Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 76 - Kehampaan.


__ADS_3

Di luar kamar Luciana, banyak sekali bangsawan yang datang menghampiri kamar Luciana. Tiba-tiba Sang Raja membuka pintu kamarnya.


"Yang Mulia." Kata semua orang di sana sambil menundukkan badannya.


"Bagaimana keadaan Tuan Putri Yang Mulia.?" Tanya salah satu bangsawan kelas atas disana.


"Ah, dia baik-baik saja sekarang, bahkan perasaan dan ingatannya masih sama seperti sebelumnya." Jawab Raja Eden.


"Syukurlah." Kata Bangsawan itu.


"Edward, kita tunda dulu perjamuannya malam ini. Kita adakan besok malam. Dan siapkan semuanya, besok akan menjadi acara yang resmi. Luciana akan hadir besok malam, dan sekarang dia akan beristirahat dulu." Kata Raja Eden.


"Siap Laksanakan perintah." Kata Edward.


"Lalu Leo. Kau yang bertangung jawab atas keamanan istana. Jangan sampai terulang kembali kejadian seperti dulu." Kata Raja Eden.


"Siap Laksanakan Perintah Yang Mulia." Kata Leo sambil berlutut di depan Raja Eden.


"Baiklah, kalian bersiap-siaplah mulai sekarang, dan jaga pintu ini, jangan sampai ada yang masuk kedalam kecuali keluarga kerajaan." Kata Raja Eden.


"Laksanakan Perintah Yang Mulia." Kata penjaga disana.


"Baik, kalian boleh bubar. Aku akan masuk kedalam." Kata Raja Eden sambil menutup pintu kamar.


Di luar kamar, semua orang masih tercengang dengan keajaiban yang baru saja terjadi di istana kerajaan.


"Aku akan berusaha menjaga istana dengan nyawaku sendiri." Kata Leo dengan serius.


...


Di dalam kamar, terlihat Sang Ratu masih mengobrol dengan Luciana, dan Ellena sedang di pangku oleh Luciana. Mereka semua terlihat sangat bahagia.


"Apa sebaiknya kita pergi dari sini.?" Tanya Rudy.


"Mungkin kita harus memberikan waktu kepada mereka." Jawab Emma.


"Baiklah, kalau begitu, kita pergi sekarang." Kata Rudy sambil berdiri dari kursinya.


"Tunggu Rudy." Saut Raja Eden.


"Em.?" Saut Rudy.

__ADS_1


"Kita masih belum membahas masalah Luciana. Kalian lah yang membangunkan Luciana, jadi kami tidak bisa membiarkan kalian pergi begitu saja." Kata Raja Eden.


"kenapa aku tidak bisa pergi dari sini.?" Tanya Rudy.


"Kami ingin mendengarkan penjelasanmu Rudy. Mungkin kami tidak punya pengalaman sepertimu, tapi kejadian seperti ini bisa menjadi pelajar bagi kami. Tolong jelaskan, apa yang sudah terjadi pada Luciana.?" Tanya Raja Eden.


Semua orang disana pun langsung terdiam dan memasang wajah yang serius.


"Hm." Saut Rudy sambil memejamkan matanya.


"Didalam kamar ini, ada sebagian koin yang rusak, dan koin itu menyerap energi alam, lalu di buang secara bersamaan. Tubuh Tuan Putri tidak bisa menahan tekanan energi alam ini, dan energinya terserap kedalam tubuhnya. Tentu saja ada beberapa energi hewan iblis di sekitar ibu kota, dan energi itu bersatu di dalam kamar ini karena tertarik oleh koin-koin disini. Aku yakin kejadian yang menimpa Tuan Putri ada di dalam kamar ini. Hanya itu yang bisa aku jelaskan." Kata Rudy.


"A, aku masih belum paham apa maksudmu." Kata Raja Eden.


"Dasar bodoh." kata Rudy dalam hati.


Emma pun angkat bicara. "Apa Yang Mulia pernah menarik energi alam dari istana.?" Tanya Emma.


"Ah, tidak pernah Putri." Jawab Raja Eden.


"Kenapa tidak pernah.?" Tanya Emma.


"Lalu, dari mana energi alam yang Anda tarik.?" Tanya Emma.


"Tentu dari atas sana." Jawab Raja Eden.


"Lalu, apa yang terjadi jika di pusat kota terjadi kebocoran energi alam.?" Tanya Emma.


"Sudah jelas hewan iblis akan menyerang." Jawab Raja Eden.


"Padahal di kamar ini banyak sekali energi alam, tapi kenyataannya, apa pernah ada hewan iblis yang datang kesini.?" Tanya Emma.


"Itu belum pernah terjadi." Jawab Raja Eden.


"Itulah yang di maksud Rudy tadi, sebenarnya hewan iblis sangat ingin masuk ke dalam sini, tapi karena di luar kamar ini tidak ada energi alam, mereka tidak bisa menmbusnya karena sangat jauh dari luar benteng. Hewan iblis hanya berputar-putar di luar benteng kerajaan, tapi energinya juga terserap kedalam sini." Kata Emma.


