Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 77 - Keinginan


__ADS_3

Rudy pun melihat Emma yang bersedih. Kehampaan yang di rasakan Emma saat itu, benar-benar menyakiti jiwannya sendiri.


"Hanya 7 tahun Emma, dan kau sekarang sudah terlepas dari kehampaan itu." Kata Rudy yang berbisik kepada Emma.


"Hiks, aku juga berterimakasih padamu Rudy. Dan kau adalah satu-satunya orang yang membebaskanku dari penderitaan itu. Kau adalah segalanya bagiku." Saut Emma sambil meneteskan air mata.


"Ah, aku tau." Kata Rudy sambil mengelus pundak Emma.


...


Suasana disana pun sangat menyedihkan, semuanya terharu dan ingin menangis.


"Apapun yang kau lakukan padaku, aku tidak peduli lagi. Aku sekarang merasakan kebebasan, jadi terimalah rasa terimakasihku ini." Kata Luciana dengan sangat tulus kepada Marco.


"Kau tidak perlu memikirkan itu, aku hanya ingin membantu. Apa salahnya aku berbuat baik." Saut Marco.


"Hiks, terimakasih." Kata Luciana sambil mengelap air matanya.


"Saya juga sangat berterimakasih padamu nak, aku tidak tau asal usulmu, tapi kau sudah menyembuhkan anakku." Kata Ratu sambil menundukkan badanya di depan Marco.


Lalu Ronald dan Ellena pun berdiri dan menundukkan badannya kepada Marco.


"Apapun yang kau minta Marco, aku pasti akan mengabulkannya." Kata Raja Eden.


"Ah, kalian membuatku terharu. Dan aku tidak punya permintaan apapun. Cukup dengan sifat tulus kalian saja, aku sudah merasa senang." Kata Marco.


"Hanya itu.?" Tanya Raja Eden.


"Benar hanya itu." Jawab Marco.


"Apa kau tidak menginginkan yang lain Marco.? Aku lihat kau sedang memikirkan sesuatu." Kata Rudy.


"Berhentilah memojokkanku Rudy." Saut Marco.


"Aku juga melihatnya, kau menginginkan sesuatu kan Marco.? Kalau di pikir-pikir, kau ingin memiliki pasangan." Kata Raja Eden.


"Eh.? Apa maksudmu.? Aku hanya ingin melihat wajah cantik perempuan bangsawan disini." Saut Marco dengan gugup.


"Jadi kau memang menginginkan itu.?" Tanya Rudy.


"A, Apa salahnya hanya melihat. Iya kan.? Aku tidak melakukan apapun." Jawab Marco dengan gugup.


"Apa kau akan puas hanya dengan melihatnya saja.?" Tanya Rudy.


"Eh.? Su, sudah tentu aku puas." Jawab Marco dengan panik.


"Dari pada kau berkenalan dengan para bangsawan itu, Luciana adalah perempuan terbaik di seluruh kerajaan. Dia berkabat, cantik, dan kuat. Dia juga mengerti arti keluarga, apa kau tidak ingin berkenalan dengannya.?" Tanya Raja Eden.


"Eh.? Berkenalan.?" Saut Marco dengan panik.

__ADS_1


"Kau juga boleh melamarnya, aku sudah merestui hubungan kalian. Apalagi kau adalah salah satu Panglima tertinggi Royal Unity, sudah pasti kau tidak akan tertarik dengan kekuasaan kerajaan, karena kau sudah mendapatkan kekuasaan lebih tinggi lagi." Kata Raja Eden.


"Eh.? Apa maksudnya.? Melamar, siapa.?" Saut Marco dengan panik.


"Dan aku juga tidak perlu mengkhawarirkan tentang kerajaan, kau adalah seseorang yang sangat kuat. Aku yakin kau akan melindungi kerajaan ini, apalagi jika kau menikah dengan Luciana, aku sangat yakin, kau tidak akan membiarkan seseorang menyakitinya. Benarkan.?" Kata Raja Eden.


"Itu benar, aku setuju." Saut Rudy dengan santai.


"Rudy, apa maksudmu.? Bahkan aku belum berkenalan dengannya, aku juga tidak tau kepribadiannya, kita masih belum cocok." Kata Marco.


"Justru itu kau harus berkenalan dengannya Marco, tak kenal maka tak sayang bukan.?" Saut Rudy dengan tersenyum.


"Sebenarnya, akuu, aku." Kata Luciana sambil meremas bajunya.


"Eh.?" Saut Marco dengan terkejut melihat Luciana dengan wajah memerah.


"Sebenarnya aku ingin menikah dengannya. Itu yang ingin aku katakan." kata Luciana dalam hati.


