanan." Saut Rudy.


...


__ADS_2