
"Kalian bisa mencobanya. Bahkan aku sudah menambahkan fitur grup untuk berkomunikasi dengan lebih banyak orang." kata Rudy.
"Sebaiknya kalian bepencar. Dan cobalah untuk menghubungi kami." kata Emma.
"Ah, baiklah, aku akan mencobanya dulu." saut Lilia.
DEEP. Lilia pun pergi menjauh dari sana. Lalu, Tring.
Lilia : [Rudy, apa kau bisa dengar.?]
Rudy : [Aku mendernya. Bagaimana menurutmu.? Hebat bukan.?]
Lilia : [HEE.?? Ini benar-benar bisa bersuara. Aku bisa mendengarkanmu Rudy. Hebat sekali]
Rudy : [Baiklah, kembalilah kesini]
DEEP. "Ini benar-benar luar biasa Rudy. Hebat sekali." saut Lilia.
"Kalian juga bisa mencobanya nanti. Chip ini akan kita gunakan dalam strategi perang melawan Neverland. Meskipun kita nanti berpencar, kita masih bisa berkomunikasi secara langsung tanpa harus mengirimkan surat." kata Rudy.
"Itu akan sangat mempermudah kita untuk mengumpulkan informasi." saut Emma.
"Kalian benar. Bahkan kita bisa memberikan perintah secara diam-diam." kata Lilia.
"Aku juga sudah menambahkan sebuah kamera di tempat itu. Jadi kalian bisa mengirimkan gambar gerak lewat Bar itu." kata Rudy.
"Hm, jadi ini untuk mengambil gambar geraknya.?" tanya Lilia sambil menunjuk logo camera.
"Benar, aku bisa mengawasi pergerakan kalian jika kalian mengaktifkan kamera itu. Mudah sekali kan.?" saut Rudy.
"Ini luar biasa Rudy." saut Lilia dengan tersenyum lebar.
"Aku sampai merinding memdengarkan semua fitur ini." saut Alicia.
"Kita harus mencobanya Rin." saut Ellena dengan tersenyum
"Baiklah. Aku akan mencobanya bersama Ellena kak. Kami pindah dulu." kata Rin.
"Oke, pergilah bermain." saut Rudy.
Rin dan Ellena pun pergi dari sana.
"Apa selama ini kalian sedang menciptakan benda aneh ini.?" tanya Lilia.
"Benar Lilia, kita juga masih belum mendapatkan kabar dari pergerakan musuh. Setelah ini aku akan berkunjung ke istana kerajaan, apa kalian akan ikut.?" saut Rudy.
__ADS_1
"Hm, baiklah. Aku ikut." saut Lilia.
"Aku juga ikut. Bukankah aku sudah resmi jadi anggota Royal Unity.?" saut Alicia.
"Kau belum di resmikan Alicia, tidak mungkin aku merekrut semua Putri kerajaan. Kekuatan tempur kalian akan berkurang nanti." kata Rudy.
"Huh, padahal aku sangat ingin bersama kalian." kata Alicia dengan murung.
"Bukankah kau sudah bersama kami sekarang." saut Emma.
"Benar, tapi aku ingin tinggal bersama kalian juga." kata Alicia.
"Tidak perlu sampai seperti itu, kau juga bisa mengunjungi kami sesukamu. Kerajaan juga membutuhkan seorang kesatria. Apa jadinya jika kesatria perang ikut bersama kami.?" saut Rudy.
"Hm, baiklah. Aku mengerti." kata Alicia.
"Kalau begitu, kita berangkat ke istana sekarang." saut Rudy.
Mereka berempat pun langsung menuju ke istana kerajaan mengunakan portal khusus yang ada di dalam Mansion.
"Jadi kau membuat sebuah portal disini.?" tanya Lilia.
"Benar, ini portal khusus untuk kunjungan pribadi. Bahkan kerajaan lain juga punya portal ini." jawab Rudy.
"Sudah, apa kau masih belum pernah melewati portal umun di sebelah istana.?" tanya Rudy.
"Ah, masih belum aku coba." jawab Lilia.
"Portal umum hanya ada satu saja. Tapi kalian bisa memilih jalur. Tentu saja disana sudah di siapkan benda manual, mungkin setelah ini kita harus memperbaikinya dengan layar hologram." saut Rudy.
"Itu ide bagus Rudy." saut Emma.
"Baiklah, kita ke istana kerajaan dulu." kata Rudy.
