Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 105 - Skill Baru.


__ADS_3

Pagi hari sebelum keberangkatan Tim Ekspedisi Royal Unity. Rudy memberikan instruksi kepada mereka semua.


"Baik, ini adalah Ekspedisi pertama kalian selain Marco dan Lilia. Hal yang perlu kalian perhatikan saat masuk kedalam dungeon adalah, Bunuh mereka semua. Selesai." kata Rudy.


"Eh.? Hanya itu.?" saut Luciana dengan terkejut.


"Lalu apa lagi.?" saut Rudy.


"Mungkin ada larangan atau aturan saat di dalam dungeon. Apa itu tidak ada.?" tanya Luciana.


"Huh, kondisi dungeon itu berbeda-beda. Kau akan merasakannya sendiri saat masuk ke dalamnya." jawab Rudy.


"Kau tidak perlu khawatir Luci, ada aku bersamamu." saut Marco dengan tersenyum.


"Ah, itu." saut Luciana dengan wajah memerah.


"Apa di perbolehkan kencing dan berak di dalam sana.?" tanya Ellena.


"Kau bahkan di perbolehkan telanjang di dalam sana." saut Rudy.


"Hee, benarkah.?" saut Ellena dengan terkejut.


"Hm, baiklah. Sepertinya kalian masih belum tau apa-apa tentang dungeon. Di dalam sana, ada jutaan hewan iblis dengan grade yang berbeda-beda, kalian harus membunuh mereka semua sampai lantai terakhir. Jangan kebanyakan istirahat, jika bisa di selesaikan lebih cepat, akan menguntungkan kalian." kata Rudy.


"Em, baiklah kalau begitu." saut Ellena.


"Baik. Tim 2 berangkatlah." kata Rudy.


"Laksanakan." saut Tim 2, mereka semua pun langsung berangkat.


"Kami juga akan berangkat Rudy." kata Marco.


"Tunggu Marco, ada sesuatu yang ingin aku beritahu padamu." saut Rudy.


"Apa.?" tanya Marco.


"Tentang kekuatanmu, mungkin kau belum menyadarinya, tapi saat ini kau sudah berada di tingkat Rank M+." jawab Rudy.


"Benarkah.?" saut Marco dengan terkejut.


"Tidak ada batu sihir yang bisa mendeteksi Rank tingkat kekutanmu saat ini. Tapi kami bisa mendeteksinya, kau sudah mengalami peperangan yang banyak di tempat ini. Jadi, kau sudah semakin kuat, dan kau juga bisa meningkatkan skill senjatamu." kata Rudy.


"Wah, tidak kusangka. Baiklah, akan aku coba nanti." saut Marco.


"Skill senjata itu bisa kau kembangkan sendiri, aku tidak menanamkan sebuah skill tambahan disana, tapi aku tidak membatasinya." kata Rudy.


"Baik. Terimakasih." kata Marco.

__ADS_1


"Kalau begitu, kami berangkat dulu Rudy, daah Emma." kata Luciana.


"Hati-hatilah." saut Emma.


"Kami berangkat Rudy." kata Marco.


"Ah, selesaikan dengan cepat." saut Rudy.


Marco dan Luciana pun pergi kedalam dungeon Expert.


"Lalu, apa kita akan berkunjung ke tempat pembangunan.?" tanya Emma.


"Sebentar Emma, aku ingin mencoba skill baru." kata Rudy.


"Skill apa.?" tanya Emma.


"Skill terbang. Aku tau, kalian bisa terbang dengan sihir, tapi itu tidak berlangsung lama kan? karena ada hukum Gaia disini. Di duniaku dulu, itu namanya Gravitasi, jadi aku punya ide untuk mengembangkan skill baru ini. Bagaimana menurutmu.?" tanya Rudy.


"Apa itu bisa Rudy.? Dalam hukum Gaia, batas waktu untuk terbang mungkin sekitar 15 menit, dan itu bisa di lakukan hanya 3x sehari. Tentu saja yang bisa terbang hanya seseorang di tingkat Rank M keatas, bagi kita itu sudah cukup bukan.?" saut Emma.


"Tidak, aku bahkan bisa membuat skill terbang tanpa batas waktu." saut Rudy.


"Eh.?" saut Emma dengan terkejut.


"Aku hanya menambahkan sayap saja. Pembentukan energi alam untuk membentuk sayap malaikat." kata Rudy.


"Tentu saja aku meniru konsep burung. Mereka bisa terbang bebas di udara, dan melakukan perjalanan kemanapun. Dari pada kita habiskan waktu untuk berlari dan berteport, lebih baik kita terbang bukan.?" saut Rudy.


