Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 86 - Cinta.


__ADS_3

Di luar istana kerajaan. Rudy dan lainnya berjalan menuju kamar masing-masing, namun tiba-tiba Rudy berhenti sambil melihat keatas langit.


"Ada apa Rudy.?" Tanya Emma.


"Aku masih ingin di luar sebentar." Jawab Rudy.


"Baiklah, aku akan menemanimu disini." Kata Emma.


"Ah, kami akan kembali dulu Emma." Saut Lilia.


"Kami juga akan kembali dulu, kalian nikmatilah malam ini." Kata Marco sambil mengandeng tangan Rin.


"Baiklah. Hati-hati di jalan." saut Emma.


...


Beberapa menit kemudian.


"Apa yang kau lihat Rudy.? dari tadi kau hanya terdiam sambil memandangi langit." tanya Emma.


"Bukankah tempat seperti itu yang mempertemukan kita Emma.?" saut Rudy.


"Hm.?" saut Emma sambil melihat keatas.


"Kau benar, ruang hampa yang kosong dan di penuhi oleh bintang-bintang." kata Emma.


"Apa kita bisa melakukannya Emma.? Merubah sistem dunia ini." tanya Rudy.


"Kenapa kau berfikir seperti itu.? Kau harus percaya diri Rudy." jawab Emma.


"Aku tau, tapi melihat tempat ini dengan tempat kumuh disana rasanya berbeda." kata Rudy.


"Kau tidak bisa membedakannya Rudy. Semua manusia sudah memiliki takdirnya masing-masing, dan yang bisa merubah takdir itu adalah keinginan manusia sendiri. Jika orang-orang di luar sana memilih hidup seperti itu, kita tidak bisa apa-apa. Itu adalah pilihan takdir mereka sendiri." kata Emma sambil mendekat pada Rudy.


"Aku tau itu, tapi perasaanku sangat gelisah saat ini." saut Rudy.


"Apa kau merindukan kehidupanmu yang dulu.?" tanya Emma.


"Sepertinya aku merindukan orang tuaku." jawab Rudy.


"Aku tau perasaanmu Rudy, tapi kau harus melanjutkan kehidupanmu sekarang. Saat aku memburu iblis seorang diri saat itu, hatiku sangat hampa, aku hanya ingin melihat manusia hidup kembali, dan aku juga merindukan keluargaku. Aku bertarung dengan menangis, aku juga bertarung dengan tertawa. Bahkan aku mengajak sebuah pohon untuk berbicara." kata Emma dengan sedih.


Rudy pun hanya terdiam melihat Emma.

__ADS_1


"Aku juga tau, jika aku mati, masalah dunia ini tidak akan terselesaikan. Takdirku sendiri sudah aku putuskan saat itu, meskipun aku hidup sendirian, tapi aku masih menjalani hidup tanpa penyesalan." kata Emma.


"Kau benar-benar melewati masa kekosongan Emma." saut Rudy.


"Lebih baik hidup di dunia saat ini, bisa melihat manusia saling berselisih, ada yang membutuhkan bantuan, ada yang kelaparan, ada juga yang berkuasa. Semua itu adalah manusia, mereka hidup dengan masalahnya sendiri-sendiri. Kau juga tidak bisa menyelesaikan semua masalah mereka, ada kalanya mereka harus berjuang untuk menyelesaikan masalahnya sendiri." kata Emma.


"Ah, aku tau itu. Tugas kita hanyalah merubah sistem dunia, sistem bersosialisasi sesama manusia. Ada kalanya juga, manusia sudah mencapai batas kemampuannya, dan manusia lainnya harus membantunya." kata Rudy.


"Kita sudah merencanakan semuanya Rudy, aku yakin kita akan berhasil mencapainya. Aku akan selalu ada untukmu." kata Emma sambil memegang tangan Rudy.


"Terimakasih Emma." Kata Rudy dengan tersenyum sambil mengusap kepala Emma.


"Dasar bodoh. Hihi." saut Emma dengan tersenyum sambil meletakkan kepalanya ke pundak Rudy.


"Kalau di lihat-lihat, kau sangat cantik malam ini." kata Rudy.


"Aku memang cantik. Aku berdandan seperti ini juga karenamu." saut Emma.


"Kau hanya ingin menjadi pusat perhatian saja di pesta itu." kata Rudy.


"Eh.? Aku hanya ingin terlihat lebih cantik di depanmu." saut Emma dengan gugup.


"Aku tau rencanamu. Kau pikir aku akan tergoda ?" saut Rudy.


