Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 9 - Kembali


__ADS_3

Terlihat, Rudy yang duduk di depan anak laki-laki itu sedang kebingungan.


"Apa maksudmu dengan pencuri.?" Tanya Rudy.


"Maaf, aku bercerita aib ku sendiri. Tapi sekarang aku sudah tidak mencuri lagi." Jawab anak laki-laki itu.


"Apa kau mencuri barang-barang milik orang lain.?" Tanya Rudy.


"Hiks, aku mencuri makanan untuk adikku. Aku tidak punya uang untuk membeli makanan, bahkan aku tidak bisa berburu hewan iblis." Kata anak laki-laki itu sambil meneteskan air mata.


Rudy pun hanya terkejut mendengarnya sambil menoleh ke arah mayat perempuan disana.


"Maaf, Apa dia meninggal karena kelaparan.?" Tanya Rudy.


"Ini semua salahku, tidak seharusnya kami hidup seperti ini. Hiks, maafkan aku, maafkan aku." Kata anak laki-laki itu dengan menangis sambil melihat adik perempuannya.


...


"Aku sangat terkejut dengan kondisinya Emma, apa manusia di dunia ini sangat kejam seperti itu.?" Kata Rudy dalam hati.


[Itu benar Rudy. Di dunia ini, reputasi sosial sangat berpengaruh. Manusia yang lemah akan di tindas, karena di anggap tidak berguna bagi manusia lain]


"Tapi mereka berdua masih kecil Emma. Ini sangat memprihatinkan." Saut Rudy.


[Kau juga masih bocah Rudy]


"Hee.?" Saut Rudy sambil melihat tubuhnya yang masih berumur 11 tahun.


...


"Maaf, hanya ini yang aku punya." Kata anak laki-laki itu sambil memberikan suguhan kepada Rudy.


"Eh.?" Saut Rudy dengan kebingungan melihat rumput liar yang ada di depannya.


[Kau harus menghargainya Rudy]


"Tapi ini rumput liar Emma, ini bukan makanan." Kata Rudy dalam hati dengan terkejut.


"Silahkan, aku akan mengambilkan air minum." Kata anak laki-laki itu.


Rudy pun hanya melihatnya saja dengan raut wajah yang terkejut.


"Ah, terimakasih." Saut Rudy dengan sedih.


"Sebelumnya, perkenalkan, namaku adalah Marco, dan adikku ini bernama Lilia." Kata Marco sambil menaruh segelas air putih.


"Marco kah. Perkenalkan, namaku Rudy. Salam kenal Marco." Jawab Rudy.


"Salam kenal Rudy." Saut Marco.


"Apa kau sudah lama tinggal disini.?" Tanya Rudy.


"Aku sudah 1 bulan lebih tinggal disini." Kata Marco sambil membakar batu untuk memasak rumput liar.


"Apaa.? Jadi adikmu sudah meninggal selama itu.?" Tanya Rudy.


"Adikku sudah meninggal 2 bulan yang lalu, aku mengawetkan tubuhnya dengan sihirku." Kata Marco.


"Ah, tapi tetap saja, kau harus menguburkannya." Kata Rudy.


"Aku sudah mencari tempat yang cocok untuknya, tapi aku masih belum menemukannya." Kata Marco.


"Tempat seperti apa yang dia inginkan.?" Tanya Rudy.


"Dia suka dengan bungah, aku ingin menguburkannya di taman bungah." jawab Marco sambil menaruh rumput liar di atas batu panas.

__ADS_1


"Baiklah, bolehkah aku membantumu untuk mencari tempat itu.?" Tanya Rudy.


"Eh.?" Saut Marco yang terkejut.


"Em.? Apa boleh Marco.?" Tanya Rudy.


"Aku tidak ingin merepotkanmu Rudy." Jawab Marco.


"Em, anggap saja itu balas budy untuk makanan dan minuman ini." Kata Rudy.


"Kau bahkan tidak menyentuh makanan itu." Saut Marco.


"Ah, ahahaha." Suara Rudy tertawa malu.


"Aku hanya kasihan dengan adikmu Marco, adikmu itu harus di kremasi dengan layak, agar jiwanya bisa tenang di alam sana." Kata Rudy.


"Eh.? Apa yang kau maksud Rudy.?" Saut Marco kebingungan


"Em, mungkin di dunia ini tidak ada adat seperti itu." Saut Rudy.


"Aku juga ingin menyucikan tubuhnya, biar jiwanya bisa di terima oleh sang dewa." Kata Marco.


"Ah, itu yang aku maksud." Saut Rudy.


"Baiklah, biarkan aku makan dulu Rudy, aku sangat lapar, setelah itu kita akan pergi mencari tempat itu." Kata Marco sambil mengambil rumput liar yang di masaknya.


"Tunggu Marco, maaf sudah lancang, jangan makan rumput itu. Aku akan memberikan makanan yang lebih layak untukmu." Kata Rudy sambil mengeluarkan beberapa makanan dari inventorynya.


"Heee.?" Suara Marco dengan sangat terkejut melihat beberapa makanan yang keluar dari udara.


"Silahkan dimakan Marco, ini semua untukmu. Dan ini adalah minumannya." Kata Rudy sambil mengeluarkan kantong air dari surga.


"Hiks." Suara Marco yang meneteskan air mata.


