Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 46 - Rencana Keberangkatan.


__ADS_3

"Bagaimana.? Apa kalian semua sudah puas.?" Tanya Rudy.


Mereka semua hanya terkejut melihat senjata milik Rin disana.


"Bahkan anak kecil sekalipun sudah mempunyai senjata seperti itu." Kata Carlin dengan terkejut.


"Bagaimana bisa dia menyebutnya contoh kecil, lalu, contoh yang sebenarnya seperti apa.?" Kata Sean dengan terkejut.


"Aku tidak pernah melihat senjata seperti itu." Kata Rewin dengan tercengang.


"Baiklah, simpan kembali senjatamu Rin." Kata Rudy.


"Oke." Kata Rin sambil menarik senjata itu kedalam cincin.


"A, kalau boleh tau, seberapa kuat anak ini sekarang.?" Tanya Raja Eden.


"Ah, dia sekarang sudah berada di tingkat Rank B. Dia masih berumur 6 tahun sekarang." Jawab Emma.


"Tentu saja, akulah gurunya." Kata Marco dengan tersenyum sombong.


"Kau memang hebat Marco, apa kau tidak ingin mengajari anak-anak di Akademi.?" Tanya Rewin.


"Maaf Tuan, aku tidak tertarik dengan itu." Jawab Marco.


"Kalau begitu, maukah kau mengajari para kesatria perang disini.? Bahkan pahlawan kerajaan sekalipun." Kata Raja Eden.


"Ah, aku tetap tidak tertarik Tuan." Saut Marco.


"Pembicaraan kita sudah melebar kemana-mana. Jika tidak ada yang di perlukan lagi, kami akan undur diri." Kata Rudy.


"Tunggu Rudy, kita masih belum membicarakan jadwal keberangkatan." Kata Alicia.


"Hm, jika sudah jelas seperti ini, kenapa kita tidak berangkat sekarang saja." Saut Rudy.


"Eh.? Itu terlalu mendadak." Kata Alicia dengan terkejut.


"Apa lagi yang perlu disiapkan.? Bukankah lebih cepat lebih baik.?" Saut Rudy.


"Kau benar Rudy, tapi kami masih belum mempersiapkan segalanya. Pasukan yang akan berangkat kesana, persediaan stok makanan dan pakaian." Kata Raja Eden.


"Hm, lalu, sampai kapan kalian akan siap.?" Tanya Rudy.


"Berikan kami waktu 1 hari untuk mempersiapkan semuanya." Jawab Raja Eden.


"Baik Yang Mulia, sebaiknya kita siapkan mulai dari sekarang. Selanjutnya, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan." Kata Rudy.


"Ah, baiklah. Alicia, siapkan pasukan ekspedisi sekarang. Sesuai syarat yang di berikan Rudy. Bawalah semua panglima perang, kerajaan ini butuh pengalaman." Kata Raja Eden.


"Siap laksanakan Ayahanda." Kata Alicia. Lalu, ia pun keluar ruangan.


...


"Kita sudah bergerak untum mempersiapkan pasukan ekspedisi dan logistic. Lalu, apa yang ingin kau tanyakan.?" Kata Raja Eden dengan serius.


"Baik, aku awalnya mengira kami akan bergerak sendiri kesana. Dan pasukan ekspedisi akan menyusul bersama dengan para Yang Mulia disini. Tapi ini sangat mendadak, aku ada beberapa rencana untuk menyususun keberangkatan." Kata Rudy.


"Inilah yang kami tunggu-tunggu. Silahkan." Kata Raja Eden.

__ADS_1


"Seberapa jauh jika kita berangkat kesana.?" Tanya Rudy.


"Em, kita tidak tau dengan kondisi jalan untuk saat ini Rudy, tidak ada yang tau pasti kita sampai kapan disana." Jawab Raja Eden.


"Hm, Baiklah, sepertinya aku akn mendiskusikannnya sendiri. Bagaimana Emma.?" Tanya Rudy.


"Tempat itu sangat jauh Rudy. Jika kita mengunakan kapal terbang, mungkin sekitar 1 minggu, tapi tidak ada temlat untuk mendarat disana. Jika kita bergerak mengunakan kereta kuda, mungkin kita sampai dalam waktu 1 tahun." Jawab Emma.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan.?" Tanya Rudy.


"Kita bisa berangkat menggunakan kapal terbang. Tentu saja semua pasukan ekspedisi akan ikut bersama." Jawab Emma.


"Oke." Saut Rudy.


"Tapi Tuan Putri, dimana kita akan mendarat.?" Tanya Raja Eden.


"Tentu saja di kota Ferland." Jawab Emma.


"Tempat itu masih di kuasai hewan iblis, bahkan terdapat asap tebal yang beracun. Sama saja kita bunuh diri disana." Kata Marcus.


"Bagaimana keputusanmu Rudy.?" Tanya Emma.


