Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 110 - Layar Hologram.


__ADS_3

Di halaman belakang Mansion. Rudy dan Emma masih menyiapkan sebuah chip yang sudah di ciptakan.


"Ini sudah di sambungkan semua Emma." kata Rudy.


"Tapi kita harus menyiapkan layar terlebih dulu. Chip ini masih belum bisa di gunakan." saut Emma.


"Baiklah, kau yang membuatnya." saut Rudy.


"Tunggu sebentar." kata Emma. SUING WOT. Sebuah benda instalasi berhasil di buat.


"Benda apa lagi ini.?" tanya Rudy.


"Ini adalah benda pembuat layar. Sistemnya seperti dengan milikmu dulu, dan benda ini juga termasuk cipta." Jawab Emma.


"Ho, itu seperti install Operation System. Kerja bagus Emma." saut Rudy dengan tersenyum.


"Kita coba salah satu chip ini." kata Emma.


TIIT. Instalasi OS pertama pada Chip. ID : 01 Milik Rudy Hosten. ID : 02 Milik Emma Lawren.


"Apa berhasil.?" tanya Rudy.


"Tentu saja. Kau tinggal menempelkan chip ini pada tanganmu. Cobalah." saut Emma.


"Ah, baiklah." saut Rudy sambil menempelkan satu chip pada tangannya. Lalu. Wos. sebuah lingkarang sihir yang terbentuk pada tangan Rudy. dan Chip itu pun menghilang.


"Apa sudah selesai, aku tidak merasakan apapun. Apa kau sudah menginstallnya Emma.?" tanya Rudy.


"Ada kata kuncinya. Open Bar. Kau tinggal bilang seperti itu, layar komputer akan muncul di depanmu." jawab Emma.


"Em. Baiklah. Open Bar." SUING. Layar hologram keluar di depan Rudy.


"Wooh, ini lebih bagus lagi Emma. Fiturnya juga sudah banyak. Hebat sekali." saut Rudy dengan tersenyum.


"Hihi. Aku sudah menambahkan sedikit fitur, hanya fitur Map yang tidak ada di sana." kata Emma.


"Hm, fitur itu harus di tambahkan Emma. Apa kau tidak bisa mendeteksi daratan Gaia dengan satelit.?" tanya Rudy.


"Bisa, tapi itu membutuhkan waktu lama. Mungkin bisa sampai 3 hari." jawab Emma.


"Waktu itu sudah cukup Emma. Aktifkan saja detaktornya, dan simpan pada server." saut Rudy.


"Ah, kau benar juga. Aku akan menambahkan detaktor lainnya, yang bisa mendeteksi jiwa hewan iblis dan manusia. Bagaimana.?" saut Emma.


"Bagus. Lakukan itu." jawab Rudy.


SUING. SWOOSH. Sebuah lingkaran sihir yang di kirimkan ke satelit. Lalu, detaktor penyalin daratan pun di aktifkan.


"Sudah aku aktifkan, tinggal menunggu saja sampai selesai." kata Emma.


"Baiklah. Chip Ini akan menjadi teknologi pertama di dunia. Aku sudah tidak sabar ingin mengumumkannya pada anggota Royal Unity." kata Rudy.


"Idemu ini sangat hebat Rudy. Bahkan aku tidak menyangka bisa membuat benda seperti ini." kata Emma.


"Ah, tentu saja, benda itu di ciptakan pertama kali di dunia." saut Rudy.


...


Lalu. Lilia dan lainnya pun sampai di depan Mantion.


"Wah, jadi ini Mansionnya.?" saut Lilia dengan terkejut.


"Besar sekali kak." saut Rin.


"Aku sendiri tidak menyangka kalau Mansionnya akan jadi seperti ini." kata Alicia.

__ADS_1


"Apa kau belum pernah datang kemari.?" tanya Lilia.


"Aku hanya mendengarnya saja." jawab Alicia.


"Hm, aku kira kau sudah pernah datang kesini. Baiklah, kita masuk kedalam." kata Llilia.


Mereka semua pun masuk kedalam Mansion. Terlihat ornamen dan fasilitas yang mewah di dalam sana.


"Ini jauh lebih bagus dari pada istana kerajaan." kata Alicia.


"Wuaah, apa itu yang menempel di atas atap. Apa itu sebuah batu cristal.?" tanya Lilia yang melihat lampu.


"Hm, aku sendiri tidak tau, tapi sepertinya benda itu untuk penerangan." saut Alicia.


"Banyak benda aneh disini." saut Lilia sambil melihat-lihat.


"Lalu, dimana Rudy dan Emma ya.?" tanya Alicia.


"Apa mereka keluar.? Disini sangat sepi sekali, sepertinya tidak ada orang di sini." saut Lilia.


"Coba kita putari semua ruangan, mungkin Rudy ada di dalam." kata Alicia sambil berjalan.


"Ah, yang penting jangan masuk kedalam kamar, aku takut melihat yang tidak-tidak." saut Lilia sambil mengikuti Alicia.


Lalu. "Kak, apa itu.?" tanya Rin sambil melihat kebelakang Mansion dari jendela.


"Hm, apa.? Kau melihat apa.?" saut Lilia.


"Itu seperti menara, tapi aku tidak yakin kak." jawab Rin.


