Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 125 - Kebeneran Neverland.


__ADS_3

Di dalam hutan. Rudy dan lainnya masih menunggu kedatangan kapal terbang disana. Semua prajurit membuat Camp sementara di sana.


Lalu, di dalam tenda komando, Eden dan Raja lainnya mengadakan rapat.


"Apa tendanya cukup.?" tanya Eden.


"Sudah cukup, untung saja aku membawa tenda darurat." jawab Winston.


"Yang terpenting adalah tenda emergency, banyak prajurit yang terluka parah." saut Eden.


"Ah, peperangan kemarin membuat prajurit kita berkurang dengan drastis." kata Winston.


"Apa kau sudah mendatanya.?" tanya Eden.


"Ini laporan dari Silvi." saut Winston sambil memberikan dokumen. Eden pun membaca laporan itu.


"Hm. Dari 450rb prajurit hanya tersisa 115rb prajurit saja. Tapi kerugian dari Neverland juga sangat banyak." kata Eden.


"Ah, total semua orang disini ada 165rb." saut Winston.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan prajurit Neverland.?" tanya James.


"Itu yang harus kita bahas di sini." jawab Eden.


...


Di luar tenda. Rudy dan Marco menghampiri para tahanan.


"Apa kau sudah memberikan makanan pada mereka.?" tanya Rudy sambil berjalan.


"Sudah." saut Marco.


"Kau kenapa.? Aku lihat kau sangat gelisah. Apa karena mereka pasukan pembrontak, dan kau ingin membunuh mereka semua.?" saut Rudy


"Aku memang tidak tau yang sebenarnya, apa yang sudah terjadi 15 tahun yang lalu, dan aku juga teringat kembali masa-masa itu. Aku hanya ingin mendengarkan penjelasan mereka." kata Marco.


"Itu kejadian yang cukup lama. Tapi, para prajurit itu hanya menjalankan perintah saja, kita harus mencari tau tentang petinggi mereka." kata Rudy.


"Baiklah." saut Marco


Mereka berdua pun sampai di depan Teo yang masih teringkat dengan sihir.


"Hm." saut Rudy sambil berdiri di depan Teo.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak membunuhku saja." saut Teo.


"Aku tidak seperti prajuritmu, yang selalu memaksa dan menyiksa para tahanan. Bahkan kami memberikan makanan dan minuman yang layak kepada kalian." kata Rudy sambil duduk di depan Teo.


"Lalu, apa yang kau inginkan dariku.?" tanya Teo.


"Aku hanya ingin informasi. Jika kau tidak mau menjawabnya pun, aku tak masalah." jawab Rudy.


"Aku sudah kalah dari mu, dan tidak akan ada seorang pun yang bisa menyelamatkan kami." kata Teo.


"Tetap saja, jika aku membunuh kalian semua disini, tidak akan ada yang berubah. Jadi, sebaiknya kau menjawab pertanyaanku." saut Rudy.


"Hm." saut Teo sambil memejamkan matanya.


"Aku membutuhkan informasi tentang kerajaan Neverland, siapa Raja kalian.? Lalu, siapa yang merencanakan perang ini.?, dan untuk apa kalian melakukannya.?" tanya Rudy.


"He.? Hehehehe." saut Teo dengan tersenyum.


Glep. "Jawab saja pertanyaan itu." saut Marco sambil menjambak rambut Teo.


"Aku kira kau akan bertanya sesuatu yang berhubungan dengan penyerangan kesana. Tapi ternyata hanya itu yang kau tanyakan. Itu membuatku ingin tertawa." kata Teo.


"Hm." saut Marco sambil membanting kepala Teo.


"Baiklah, aku tidak tau apa-apa tentang politik kerajaan Neverland, aku datang kesana sekitar 7 tahun yang lalu, saat usiaku masih 17 tahun." kata Teo.


"Ternyata kau masih muda juga." saut Rudy.


"Bukankah kalian juga sama, bahkan kekuatan kalian sangat mengerikan di usia yang masih sangat muda." kata Teo.


"Lupakan itu, dan ceritakan saja selanjutnya." saut Rudy.


"Ah, aku datang ke kesana dengan kondisi penuh luka, karena aku juga bertarung dengan hewan iblis saat dalam perjalanan. Lalu aku pinsan di depan gerbang, dan seseorang telah menyelamatkanku dan merawatku." kata Teo.


"Jadi, kau bukan warga Neverland yang asli.?" tanya Rudy.


"Benar. Aku adalah seseorang yang datang dari benua Iceland, teritory kerajaan Aldebaren. Dan aku adalah salah satu kesatria kerajaan disana. Tapi kita singkirkan dulu penjelasan ini, bukankah kau ingin mendengarkan tentang kerajaan Neverland.?" saut Teo.


"Iceland kah. Baiklah, lanjutkan ceritamu." saut Rudy.


