Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 52 - Ekspedisi (3)


__ADS_3

Terlihat para prajurit kerajaan sedang membangun camp dan membersihkan area sekitar. Sedangkan Sang Raja dan lainnya sedang berada di dalam Camp yang sangat besar.


"Aku sangat merinding melihat pintu masuk dungeon ini.?" Kata salah satu prajurit disana.


"Ah, di dalamnya terlihat sangat menyeramkan sekali." Kata prajurit lainnya.


"Oe, kalian, sedang apa kalian disana, cepat pindahkan barang ini." Kata salah komandan disana.


"Baik komandan." Kata Prajurit itu.


...


Di dalam tenda sang Raja.


"Apa itu benar.?" Tanya Raja Eden dengan terkejut.


"Lilia sudah membuat barier di semua pintu masuk dungeon, untuk sementara barier itu akan bertahan cukup lama." Jawab Rudy.


"Jadi kapan kalian akan berangkat.?" Tanya Raja Eden.


"Setelah ini kami akan berangkat. Namun ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan." Jawab Rudy.


"Apa itu Rudy.?" Tanya Raja Eden.


"Empat Dungeon yang ada disini serahkan pada kami. Kami tidak akan mengambil uang di dalam sana, akan kami berikan semua uang yang kami dapatkan. Tapi serahkan pengelolahan dungeon itu pada kami." Jawab Rudy.


"Ah, itu terlalu berlebihan Rudy. Kami hanya ingin mengambil alih tempat ini saja, untuk urusan dungeon kami serahkan pada kalian." Kata Raja Eden.


"Baiklah kalau begitu, kita sudah sepakat." Kata Rudy.


"Baik Rudy, terimakasih banyak atas bantuannya." Kata Raja Eden. Mereka berdua pun bersalaman.


"Jadi, bagaimana cara kalian mengelolahnya.?" Tanya Rewin.


"Ah, Marco dan Lilia akan tetap disini, serahkan urusan dungeon kepada mereka berdua. Untuk dungeon Normal dan Hard, kalian bisa mengunakan itu untuk pusat pelatihan prajurit maupun Akademi. Aku rasa itu lebih baik.?" Kata Rudy


"A, ah, itu jauh dari yang kita harapkan. Kami bahkan mendapatkan bonus dari ekspedisi kali ini." Kata Rewin.


"Tidak apa-apa Tuan, kami hanya membantu untuk keselamatan bersama." Kata Rudy.


"Baiklah, sekali lagi aku mengucapkan banyak terimakasih padamu Rudy." Kata Raja Eden.


"Sama-sama Yang Mulia. Kalau begitu, kami undur diri." Kata Rudy sambil berdiri dari kursinya.


"Kita berangkat Emma." Kata Rudy sambil berjalan keluar. "Oke." Saut Emma.


Namun, terlihat wajah Alicia yang merenung disana. Lalu "Rudy. Apa aku boleh ikut bersamamu kedalam sana.?" Tanya Alicia.


"Eh.?" Saut Emma dengan terkejut.


"Alicia, apa yang kau katakan.?" Tanya Raja Eden.


"Aku hanya ingin lebih kuat lagi, jika aku berangkat bersama Rudy dan Emma, mungkin aku akan baik-baik saja disana." Jawab Alicia.


"Dasar penggangu cilik." Kata Emma dalam hati.


"Huh, dengarkan baik-baik Alicia. Kami pergi kesana bukan untuk berburu, tapi untuk menaklukan dungeon itu. Kau bisa meminta Marco untuk pergi kedalam dungeon level Hard disana." Kata Rudy.


"Benarkah.?" Tanya Alicia.


"Kau bisa berlatih disana, untuk dungeon expert ini sangat beresiko jika kalian ikut ke dalam sana." Jawab Rudy.


"Hm, baiklah kalau begitu." Kata Alicia.


"Kami berangkat dulu. Aku serahkan padamu Marco." Kata Rudy sambil menepuk pundak Marco.


"Ah, serahkan semuanya padaku." Saut Marco.

__ADS_1


"Berhati-hati lah Rudy, semoga kalian berhasil." Kata Raja Eden.


"Baik Yang Mulia." Saut Rudy.


"Hm, untung saja dia tidak ikut." Kata Emma dalam hati.


...


Di depan pintu dungeon Expert. Disana di jaga oleh 3 panglima sekaligus.


"Pelayan itu datang kemari." Kata Rocky.


"Jaga sikapmu, dia bersama Tuannya." Kata Stevani.


"Aku hanya punya urusan dengannya." Saut Rocky.


"Apa kau punya dendam dengannya Tuan.?" Tanya Kevin Dom salah satu panglima kerajaan.


"Aku ingin memukulnya." Saut Rocky.


"Mereka datang, jaga sikapmu." Kata Stevani.


...


"Ada yang bisa kami bantu Putri.?" Tanya Stevani dengan sopan.


"Tidak ada, kami hanya ingin memeriksa dungeon ini." Jawab Emma.


"Saat ini dungeon masih aman, kami sendiri tidak tau, siapa yang sudah membuat Barrier sekuat ini." Kata Stevani.


"Ah, tidak perlu di pikirkan Panglima." Kata Emma.


