
Beberapa menit kemudian. Marco dan Luciana pun sampai di dalam kantor Rudy.
"Kalian sudah datang rupanya." kata Rudy sambil duduk di kursi kerjanya.
"Ah, kami sedikit kesulitan dengan pembakaran mayat hewan iblis dan pemasangan menara di dalam sana." kata Marco.
"Hm, aku kira kalian akan datang lebih cepat, tapi ternyata waktunya molor." saut Rudy.
"Itu tidak penting Rudy. Sekarang jelaskan padaku, apa yang sudah kau ciptakan ini.? Open Bar." saut Marco.
"Jadi kau sudah mendaftarkan diri.?" tanya Rudy.
"Aku di suruh membuatnya di pintu masuk. Apa itu aturan yang kau buat.?" tanya Marco balik.
"Tentu saja, aku hanya ingin mencatat penduduk di Republik ini. Bagi mereka yang tidak memiliki identitas itu, mereka bisa menggunakan identitas kerajaan sebagai tamu. Tapi tidak kusangka, kau sudah mendaftarkan diri sendiri." kata Rudy.
"Lalu, apa ini.?" tanya Marco.
"Itu adalah Chip teknologi untuk melihat identitasmu. Kau juga bisa berkomunikasi dengan kami menggunakan chip itu. Bahkan kau bisa menyimpan barang kedalamnya. Kau tidak perlu lagi mencari barang dan menyiapkannya. Kau bisa menyetting set disana." jawab Rudy.
"Hm, itu terdengar sangat luar biasa." kata Marco.
"Aku juga ingin memilikinya Rudy." saut Luciana.
"Baiklah, ini Chip untukmu." kata Rudy sambil memberikan chip kepada Luciana.
ZIING. Luciana pun langsung menempelkan chip itu di lengannya.
"Waah, ini benar-benar sangat luar biasa." saut Luciana.
"Kau juga bisa berkomunikasi dengan Marco jika kalian berpisah nanti." kata Rudy.
"Berpisah.? Apa maksudmu.?" tanya Luciana dengan kesal.
"Huh, kalian baru saja datang kemari. Pasukan Neverland sudah bergerak di perbatas kerajaan Konggo dan Alden. Tentu saja kami melakukan rapat darurat di sini. Anggota Royal Unity akan berangkat kesana, tapi hanya Aku dan Marco saja. Pasukan kita masih belum siap untuk berperang." kata Rudy.
"Kapan itu.?" tanya Marco.
"Pasukan kerajaan sudah bergerak ke perbatasan juga, kami masih belum mendapatkan informasi keadaan disana." jawab Rudy.
"Aku juga ingin ikut." saut Luciana.
"Kau punya tugas sendiri disini. Bahkan Ellena dan Rin sedang mengajar pasukan bocah di luar sana." kata Rudy.
"Apa yang aku kerjakan.?" tanya Luciana.
"Luci, kau adalah Putri Raja. Dan kau sudah mengabdikan dirimu untuk belajar menjadi seorang Ratu. Aku tau kau sudah menguasai sebagian ilmu itu. Tugasmu adalah, mengantikanku disini bersama Emma. Kau akan di ajarkan oleh Emma untuk menjalankan istana ini." kata Rudy.
"Hee.? Apa itu boleh di lakukan.?" tanya Luciana.
"Tentu saja boleh, kau sendiri masih belum menjadi Ratu. Dan kau yang memutuskan untuk bersama kami, sudah jelas kau harus melakukan tugasmu." jawab Rudy.
"Tapi Rudy, itu adalah tugas yang berat. Aku memang punya pengetahuan tentang kerajaan, tapi Royal Unity bukan kerajaan. Dasarnya saja aku tidak tau." kata Luciana.
"Benar, Royal Unity adalah Perserikatan kerajaan. Dan kita sudah punya Rakyat sekarang. Sistem yang kami pakai adalah demokrasi, tentu saja pemimpinnya bisa di gantikan. Tapi karena Tuan Solan tidak ingin menjadi seorang presiden, jadi Emmalah yang menjadi Presiden sementara. Tentu saja, dia tidak bisa bekerja sendirian untuk membangun Union. Kami masih membutuhkanmu." kata Rudy.
"Lalu apa tugasku.?" tanya Luciana.
__ADS_1
"Royal Unity adalah Serikat kerajaan tertinggi saat ini, dan di bawahnya adalah kerajaan yang tergabung. Pusat perserikatan ada di istana ini. Emma akan mengurus semua perserikatan bersamaku, dan kau yang memegang presiden Union." jawab Rudy.
"He.? Jadi aku akan menjadi pemimpin.?" tanya Luciana.
"Tentu saja, aku sudah membaginya. Status Emma menjadi presiden adalah sementara. Aku memang berencana untuk menempatkanmu disana. Presiden pertama Republic Of Union. Kau punya kontrol penuh atas jalannya pemerintahan disana. Tapi kau harus membahasnya bersama Royal Unity, karena itu adalah kota pertama yang tidak terikat hukum kerajaan." jawab Rudy.
"Hm, itu sangat mengejutkanku. Apa kau mengijinkanku untuk menjadi presiden.?" tanya Luciana kepada Marco.
"Kenapa harus minta persetujuan kepada Marco.?" saut Lilia.
"Dia kan calon suamiku, tentu saja aku harus minta ijin padanya." jawab Luciana.