"Sebenarnya aku tidak keberatan berkenalan denganmu. Namamu Marco kan.? Salam Kenal, aku Luciana Eden." Kata Luciana dengan tersenyum malu.


"Apa yang di pikirkan orang-orang ini.?" Kata Marco dalam hati.


"Bagaimana Marco, dia tidak keberatan." Saut Rudy.


"Kau tidak boleh menyakiti perasaanya Marco, dia sangat tulus padamu. Jadi sebaiknya kau tidak menolak tawaran itu." Kata Emma.


"Eh.? Baiklah. Salam kenal Luciana Eden." Kata Marco sampil menundukkan badannya.


Luciana pun menundukkan badannya di depan Marco dengan tersenyum.


"Aku sudah melakukannya, jadi berhentilah menyudutkanku." Kata Marco.


"Belum, sepertinya Tuan Putri butuh jalan-jalan, jadi kau harus menemaninya." Kata Rudy.


"Rudy, sudahlah." Saut Marco.


"Ah, itu benar. Apa kau sudah baik-baik saja Luciana.?" Tanya Raja Eden.


"Em, aku bahkan sudah bisa berlari Ayah, aku juga ingin jalan-jalan sebentar. Sepertinya aku butuh melepaskan kerinduanku dengan istana ini." Jawab Luciana.


"Baiklah, apa kau mau menemaninya Marco.?" Tanya Raja Eden.


"Eh.? Aku tidak mau, kenapa tidak para penjaga itu saja yang menemaninya." Jawab Marco.


"Justru kalau dia berada di dekatmu, aku tidak perlu khawatir, siapa yang berani mengusik Panglima Tertinggi Royal Unity, bahkan aku sendiri tidak berani." Kata Raja Eden.


"Ah begitu ya.? Ini sudah malam, mungkin lain waktu saja, sepertinya Luciana butuh istirahat." Kata Marco.


"Tidak, aku sudah sehat sekarang." Kata Luciana dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


"Apa-apaan dengan senyumannya itu." Kata Marco dengan cemberut.


"Hm, baiklah, tapi hanya malam ini saja." Kata Marco dengan pasrah.


"Oke, aku mau bersih-bersih dulu. Mumpung ini masih sore." Kata Luciana.


"Baik, aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkanny." Kata Ronald sambil berjalan keluar kamar.


"Ah, tolong Ronald." Kata Ratu.


"Aku pergi dulu, tunggulah disini." Kata Luciana sambil mengikuti Ronald.


...


"Apa kita tidak ada jadwal Rudy.?" Tanya Marco.


"Tidak ada, aku sendiri akan kembali ke ruang rapat satunya. Mungkin Lilia dan Rin sedang menunggu." Jawab Rudy.


"Aku akan ikut bersamamu." Saut Marco.


"Kau tunggulah Tuan Putri di sini Marco, dia butuh ketenangan sementara. Jangan sakiti dia, turuti saja yang dia mau. Kau tidak bisa merasakan perasaanya saat ini. Jadi bersikap baiklah padanya." Kata Emma.


"Kau akan mengerti setelah kau bersamannya." Kata Rudy.


"Ah, baiklah." Saut Marco.


Lalu. "Rudy, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu." Kata Raja Eden.


"Apa.?" Saut Rudy.


"Kau bilang tadi, kalau koin-koin di kamar ini rusak. Apa sebaiknya aku menganti dengan koin yang baru.?" Tanya Rudy.


"Tidak perlu, gunakan koin sebagai uang saja." Jawab Rudy.


"Lalu, bagaimana jika sesuatu terjadi lagi.?" Tanya Raja Eden.


"Hm, aku akan memberikan Diamond ini, pasang Diamond itu di atas istana kerajaan. Jangkauan areanya sangat luas, dan diamond itu fungsinya lebih baik dari koin emas." Jawab Rudy sambil melemparkan diamond kepada Raja Eden.


"Ah, terimakasih Rudy." Suat Raja Eden.


"Tidak perlu berterimakasih, sudah tanggung jawab kami sebagai Royal Unity." Jawab Rudy.


"Sebelumnya, perkenalkan. Saya adalah Ratu kerajaan Alden, Rosalia. Saya juga bertangung jawab atas kerajaan." Kata Rosalia.


"Salam kenal Ratu Rosalia. Tugas anda juga sangat berat sebagai seorang Ratu kerajaan." Saut Rudy.


"Ah, tidak seberat itu juga, saya dan Raja punya tugas kami masing-masing." Kata Rosalia.


"Apanya yang tidak berat, bahkan Eden punya 18 permaisuri. Pasti perasaanya juga terbagi." Kata Rudy dalam hati.

__ADS_1


...


__ADS_2