Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 108. Satelit


__ADS_3

"Bagaimana konsepnya.?" tanya Emma.


"Ide yang bagus. Tunggu sebentar Emma, layar TV atau smartphone sedikit rumit untuk di buat." kata Rudy.


"Apa yang Rumit.? Bahkan kau membuat bola lampu itu dengan sangat mudah. Di sini memang tidak ada energi listrik atau apapun itu, tapi disini ada energi alam yang bisa kau manfaatkan. Seperti bola lampu itu." kata Emma.


"Kau benar Emma, sepertinya aku bisa melakukannya. Jika hal seperti ini bisa kita ciptakan, kita bisa berkomunikasi dengan semua orang. Bahkan untuk mengumpulkan informasi akan sangat mudah." kata Rudy.


"Lalu, apa yang bisa aku bantu.?" tanya Emma.


"Bagaimana kau bisa membuat layar komputer seperti dulu.? Kau juga bisa membuat status bar disana, angka-angkanya juga sangat detail. Bahkan kau juga bisa membuat sebuah Map." saut Rudy.


"Aku membentuk energi sihir dalam bentuk cahaya. Lalu aku ukur kekuatanmu mengunakan benda detaktor yang tersisi sihir. Dari situ aku membuat angka-angkanya. Untuk Mapnya sendiri, aku merekam ingatanku, lalu aku membuatnya seolah-olah itu adalah Map daerah itu. Yaah, bisa di katakan hanya ilustrasi saja, bukan Map yang sebenarnya." kata Emma.


"Hm jadi begitu. Ini adalah teori yang ada di duniaku dulu Emma, Albert Einstein pernah bilang, kalau gelap itu tidak ada, gelap itu hanya sebuah istilah, karena gelap di ambil dari nama ketiadaan cahaya. Jadi, ilmuan di duniaku dulu meneliti cahaya untuk di kembangkan. Dan jadilah yang namanya lampu berwarna warni, Leser, senter, microskop, layar proyektor, dan masih banyak lagi." kata Rudy.


"Hm.?" saut Emma dengan kebingunggan.


"Jadi, yang kau lakukan untuk membentuk sebuah cahaya itu seperti yang mereka lakukan. Kita bisa membuat sebuah camera dan merekam video, lalu menyimpannya. Tapi untuk saat ini, hal seperti itu sangat sulit di lakukan. Aku ingin mengembangkan smartphone terlebih dulu." kata Rudy.


"Apa itu Rudy.?" tanya Emma.


"Sebuah benda berbentuk persegi panjang, yang bisa mengoperasikan segala hal. Termasuk melihat Map dan berkomunikasi dengan mudah." jawab Rudy.


"Hm, kau harus menemukan sebuah penghubung jika ingin membuat seperti itu." kata Emma.


"Benar Emma, ternyata kau juga seorang yang jenius." saut Rudy dengan tersenyum.


"Benarkah.?" saut Emma dengan senang.


"Kita harus membuat konsep yang berbeda dari duniaku dulu, jika disini terdapat energi alam, kita tidak butuh energi lain seperti batrai atau sejenisnya. Kita akan membuat peradapan yang modern sekarang." kata Rudy dengan tersenyum.


"Aku tidak tau apa yang kau pikirkan, tapi aku akan membantumu." kata Emma.


"Baik Emma. Kita buat konsepnya dulu." kata Rudy.


"Baiklah." Saut Emma.


Mereka berdua pun langsung membuat sebuah konsep peradapan modern.


...


Beberapa jam kemudian. Konsep itu berhasil di buat.


"Bagaimana menurutmu.?" tanya Emma.


"Ini konsep yang keren Rudy, lebih keren dari konsep yang kau buat dulu. Tapi, aku masih belum paham dengan satelit yang kau bicarakan itu." saut Emma.

__ADS_1


"Kita hanya perlu membuat benda untuk penyimpanan data. Tentu saja, data itu berupa angka biner, dan penyimpanannya menggunakan sihir. Tidak ada yang rumit di dunia ini, karena semua sudah ada disini. Termasuk energi alam ini." kata Rudy.


"Hm, jadi kita hanya perlu membuat benda terbang di luar angkasa.?" tanya Emma.


"Itu yang aku maksud tadi, benda ini adalah satelit, kerjanya adalah sebagai penghubung antar data. Bisa disebut sebagai jaringan data." jawab Rudy.


"Apapun namanya itu, aku sedikit paham penjelasanmu. Tapi bagaimana cara kita membuatnya.? Itu terdengar sangat rumit." saut Emma.


"Yaaah, kita hanya butuh sebuah ID untuk semua orang. Dan ID itu adalah data penduduk yang bisa di gunakan untuk mengakses informasi." saut Rudy.


