
Di dapur umum. Terlihat Rudy dan Emma sedang duduk disana.
"Berisik sekali mereka semua." Kata Rudy.
"Mereka sedang berperang di luar sana Rudy, kau harus mengerti itu. Bahkan kau sendiri tidak tau kondisi di sini setelah 5 bulan lamanya." Kata Emma sambil memasak sesuatu.
"Hm, lalu kemana para prajurit yang memasak disini.? Apa mereka juga ikut berperang.?" Tanya Rudy.
"Sepertinya begitu. Aku tidak masalah memasak makanan untukmu." Jawab Emma dengan tersenyum.
"Kau senang sekali dengan memasak Emma." Saut Rudy.
"Apa kau lupa.? Aku belajar memasak saat kita di ruang kosong itu beberapa tahun. Ini adalah kesempatanku untuk mempraktekannya." Kata Emma.
"Untung saja ingatanmu tidak terhapus saat itu, hanya ingatanku yang tidak bisa di putar disana." Kata Rudy.
"Ah, aku sendiri ingin melihat dunia yang kau ceritakan itu. Aku sangat penasaran dengan bentuk kota dan alat transportasi di duniamu. Bahkan aku ingin melihat fashion dan perawatan kecantikan itu." Kata Emma.
"Di dunia ku dulu, hampir sama dengan dunia ini. Hanya saja, dunia ini memiliki kekuatan sihir." Kata Rudy.
"Aku paham maksudmu Rudy. Orang yang berkuasa di duniamu adalah orang-orang yang memiliki uang banyak. Dan di dunia ini, hal seperti itu juga sama, tapi kekuasaan yang sebenarnya adalah kekuatan. Tanpa uang pun, kau masih bisa hidup disini, asal kau punya kekuatan." Kata Emma sambil masak.
"Andai saja di duniaku dulu seperti ini. Aku tidak akan mencari uang untuk bertahan hidup."Saut Rudy.
"Nasib kita sama Rudy, bahkan kau kehilangan orang tuamu sejak berusia 5 tahun, dan kau berusaha hidup mandiri sejak itu." Kata Emma.
"Mau bagaimana lagi, aku juga tidak punya kakek dan nenek. Bahkan aku tidak tau, dimana keluargaku yang lainnya. Mereka seperti menghindar untuk merawatku." Saut Rudy.
"Kau masih mengingatnya Rudy.? meskipun kau sendiri sudah tinggal bersamaku ratusan tahun. Aku sendiri hampir lupa dengan kehidupanku. Hanya 17 tahun aku hidup, dan setelahnya, aku bertemu denganmu selama ratusan tahun. Justru hidupku lebih berarti saat aku bersamamu." Kata Emma.
"Aku juga tidak ingin mengingatnya, tapi saat aku pergi ke ruangan itu, aku melihat kehidupanku yang dulu. Tentu saja aku juga sama denganmu." Saut Rudy.
"Baiklah, ini makananmu." Kata Emma sambil memberikan makanan untuk Rudy.
"Apa kau tidak ikut makan.?" Tanya Rudy.
"hehe, sebenarnya aku sudah makan di dalam dungeon sebelum aku masuk ke ruangan itu. Aku masih kenyang." Jawab Emma.
"Ah, baiklah." Saut Rudy sambil makan.
"Lalu, sekarang jelaskan padaku, apa yang kau maksud dengan kedepan.?" Tanya Emma dengan tersenyum.
"Kau masih membahas itu lagi.?" Saut Rudy.
__ADS_1
"Aku sangat penasaran. Hehe." Kata Emma sambil duduk di depan Rudy.
"Kita masih sangat muda Emma, jadi berhentilah memikirkan hal itu. Aku masih ingin berpetualang kesemua benua." Kata Rudy sambil makan.
"Jadi itu yang kau maksud dengan kedepan.?" Tanya Emma dengan cemberut.
"Itu benar. Apa kau sudah lupa dengan tujuan kita yang sebenarnya.?" Tanya Rudy belik.
"Kita hanya ingin hidup bermasyarakat seperti manusia pada umumnya. Sudah pasti harus membangun sebuah keluarga." Jawab Emma.
"Huh. Bukannya aku tidak mau Emma, tapi waktunya belum pas, kita masih punya masa depan yang panjang." Saut Rudy.
"Aku tidak masalah, asalkan kau tidak meninggalkanku. Aku hanya ingin mengikatmu dalam pernikahan." Kata Emma.
"Kau seperti kucing meminta makanan." Saut Rudy.
"Apa kau bisa berjanji padaku.?." Tanya Emma.
"Ah, untuk apa.?" Saut Rudy.
"Kau harus berjanji tidak akan meninggalkanku. Tentu kau tidak boleh tinggal bersama wanita lain, hanya aku yang boleh." Kata Emma dengan serius.