"Kita tidak bisa berlama-lama disini Emma." Kata Rudy sambil berjalan ke pintu dungeon.


"Apa yang kau lakukan.?" Tanya Rocky kepada Rudy.


"Aku mau masuk kedalam sini. Apa kau keberatan.?" Saut Rudy.


"Ken, jaga sikapmu." Kata Stevani.


"Apa kau akan membahayakan Tuanmu didalam sana.?" Kata Rocky.


"Siapa Tuanku.?." Saut Rudy.


"He.? Kau bahkan tidak mengakui Tuanmu sendiri." Kata Rocky.


"Cukup Ken. Hentikan." Kata Stevani.


"Dari kemarin kau selalu bermulut besar, lalu apa yang akan kau lakukan jika aku masuk kedalam sana.?" Saut Rudy.


"Kau akan ku uji dulu disini." Kata Rocky.


"Cukup basa-basinya." Kata Emma.


"Ah, maaf Putri, kami tidak bermaksud melukai pelayan Anda." Kata Stevani.


"He. Pelayan.? Apa kau menganggap dia pelayan.?" Tanya Emma.


"Betul Tuan Putri." Jawab Stevani.


"Hahahaha." Saut Emma sampai tertawa.


"Oke, jika kau tidak bisa mengalahkanku, aku tidak akan mengijinkanmu masuk kedalam sana. Ini demi Tamu kerajaan." Kata Rocky sambil mengeluarkan senjatanya.


"Kau perlu di hajar dulu supaya tidak menindas yang lemah." Kata Rudy.


WOSH." Hiaa." Teriak Rocky.

__ADS_1


PYARR. Suara barrier yang di pecah kan Rudy. SWOOSH. Auara dungeon pun keluar dari dalam.


"Mustahil, dia memecahkan Berrier itu." Kata Stevani dengan terkejut.


GLEP. Leher Rocky pun di gengam oleh Rudy. "He.?" Saut Rocky yang terkejut.


Lalu. SWOSH. Tubuhnya pun di lempar kedalam Dungeon. "Mustahil." Kata Rocky dengan sangat terkejut.


"Tidak Mungkin, Ken.?" Saut Stevani dengan terkejut.


"Jangan membuat gara-gara dengannya Panglima, asal kau tau, dia adalah pemimpin kami, buka seorang pelayan." Kata Emma sambil berjalan menghampiri Rudy.


Stevani pun hanya tercengang sambil menelan ludah. "Untung saja aku masih bisa menjaga sikapku." Kata Stevani.


"Apa mereka yang bertarung di area sini.?" Tanya Kevin Dom.


"Sepertinya begitu." Saut Stevani.


"Lalu, bagaimana dengan Rocky.? Dia sudah di lempar kebawah sana." Kata Kevin Dom.


"Aku tidak tau." Saut Stevani.


...


"Apa kau sudah selesai.?" Tanya Emma.


"Kita berangkat Emma." Jawab Rudy.


DEEP, DEPP. Mereka berdua pun menghilang dari sana. Tidak berlangsung lama, tubuh Rocky pun di lempar keluar dungeon.


"HOAAaaaaa." Teriak Rocky. Buk. Tubuhnya pun terpental ke tanah.


"Itu Rocky." Kata Kevin Dom.


"Aa, a, aa, a." Suara Rocky yang sangat ketakutan, bahkan tubuhnya sampai kejang-kejang.


"Apa yang sudah terjadi padanya.?" Kata Stevani yang melihat tubuh Rocky kejang-kejang.


Tidak berlangsung lama, Alicia bersama Marco dan Lilia datang menghampiri mereka.


"Apa yang terjadi.?" Tanya Alicia.


"Ah, Tuan Putri." Saut Stevani.


"Kenapa dia sampai kejang-kejang begitu.? Apa dia tidak kuat dengan aura ini.?" Tanya Marco.


ZUING. Suara Barrier yang di pasang oleh Lilia.


"Sepertinya begitu." Saut Lilia.


"He.? Hahahaha." Marco pun tertawa terbahak-bahak.


"Apa kalian melihat dua orang yang datang kemari.?" Tanya Alicia.


"Ah, mereka sudah masuk kedalam sana Tuan Putri. Apa itu tidak apa-apa.?" Tanya Stevani.


"Em, baiklah. Lalu kenapa tubuh panglima Rocky sampai kejang-kejang begitu.?" Saut Alicia sambil menunjuk tubuh Rocky.


"Maaf Putri, sebenarnya Rocky tadi menantang salah orang yang datang kemari, lalu tubuhnya di lempar ke dalam dungeon. Setelah itu, dia kembali ke sini dengan tubuhnya yang sudah kejang-kejang." Jawab Stevani.


"Hm. Tidak apa-apa, yang penting dia sudah merasakan dungeon Rank Expert. Hahahaha." Kata Marco sambil tertawa.


"He.? Rank Expert.?" Kata Stevani dengan ketakutan.


"Baiklah, bawa dia ke tenda panglima." Kata Alicia.


"Baik Tuan Putri." Kata Stevani.

__ADS_1


Lalu, Rocky pun di angkat menggunakan tandu oleh para prajurit.


...


__ADS_2