"Hm." saut Lilia sambil menghampiri Rin.


Lilia pun melihat Tower yang sangat tinggi di belakang Mansion.


"Heem.?? Apa Rudy membuat menara disana.?" saut Lilia.


"Kita bisa memastikannya jika kita kesana." saut Lilia.


"Baiklah, kita periksa kesana." kata Alicia.


Mereka berempat pun menuju ke belakang Mansion.


Tidak berlangsung lama, Lilia melihat Rudy dan Emma sedang berdiri di bawah tower.


"Itu mereka." saut Lilia.


"Apa yang mereka lakukan disana.?" tanya Alicia.


"Kalau melihat situasi disana, sepertinya mereka tidak sedang berpacaran." saut Lilia sambil berjalan menghampiri Rudy.


Lalu. "Rudyyy." Teriak Lilia.


"Eh.?" saut Rudy dengan terkejut.


"Apa yang kalian lakukan disini.?" tanya Lilia.


"Kau sudah datang Lilia." saut Emma.


"Kami sudah menyelesaikan dungeon, lalu kami melihat sebuah benda yang terbang ke atas langit. Alicia bilang, benda itu di terbangkan dari sini, apa itu benar.?" tanya Lilia.


"Hm, sepertinya satelit itu mengundang perhatian." kata Rudy.


"Satelit.?" saut Lilia dan Alicia yang kebingungan.


"Yaah, sangat kebetulan, aku bisa mencobanya kepada kalian semua." saut Rudy.

__ADS_1


"Apa maksudmu.?" saut Lilia.


"Kami sedang membuat teknologi pertama di dunia. Dan itu sudah jadi dalam 1 hari, kalian akan tau jika mencobanya sendiri." kata Rudy.


"Hm.?" saut Lilia yang kebingungan.


"Ini untukmu, dan ini untuk kalian." kata Emma sambil memberikan sebuah chip.


"Apa ini.?" tanya Alicia.


"Itu adalah chip. Benda kecil itu bisa menampilkan layar di depanmu. Kau juga bisa berkomunikasi dengan kami lewat benda itu." jawab Emma.


"Apa hal seperti itu bisa di lakukan.?" tanya Lilia.


"Cobalah dulu." saut Rudy.


"Bagaimana caranya.?" tanya Lilia.


"Tempelkan saja di tangan kalian." jawab Rudy.


"Apa ini perhiasan kak Rudy.? Kenapa harus di taruh di tangan.?" tanya Ellena sambil melihat chip di tangannya.


"Untuk mengaktifkan sihir pengikat." jawab Rudy.


"Pengikat.? Untuk apa sihir itu.?" tanya Ellena.


"Dia bertanya terus tanpa henti." saut Rin sambil menempelkan chip di tangannya. Suiing.


"Heee.?" saut Lilia dan lainnya yang terkejut.


"Hm.? Apa yang terjadi kak, bendanya menghilang." tanya Rin.


"Kau tinggal bilang. Open Bar." saut Rudy.


"Hm.? Open Bar.?" saut Rin. Lalu. Ziing. Sebuah layar hologram keluar di depan Rin.


"HEEE.???" Teriak mereka yang terkejut.


"Apa ini kak.?" saut Rin dengan tercengang.


"Dengarkan baik-baik, aku tidak akan mengulanginya. Ini namanya Status Bar, disini kalian bisa melihat level kalian, bahkan ada simbol kekuatan juga. Lalu, Bar ini juga sudah di lengkapi dengan fitur penyimpanan, kalian tidak perlu lagi menyimpan benda di dalam cincin." kata Rudy.


"Ini luar biasa kak. Bahkan aku bisa melihat tingkat kekuatanku sendiri." saut Rin yang melihat status Bar miliknya.


"Kau juga bisa memindahkan barangmu yang ada di cincin kedalam sini, barang yang kau simpan akan terlihat di dalam kotak-kotak ini. Jadi kau tidak perlu mencarinya dulu, kau bisa langsung memasang set perlengkapan secara langsung." kata Rudy.


"Waah, sangat menakjubkan. Aku ingin mencobanya." kata Lilia. Ziing.


"Aku juga ingin mencobanya." saut Ellena. Dan Alicia pun mengikutinya.


"Tidak kusangka, bahkan levelku setinggi ini." kata Lilia.


"Ternyata levelku kalah dengan Ellena. Hiks." saut Alicia yang melihat status Bar milik Ellena.


"Benarkah.? Huahahaha. Aku kuat sekarang." Teriak Ellena dengan gembira.


"Baiklah kalian semua. Sekarang cobalah fitur ini. Kalian bisa mengirimkan pesan suara kepada siapa saja yang kalian mau, asalkan kalian punya nomer ID nya." kata Rudy.


"Jadi ini ID nya.? Disini juga ada ID mu Rudy." saut Alicia.


"Benar, Emma sudah menambahkan ID kami untuk kalian." jawab Rudy.


"Lalu, ini untuk apa Rudy.?" tanya Lilia yang melihat sebuah simbol telepon disana.


"Itu adalah fitur telepon. Kalian bisa berbicara dengan siapapun yang kalian hubungi." jawab Rudy.

__ADS_1


"Hee. Benarkah.?" saut Lilia dengan terkejut.


...


__ADS_2