Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 33 - Test Pertama.


__ADS_3

Rombongan murid baru yang berangkat dari pelabuhan akhirnya sampai di Akademi. Mereka semua di kumpulkan di alun-alun utama Akademi.


"Apa ini benar-benar bangunan sekolah.?" Tanya Rudy dengan tercengang.


"Sepertinya ini istana." Jawab Marco.


"Kau benar Marco, ini terlihat sangat mewah dan besar." Saut Rudy.


"Sampai kapan kau akan terkejut seperti itu terus.?" Kata Emma.


"Memang banyak hal yang mengejutkanku di dunia ini." Saut Rudy.


"Tapi tempat ini benar-benar sangat menakjubkan Emma." Kata Lilia.


"Aku ingin pulang saja kak, sepertinya aku tidak pantas berada disini." Kata Rin.


"Huh, kalian semua membuatku pusing." Saut Emma.


"Baiklah, aku tinggal dulu. Sangat menyenangkan mengobrol dengan kalian, aku harap kalian segera belajar di Akademi ini." Kata Bima.


"Ah, tetimakasih banyak Pak Inspektur." Saut Rudy sambil menundukkan tubuhnya.


...


Beberapa saat kemudian. Semua murid sudah berkumpul di alun-alun utama. Sekitar 5.200 murid yang terdaftar dari penjuru kota. Lalu, mereka semua di sambut oleh inspektur disana.


"Ekm. Selamat datang di Akademi Rausen murid-murid." Kata Inspektur Akademi bernama Juro.


"Pertama-tama, kalian akan di test ulang untuk di seleksi lebih lanjut. Dan yang lulus seleksi akan di berikan Pin untuk melakukan test selanjutnya. Ada 3 test yang akan kalian lakukan. Semoga kalian berhasil dalam test kali ini." Kata Juro


Semua murid pun bergumam dimana-mana.


"Apa maksudnya ini, bukankah kita sudah di terima masuk ke Akademi.?" Teriak salah murid di sana.


"Iya itu betul."." Kenapa kita harus test ulang."."Kita sudah jauh-jauh datang kesini hanya untuk belajar."


Teriakan para murid yang kecewa dengan aturan yang di keluarkan Akademi.


"Jika kalian tidak setuju dengan aturan ini, kalian di persilahkan untuk pulang sekarang. Perlu kalian tau, Akademi Rausen hanya menerima murid yang berbakat. Jika kalian semua bisa melewati ujian ini, sudah pasti kalian semua akan di terima." Kata Juro.


...


"Hem, aturan yang cukup menarik." Kata Rudy.


"Jika ada test tertulis, sudah pasti aku akan gugur." Kata Marco dengan panik.


"Kita lihat saja testnya seperti apa." Saut Emma.


"Jika ada test tertulis, kita masih punya Emma. Jadi kau tenang saja Marco." Kata Rudy.


"Aku harap dia mau membantu." Saut Marco.


"Huuh." Saut Emma menghela nafas.


...


Lalu, tiba-tiba sebuah batu raksasa berbentuk persegi panjang turun dari atas langit.


BREDOM. BREDOM. Suara hantaman batu raksasa yang mendarat di atas tanah. Dan jumlahnya ada sekitar 50 buah.


"Apa itu ?" Tanya Rudy.


"Batu itu turun dari atas langit, sangat mengejutkan sekali." Saut Marco.


"Aku tidak menyangka, alun-alun disini sangat luas sekali, bahkan bisa menampung semua batu raksasa itu." Kata Lilia.


...

__ADS_1


"Test pertama. Kalian akan di bagi menjadi 50 kelompok. Sudah ada para senior yang akan membimbing kalian. Lihat nomer pendaftaran kalian, dan berbarislah sesuai nomor itu." Kata Juro.


Semua orang pun bergegas mencari kelompoknya masing-masing.


"Kita disebalah sana Rudy." Kata Emma sambil menunjuk ke samping.


"Kita kesana." Saut Rudy.


"Jumlah setiap kelompok sekitar 100 orang lebih. test apa yang akan di lakukan disini." Kata Lilia.


Lalu, beberapa saat kemudian, semua orang pun sudah berbaris dengan rapi sesuai nomor pendaftaran.


"Baiklah. Test pertama ini adalah mengukur kekuatan sihir. Kalian akan lulus jika berada di tingkat Rank C." Kata Juro.


"Test pertama di buka." Teriak Juro.


"Berbarislah dengan rapi, aku akan memanggil kalian sesuai nomor urut." Teriak Senior Akademi.


Mereka semua pun menjalani test pertama dengan tertib. Test ini hanya meletakkan tangan ke batu sihir, dan mengeluarkan energi sihir kedalam batu itu.


Para inspektur mengategorikan kekuatan sihir berdasarkan warna cahaya yang keluar dari batu sihir.