"Jadi, di dalam kamar ini ada energi alam yang tercampur dengan energi hewan iblis.?" Saut Raja Eden.


"Benar, dan tubuh Luciana lah yang menjadi pusatnya. Tentu itu ada pemicunya, seharusnya Luciana bisa mengontrol energi yang masuk kedalam tubuhnya, tapi kenyataannya, energi yang sudah tercampur itu masuk kedalam tubuh dengan sendirinya, jadi ada penyebab yang memicu terjadinya masalah ini. Mungkin Marco tau tentang pemicu itu, karena dia yang membuang pemicunya. Jika pemicu itu masih ada di dalam tubuh Luciana, mungkin sampai saat ini dia masih lumpuh." Kata Emma.


Semua orang disana pun sangat terkejut dengan penjelasan Emma. Bahkan Luciana sampai menelan ludah.

__ADS_1


"Jadi dia orang yang membuang pemicu itu.?" Kata Luciana dalam hati.


"Hm, aku paham penjelasanmu Putri. Jadi, apa kau tau pemicunya Marco.?" Tanya Raja Eden.


"Tubuhnya terkana racun. Jadi yang membuat lumpuh bukan hanya dari energi alamnya saja, tapi karena ada racun yang mematikan saraf tertentu. Itulah penyebab kenapa energi alam mudah masuk ke dalam tubuhnya tanpa ada pengontrolan." Jawab Marco.


"Racun.? Apa Luciana juga terkena racun selama ini.?" Saut Raja Eden.


Marco pun melemparkan barier kecil yang di dalamnya adalah racun.


"Ini adalah racun yang ada di dalam tubuhnya." Kata Marco.


"Racun apa ini.? Bahkan dokter terbaik di seluruh kerajaan tidak bisa mendeteksinya. Mereka hanya berstatmen saja, dan menduga-duga ada racun yang bersarang dalam tubuhnya." Saut Raja Eden.


"Ini adalah racun ringan, sistem kerja jenis racun ini hanya menghambat pergerakan saraf di seluruh tubuh." Kata Marco.


"Jadi, selama ini aku terkena racun.?" Tanya Luciana.


"Itu benar, mungkin penjahat itu hanya ingin melumpuhkanmu saja, tapi di luar dugaan, justru itu menimbulkan bahaya yang lainnya. Jadi pemicunya adalah racun itu." Jawab Marco.


"Lalu, apa racun itu sudah hilang dari tubuhku.?" Tanya Luciana.


"Ada 3 jenis racun di dalam tubuhmu, dan aku sudah mengeluarkannya semua. Mungkin aku akan ada bukti jika aku tidak mengeluarkannya." Jawab Marco.


"Ah, memang banyak orang-orang jahat yang ingin menyingkirkanku dari tahta mahkota, mungkin mereka ingin menyiksaku. Selama 3 tahun ini, sebenarnya aku tersadar, aku bisa mendengar dan mengingat perkataan orang-orang. Dan selama itu juga, aku merasakan sakit yang luar biasa setiap malam. Yang bisa aku lakukan saat itu hanyalah terdiam dan merasakan sakitnya." Kata Luciana dengan mata yang berkaca-kaca.


"Luciana." Saut Ratu sambil memeluk Luciana dengan terharu.


"Rasa sakit itu aku rasakan setiap hari, bahkan yang ku inginkan hanyalah kematian. Aku merasa tidak kuat dengan keadaan seperti itu, aku juga tidak bisa melakukan apa-apa, aku juga tidak bisa menangis seperti saat ini dan aku juga tidak bisa bercerita ke orang-orang, apa yang sudah aku rasakan." Kata Luciana dengan meneteskan air mata.


"Hiks, kakak." Kata Ellena sambil memegang tangan Luciana.


Luciana pun berdiri. "Dengan penderitaan seperti itu, siapa yang bisa menolongku, siapa yang bisa membebaskan rasa sakit itu, siapa yang menemaniku saat aku kesepian. Tidak ada siapapun, perasaanku juga sakit." Kata Luciana dengan menangis sambil menundukkan kepalanya.


"Bahkan sekarang aku bisa berdiri, bercerita, dan menangis. Sesuatu yang sangat aku rindukan dengan tubuhku ini, akhirnya aku bisa terlepas dari kegelapan yang menyakitkan. Aku benar-benar sangat berterimakasih padamu, terimakasih sudah membebaskanku dari kegelapan itu." Kata Luciana dengan menangis.


Emma pun meneteskan air matanya sambil menundukkan kepala.


"Penderitaan yang hampa, sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan tanpa ada tujuan. Itu pasti sangat menyakitkan, benarkan Emma.?" Kata Rudy dalam hati sambil melihat Emma.


...

__ADS_1


__ADS_2