
"Baiklah, Saya akan menyampaikan tawaran itu kepada Yang Mulia Raja. Royal Unity, nama perserikatan yang penuh arti. Semoga para bangsawan di sana menyetujuinya." Kata Hart.
"Ah, Tapi ingat, waktumu hanya 3 hari mulai besok. Putuskan dengan segera, jika lebih dari 3 hari dengan batas waktu yang sudah di tentukan, aku anggap kalian menjadi musuh kami." Kata Raja Eden.
"Anda tidak perlu khawatir Yang Mulia, kami akan menyampaikannya dalam waktu yang sudah di tentukan." Saut Hart.
"Aku harap kalian bisa mempertimbangkannya." Kata Raja Eden.
"Baik Yang Mulia. Lalu, ada berapa banyak pasukan Royal Unity.?" Tanya Hart.
"Pasukan.? Kami hanya ada lima orang." Jawab Rudy dengan santai.
"HEEEE.??" "Sepertinya aku akan pinsan disini." Kata Hart dengan putus asa.
"Hahaha. Kau tenang saja Hart. Bahkan salah satu Anggota Royal Unity ada yang masih berusia 7 tahun, tapi dia sudah mampu mengalahkan 30 prajurit elit tingkat Rank A seorang diri." Kata Raja Eden.
"Benarkah.?" Saut Hart dengan terkejut.
"Itu benar. Meskipun kekuatanku sekarang Rank SS, aku bahkan di kalahkan oleh Rudy dalam 2x serangan tanpa mengunakan sihir." Kata Raja Eden.
"HEEEE.??" "Sepertinya aku akan pinsan disini." Kata Hart dengan sangat terkejut.
"Aku yakin kita bisa menang jika kita bersama Royal Unity." Kata Raja Eden.
"Aku benar-benar sangat terkejut, ternyata Anda adalah seseorang yang paling Mulia di antara semua orang. Maafkan kelancangan saya Yang Mulia." Kata Hart kepada Rudy sambil berlutut di sampingnya.
"Apanya yang paling Mulia.? Berhentilah bersikap seperti itu di depanku." Kata Rudy dengan kesal.
"Hahaha, aku sudah menduganya. Berdirilah Hart, Rudy tidak suka jika kau memberikan hormat padanya. Bersikaplah biasa saja di depan mereka, atau kau akan di jauhinya." Kata Raja Eden.
"He.? Baiklah, maafkan aku. Aku tidak tau ada aturan seperti itu." Kata Hart sambil duduk dan minum teh.
"Itu bukan aturan. Itu hanya sebuah sikap." Kata Rudy dengan kesal.
"Hahahaha. Baiklah, urusan kita sudah selesai. Sebaiknya kalian tunggu sebentar disini, aku sedang membuat sebuah perjamuan untuk kedatangan Royal Unity dan perayaan atas bergabungnya kerajaan Alden." Kata Raja Eden.
"Aku sudah menantikan itu." Kata Marco dengan senang.
"Lalu, bolehkan aku menjenguk Tuan Putri.?" Tanya Rudy.
"Eh.? Apa maksudmu Rudy.?" Saut Emma dengan kesal.
"Emma, aku hanya ingin memastikannya saja. Aku tidak ada maksud lain, jika kita bisa membantu mereka, apa salahnya berbuat baik." Kata Rudy.
"Hm, baiklah. Aku akan melepaskanmu saat ini." Kata Emma.
"Apa dia cemburu.?" Kata Hart dalam hati.
"Silahkan, aku akan mengantarkan kalian." Kata Raja Eden sambil berdiri dari kursinya.
__ADS_1
"Baik, kita pergi kesana sekarang." Kata Rudy.
...
Mereka semua pun pergi ke ke kamar Luciana. Penjagaan disana juga sangat ketat sekali, bahkan yang ijinkan masuk hanya Keluarga Kerajaan.
"Hormat Yang Mulia Raja." Kata penjaga kamar.
"Em. Jaga pintu ini dengan baik. Kami akan masuk kedalam." Kata Raja Eden.
"Laksanakan perintah Yang Mulia." Kata penjaga.
KRIT. Pintu kamar pun di buka. Lalu WOSSH Auara energi yang sangat mencekam.
"Apa yang terjadi dengan kamar ini.? Auranya suram sekali." Kata Hart dengan terkejut.
"Ini Energi alam yang sudah kotor." Kata Emma.
"Ah, Energi ini seperti di dalam dungeon Rank Expert." Saut Rudy.
