Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 87 - Rencana Peperangan.


__ADS_3

Pagi hari pun tiba. Terlihat, Emma sedang minum teh di taman bersama Luciana dan Lilia.


"Kita gagal melaksanakan rencana kita. Bahkan Marco terlihat sangat kesal di tadi malam." kata Luciana dengan sedih.


"Kau tidak bisa mengoda Marco dengan kecantikan saja Luciana. Aku hidup bersamanya sudah lama sekali, dia bukan tipe orang yang gampangan. Dia hanya ingin menyelamatkan orang-orang seperti kami." kata Lilia.


"Jadi dia lebih perhatian dengan rakyat jelata.?" tanya Luciana.


"Itu benar, bahkan di sangat membenci bangsawan, apa lagi keluarga kerajaan." jawab Lilia.


"Aah, lalu apa yang harus aku lakukan.?" tanya Luciana dengan panik.


"Kau tidak perlu melakukan apapun padanya, semakin kau mengejarnya, semakin jauh dia pergi. Cukup tunjukan hasil kinerjamu saja, buktikan pada dia, bahwa kau memang perduli sesama manusia." jawab Lilia.


"Baiklah, apalagi Ayahku sudah memutuskan untuk merubah peraturan kerajaan, jadi akan semakin mudah dalam bekerja." saut Luciana.


"Kau benar, itu adalah kesempatanmu. Aku tidak bisa membantu banyak, karena hati Marco tidak bisa di paksakan." kata Lilia.


"Em, aku akan berjuang demi cintaku." saut Luciana.


"Cinta.?" saut Emma dalam hati. "Aku sangat mencintaimu Emma." suara Rudy yang di ingat Emma.


"Ah, aku tidak bisa melupakan kejadian semalam." kata Emma sambil tersenyum sendiri.


"Kau kenapa Emma.? Kau senyum-senyum sendiri dari tadi." Saut Lilia.


"Eh.?" saut Emma dengan terkejut.


"Ada apa.? Apa Rudy melakukan sesuatu padamu, kau terlihat sangat bahagia sekarang." kata Lilia dengan tersenyum.


"Tentu saja. Menurutku rencana kita behasil." saut Emma dengan tersenyum.


"Tapi kan hanya kau yang merasakan dampaknya." kata Luciana.


"Iya, tapi aku tidak menyangka, dampaknya terlalu besar untuk di rasakan, bahkan sampai sekarang aku tidak bisa lupa." saut Emma.


"Apa yang di lakukan Rudy padamu, ceritakan pada kami." tanya Lilia.


"Benar Emma, aku sangat penasaran." saut Luciana.


"Rudy, menyatakan cinta padaku. Tentu saja aku sangat bahagia." jawab Emma dengan tersenyum senang.


"APAAAA.??" Teriak Lilia dan Luciana dengan terkejut.


"Ini adalah pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan di dunia ini. Bahkan sekarang aku ingin bertemu dengannya lagi." kata Emma.


"Tidak bisa di percaya, ternyata Rudy juga bisa bersikap seperti itu." kata Lilia.


"Bagaimana caranya kau mendapatkan hatinya Emma.?" tanya Luciana dengan penasaran.

__ADS_1


"Awalnya aku menganggap dia sebagai teman, akhirnya kita semakin dekat. Dari situlah aku sudah menyukainya, dan aku sangat benci kalau dia membahas perempuan lain." jawab Emma.


"Lalu, bagaimana setelah kau menyukainnya.?" tanya Luciana dengan serius.


"Aku juga mengebu-ngebu untuk mendapatkan hatinya, seperti kau saat ini, ingin mendapatkan hati Marco secepatnya. Tapi kau justru memaksanya, bersikaplah biasa saja di depannya, dan buat dia penasaran denganmu. Hal yang di perlukan laki-laki adalah, kau harus memberikan kebebasan padanya." jawab Emma.


"Apa itu akan berhasil, kau bahkan sudah mengikat Rudy." saut Lilia.


"Aku tidak membatasinya, tapi kalau dia membahas perempuan lain, aku akan marah. Hanya itu saja, untuk yang lainnya aku membiarkannya." kata Emma.


"Apa dengan cara seperti itu aku bisa mendapatkan hatinya Marco.?" tanya Luciana.


"Keadaan kita berbeda Luciana, aku selalu bersama Rudy, sedangkan kau tidak. Akan sangat sulit memberikan kesan padanya. Cinta itu turun dari kebiasaan, dan kau akan merasakannya." jawab Emma.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan.?" tanya Luciana.


"Aku tidak tau dengan keadaanmu seperti ini, aku tidak punya pengalaman percintaan sebelumnya, ini adalah yang pertama." jawab Emma.


"Huh, aku juga tidak bisa membantumu, bahkan aku sendiri belum pernah merasakan cinta." saut Lilia.


"Aku juga tidak punya pengalaman dengan percintaan." kata Luciana dengan cemberut.


"Apa kau benar-benar mencintai Marco.?" tanya Emma.


"Aku sendiri tidak tau Emma, aku hanya ingin lebih dekat dengannya saja. Aku merasa, dialah orang yang telah membebaskanku dari kegelapan, sejak saat itu aku sudah manaruh hati padanya." jawab Luciana.