"Terimakasih Rudy. Hiks, ini adalah makanan terbaik yang pernah aku lihat. Andai saja adikku masih hidup, dia pasti akan sangat senang melihatnya." Kata Marco dengan meneteskan air mata.


"Ah." Kata Rudy dengan terkejut.


...


[Apa kau ingin mengunakan item Resorruction Magic Rudy.? Kau bisa menghidupkan orang yang sudah mati, meskipun orang itu sudah lama mati, asalkan tubuhnya masih utuh]


"Eh. Kau benar Emma, aku sampai melupakan item itu. Mungkin ini saatnya untuk menguji item langkah." Kata Rudy dalam hati.


...


"Marco, sepertinya jiwa adikmu sedang berada di sekitar sini." Kata Rudy yang mencoba membuat alasan.


"Hee, benarkah.?" Kata Marco sambil menoleh ke kanan dan kekiri.


"Ah, dia sedang melihatmu dengan tersenyum." Kata Rudy.


"Hiks, terimakasih atas hiburanmu Rudy." Kata Marco dengan tersenyum sambil menghapus air matanya.


"Aku tidak bercanda. Aku serius Marco. Bahkan jiwa itu masih ada di dalam tubuhnya. Apa kau mengijinkanku untuk menyentuhnya.?" Saut Rudy.


"Apa yang akan kau lakukan Rudy.?" Tanya Marco.


"Sudah jelas aku akan menghidupkannya kembali. Dengan jiwa dan ingatan yang sama seperti sebelumnya." Jawab Rudy.


"Hee.?" Saut Marco dengan terkejut.


Lalu, Rudy pun mengeluarkan item langkah Resorruction Magic dari inventorynya. Cahaya yang cukup terang menyinari item itu.


Marco hanya tercenggang melihatnya. Bahkan ia berkali-kali menelan ludah karena terkejut.

__ADS_1


[Item tidak bisa bisa di gunakan pada tubuh itu Rudy. Ada potion seperti racun yang menyelimuti tubuh mayat itu.]


"Apa maksudmu Emma.?" Tanya Rudy.


[Tubuh anak itu di awetkan dengan racun. Itu adalah skill yang dimiliki Marco]


"He, benarkah.?" Saut Rudy.


"Marco, apa kau yang menaruh potion tipe racun pada tubuh adikmu.?" Tanya Rudy.


"He.? Dari mana kau tau itu Rudy.?, Aku tidak pernah bertemu dengan anak seumuran denganku yang memiliki skill penglihatan sepertimu." Jawab Marco.


"Apa kau bisa menarik skillmu kembali.?" Tanya Rudy.


"Tubuh adikku akan membusuk jika aku menarik potion itu. Kau jangan bercanda Rudy, bahkan kau bilang ingin menghidupkan adikku. Aku tidak percaya itu." Jawab Marco.


"Hm. Aku tidak bercanda Marco, akanku berikan sihir pelindung pada tubuh adikmu sebagai penganti potionmu." Kata Rudy sambil mengarahkan tangannya pada tubuh Lilia.


ZIING. Cahaya yang cukup terang keluar dari tangan Rudy. Lalu sebuah sihir pelindung menyelimuti tubuh Lilia, hingga tubuhnya terangkat keatas dan melayang.


"Tidak bisa di percaya. Siapa kamu sebenarnya Rudy.?" Tanya Marco dengan ketakutan.


"Tenanglah Marco, dan mohon kerjasamanya." Saut Rudy.


"Apa kau seorang pangeran.? Tidak, apa kau Dewa.?" Saut Marco dengan tercengang.


"Aku hanya orang biasa Marco, dan semua keluargaku sudah meninggal saat aku berumur 5 tahun. Berhentilah bertanya, dan tarik kembali potionmu itu." Jawab Rudy.


"Baiklah, aku percaya padamu Rudy." saut Marco dengan terkejut.


ZEEEP. Suara potion yang di tarik dari tubuh Lilia.


...


"Ini mustahil. Tubuhnya tidak membusuk." Kata Marco dalam hati.


...


"Sekarang, aku akan menghidupkannya kembali." Kata Rudy sambil menaruh item Resorruction Magic ke dada Lilia.


...


Di alam malaikat, Lilia sedang menangis didalam kegalapan sambil menyebut nama kakaknya terus menerus.


"Kakak, kakak, hiks. Aku takut, dimana ini kakak." Kata Lilia.


Tiba-tiba, di dalam kegelapan, muncul sosok malaikat bertubuh sangat besar dan bersinar sangat terang.


"Hiks, Apa itu.?" Kata Lilia.


Lalu, tangan malaikat itu pun mendekat pada tubuh Lilia. Dan Lilia hanya terdiam dengan terkejut melihat sosok yang sangat besar di depannya.


...


Di dunia nyata.


"Apa dia benar-benar bisa menghidupkan orang yang mati.? Ini sangat sulit di terima oleh akal sehat." Kata Marco dalam hati sambil melihat Rudy.


Tiba-tiba, tubuh Lilia yang sudah pucat kembali ke warna asalnya. Tanda jiwanya sudah kembali pada jasadnya.


"Marco.?" Kata Lilia yang sudah kembali kedunia.


"Mustahil." Kata Marco dengan sangat terkejut.


.

__ADS_1


__ADS_2