"Hemm. Apa skill ini bisa di pelajari.?" tanya Emma.


"Tentu saja bisa, tapi mungkin hanya seseorang di tingkat Rank S yang bisa mempelajarinya. Aku masih belum menemukan cara untuk seseorang di tingkat bawahnya." jawab Rudy.


"Bagaimana caranya.?" tanya Emma.


"Kau harus tau dengan sistem pembentukannya dulu Emma, pada dasarnya, kau harus membentuk prototipe sihir pada sayap yang keluar di belakang punggung." jawab Rudy.


"Hm, aku masih belum paham maksudmu. Tapi aku bisa mengerti dengan pembentukannya." saut Emma.


"Baiklah, aku berikan contoh, ini adalah skill yang aku buat saat malam hari." kata Rudy.


Lalu. Suing. Garis sihir yang membentuk prototipe bententuk sayap, keluar dari punggung Rudy. KPA KPA. Sayap malaikat milik Rudy terbentuk sangat besar berwarna hitam. Dengan panjang sayap 5 meter di setiap sisinya. Sayap itu benar-benar sangat besar.


"Heee.?" saut Emma dengan terkejut.


Lalu, Ruy pun terbang ke atas udara secara perlahan. "Bagaimana Emma.?" saut Rudy sambil tersenyum.


"Tidak kusangka, kau bisa membentuk energi alam dan membuatnya menjadi padat." saut Emma dengan tercengang.

__ADS_1


"Kau juga bisa Emma, cobalah. Lebih baik membentuk energi alam, dari pada membentuk benda mati." kata Rudy.


"Kau meremehkanku Rudy, kau pikir aku membuat sebuah portal dari benda mati.? Itu juga sebuah pembentukan energi alam." saut Emma


Lalu, Suing, Kpa kpa. Sayap malaikat milik Emma berwarna putih. Ia pun melayang ke udara secara perlahan.


"Hanya saja, aku baru tau kalau energi alam bisa di padatkan. Bagaimana menurutmu.?" saut Emma dengan tersenyum sambil melihat Rudy.


"Hem, tidak heran kau bisa memahaminya dengan cepat. Sang Dewi Pencipta." saut Rudy.


"Kau juga adalah Sang Dewa." saut Emma dengan tersenyum.


PASS. Sayap milik Rudy pun pecah di udara, dan ia mendarat ke tanah.


"Yaaah, aku tidak perlu repot-repot mengajarimu lagi." kata Rudy.


PASS. Sayap milik Emma juga pecah di udara, dan ia mendarat ke tanah.


"Tapi ini sangat mengagumkan Rudy, aku tidak tau, seperti apa duniamu dulu, tapi itu terdengar sangat luar biasa. Banyak teori yang tidak bisa di temukan di dunia ini, dan kau membawanya kemari." kata Emma sambil mendekati Rudy.


"Padahal aku sering bercerita padamu dulu. Apa kau sudah melupakannya.?" Saut Rudy.


"Jika hanya di dengarkan, siapapun bisa lupa. Tapi jika di lakukan, hal itu justru berbeda." kata Emma.


"Baiklah, saatnya kita melihat pembangunan Royal Unity." kata Rudy sambil mengeluarkan sayapnya dan terbang ke atas langit.


"Hihi," saut Emma dengan tersenyum kecil dan mengejar Rudy.


...


Di tempat Pembangunan.


Terlihat Solan dan Rei sedang mendiskusikan pembangunan disana.


"Jadi kita harus membangun saluran air di bawah tanah.?" tanya Rei.


"Benar, istana ini sangat luas dan besar, jadi butuh pertimbangan jika terjadi hujan lebat. Disini sudah ada sungai yang bisa menampung banyak air, tapi sungai ini harus di gali lebih dalam lagi." jawab Solan.


"Aku tidak pernah mendengar konsep ini, dari mana anda belajar tentang ini semua.?" tanya Rei.


"Aku membuat sketsa ini bersama Rudy, jadi dia sendiri yang meminta untuk di buatkan saluran air ini. Mungkin di istana kerajaan daratannya lebih tinggi, jadi hal seperti ini tidak di butuhkan." saut Solan.


"Ah, Tuan Rudy ya.? Aku sering mendengar namanya, bahkan di kalangan bangsawan kerajaan, mereka sering membahasnya. Tuan Rudy adalah orang yang sangat luar biasa, sayangnya aku tidak pernah bertemu dengannya secara langsung." kata Rei.


Lalu. "Hallo Tuan Solan." Saut Rudy yang tiba-tiba berjalan ke arah Solan bersama Emma.


"Ah, itu dia orangnya." saut Solan.

__ADS_1


...


__ADS_2