
Hasan mengangguk sambil memejamkan matanya. Ia mencoba untuk tetap tegar meskipun hatinya sakit.
"Ya ampun, maafin aku San. Aku minta maaf banget," Hana menciumi kedua tangan Hasan. Ia benar-benar merasa bersalah atas sikapnya waktu itu. "Aku minta maaf. Aku sendiri juga tidak tau kalo Kakak ternyata ada di rumah. Dia tiba-tiba aja meluk aku gitu aja. Aku minta maaf ya, San!" Hana merasa takut dan bersalah hingga ia menitikkan air matanya.
"Udah jangan nangis. Aku maafin kamu kok," Hasan memeluk Hana dan mengusap punggungnya. Hana menangis sesenggukan di pelukan Hasan.
"Aku ngerasa bersalah banget sama kamu, San. Aku minta maaf. Aku gak ada niat mau nyakitin kamu, maafin aku yah," ucap Hana masih terisak.
"Aku udah maafin kamu. Sekarang aku tanya sama kamu, apa kamu masih cinta sama Abang? Kamu masih berharap kembali sama dia?" tanya Hasan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Hana mengusap air matanya dan menatap kedua mata Hasan. Perlahan, Hana menggelengkan kepalanya. "Orang yang aku cintai sekarang adalah kamu, San. Suamiku. Aku mau berjuang bersama kamu dari nol. Aku mau nemenin kamu hingga menua. Tidak ada laki-laki lain di hati aku selain kamu," jawab Hana.
"Kamu bicara seperti itu bukan karena takut dimarahi sama aku kan?" tanya Hasan meyakinkan perasaan Hana.
"Aku tidak takut kalo kamu marah sama aku, San. Aku takut jika kamu ninggalin aku. Aku cinta sama kamu, dari awal kita ketemu kamu udah buat aku aman dan nyaman. Kamu satu-satunya laki-laki yang bisa buat aku kagum setiap hari. Aku selalu berfikir kamu begitu sempurna hingga aku tak berani untuk menyatakan isi hatiku sama kamu. Jangan tinggalin aku, San!" jawab Hana yang kembali menangis lalu memeluk Hasan kembali.
"Aku justru yang takut akan kehilangan kamu, Han. Makasih karena udah mau jadi istri aku," batin Hasan. Hasan melepaskan pelukan Hana dan mengusap air mata yang masih menetes di wajah cantiknya.
"Mulai sekarang jaga jarak sama Abang yah. Benar dia adalah kakak kamu juga. Tapi, aku gak yakin dengan masa lalu kalian, Abang bisa melupakan kamu gitu aja," ujar Hasan mewanti-wanti.
__ADS_1
"Aku jaga jarak kok sama Kak Miki. Kalaupun ada hal yang tidak sengaja kamu lihat antara aku dengan Kak Miki, itu hanya kebetulan yang nggak disengaja, San. Bukan karena kemauan aku. Kamu harus percaya sama aku," tutur Hana.
"Iya aku paham. Lalu, bagaimana perasaan kamu sama Raja? Kenapa, Raja bisa begitu patuh sama kamu setiap kali kamu ancam dia. Kamu ada hubungan yang tidak aku ketahui?" tanya Hasan penuh selidik.
"Tidak ada, San. Hanya sekedar berteman saja. Aku sendiri tidak tau dia bersikap seperti itu," Hana berbohong soal nomor hapenya yang sudah ia berikan kepada Raja, dengan sebagai gantinya Raja harus menurut dengan perintah Hana. Hana sengaja menyembunyikan hal itu sebab tidak mau mengacaukan malam ini dimana antara mereka sudah tau perasaan masing-masing.
"Ya udahlah toh Raja sendiri udah tau kalo kita pacaran. Dia gak akan macem-macem sama kamu," ujar Hasan tersenyum seraya mengelus pipi Hana.
"Maafin aku yang belum sepenuhnya jujur sama kamu, San," batin Hana seraya tersenyum lalu memeluk Hasan kembali.
__ADS_1