Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 28 - Energi Alam


__ADS_3

Ditengah hutan. Terlihat Rin yang di hampiri oleh puluhan hewan iblis sangat kebingungan dengan situasi saat ini.


"Situasi di dalam maupun diluar benteng. Sama-sama mempertaruhkan nyawa." Kata Rin dalam hati.


"Tapi, di luar sini aku bisa melakukan apapun, bahkan aku bisa menghajar hewan itu. Benar kata kak Marco, aku harus berjuang dengan keras." Kata Rin yang bangkit.


Glep. Suara tangan Rin yang mengengam dual dagger.


"Aku pasti bisa melakukannya." Kata Rin.


GROAR. Teriakan hewan iblis yang menyerang Rin. Lalu. SLASH, SRAK, SRAK. Rin pun membunuh hewan iblis itu.


"Hehe, Bagus, lakukan seperti itu bocah." Kata Marco dengan tersenyum.


"HOAAA." Teriakan Rin yang melampiaskan kemarahannya kepada hewan iblis.


SRAK, SRAK "Mati kalian semua, matilah." Teriakan Rin.


"Mentalnya terguncang. Apa tidak apa-apa Marco.?" Tanya Lilia.


"Dia sedang melampiaskan kemarahannya. Biarkan saja Lilia, dia perlu mengeluarkan semua emosinya." Jawab Marco.


...


Beberapa saat kemudian. Puluhan hewan iblis disana pun terbunuh semua.


"Hosh, hosh." Suara Rin yang terengah-engah.


"Cukup sampai disini bocah." Kata Marco yang berjalan ke arah Rin.


"Hosh, hosh." Rin pun melirik kearah Marco dengan kesal.


"Em, lirikannya sangat tajam sekali, apa dia marah padaku.?" Kata Marco.


"HOAAAA." Teriakan Rin sambil melesat menyerang Marco.


SLASH, SASS, WOS. Suara serangan Rin kepada Marco. Dan Marco pun hanya menghindarinya saja.


"Kau cukup lumayan juga." Kata Marco sambil menghindari serangan Rin.


"Hia, hia, HAA." Teriakan Rin.


Glep. Kedua tangan Rin pun di tangkap oleh Marco dengan satu tangan.


"Kau sudah cukup kuat sekarang. Pelajaran selanjutnya adalah Skill." Kata Marco sambil mengangkat tubuh Rin.


"Hosh, hosh." Suara Rin yang terengah-engah.


"Gunakan otakmu untuk berfikir, Skill muncul dari otak dan turun ke hati. Berfikirlah untuk membentuk energi dalam menjadi kemampuan. Lalu, keluarkan energi itu seperti yang kau inginkan." Kata Marco.


"Aku masih marah padamu kak." saut Rin.


"Marahlah pada mereka." Kata Rin sambil menunjuk ratusan hewan iblis yang tiba-tiba datang.


"Seranglah mereka, dan belajarlah mengunakan skill. Jadikan pertarungan ini menjadi kebiasaan, Karena Kebiasaanmu akan memunculkan kemampuan." Kata Marco sambil melemparkan tubuh Rin ke arah kerumunan hewan iblis.


"AAAAA." Teriakan Rin yang terkejut karena di lempar ke arah kerumunan hewan iblis oleh Marco.

__ADS_1


...


2 hari pun berlalu.


Jadwal keberangkatan ke Akademi akhirnya tiba. Di penginapan, Emma sedang bersiap-siap, sedangkan Rudy masih tertidur.


"Rudyy, waktunya bangun. Kita akan ketinggalan kapal." Teriak Emma.


"Hoaam." Suara Rudy yang menguap.


"Apa Marco dan lainnya sudah kembali.?" Tanya Rudy.


"Aku tidak tau, kemarin aku sudah mengirimkan surat kepada Marco. Mungkin dia akan kembali secepatnya." Jawab Emma.


"Jam berapa kita berangkat.?" Tanya Rudy sambil berdiri.


"kita berangkat jam 8 pagi. Lebih baik kau bersiap-siap." Jawab Emma.


"Em, baiklah." Saut Rudy sambil berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.


"Aku akan menunggu di bawah, dan jangan lama-lama disini." Kata Emma.


"Okee." Saut Rudy di dalam kamar mandi.


...


Beberapa menit kemudian, Rudy pun turun dari kamarnya dan menemui Emma.


"Apa mereka belum kembali.?" Tanya Rudy


"Apa kau sudah mengirimkan surat kepada Marco atau Lilia.?" Tanya Rudy.


"Sudah aku kirimkan beberapa surat kepada mereka, tapi masih belum ada jawaban." Jawab Emma dengan panik.


"Hem, sudahlah, kalau begitu kita berangkat tahun depan saja." Kata Rudy sambil duduk santai.


"He.? Benarkah.?" Tanya Emma dengan terkejut.


"Mau bagaimana lagi, mereka masih belum datang, dan tidak mungkin kita meninggalkan mereka." Jawab Rudy.


"Huh, kalau tau begini, kemarin aku tidak akan ikut mengantri." Saut Emma.


"Kita lihat saja, apa mereka datang tepat waktu atau tidak. Sebaiknya kita berangkat ke pusat kota." Kata Rudy sambil berdiri.