"Apa kau tidak suka dengan penampilanku.?" tanya Emma.


"Benarkah.? Aku sangat senang mendengarnya." saut Emma sambil membalas pelukan Rudy.


"Hm." saut Rudy dengan tersenyum.


"Seperti biasa, disini adalah tempat terbaik yang pernah aku miliki." kata Emma.


"Hm.? Dimana. Di istana ini.?" tanya Rudy.


"Di pelukanmu Rudy." jawab Emma.


Slur suara darah keluar dari hidung Rudy.


"Kau sudah pintar ngegombal sekarang. Sampai darah keluar dari hidungku." saut Rudy.


"Eh.?" saut Emma sambil melihat wajah Rudy. Lalu, Rudy pun langsung mencium Emma dengan mesrah. Emma pun membalas ciuman Rudy dengan penuh cinta.


Dengan pemandangan malam yang cerah, terlihat bintang jatuh di atas sana dengan objek kedua pasangan berciuman.

__ADS_1


Lalu, Rudy pun melepas ciumannya. "Aah." suara Emma dengan genit.


"Sudah cukup, jangan berlebihan." kata Rudy. Dan Emma pun memeluk Rudy dengan sangat erat.


"Kalau begitu, biarkan aku disini sebantar. Aku merasa sangat bahagia disini." kata Emma.


"Kau bisa membuatku memuncak jika kau terusan-terusan seperti ini." saut Rudy.


"Dan kau akan merusak kesucianku Rudy." kata Emma.


"Tidak, aku akan menjaganya untuk masa depanku." saut Rudy dengan tersenyum.


"Itu adalah kewajibanmu sebagai laki-laki, jika kau tidak bisa menahannya, temuilah aku, jangan memanggil wanita lain." kata Emma.


"Aku tidak berani melakukannya Emma. Kau juga harus menjaga dirimu demi aku." kata Rudy.


"Tentu saja." kata Emma sambil memeluk Rudy semakin erat.


"Lalu sampai kapan kau memelukku.?" tanya Rudy.


"ini adalah keempat kalinya aku memulukmu, aku juga tidak pernah memintamu, tapi jika kau memelukku, aku tidak bisa menolaknya. Dan aku juga tidak tau, kapan kau akan memelukku lagi. Jadi biarkan aku merasakan kenyamanan ini lebih lama." jawab Emma.


"ini adalah tanggung jawabku sebagai laki-laki. Jika aku terlalu sering melakukannya, mungkin hasratku tidak bisa terbendung lagi. Masa depan adalah yang paling penting, dan kenikmatan itu akan merusak hubungan kita. Apa kau tau Emma, jika aku melakukannya denganmu, suasana hati kita sudah berubah. Lebih baik menampung kerinduan dan keinginan, dari pada kehilangan hasrat itu lagi." kata Rudy.


"Jika seperti itu, kau harus menikahiku Rudy. Agar kau terikat batin denganku." kata Emma.


"Ada saatnya nanti Emma. Itulah kenapa, melakukan hal seperti itu harus di lakukan saat kita sudah menikah. Yang aku jaga darimu, bukan hanya sekedar tubuhmu, tapi perasaan hati dan suasanannya. Bahkan kita bisa melakukannya setiap hari tanpa ada perasaan kehilangan." kata Rudy.


"Tapi masih banyak orang-orang yang melakukan perselingkuhan, apa lagi si Raja itu, bahkan dia punya 18 permaisuri. Aku tidak ingin kau seperti itu." kata Emma.


"hahaha, itulah kenapa aku hanya ingin menikah dengan orang yang aku cintai." saut Rudy.


"Apa kau mencintaiku Rudy.?" tanya Emma dengan serius.


"Ah, aku sangat mencintaimu Emma." jawab Rudy sambil mencium keningnya.


"Jadi kau tidak akan memilih yang kedua kan.?" tanya Emma.


"Tentu saja tidak, Rasa cinta dan Rasa memiliki itu berbeda Emma. Perbedaannya sangat sulit di ucapkan dengan kata-kata." jawab Rudy.


"Aku tau itu. Asal kau menjadi milikku seutuhnya, aku sudah sangat bahagia." saut Emma.


"Kau sudah memilikinya sekarang." kata Rudy.

__ADS_1


"Masih belum, karena kau bukan suamiku. Tapi, aku juga sangat mencintaimu Rudy. Sangat cinta." kata Emma dengan tersenyum.


...


__ADS_2