Mereka pun pergi ke istana kerajaan Alden mengunakan portal pribadi. WOngg.
...
Di istana kerajaan Alden. Portal muncul di dalam ruangan Rapat Utama.
"Tumben sekali mereka datang kemari." saut Raja Eden sambil berjalan ke depan portal.
Lalu, Rudy dan lainnya keluar dari sana.
"Apa aku menganggu.?" tanya Rudy kepada Eden.
__ADS_1
"Ah, tidak Rudy. Aku sedang senggang sekarang. Ada apa kalian datang kemari.?" tanya Raja Eden.
"Hm.?" saut Rudy yang melihat orang-orang yang ada di dalam ruang rapat itu.
"Tidak kusangka, ternyata ada Winston disini, lalu Hart, Carlin, dan Sean juga ada disini." kata Rudy.
"Rudy, lama tidak bertemu." kata Winston.
"Ah, baru saja dua bulan lalu kita bertemu." saut Rudy sambil duduk di sana.
"Salam hormat Yang Mulia." kata Alicia kepada Winston.
"Salam hormat Tuan Putri." saut Winston.
"Jadi, apa yang kalian bahas disini.?" tanya Rudy.
"Ahahaha, kami hanya berkunjung saja kemari. Sejak adanya portal itu, kami sering bertemu disini, portal itu benar-benar sangat membantu." saut Winston.
"Benar Rudy, tapi beberapa bangsawan yang memiliki bisnis kapal terbang mulai menunjukkan ekspresi kemarahan. Bisnis mereka terancam karena adanya portal ini." kata Hart.
"Bangsawan di kerajaan kalian sangat rumit sekali. Aku sudah bilang kan, kalau kapal itu hanya sebagai tumpangan militer saja, bahkan kerajaan sudah setuju untuk membayarnya." kata Rudy.
"Itu sudah kita jelaskan pada mereka, tapi sepertinya mereka masih belum puas dengan itu." saut Hart.
"Mereka serakah sekali. Padahal militer kerajaan Konggo sudah semakin bertambah, para prajurit juga membutuhkan kapal itu untuk berburu ke sebuah hutan. Bahkan mereka bisa mengunakan kapal untuk mencari dungeon baru. Apa yang kurang.? Justru mereka sangat di untungkan bisa bekerja sama dengan kerajaan." kata Rudy.
"Mereka ingin menguasai portal transportasi juga Rudy." saut Winston.
"Hm. Itu tidak bisa di lakukan Winston. Portal itu di gunakan secara gratis, tidak ada batasan status. Siapapun bisa menggunakannya dan gratis." kata Rudy.
"Hm, mungkin mereka ingin mendapatkan keuntungan dari sana." kata Raja Eden.
"Tidak bisa. Semua orang yang menggunakan portal itu, tidak di kenakan tarif sama sekali. Aku tidak bisa mencari keuntungan disana, bukankah mereka sudah mendapatkan bisnis lain, seharusnya mereka mengembangkan bisnis itu." kata Rudy.
"Keuntungannya tidak seberapa Rudy." saut Winston.
"Apa kau sudah mempekerjakan rayat biasa.? Jika kalian tidak membuka lapangan pekerjaan, sudah tentu perputaran keuangan tidak berjalan. Apa jadinya jika semua rakyatmu punya uang.? Mereka pasti membeli produk yang beredar di pasaran. Rakyat biasa membutuhkan produk itu, dan yang menjual membutuhkan uang. Itu yang namanya bisnis. Jika kalian masih menganggap rakyat biasa menjadi beban, program Royal Unity tidak akan berjalan, dan kerajaan kalian masih tetap sama." kata Rudy.
"Hm sepertinya, masalahnya ada di pola pikir. Merubah sistem kerajaan memang tidak mudah, tapi di kerajaan Alden, kami sudah menerapkan itu semua. Meskipun masih belum berjalan sesuai rencana, tapi aku yakin, kedepan akan terlihat hasilnya." kata Raja Eden.
"Kau benar, merubah pola pikir harus di lakukan secara perlahan, mereka juga butuh kebiasaan yang baru. Maka dari itu, kalianlah yang harus mendorong mereka. Tetap jalankan sesuai dengan program yang ada." kata Rudy.
"Baiklah, sepertinya kau benar. Mungkin dari kebiasaan itu, mereka bisa merasakannya secara perlahan." kata Winston.
...
__ADS_1