
Di daratan Royal Unity. Disana sudah ada Solan yang di temani Argus.
"Gerbang apa itu Argus.?" tanya Solan dengan penasaran.
"Aku sendiri sangat merinding melihatnya Tuan." saut Argus.
Lalu, tiba-tiba Rudy pun keluar dari sana.
"Eh. Tuan Solan.?" saut Rudy.
"Rudy.? Gerbang apa itu.?" tanya Solan.
"Ini adalah sebuah portal untuk mengirimkan material kesini. Anda tenang saja Tuan, material akan terkumpul sampai besok sesuai dengan sketsa yang Anda buat." jawab Rudy.
"Benarkah.? Aku sangat terkejut melihatnya. Aku sendiri tidak tau gerbang apa itu, yang jelas itu seperti item langkah." saut Solan.
"Kenapa Anda di sini.?" tanya Rudy.
"Aku melihat lingkaran sihir di atas sini, jadi aku pikir ada sesuatu. Lalu aku melihat gerbang ini jatuh dari langit entah dari mana. Akhirnya aku dan Argus memeriksanya kesini." jawab Solan.
"Ah, baiklah, sangat kebetulan sekali." kata Rudy.
Lalu, Emma, Raja Eden, dan Edward keluar dari portal itu.
"Wah, jadi seperti rasanya masuk portal.? Sangat mengejutkan sekali sudah sampai tujuan." kata Raja Eden.
"Eh.? Siapa dia Rudy, sepertinya seorang bangsawan." kata Solan.
"Siapa.? Dia.?" kata Rudy sambil menunjuk Raja Eden. "Benar, dia." kata Solan sambil menundukkan badannya.
"Ah, dia adalah Raja Eden dari kerajaan Alden." kata Rudy dengan santai.
"Apaa.?" saut Solan dan Argus dengan sangat terkejut. Lalu, mereka berdua pun bersujud kepada Eden.
"Ma, maafkan kami Yang Mulia Raja. Kami tidak tau Anda adalah seorang Raja." kata Solan.
"Ah, siapa mereka.? Apa mereka rakyatku.?" tanya Raja Eden.
"Dia yang membantuku menemukan tempat ini, dan dia juga sudah membuatkanku sketsa pembangunan." jawab Rudy.
"Ah, jadi dia orangnya.?" saut Raja Eden.
"Sa, salam Hormat Yang Mulia." kata Solan dengan gemetar ketakutan.
"Bangunlah Tuan, tidak apa-apa." kata Rudy.
"Tapi, aku tidak berani melakukannya." saut Solan.
"Aku akan memperkenalkanmu dengan menteri kerajaan." kata Rudy.
"He." saut Solan dengan terkejut.
"Perkenalkan, aku adalah Menteri kerajaan Alden, Edward. Saya akan bertanggung jawab atas pengiriman material kesini. Sketsa Anda sangat luar biasa Tuan, sangat lengkap dengan detailnya." kata Edward.
"Ah, terimakasih pujiannya." kata Solan.
"Tempat ini benar-benar sangat luas Rudy." kata Raja Eden sambil berjalan-jalan di sekitar sana.
"Apa perlu aku memasang diamond di sini Rudy.?" tanya Emma.
__ADS_1
"Butuh menara yang tinggi untuk memasangnya." jawab Rudy
"Aku bisa membuatnya." saut Emma.
"Buatlah sebuah tower yang tinggi dan kuat Emma." kata Rudy.
"Baiklah." kata Emma.
Lalu. SUING. Lingkaran sihir terbentuk di atas udara. WOOSH, BREDMM. Sebuah tower turun dari atas langit dan turun dengan sangat cepat. Bahkan separuh towernya menancap di bawah tanah.
"Bagiamana Rudy.?" tanya Emma.
"Waah, tinggi sekali towernya." saut Rudy dengan tersenyum.
"Aku juga memasang 100 diamond di atas sana, dan tower ini sangat sulit untuk di daki. Aku juga memasang jebakan di setiap lantainya." kata Emma.
"Kau hebat sekali Emma." kata Rudy sambil mengelus-elus kepala Emma. "Hihi." saut Emma.
"Seperti biasa, Tuan Putri selalu membuatku terkejut." kata Raja Eden.
"Baik. Edward tolong jalankan tugasmu di sana, dan Tuan Solan, Anda yang bertanghung jawab disini." kata Rudy.
"Laksanakan perintah." saut Edward.
"Aku akan melakukannya nak." saut Solan.
"Baiklah, kalian bisa kembali ke istana." kata Rudy.
"Padahal aku masih ingin disini." saut Raja Eden.