"Lalu, apa aku harus menyerah saja, sepertinya Marco tidak meresponku sama sekali." kata Luciana.


"Bersikaplah biasa saja padanya, dan jangan memaksakan hatinya. Aku yakin, dia akan meresa kehilangan." kata Emma.


"Baiklah Emma, aku akan mencobanya." saut Luciana.


...


Siang hari pun tiba, pertemuan antara Royal Unity dan para Raja di gelar di ruang rapat utama. Meja dan kursi disana sudah di ganti dengan yang baru.


"Baiklah, rapat kali ini kita buka." kata Raja Eden.


"Jadi apa keputusan kalian.?" tanya Rudy.


"Aku sudah memutuskannya dari awal, kalau kerajaan Konggo akan bergabung dengan Royal Unity." jawab Raja Winston.


"Kami juga sudah memutuskannya untuk bergabung dengan Royal Unity." kata Raja James.


"Baiklah, kalian tanda tangani berkas ini." kata Emma sambil memberikan dokumen perserikatan.


"Baik." saut Raja Winston dan James. Mereka berdua pun menanda tangani dokumen perserikatan.


"Dokumen ini akan kami simpan, dan aku akan memberikan salinannya kepada kalian." kata Emma.

__ADS_1


"Ah, baiklah." saut Winston.


"Bergabungnya kerajaan Konggo adalah untuk meminta bantuan invasi militer dari kerajaan Neverland. Tapi aku tidak menyangka, kerajaan Borris juga ikut bergabung disini. Dan pertanyaanku adalah apa kerajaan Borris akan ikut dalam operasi militer kedepan.?" kata Rudy.


"Jika itu di butuhkan, kami siap menurunkan prajurit untuk berperang dengan Neverland." saut James.


"Kami tidak memaksamu untuk ikut, jika kalian masih belum siap dalam peperangan ini, sebaiknya kalian tidak memaksanya." kata Rudy.


"Kami akan memberikan bantuan apapun untuk persiapan perang saat ini. Kerajaan Borris sendiri mempunyai prajurit yang cukup banyak, sekitar 250rb prajurit aktif. Dan suplay makanan cukup untuk 5 tahun masa perang." kata James.


"Lalu, bagaimana dengan yang lain.?" tanya Rudy.


"Kerajaan Alden mempunyai sekitar 460rb prajurit aktif. Dan suplay makanan sekitar 7 tahun masa perang." jawab Eden.


"Kerajaan Konggo sendiri, mempunyai sekitar 400rb prajurit aktif. Dan suplay makanan sekitar 4 tahun masa perang." jawab Winston.


"Baik. Bisa di simpulkan kita memikili jumlah sekitar 1,1 jt prajurit. Dan suplay makanan sekitar 16 tahun. Apa kekuatan ini cukup untuk melawan kerajan Neverland.?" tanya Rudy.


"Kekuatan Neverland sendiri sangat kuat, apalagi mereka sudah di dukung oleh 6 kerajaan jajahanya. Jumlah total prajurit mereka tidak bisa di prediksi, kita juga tidak tau situasi perang kedepan." jawab Winston.


"Sebaiknya kita memperkuat prajurit kita terlebih dulu." kata Eden.


"Lalu, apa rencana kalian.?" tanya Rudy.


"Jika kita memaksa berperang dengan mereka, justru kita akan mengalami kerugian yang sangat besar." jawab James.


"Kita harus menyusun rencana kedepan Rudy." saut Eden.


"Berapa lama prajurit Neverland akan menginvasi wilayah.?" tanya Rudy.


"Mungkin masih sekitar 1 tahun kedepan, karena mereka juga fokus menyelesaikan dungeon." jawab Winston.


"Waktu selama itu sudah cukup memperkuat kekuatan kita." kata Rudy.


"Apa kau punya rencana.?" tanya Eden.


"Tentu saja kita harus menginvasi hewan iblis di luar benteng sambil memperluas wilayah penjagaan. Lalu, aku butuh informasi jumlah dungeon di wilayah kerajaan kalian masing-masing." saut Rudy.


"Kami sudah menyiapkan dokumennya. Karena kami tau, cara satu-satunya adalah menginvasi hewan iblis." kata Winston sambil memberikan dokumen kepada Rudy.


[Kerajaan Borris. Dungeon Rank Biasa : 13. Dungeon Rank Normal : 8. Dungeon Rank Hard : 3. Dungeon Rank Expert : 0. Jumlah total Dungeon : 24]


[Kerajaan Konggo. Dungeon Rank Biasa : 12. Dungeon Rank Normal : 10. Dungeon Rank Hard : 4. Dungeon Rank Expert : 0. Jumlah total Dungeon : 26]


[Kerajaan Konggo. Dungeon Rank Biasa : 14. Dungeon Rank Normal : 10. Dungeon Rank Hard : 7. Dungeon Rank Expert : 1. Jumlah total Dungeon : 32]


"Baiklah, kita akan membuat rencana sekarang." kata Rudy.


...

__ADS_1


__ADS_2