"Memang seperti inilah aura di dalam sana. Mari kita masuk." Kata Raja Eden.
"Tempat ini benar-benar sudah terkontaminasi dengan energi hewan iblis." Kata Rudy.
"Apa kau sudah memasang koin penyerap energi.?" Tanya Marco.
"Hm, itu benar." Kata Marco sambil menghampiri tembok. Tanpa ia sadari, sebenarnya ia menghampiri ranjang sang putri.
"Kenapa koinnya panjang seperti ini.?" Kata Marco sambil memegang penyangga tutup tirai yang ranjang.
"Disini gelap sekali, apa karena aura ini.?" Tanya Rudy.
"Benar Rudy, bahkan kami sudah memasang lampu di setiap sudut, tapi tetap saja tidak terlihat apa-apa disini." Jawab Raja Eden.
"Aura ini bisa di serap dengan koin Diamond Rudy." Kata Emma.
"Ah benarkah.?" Tanya Rudy.
"Apa itu Putri.?" Tanya Raja Eden dengan kebingungan.
"Mungkin kalian tidak pernah melihat koin ini seumur hidup kalian. Aku akan memperlihatkannya." Kata Rudy sambil mengeluarkan Diamond.
Tiing. Suara Diamond yang bersinar. "Eh.? Apa itu sebuah koin.?" Tanya Raja Eden dengan terkejut.
"Aku bahkan tidak tau ada koin seperti itu." Kata Hart dengan terkejut.
"Ini masih belum di aktifkan." Kata Rudy sambil berjalan kedepan.
...
__ADS_1
Lalu, di tempat Marco berada.
"Hm, mungkin kain ini menghalanginya. Apa koin-koin itu ada di dalam tirai ini.?" Kata Marco sambil membuka tirai itu dan masuk kedalamnya.
"Lalu, dimana koin itu berada.?" Kata Marco sambil meraba-raba tempat tidur itu.
YUT, YUT, YUT. "Apa ini, ini seperti jelly. Apa mereka memasang sesajen disini. Dasar bodoh orang-orang itu. Bahkan ada dua jelly disini. Mana ada hewan iblis yang mau dengan jelly seperti ini. Tapi enak juga di pegang, jellynya juga besar sekali, bahkan tanganku tidak bisa meremas semuanya." Kata Marco.
Lalu. TIING. SWOOOSH. Suara Diamond yang di aktifkan. Bahkan semua aura yang menyelimuti kamar itu sampai terserap kedalamnya.
"Tidak bisa di percaya, diamond itu benar-benar menyerap aura gelap ini." kata Raja Eden.
"Auranya terserap dengan mudah. Dari mana mereka mendapatkan benda seperti itu.?" kata Hart.
...
Di tempat Marco berada.
"Auranya sudah terserap. Apa Rudy sudah mengaktifkan diamond itu.?"
"Aku harus memastikan disini juga, aneh sekali koin-koin itu tidak bekerja. Tapi kenapa tanganku tidak bisa berhenti meremas jelly ini. Dan aku merasa ada racun di dalamnya. Apa mereka ingin meracuni roh jahat.? Konyol sekali mereka."
Tiba-tiba. WOSSH. Semua aura yang ada di dalam kamar itu pun terserap habis.
"He.?" Saut Marco dengan sangat terkejut melihat tangannya yang meremas jelly.
"Tidak mungkin, ini bukan jelly biasa." kata Marco dengan terkejut sambil memegang dada sang Putri Luciana.
Lalu. SUUING WOSH. "HAAAAAA." Teriak Marco dengan terkejut.
"Eh.? Marco.?" Saut Rudy dengan terkejut.
"Ada apa ini.?" Tanya Hart.
"Suaranya dari tempat tidur Luciana. Aku akan memeriksanya." Kata Raja Eden sambil berlari ke tempat tidur Luciana.
SRAA. Suara tirai yang di buka oleh sang Raja. "Ini tidak mungkin." Kata Raja Eden dengan sangat terkejut.
"Ayah." Kata Luciana yang sudah tersadar.
"Aa, aa, a." Saut Marco dengan tercengang.
Raja Eden pun langsung meneteskan air matanya. "Luciana." Saut Raja Eden.
Eden pun langsung memeluk Luciana. "Syukurlah kau sudah sadar. Luciana." Kata Raja Eden dengan sangat gembira sambil memeluk Luciana.
"Apa yang sudah terjadi Ayah.?" Tanya Luciana dengan kebingungan.
...
__ADS_1