"Em. Sebelum kita sampai di tempat itu, Aku, Marco dan Lilia akan membersihkan area sekitar, tentu saja kita akan membersihkan kabut beracun sekaligus." Jawab Rudy.


"Eh.? Apa kalian tidak apa-apa bertarung bertiga saja.?" Tanya Raja Eden.


"Tidak perlu mengkhawatirkan kami Yang Mulia, kami sudah terbiasa dengan situasi seperti itu." Jawab Rudy.


"Ah, aku hanya khawatir saja." Saut Raja Eden.


"Berapa lama kalian akan membersihkan tempat itu.?" Tanya Rewin.


"Apaa.?" Teriak semua orang disana dengan terkejut.


"Kami mati-matian untuk masuk kedalam sana, bahkan kami mengorbankan banyak nyawa untuk menembusnya saja. Ini tidak bisa di percaya." Kata Raja Eden.


"Anda bisa melihatnya sendiri nanti. Lalu, berapa banyak yang bisa di tampung oleh kapal terbang itu.?" Tanya Rudy.


"Kapal terbang bisa menampung sekitar 1000 orang beserta kru kapal. Itu juga sudah termasuk persediaan kita." Jawab Carlin.


"Berapa banyak pasukan yang akan dibawa.?" Tanya Rudy.


"Kita berencana membawa 2000 prajurit, dan itu membutuhkan 3 kapal terbang. 2 kapal terbang akan menampung semua prajurit, dan 1 kapal terbang akan menampung persediaan kita." Jawab Carlin.


"Hm, baiklah. Sudah di putuskan. Kita akan berangkat besok, apa ada yang keberatan.?" Tanya Rudy.


"Kita sepakat Rudy. Baiklah, aku sendiri yang akan memimpin pasukanku." Kata Raja Eden.


"Eh.? Apa tidak apa-apa Yang Mulia.?" Tanya Rudy.


"Kami semua memang berencana untuk pergi kesana. Dengan kehadiran kalian, kami merasa aman sekarang. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Raja Eden.


"Baik Yang Mulia, pembahasan ini sudah cukup jelas. Kalau begitu, kami ijin undur diri." Kata Rudy


"Ah, kalian bisa tinggal di sini sampai besok Rudy. bukankah lebih baik jika kalian bersiaga disini.?" Saut Raja Eden.


"Em, bagaimana menurut kalian.?" Tanya Rudy kepada kelompoknya.

__ADS_1


"Apapun keputusanmu Rudy." Saut Emma.


"Aku juga sama."."Aku ikuti kau saja." Kata Marco dan Lilia.


"Baiklah, kita tinggal disini sampai besok." Kata Rudy.


"Baik, aku akan menyiapkan semua keperluan kalian." Kata Carlin.


"Terimakasih banyak Nyonya." Kata Rudy.


"Kalau begitu, mari kita makan dulu." Kata Carlin sambil memanggil pelayan kerajaan.


Para pelayan pun menyiapkan hidangan makanan yang sangat mewah. Bahkan Rudy dan lainnya pun sampai tercengang melihat semua makanan di depannya.


"Ini terlihat lezat Marco." Kata Rudy.


"Ah, aku sendiri sudah tidak sabar memakannya." Kata Marco.


"Mereka masih mengeluarkan makanan dari sana, sabarlah." Kata Emma sambil berpindah tempat di sebelah Rudy


"Jika kalian ingin makan, makanlah dulu, semua ini di siapkan untuk kalian semua." Kata Raja Eden.


"Benarkah.?" Tanya Marco.


"Ah, silahkan dimakan." Jawab Raja Eden.


"Baiklah. Kita makan Rudy." Saut Marco sambil mengambil makanan di depannya.


"Kau juga Rin, makanlah, tidak perlu sungkan." Kata Lilia.


"Em, baik kak." Kata Rin sambil memakan makanan disana.


...


Beberapa saat kemudian.


"Aarrgh, aku sudah tidak kuat Marco." Kata Rudy.


"Tapi mereka masih mengeluarkan makanan Rudy." Kata Marco yang masih makan.


"Kau habiskan sendiri saja." Saut Rudy


"Makanlah dengan perlahan Rudy, kau tidak akan kehabisan makanan disini" Kata Emma sambil makan dengan sikap seperti seorang Ratu.


"Apa kau tidak bosan makan sayuran setiap hari Emma.?" Tanya Rudy.


"Ini untuk kulitku supaya tetap lembut dan halus." Jawab Emma.


"Hm, perempuan memang berbeda." Saut Rudy.


"Makanlah yang banyak nak." Kata Ana kepada Marco.


"Hm, apa Anda tidak melihat aku sedang makan dari tadi.?" Saut Marco.


"Dasar anak nakal, sopanlah sedikit kepada orang tua." Kata Ana.


"Huh, dia mulai lagi." Kata Marco.

__ADS_1


...


__ADS_2