"He.? Calon Suami.? Jadi kalian sudah bertunangan.?" saut Lilia dengan terkejut.
"Masih belum, tapi kan kita sudah berpacaran." saut Luciana.
"Ekhm. Pembahasan itu kita singkirkan dulu. Bagaimana dengan tawaranku.?" saut Rudy.
"Bagaimana sayang.?" tanya Luciana
"Aku tidak tau apa maksudnya. Tapi kau bisa memilihnya sendiri Luci, aku tidak bisa memaksa kehendakmu. Apapun yang kau lakukan setelah ini, aku akan mendukungmu." jawab Marco.
"Benarkah.?" saut Luciana.
"Apapun itu. Kalau aku sih hanya mengikuti perintah Rudy saja. Tapi kau di berikan pilihan, sepertinya tugas itu tidak akan jauh dari Royal Unity. Jadi kau masih bisa bersamaku." jawab Marco.
"Baiklah kalau begitu, asalkan aku bisa hidup bersamamu. Aku menerimanya." saut Luciana.
"Baik. Keputusan sudah di tetapkan. Kau tanda tangani ini." kata Rudy sambil memberikan legalitas kepresidennan kepada Luciana.
"Baiklah." Luciana pun menanda tangani dokumen itu.
"Dia sedang bersama Tuan Solan di kota. setelah ini dia akan kembali." jawab Rudy.
"Bagaimana dengan tempat tinggal kami Rudy.?" tanya Marco
"Aku sudah membangun sebuah Mansion di belakang sana. Kalian akan tinggal disana bersama kami." jawab Rudy.
"Baiklah kalau begitu. Apa pusat pelatihannya sudah jadi.?" tanya Marco.
"Pusat pelatihan ada di sebelah istana." jawab Rudy.
"Hm, aku ingin melihatnya." saut Marco sambil berdiri.
"Aku ikut." saut Luciana.
"Kau tidak bisa ikut sekarang Luci, apa kau masih belum puas bersamanya, padahal kalian sudah pergi ke dalam dungeon selama 6 bulan." kata Rudy.
"Itu hal yang berbeda Rudy." saut Luciana.
"Hm, baiklah terserah kau saja. Yang terpenting, kau harus menemui Emma." kata Rudy.
"Baiklah." saut Luciana.
Marco dan Luciana pun pergi ke pusat pelatihan.
"Aku juga akan pergi bersama mereka Rudy." saut Lilia.
__ADS_1
"Huh, sekarang jadi sepi." saut Rudy.
...
Di pusat pelatihan. Calon prajurit Royal Unity yang di rekrut oleh Rudy sedang menjalankan pelatihan bersama Rin dan Ellena.
Rata-rata yang berlatih di sana adalah anak berumur 5-10 tahun. Umur 11-15 tahun, di latih oleh Lilia. Dan umur di atasnya bisa mengikuti pelatihan juga.
"Jadi ini pusat pelatihannya.?" tanya Marco.
"Benar, bahkan jumlah pesertanya sangat banyak." jawab Lilia.
"Ini sangat luas sekali, bahkan peralatan tempurnya sudah lengkap semua." kata Marco.
"Kau harus memberikan sambutan kepada mereka. Kau harus memperkenalkan diri sebagai panglima tertinggi disini, karena mereka adalah pasukanmu." kata Lilia.
"Hm." saut Marco.
Plok Plok Plok. Tepuk tangan Lilia yang memanggil semua pasukannya.
"Anak-anak, berkumpul dan baris dengan rapi." teriak Lilia.
"Eh.? itukan kakak." saut Ellena yang melihat Luciana.
"Kak Marco juga sudah kembali." saut Rin.
Mereka berdua pun menghampiri Marco dan Luciana.
"KAKAK" Teriak Ellena sambil berlari ke arah Luciana.
"Ellena." saut Luciana.
PUK. Ellena pun memeluk Luciana. "Hihi, kau datang terlambat kak." saut Ellena.
"Kau tidak nakal kan.?" tanya Luciana.
"Tentu saja tidak. Aku kan anak penurut." jawab Ellena.
"Bagus. Apa kau sedang melatih mereka.?" tanya Luciana.
"Aku melatih mereka dengan sangat keras" jawab Ellena.
"Bagus Ellena." saut Luciana.
"Baiklah, mereka sudah berkumpul. Berikan sambutanmu Marco." kata Lilia.
...
Di barisan prajurit, semua anak bergumam membicarakan Marco dan Luciana.
"Kalian semua harus tau, dia adalah Panglima Tertinggi Royal Unity." kata Lilia.
"He.? Panglima tertinggi.?"."Waah, kereen."."Ternyata dia orangnya."."Kalau di lihat-lihat dia tampan juga." Saut anak-anak disana.
"Baiklah. Perkenalkan, Namaku adalah Marco, dan jabatanku di Royal Unity adalah Panglima Tertinggi. Mungkin kalian masih belum pernah bertemu denganku, karena aku baru saja datang kesini. Untuk kedepannya, kalian akan berlatih dengan sangat keras. Tujuan itu adalah untuk membuat kalian menjadi semakin kuat, dan tujuan utamanya adalah, pengabdian kepada Royal Unity yang melindungi seluruh umat manusia. Sekian dan berjuanglah." kata Marco.
"WOOOOHH." Teriak prajurit dengan sangat meriah.
__ADS_1
"Dia, baru saja memberikan sambutan sudah memberikan kesan yang kuat." saut Luciana.
...