"Jadi maksudmu, kita harus menanamkan batu sihir di setiap orang.?" tanya Emma.


"Kau cepat paham Emma. Kita akan menanamkan sebuah diamond di lengan setiap orang." jawab Rudy.


"Apa itu tidak berbahaya Rudy.? Apa lagi jika itu di tanamkan ke anak yang masih kecil, takutnya nanti perkembangan tubuhnya terganggu." kata Emma.


"Lalu, bagaimana menurutmu.?" tanya Rudy.


"Kita bisa mengikatnya saja dengan sihir pengikat. Tentu saja, sihir ini sangat kuat sampai bisa menyembunyikan sebuah benda kecil. Sihir pengikat ini tidak akan lepas sampai orang itu meninggal." jawab Emma.


"Baiklah, sepertinya itu lebih baik dari pada di tanamkan." kata Rudy.


"Jadi, kapan kita akan membuatnya.?" tanya Emma.


"Tentu saja sekarang. Aku sudah mulai semangat." jawab Rudy.


"Oke. Kita mulai membuat benda satelit ini dulu." kata Emma.


...


"Apa ini sudah cukup.?" tanya Emma sambil merapikan 300 diamond dibawah tanah.


"Masih kurang, kita masih butuh sebuah besi dan emas." kata Rudy sambil mengeluarkan koin emas dan silver. Masing-masing berjumlah 1jt koin.


"Hm.? Apa kau kan membentuk itu juga.?" tanya Emma.


"Sesuai konsep Emma. Koin ini hanya sebagai pelapis luar yang melindungi diamond itu." kawab Rudy.


"Ah, baiklah. Kita mulai saja." kata Emma.


"Oke." saut Rudy sambil mengarahkan tangannya.


SUING SUING SUING. Lingkaran sihir keluar berlapis-lapis.


"Aku ingin membentuknya menjadi sebuah pesawat saja." kata Rudy.


Semua bahan pun bersinar dan melayang keatas udara. Tidak berlangsung lama . WOOT. SEP. Sebuah benda berukuran raksasa keluar dari lingkaran sihir.

__ADS_1


SWOOSH. BRDM. "Ini terlihat seperti roket dari pada pesawat. Hm sudahlah." saut Rudy.


"Kita berhasil Rudy. Tapi, apa bentuknya harus seperti itu.?" Tanya Emma.


"Ah, aku sendiri tidak tau. Tapi mau bagaimana lagi. Kita pakai ini saja." jawab Rudy.


"Baiklah. Aku akan menanamkan sihir pengikat disini." saut Emma.


WOOSH, SUIING. Suara lingkarang sihir yang menyelimuti benda berbentuk roket itu.


SEP. "Sudah selesai. Sekarang tinggal menambahkan sebuah sayap." kata Emma.


"Buat sayap itu berjalan terus tanpa henti Emma, satelit ini harus berputar mengelilingi Gaia." kata Rudy.


"Baiklah." SUING SUING. WOOSH. Sayap besi pun berhasil di buat oleh Emma.


"Bagaimana Rudy.?" tanya Emma.


"Hm, ini baru yang namanya pesawat. Kerja bagus Emma." kata Rudy.


"Hehe." saut Emma dengan tersenyum.


"Sekarang giliranku membuat benda ini terbang ke atas sana." kata Rudy.


SUIING. WOT WOT WOT. "Ternyata berat juga benda ini." saut Rudy.


"Aku akan membantumu." saut Emma sambil mengerakkan sayap satelitnya.


SUING. WES WES WES. Benda itu pun terbang ke atas langit secara perlahan.


"Ah, tidak kusangka, ternyata berat juga gravitasi Gaia. Tapi ini pertama kalianya aku meluncurkan satelit keluar angkasa. Seharusnya ini menjadi pencapain." kata Rudy.


"Hihi, aku akan memberikanmu hadiah. Tenang saja." saut Emma.


"Hadiah.? Apa hadiahnya.?" tanya Rudy.


"Kau boleh menciumku. Hihi." saut Rudy.


"Huh." saut Rudy sambil menghela nafas.


Satelit pertama yang di luncurkan keluar angkasa itu membuat orang-orang yang melihatnya sampai terkejut. Bahkan benda itu sampai terlihat di kota Ferland.


"Apa itu yang terbang.? Sepertinya itu benda yang cukup besar." kata Lilia.


"Bukankah itu dari markas Royal Unity.?" saut Alicia.


"Benarkah.? Jadi disebelah sana tempatnya.?" saut Lilia.

__ADS_1


"Ah, kalian juga harus menghadap Rudy bukan.?" tanya Alicia.


"Benar, kita bawa bocah-bocah itu." saut Lilia sambil menghampiri Rin dan Ellena yang sedang bertengkar mulut.


__ADS_2