
{Istana Kerajaan}
Terlihat Alicia sedang berjalan menuju ruang rapat di dalam istana kerajaan. Di dalam ruangan itu masih terdapat orang-orang yang sedang mendiskusikan tentang ekspedisi ke wilayah timur.
Orang-orang itu adalah Sang Raja Eden, Mahaguru Ana, Mahaguru Rewin, Dan 3 Ketua Bangsawan tingkat atas.
"Apa kau yakin dengan strategi ini Rewin.?" Tanya Marcus, salah satu 6 ketua Bangsawan tingkat tinggi.
"Sebenarnya aku tidak terlalu yakin. Kita sudah membahas ini sangat lama sekali. Tidak ada jalan lain selain kita sendiri yang bergerak kesana." Jawab Rewin.
"Kita sudah mengumpulkan banyak sekali pasukan, jika kita mengunakannya semua, apa ada jaminan untuk keamanan kerajaan.?" Tanya Sean, Salah satu 6 ketua Bangsawan tingkat tinggi.
"Itu benar, kita tidak bisa membawa mereka semua. Terlalu beresiko jika terjadi masalah disana." Saut Carlin, Salah satu 6 ketua Bangsawan tingkat tinggi.
"Lalu, apa kita akan bergerak dengan kekuatan tempur seperti dulu.? Bahkan 3 ketua sekalipun tidak bisa menaklukan tempat itu." Kata Rewin.
"Kita masih belum menemukan jawaban yang pasti. Tapi strategi ini seperti mengantarkan nyawa." Kata Carlin.
"Strategi ini sudah sangat bagus, lalu apa pendapat kalian.?" Tanya Rewin.
"Aku tidak masalah dengan strategi ini, tapi masih ada kelemahan. Bagaimana jika kita menyerang secara bergantian, bukan bersama-sama." Saut Sean.
"Hm, jika seperti itu, sama saja kita bunuh diri secara bergantian." Kata Carlin.
"Mungkin aku ada ide untuk menyempurnakan strategi ini." Kata Marcus.
"Apa pendapatmu.?" Tanya Rewin.
"Kita berlima akan masuk kedalam kawasan Ferland. Raja Eden akan menunggu di luar kawasan bersama para pasukan. Namun, kita harus menyerang tempat itu terlebih dulu dari jarak jauh. Dengan jumlah pasukan seperti ini, mereka bisa membombardir Ferland. Lalu, kita berlima masuk kedalam sana." Jawab Marcus.
"Apa kau sudah yakin dengan ide itu.?" Saut Rewin.
"Aku hanya mengutarakan pendapat, jika kalian tidak sepakat, kita cari jalan lain." Kata Marcus.
"Menurutku itu ide yang cukup bagus untuk saat ini. Kalian akan di dukung oleh pasukan kesatria kedalam sana, dan aku sendiri akan ikut juga bersama kalian." Kata Raja Eden.
"Apa Anda yakin Yang Mulia.?" Tanya Rewin.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan.? dari informasi yang kita terima, hewan iblis disana rata-rata memiliki tingkat Rank S, bahkan kita masih belum tau jika ada hewan iblis yang lebih kuat disana." Jawab Raja Eden.
"Hm, sebaiknya kita pikirkan ulang, kita tidak bisa membiarkan Yang Mulia turun tangan secara langsung, itu sangat beresiko." Kata Carlin.
"Jika seperti itu, kita tidak bisa mengambil alih Ferland, apa kau sudah siap dengan jangka panjang kerajaan ini.?" Saut Sean.
"Tentu saja, kita harus memikirkan itu juga." Kata Carlin.
"Baiklah, kita putuskan hari ini juga, Ekspedisi Pasukan Khusus ke wilayah Ferland, kita lanjutkan atau tidak.?" Tanya Rewin.
"Bagaimana keputusan Anda Yang Mulia.?" Tanya Carlin.
"Ini sangat sulit untuk di putuskan. Jika kita tidak bergerak, kerajaan ini akan semakin hancur oleh usia. Dan jika kita bergerak kesana, kita masih belum tau rasio tingkat keberhasilannya." Jawab Raja Eden.
"Ini sangat sulit sekali." Saut Carlin
"Bagaimana menurutmu Ana, dari tadi kau hanya diam saja." Tanya Sean.
__ADS_1
"Sebenarnya ada suatu rahasia, dan kalian semua sudah tau ini. Tentang orang yang menyelamatkan pasukan Alicia di benteng selatan." Jawab Ana.
"Ah, itu hanya omong kosong." Saut Sean.
"Kita sudah menyelidiki orang itu, tapi tidak ada siapapun yang mengetahui keberadaannya. Entah itu sebuah kebohongan, atau sebuah kebenaran. Nyatanya orang seperti itu tidak pernah ada." Kata Marcus.
"Ho, jadi kalian semua sudah menyelidikinya.?" Tanya Ana.
"Kita sudah melakukan yang terbaik untuk kerajaan ini Ana. Informasi seperti itu, tidak akan kami biarkan, tapi kita butuh pembuktian." Jawab Raja Eden.
"Baiklah jika Yang Mulia butuh pembuktian. Orang itu sekarang berada di Akademi. Aku sudah membuktikannya dengan kekuatanku sendiri. Rewin adalah saksinya." Kata Ana.
"Apa kau membocorkan identitasnya.? Kau sudah berjanji di atas kertas untuk tidak membocorkan identitas anak itu." Saut Rewin.
"Jadi, kalian menyembunyikan informasi itu.?" Saut Carlin dengan serius.