"Hm, kerajaan Neverland sangat kacau saat itu, rakyatnya sangat menderita, bahkan para bangsawan disana sangat miskin. Aku tidak pernah melihat kondisi kerajaan sampai seperti itu, ekonomi dan pendidikan tidak di berikan oleh Raja mereka. Bisa aku katakan, kerajaan Neverland adalah kerajaan paling buruk di dunia. Rajanya sangat serakah dan memperbudak orang sesukanya." kata Teo.


Marco pun hanya menelan ludah mendengarkan perkataan Teo.

__ADS_1


"Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu. Lalu kenapa sekarang kerajaan Neverland menjadi sangat kuat.? Apa karena kalian menemukan senjata di dalam dungeon.? Itu adalah alasan yang tidak masuk akal. Jika Raja kalian sangat serakah seperti itu, tidak akan ada yang berubah, meskipun kalian memburu hewan iblis sekalipun." kata Rudy.


"Kau pintar sekali, memang benar, tidak akan ada yang berubah jika Rajanya masih sama." saut Teo.


"Hm.?" saut Rudy dengan binggung.


"Apa Raja kalian sudah meninggal.?" tanya Marco dengan penasaran.


"Aku mendengar, kalau Raja Neverland bukanlah Raja dari keturunan Raja sebelumnya. Dia menempati tahta mahkota karena pemberontakan. Dan itulah kenapa, kerajaan Neverland menjadi kerajaan paling buruk, dia tidak memiliki hati untuk memimpin kerajaan dengan sebagaimana mestinya, yang dia inginkan hanyalah kekuasaan untuk memerintah. Dengan kondisi seperti itu, aku pun menemuinya, dan membicarakan beberapa hal dengannya, tapi responnya sangat mengejutkan, dia adalah seseorang yang sangat sombong dan gila hormat." jawab Teo.


"Aku bertanya padamu, apa dia sudah meninggal.?" tanya Marco dengan kesal.


"Sabarlah. Aku akan menceritakan yang sebenarnya." jawab Teo.


"Lanjutkan ceritamu." saut Rudy dengan serius.


"Ah. Saat aku datang kesana, aku di perintah untuk bersujud padanya, itu benar-benar membuatku tertawa. Dan prajurit kerajaan pun menyerangku tanpa henti. Untuk melindungi diri sendiri, aku pun membunuh mereka semua. Lalu aku bilang kepada Raja itu, Aku tidak pernah bersujud kepada siapapun." kata Teo.


"Hm." saut Rudy.


"Aku pun menyeretnya ke tengah-tengah kota, dan aku mengeksekusinya di depan ratusan rakyatnya. Harapanku adalah, aku ingin memberikan peringatan kepada bangsawan mereka, siapapun yang akan mengantikannya, carilah seseorang yang cocok dengan kriteria seorang Raja, dan siapapun itu aku tidak perduli. Tapi, ratusan orang disana bersorak dengan sangat gembira, seakan mereka terlepas dari penderitaan yang panjang. Aku pun jadi binggung dengan situasi saat itu, bahkan para bangsawan disana sampai bersujud padaku."


"Jadi, kau yang membunuh Raja itu.?" tanya Marco dengan terkejut.


"Benar." jawab Teo. "Chik." saut Marco dengan kesal.


"Sepertinya kau tidak punya kesempatan untuk balas dendam." saut Rudy.


"Hm.?" saut Teo dengan binggung.


"Sudahlah, jadi siapa yang menjadi Raja selanjutnya.?" tanya Rudy.


"Seharusnya adalah keturunan yang sah dari Raja sebelumnya, tapi kami tidak menemukan garis keturunan itu. Akhirnya aku lah yang di pilih untuk menjadi pemimpin sementara, sampai ada keputusan selanjutnya." jawab Teo.


"Jadi kau adalah Raja.?" saut Rudy dengan terkejut.


"Aku bukan Raja. Aku hanya memimpin kerajaan seperti perdana menteri. Tapi itu tidak berlangsung lama, para bangsawan disana melakukan pemberontakan padaku. Dan semua prajuritku mati mengenaskan karena meminum sebuah racun, bahkan aku sendiri terkena racun saat itu. Tapi, usaha mereka sia-sia, aku memiliki resistensi yang kebal terhadap racun. dan mereka semua aku bunuh tanpa tersisa, semua pemberontak dan bangsawan aku habisi sampai ke akar-akarnya." saut Teo.


Rudy dan Marco pun sampai terkejut mendengarnya.


"Apa kau puas dengan itu.?" tanya Rudy.


"Tentu saja aku tidak puas. Aku membuat peraturan baru di kerajaan, dan memulai meninvasi hewan iblis. Sampai akhirnya kami menemukan senjata langkah di dalam sana." jawab Teo.

__ADS_1


...


__ADS_2