Menikah Karena Tradisi

Menikah Karena Tradisi
8. Fitnah


__ADS_3

"Ya ampun, kasian banget sih, Hasan!" kata Yusi dengan wajah melas.


"Ehh, kalian! Udah lah pada bubar, ini waktunya istirahat. Jadi, urusan capernya selesai. Dan, please! Jangan pada minta poto, Hasan kan bukan artis! Dia temen kita!" Damar mengungkapkan isi hatinya guna menolong Hasan.


"Yee, iri aja kamu, Dam!" kata Dara dengan bibir dipleyotkan.


"Aku gak iri, cuman, aku kasian sama, Hasan. Ini kan jam istirahat, waktunya makan buat ngisi energi kita, nah, emang kalian mau, Hasan gak makan! Terus ntar kalo sakit gimana?" ucap Damar kambali dengan lantang.


"Iya bener tuh kata, Damar, kalian boleh suka sama Hasan. Tapi jangan berlebihan gitu!" kata Hana yang ikut kasian melihat Hasan di serbu para kaum Hawa.


"Ah, kamu juga iri kan, Han! Pengin deketin Hasan juga. Emangnya gak cukup, cowok di sekolah ini kamu embat semua?" Cantika berkata sambil tersenyum sinis.


"Maksud ucapan kamu apa, cantika?" tanya Hana yang tidak mengerti.


"Semua orang juga tau kali, kamu itu playgirl, gonta ganti pasangan, diikutin banyak cowok!" Cantika sengaja memfitnah Hana di depan Hasan.


"Eh, mereka semua fansnya, Hana! Kamu juga tau itu kan?" Yusi membela Hana.


Semua mata kini tertuju pada Hana, Hana tidak mau meladeni sikap Cantika. Ia sudah banyak menelan kalimat pahit dari Cantika sejak SMP, sehingga membuat dirinya sedikit kebal.


"Sudahlah gak usah diladenin, buang-buang waktu aja ngomong sama tuh orang. Damar, Yusi, ayo ke kantin!" ucap Hana sambil menarik tangan Yusi agar menjauh dari Cantika.


Hana merasa kesal dengan ucapan Cantika. Tanpa bukti, Cantika selalu menuduh Hana yang bukan-bukan. Damar kemudian mengejar Hana dan Yusi yang sudah keluar kelas lebih dulu. Sementara Hasan, ia hanya memandang kepergian mereka dengan tatapan tanda tanya.


"Eh, San! Kamu harus hati-hati sama yang namanya, Hana!" ucap Cantika di depan semua teman-temannya, terlebih kepada Hasan.


"Emangnya kenapa"? tanya Hasan dengan wajah penasaran.


"Aku dulu, temen SMP–nya, temen deketnya malah. Jadi tau lah sikap dia seperti apa. Hana itu suka gonta ganti pasangan, bahkan pacar aku aja dia rebut. Makanya, kalian tau kan kenapa aku gak suka sama si Hana, sampai sekarang?" Cantika berbohong kepada semua teman-temannya, dan teman-temannya mengangguk percaya.


"Pantesan! Eh, pake apaan sih Hana, koq banyak cowok yang naksir sama dia!" tanya Dara kepada Cantika.


"Pake pelet kali!" jawab Cantika asal.


Hasan yang mendengar percakapan Cantika dan Dara, merasa tidak percaya.


Hana cs sudah duduk sambil menikmati mie ayam kantin yang terkenal enak itu. Kali ini, mereka bisa mendapatkannya tanpa mengantri. Lalu Samuel dari kejauhan datang menghampiri mereka.

__ADS_1


Di belakang tempat duduk Hana cs, ada Fans nya Hana. Mereka makan sambil mengawasi gerak gerik Hana, yang terlihat istimewa di mata mereka, sebagi Fans.


"Hay! Aku boleh gabung kan?" tanya Samuel yang langsung duduk di depan Hana.


"Bo-Boleh, Kak!" jawab Yusi sedikit terbata.


"Oh iya, Han, koq kamu gak ngubungin nomer aku, sih!" tanya Samuel dengan sedikit kesal karena beberapa waktu lalu, ia sudah menuliskan nomor hapenya kepada Hana.


"Oh maaf, Kak! nomernya kemaren hilang," jawab Hana merasa tidak enak.


"Koq bisa ilang, Han! Kan langsung aku kasih ke kamu!" kata Samuel bertambah kesal.


Tiba-tiba dari arah belakang, Cantika datang dan langsung menyahut pertanyaan Samuel.


"Iya jelas lah, Hana gak ngubungin kamu, Kak. orang nomer Kaka, dikasihkan ke aku," ucap Cantika dengan ekspresi bahagia.


"Apa!" seru Samuel karena kaget.


"Apa! Maksud kamu apa, Cantika!" tanya Hana sama kagetnya dengan Samuel.


Cantika kemudian mengeluarkan kertas yang bertuliskan nama dan nomor Samuel, dari dalam saku bajunya.


"Kemaren itu, setelah Kak Samuel pergi, Hana ketemu aku dan bilang kalo dia gak butuh nomer kamu, Kak! Katanya, kamu itu nggangguin dia aja. Kaka itu benalu buat dia. Terus nomer nya, Hana kasih ke aku deh. Katanya, dia gak butuh nomor, Kaka!" Cantika membual di depan Samuel dan teman-temannya.


Samuel yang mendengar penuturan Cantika, merasa marah, ia mengepalkan tangan kirinya yang berada di atas meja, rahangnya mengeras. Ia tak menyangka, jika Hana bisa berkata seperti itu.


Damar dan Yusi, hanya diam karena tidak tau duduk permasalahannya.


Sementara Hana, ia merasa kaget dengan semua kalimat yang dilontarkan oleh Cantika.


"Beneran, Han! Kamu bilang kayak gitu ke Cantika? Kamu ternyata jahat banget yah, nyesel aku baikin kamu!" Samuel tersulut api Cantika, hatinya merasa tersakiti.


"Nggak, Kak! Cantika! Kamu jangan ngarang deh! Kamu sengaja mau bikin Kak Samuel marah sama aku?" Hana melotot ke arah Cantika yang tengah tersenyum sinis.


"Kak Samuel, kalo aku bohong, gak mungkin kertas ini ada sama aku," ucap Cantika meyakinkan Samuel.


"Cantika bohong, Kak! Kemaren itu pas kertasnya mau aku masukin tas, tiba-tiba aja jatoh, terus ke tiup angin," Hana mencoba memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Yang bohong itu kamu, