
Hasan masih enggan untuk menanggapi kalimat Hana. Ia kemudian membuka bungkus cokelat tersebut dan mulai memakannya.
Hana kembali menghela nafas melihat sikap Hasan. "Kamu kenapa gak makan?"
"Aku gak laper," jawab Hasan tanpa memandang Hana.
Hana merasa kesal karena Hasan menjawabnya dengan cuek ditambah tidak mau melihat wajahnya. "Kamu marah sama aku, San?" tanya Hana yang sudah tidak tahan dengan sikap Hasan.
"Nggak!"
"Kalo gak marah kamu liat aku dong," jawab Hana sambil menarik wajah Hasan agar mau memandangnya. Hasan menghentikan kunyahannya dengan bibir yang masih monyong penuh dengan cokelat. Mereka terdiam sejenak saling menatap satu sama lain.
"Kamu telen dulu deh cokelatnya," ucap Hana kembali lalu menunduk memainkan jemarinya sendiri.
Hasan tersenyum melihat tingkah Hana. Ia kemudian menghabiskan cokelat dalam mulutnya dan menyimpan sisa cokelat ke dalam saku jaketnya.
__ADS_1
"Jadi, kamu sadar kalo aku marah sama kamu?" tanya Hasan melirik Hana.
"Kamu marah sama aku, San? Marah soal apa?" tanya Hana dengan wajah polosnya.
Hasan menghela nafas lalu menarik Hana agar bisa lebih dekat lagi dengan dirinya. Hasan menaruh kepalanya di pundak Hana. "Kamu gak mau cerita sesuatu sama aku?" tanya Hasan lalu merangkul tubuh Hana.
Hana mencoba untuk menyingkirkan tangan Hasan, akan tetapi, Hasan mengeratkan lagi pelukannya.
"Gak enak kalo ada orang yang liat, San!" ucap Hana mencoba melepaskan tangan Hasan.
"Biarin aja toh mereka udah tau kalo kita pacaran," jawab Hasan enteng. "Jadi, apa kamu mau cerita sesuatu sama aku?"
Hasan menghela nafas, ia kemudian mengangkat kepalanya. "Mungkin, Hana masih belum mau jujur sama aku," batin Hasan.
"Kok kamu malah diem! Kamu mau aku cerita soal apa? Raja? San, aku kan udah sering bilang sama kamu kalo ...."
__ADS_1
Hasan dengan sigap ******* bibir ranum Hana sebelum Hana menyelesaikan kalimatnya. Hana membulatkan matanya dengan nafas yang menderu. Ia tidak siap sama sekali dengan serangan kiss dari Hasan yang secara tiba-tiba. Hasan tersenyum melihat ekspresi Hana. Sebelum Hana protes dengan sikapnya, ia kembali mencium bibir Hana dengan lembut. Hasan menahan kepala Hana agar bisa ********** lebih dalam lagi. Setelah puas, Hasan mengelus bibir Hana yang lembut. Ia tersenyum dan berkata, "itu karena kamu udah nakal. Hana, kamu cinta gak sama aku?"
Hana mengigit bibirnya yang terasa tebal. Ia menelan ludahnya sendiri ketika mendengar pertanyaan Hasan. "Kenapa kamu tiba-tiba nanya hal itu?"
"Jawab aja, kamu cinta nggak sama aku?" tanya Hasan mengulang pertanyaannya.
"Kalo kamu, kamu cinta gak sama aku?"
Hasan tersenyum mendengar pertanyaan Hana. Ia lalu mencium bibir Hana sekali lagi dengan cepat.
"Kamu apa-apaan sih, San! Main serobot aja," ucap Hana dengan kesal.
"Harusnya kamu peka, Han. Aku gak mungkin nyium kamu kalo aku gak cinta sama kamu,"
"Ya siapa tau kamu nyium aku karena nafsu," jawab Hana sambil memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Ya ampun!" Hasan menepuk jidatnya sendiri. "Setiap orang pasti punya nafsu, Han. Aku akuin, aku nafsu tiap liat kamu. Apalagi kalo kamu abis mandi atau lagi tidur. Tapi tolong jangan sangkut pautin cinta aku sama nafsu. Aku benar-benar udah jatuh cinta sama kamu. Aku cemburu tiap kamu dekat sama cowok lain. Termasuk Abang. Aku gak suka kalo kamu dekat-dekat sama Abang," ujar Hasan dengan wajah seriusnya.
Lagi-lagi, Hana menelan ludahnya sendiri. "jadi, Hasan beneran cinta sama aku? Terus, apa dia udah tau juga masa lalu aku sama Kak Miki? Apa aku jujur aja yah!" batin Hana.