ZING. ZING. ZING. Suara batu sihir yang bercahaya.


"Kau tidak lulus." Kata Senior


"Ah, aku tidak lulus. Sialan." Kata salah satu murid disana.


"Kau tidak lulus." Kata Senior.


"Tidak mungkin aku tidak lulus. Pasti mereka membodohiku." Kata murid yang tidak lulus.


"Selanjutnya." Kata Senior.


Zing. "Kau lulus, pergilah kesana." Kata Senior sambil menunjukkan arah.


"Yeee, aku lulus, aku lulus." Kata Murid yang lulus.


"Selanjutnya." Kata Senior.


"Akhirnya giliranku tiba." Kata Rudy.


"Jangan berlebihan Rudy." Saut Emma.


"Kau tenang saja Emma." Kata Rudy.


ZING. Suara batu sihir yang di pegang Rudy. "Kau lulus." Kata Senior. "Selanjutnya."


Emma dan Lilia pun berhasil lulus dengan lancar. Dan selanjutnya adalah giliran Rin.


"Tekan kekuatanmu Rin, jangan tunjukan kekuatanmu yang sebenarnya." Kata Marco.


"Baik kak." Kata Rin.


ZING. "Kau lulus." Kata Senior. "Huh, untung saja." Kata Rin dalam hati.


"Selanjutnya." Kata Senior. Lalu Marco pun berjalan kedepan.


"Apa dia akan melakukannya seperti yang dia lakukan di benteng dulu.?" Tanya Rudy.


"Kalau dia melakukannya, mungkin kita tidak sekelas dengannya." Jawab emma.


"Sekarang giliranku, aku harus menekan kekuatanku. Tapi bagaimana caranya.?" Kata Marco dalam hati dengan panik.


ZIIING. Suara batu sihir yang bercahaya sangat terang.


"Heh.? Tidak mungkin." Kata Senior itu.

__ADS_1


"Itu, apa benar dia murid baru ?" Tanya Juro yang melihat batu sihir yang di pegang Marco.


"Aarrgh. Aku mengacaukannya lagi." Kata Marco dalam hati.


"Sudah kuduga." Kata Emma. "Huh, dia sangat payah sekali." Kata Lilia sambil menghela nafas.


"Kau, kau lulus. Silahkan pergi kesana." Kata Senior itu sambil menunjuk kearah Juro.


"Ah, baiklah, terimakasih." Saut Marco dengan cemberut.


...


Di tempat Juro.


"Hallo inspektur. Apa benar aku di panggil kesini.?" Tanya Marco.


"Ah, itu benar, silahkan duduk disini." Kata Juro.


"Terimakasih pak inspektur." Saut Marco.


"Dari mana kau berasal.?" Tanya Juro yang penasaran.


"Saya dari kota selatan Pak." Jawab Marco.


"Apa kau tau dengan kekuatanmu sendiri.? Kau berada di Rank A. Itu sudah setara dengan para Pahlawan dikerajaan ini." Saut Juro.


"Ah, hehe. Aku tidak tau itu." Kata Marco.


"Ini adalah pin Expert Class. Kau akan di bimbing langsung oleh Mahaguru." Kata Juro.


"Apa aku tidak melakukan test selanjutnya.?" Tanya Marco.


"Itu tidak perlu, bahkan test selanjutnya tidak berarti untukmu." Jawab Juro.


"Baiklah, lalu kemana aku pergi sekarang.?" Tanya Marco


"Aku akan mengantarmu ke ruang Mahaguru." Jawab Juro sambil berdiri dari kursinya.


"Sekarang pak.?" Tanya Marco.


"Tentu saja sekarang. Kejadian ini sangat langkah, apa kau tau.?" Tanya Juro balik.


"Ahaha, baiklah pak." Jawab Marco.


Mereka berdua pun pergi ke ruang Mahaguru.


...


"Sepertinya kita tidak akan sekelas dengannya." Kata Rudy.


"Hem, biarkan saja dia." Saut Emma.


"Kau juga harus berjuang Rin. Mungkin setelah ini kita berpisah." Kata Lilia.


"Baik kak Lilia." Kata Rin sambil hormat kepada Lilia.


...


{Ruang Mahaguru}


"Ah, Alicia.? Apa yang membawamu kemari.?" Tanya Mahaguru bernama Rewin.


"Saya menghadap kepada Mahaguru." Kata Alicia, Eva, dan Herry secara kompak.


"Apa ada urusan penting.?" Tanya Mahaguru lainnya bernama Ana.


"Saya ingin melapor kepada Mahaguru tentang kejadian yang sebenarnya di Benteng selatan." Kata Alicia.

__ADS_1


"Em.?" Saut Rewin.


...


__ADS_2