"Ah, itu adalah permintaan dia sendiri. Dia tidak ingin terlibat dalam urusan kerajaan. Tapi jika kita bisa memberikan imbalan yang cukup untuknya, aku rasa dia akan mau membantu." Kata Ana.
"Tingkat berapa kekuatannya.?" Tanya Raja Eden.
"Dia berada di tingkat Rank S seperti kita. Dan dia masih seorang bocah berusia 18 tahun." Jawab Ana.
"Apaa.?" Saut semua orang disana dengan terkejut.
"Aku sendiri sangat terkejut saat mengujinya, tapi bisa aku pastikan, anak itu benar-benar sangat kuat." Kata Ana.
"Bagaimana pendapat Anda Yang Mulia.?" Tanya Carlin.
"Sepertinya kita harus bertemu dengannya. Kita harus membuktikannya sendiri." Jawab Raja Eden.
"Aku akan membujuknya." Jawab Ana.
"Jika dia bisa menyelamatkan kerajaan ini, aku akan mengangkatnya sebagai Putra Mahkota dan penerus tahta kerajaan." Saut Raja Eden.
"Itu terlalu berlebihan Yang Mulia." Kata Sean.
"Itu benar. Kita bisa memberikan kebebasan dari pada kekuasaan. Itu sangat beresiko pada kerajaan." Kata Marcus.
"Itu sudah pantas dari pada kita tidak melakukan apapun." Saut Raja Eden.
Semua orang di sana pun hanya terdiam saja sambil melihat keseriusan Raja Eden.
Tiba-tiba Alicia mengetok pintu TOK TOK.
"Hm, siapa yang berani menganggu rapat ini.?" Saut Marcus.
"Sepertinya ada sesuatu yang penting. Biarkan dia masuk." Jawab Raja Eden.
"Masuklah." Teriak Carlin.
Alicia pun masuk kedalam ruangan itu dan langsung berlutut di depan semua orang yang ada disana.
"Alicia kah.?" Saut Rewin.
"Maaf menganggu rapat Anda Yang Mulia, ada sesuatu yang harus aku sampaikan." Kata Alicia.
__ADS_1
"Tuan Putri silahkan masuk, tidak perlu kau berlutut di depan kami." Saut Carlin.
"Terimakasih Yang Mulia." Kata Alicia sambil berdiri.
"Apa yang ingin kau sampaikan Alicia.?" Tanya Raja Eden.
"Ayahanda, aku membawa kabar baik untuk ekspedisi kali ini." Jawab Alicia.
"Ho, apa kau berhasil mendapatkan hatinya si Marco ?" Tanya Ana.
"Tidak sepeti itu Mahaguru." Saut Alicia.
"Lalu, kabar baik apa yang ingin kau sampaikan.?" Tanya Ana.
"Orang yang telah menyelamatkan kami di benteng selatan, aku sudah bertemu dengan mereka." Jawab Alicia.
"Apa maksudmu dengan mereka.? Bukankah yang menyelamatkanmu adalah Marco seorang.?" Tanya Ana.
"Mereka ada 4 orang Mahaguru, dan salah satunya adalah Marco. Bahkan aku sudah tau tingkat kekuatan mereka yang sebenarnya." Jawab Alicia.
"Eh.? 4 orang.? Ini di luar perkiraan." Saut Ana.
"Kami sudah tau tingkat kekuatan mereka Alicia." Kata Carlin.
"Mungkin yang Anda ketahui hanya tingkat kekuatannya di Rank S. Tapi mereka masih di atasnya lagi." Saut Alicia.
"He.?" Saut semua orang dengan terkejut.
"Apa maksudmu.?" Tanya Raja Eden.
"Empat orang itu berada di tingkat Rank S+, itu sama saja dengan 4 orang legenda Albion yang sedang berada di kerajaan ini." Jawab Alicia.
"Mustahil." Kata Raja Eden.
"Apa kau yakin Alicia.?" Tanya Carlin.
"Aku sudah memastikannya sendiri, dari sebuah item super langkah yang di keluarkan Marco. Dan kami sebenarnya baru saja kembali berburu di luar sana." Jawab Alicia.
"Tidak bisa di percaya. Apa mereka bisa datang kesini menemui kami.?" Tanya Marcus.
"Tentu saja mereka mau. Tapi ada syarat yang mereka berikan." Jawab Alicia.
"Hm, sudah kuduga, tidak ada yang gratis di dunia ini. Tapi Kekuatan seperti itu sudah lebih dari cukup untuk menaklukan Ferland." Saut Marcus.
"Apa syaratnya Alicia.?" Tanya Raja Eden yang penasaran.
"Sebelumnya, Anda harus tau dulu kekuatan hewan iblis yang sebenarnya di daratan Ferland. Kami sudah memastikan kekuatan hewan iblis disana. Rata-rata kekuatan hewan iblis disana adalah Rank S+, jika kita pergi kesana tanpa kekuatan 4 orang ini, sama saja kita bunuh diri." Jawab Alicia.
"Tidak mungkin." Saut Sean.
"Pantas saja 3 orang dengan kekuatan Rank S dan pasukan terkuat sekalipun, datang dengan luka fisik yang sangat fatal.
"Dan kami sudah memastikan, bahwa di sana terdapat dungeon tingkat Expert. Itu mustahil bagi kita dengan kekuatan kerajaan, bahkan kekuatan seluruh benua Albion sekalipun." Kata Alicia dengan serius.
...
__ADS_1