"Baiklah kalau begitu." Saut Emma.


Mereka berdua pun berangkat ke pusat kota dan menunggu Marco dan lainnya disana.


...


Di pusat kota, tempat berlabuhnya ikan terbang, lebih tepatnya berada di belakang kantor gubernur. Rudy dan Emma pun sampai disana.


"Woaah, hebat sekali tempat ini, seperti bandara internasional." Kata Rudy sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Mereka membangunnya untuk alat transportasi. Kau sendiri sudah tau, jalur darat sangat berbahaya jika di lalui oleh manusia." Kata Emma.


"Kau benar, tapi apakah jalur udara juga aman.?" Tanya Rudy.

__ADS_1


"Memang ada hewan iblis yang bisa terbang, seperti naga dan sejenis burung. Tapi mereka sudah membuat jalur udara sendiri. Tentu saja jalur itu tidak ada energi alam." Jawab Emma.


"Meskipun begitu, jika hewan iblis di atas Rank S, mereka juga bisa menerobos tempat tanpa adanya energi alam." Saut Rudy.


"Mereka jarang sekali melakukan itu Rudy. Karena menurut mereka, itu buang-buang waktu. Lebih baik memperkuat diri di tempat yang memiliki banyak energi alam." Kata Emma.


"Em, lalu apa bisa tempat yang awalnya tidak memiliki energi alam, tiba-tiba memiliki energi alam.?" Tanya Rudy.


"Itu jarang sekali. Kadang kejadian seperti itu bisa di sengaja." Jawab Emma.


"Siapa yang melakukannya dengan sengaja.?" Tanya Rudy


"Tentu saja manusia." Jawab Emma.


"Eh.? Apa manusia bisa menciptakan energi alam.?" Tanya Rudy.


"Kau memang harus belajar lebih banyak lagi Rudy." Jawab Emma.


"Jelaskan padaku Emma." Saut Rudy.


"Pada dasarnya, Energi alam yang ada di dalam tubuh manusia, hanya bisa di keluarkan dalam bentuk elemen atau skill. Manusia tidak bisa mengeluarkan energi alam dalam bentuk energi alam juga." Kata Emma.


"Lalu, bagaimana kejadian pelepasan energi alam itu.?" Tanya Rudy.


"Tentu saja dengan cristal hewan iblis. Manusia mengunakan cristal itu untuk melepas energi alam." Jawab Emma.


"Untuk apa mereka melakukan itu.?" Tanya Rudy.


"Sebenarnya manusia hanya ingin menyerap energi alam kedalam kristal atau kita sebut dengan koin. Dan mereka membuat sebuah menara di setiap ujung kota untuk alat penyerapannya." Jawab Emma.


"Jelaskan lebih banyak lagi Emma." Tanya Rudy dengan serius.


"Manusia membutuhkan ruang yang lebih luas untuk tempat tinggal mereka. Untuk menghindari serangan hewan iblis dengan tiba-tiba, mereka membuat menara yang sangat banyak. Dan itu pun membutuhkan koin yang banyak pula." Jawab Emma.


"Lalu, apa dengan koin itu mereka bisa melepaskan energi alam.?" Tanya Rudy.


"Energi alam di dunia ini tidak terbatas Rudy, jadi energi itu selalu muncul dimana pun. Hanya saja jumlah energi alam yang muncul di suatu tempat berbeda-beda. Dan jika koin emas itu di ambil dari menara, energi alam itu akan menyebar di tempat asalnya. Itu yang aku maksud dengan pelepasan energi alam dengan sengaja." Jawab Emma.


"Em, jadi masih banyak pencuri yang mencoba mengambil koin-koin itu.?" Tanya Rudy.


"Kau benar Rudy. Itu kenapa menara selalu di bangun di tengah-tengah pusat kota. Dan di beberapa tembok benteng. Orang biasa tidak akan menyadari keberadaanya." Jawab Emma.


"Pantas saja, aku medeteksi beberapa titik di kota ini yang memiliki energi alam cukup banyak, ternyata itu adalah penampung.?" Saut Rudy.


"Hewan iblis tanpa energi alam sangat sulit untuk hidup, itu seperti oksigen bagi mereka. Berbeda dengan manusia, manusia masih bisa mengeluarkan energi alam, dan bisa mengisinya kembali meskipun tempatnya tidak memiliki energi alam." Kata Emma.


"Em, jadi seperti itu. Aku sendiri merasa bisa mengambil energi alam dari luar angkasa." Kata Rudy.


"Itu yang di lakukan oleh manusia sekarang Rudy. Mereka belajar di akademi untuk mengisi energi alam dari luar sana. Jadi itulah perbedaan manusia yang belajar di akademi dengan tidak belajar." Kata Emma.


"Aku paham sekarang." Saut Rudy.


"Jadi mereka yang bersekolah di akademi akan di ajarkan untuk mengisi energi alam dengan sendirinya, meskipun tempat asalnya tidak ada energi alam sama sekali." Kata Emma.


"Masih banyak hal lagi yang ingin aku pelajari darimu Emma." Saut Rudy.


...

__ADS_1


__ADS_2