"Diamlah, dan kembalilah kesana. jika kau tetap disini, kau bisa membuat seluruh orang yang melihatmu gemetar ketakutan." kata Rudy.
Mereka berdua pun bertarung mulut disana.
"Siapa Rudy sebenarnya.? Apa yang di katakan sebelumnya adalah benar.? Bahkan seorang Raja Alden sekalipun tunduk padanya." kata Solan dalam hati.
"Lalu Eden. Di dekat sini ada sebuah desa. Aku yang bertanggung jawab atas desa itu." kata Rudy.
"Ah, jadi mereka berdua dari desa itu.?" tanya Raja Eden.
"Benar, dan aku sendirilah yang menjaga desa itu." jawab Rudy.
"Pasti akan sangat aman jika kau sendiri yang melindunginya." kata Raja Eden.
"Tentu saja. Lalu, wilayah sekitar sini adalah milik Royal Unity. 3 bukit dan sekitarnya." kata Rudy.
"Itu terlalu Luas Rudy." kata Raja Eden.
"Apa kau tidak akan memberikannya padaku.?" tanya Rudy dengan serius.
"Tentu saja aku akan memberikannya." kata Raja Eden.
"Oke." saut Rudy. "Aku undur diri dari sini. Lalu Rudy, apa aku bisa menemuimu jika aku melewati portal ini.?" tanya Raka Eden.
"Aku masih ada tugas lainnya. Pembangunan ini aku serahkan kepada Tuan Solan sampai selasai." jawab Rudy.
"Bagaimana caraku untuk menghubungimu.?" tanya Raja Eden.
"Gunakan cincin ini, kau bisa menghubungiku, bahkan kau juga bisa mengirimkan surat kepada putrimu." jawab Rudy sambil memberikan cincin kepada Eden.
__ADS_1
"Benarkah.?" saut Raja Eden dengan sangat gembira. "Terimakasih Rudy. Maaf sudah merepotkanmu."
"Tidak masalah." saut Rudy.
Raja Eden dan Edward pun kembali ke ibu kota, lalu, Solan dan Argus masih berlutut disana.
"Ada apa Tuan.? Kenapa Anda tidak berdiri, Raja itu sudah pergi dari sini." kata Rudy.
"Aku hanya ingin memberikan hormat padamu. Ternyata kau orang penting." saut Solan.
"Berdirilah." kata Rudy sambil mengangkat tubuh Solan.
"Anda masih punya tugas Tuan. Aku serahkan urusan pembangunan pada Anda, mereka juga akan memberikan suplay makanan setiap dari lewat portal itu." kata Rudy.
"Baik Rudy terimakasih banyak." kata Solan sambil menundukkan kepalanya.
"Kami akan undur diri dari sini. 2 minggu lagi, aku akan kembali." kata Rudy.
"Baik Rudy, serahkan semuanya disini padaku." saut Solan.
"Terimakasih Tuan. Aku berikan cincin ini pada Anda. Anda bisa menghubungiku lewat cincin ini." kata Rudy.
"Baik Rudy." saut Solan.
Rudy dan Emma pun menghilang dari sana.
"Tuan, dia orang yang sangat luar biasa." kata Argus.
"Ah, bahkan mereka bisa membuat gerbang sebesar ini. Mungkin tingginya sampai 50 meter, dan panjangnya sekitar 25 meter." kata Solan sambil melihat gerbang portal.
"Mereka juga membuat menara itu Tuan. Desa kita akan lebih aman dari serangan hewan iblis." kata Argus.
"Ah, kau benar, jangkauan menara itu sangat luas, aku bisa merasakannya." kata Solan.
"Sebaiknya kita berjaga disini Argus. Mungkin nanti malam mereka akan mengirimkan material kesini." kata Solan.
"Baik Tuan." saut Argus.
...
Beberapa jam kemudian. Terlihat rombongan kereta pengankut mulai datang ke wilayah Royal Unity.
"Mereka datang Tuan." saut Argus sambil berdiri.
"Tempat ini akan ramai setelah ini." kata Solan.
Lalu, ada beberapa bangsawan yang menghampiri mereka berdua.
"Apa Anda bernama Tuan Solan.?" tanya Bangsawan bernama Rei.
"Betul Tuan." saut Solan.
"Baiklah, sepertinya ini akan berjalan dengan lancar, aku sudah membaca dokumennya, jadi mohon kerja samanya." kata Rei.
"Baik Tuan." saut Solan.
Mereka berdua pun berjabat tangan. Para pekerja kontraktor juga sudah datang, dan beberapa material sudah di kirim kesana.
...
__ADS_1