"Aku sudah melakukan janji itu berkali-kali Emma. Bahkan saat kita masih di ruangan itu, kau sering sekali meminta janji padaku. Dan aku sudah menjawabnya. Jawaban itu tidak akan berubah, tetap sama." Kata Rudy.
"Hihi, baiklah. Kau sudah berjanji padaku Rudy." Kata Emma dengan gembira.
"Apa itu.?" Tanya Emma.
"Kau adalah satu-satunya manusia yang hidup pada saat itu. Jika kau tidak ada, mungkin dunia ini masih di huni oleh para iblis. Dan kau juga adalah manusia pertama yang bisa menggunakan sihir. Apa kau lupa dengan itu ?" Saut Rudy.
"Aku mengingatnya. Tapi sekarang, apa yang harus kita lakukan.?" Tanya Emma.
"Itu yang aku maksud dengan kedepan. Kita masih belum merencanakannya. Kau sebenarnya ingin merubah dunia ini, kau sendiri sudah melihat manusia yang kau hidupkan sekarang menjadi seperti ini. Mereka melupakan asal usulnya." Jawab Rudy.
"Kau benar Rudy. Tapi sekarang yang ku inginkan hanyalah hidup bersamamu. Tidak ada keinginan lain." Kata Emma.
"Perempuan memang terbawa perasaan." Saut Rudy.
"Eh.? Lalu, apa yang akan kita lakukan.? Manusia sekarang sudah punya peradapannya sendiri, mereka juga membuat kelompok kecil dan menjadi kerajaan. Tidak mudah untuk merubah sistem dunia ini." Kata Emma.
"Hm, aku paham itu. Tapi apa kau sudah tau.? Siapa yang menghidupkan iblis kembali, dan kenapa bentuknya jadi seperti sekarang.? Apa kau tidak penasaran. bahkan aku percaya dengan cerita yang kau buat, kalau sang dewa lah yang menghidupkan mereka kembali." Kata Rudy.
"Aku membuat cerita itu supaya kau mudah mengerti. Aku sendiri tidak tau, kenapa hewan iblis bisa hidup kembali. Kau sendiri juga tau, kalau kita sudah memutar ingatan dan mencari jawaban itu di ruang gelap. Tapi kita tidak menemukan jawabannya." Kata Emma.
__ADS_1
"Ah, sepertinya kita harus mencari tau sendiri sekarang. Apa yang sudah terjadi pada dunia ini." Saut Rudy.
"Sepertinya kita harus kembali ke tempat permulaan. Dimana aku sendirilah yang memulai ini semua. Tempat bersalju, benua Iceland." Kata Emma dengan serius.
...
Di tempat peperangan.
Semua prajurit masih bertarung diluar sana dengan penuh kebencian. Teriakan semangat dan kematian bergema dalam satu waktu.
Hewan iblis keluar begitu banyak dari dalam hutan, dan pasukan kerajaan mulai kelelahan. Peperangan itu berlangsung sepanjang malam sampai esok hari.
JLEB. Suara tombak prajurit yang membunuh hewan iblis. "Hosh, hosh, ini yang terakhir. Aku harap hewan iblis tidak datang lagi." Kata prajurit itu.
"Kita kembali ke benteng, kita semua butuh istirahat." Kata prajurit lainnya.
"Baiklah."
...
Di atas benteng. Marco dan Lilia masih berdiri disana sambil melihat para prajurit kembali ke dalam benteng.
"Apa sudah selesai.?" Tanya Lilia.
"Mereka bersemangat sekali, bahkan aku hanya menurunkan ratusan dagger saja." Saut Marco.
"Tugas kita disini hanya membunuh hewan iblis Rank S keatas. Kita harus memberikan mereka kesempatan untuk membunuh hewan iblis disana." Jawab Lilia.
"Apa kau tidak lelah Lilia.? Setelah ini kalian punya tugas untuk memasang menara di dalam sana, jika tidak secepatnya di pasang, hewan iblis akan datang lagi." Kata Marco.
"Aku memang butuh istirahat. Tapi mau bagaimana lagi, tugas itu harus aku selesaikan." Saut Lilia.
"Apa perlu aku bantu.?" Tanya Marco.
"Jika kau ikut kedalam sana, siapa yang akan menjaga tempat ini.?" Saut Lilia.
"Disini masih ada Rudy dan Emma. Mereka pasti akan menjaga tempat ini." Jawab Marco.
"Berhentilah merepotkan mereka Marco. Apa kau masih belum cukup, dengan apa yang sudah kau dapatkan dari mereka.?" Saut Lilia.
"Ah, aku hanya ingin membantumu saja." Kata Marco.
"Hem. Serahkan tugas itu padaku. Sebaiknya kita menemui Rudy dan Emma." Kata Lilia sambil berjalan menjauh dari sana.
__ADS_1
"Baiklah".
...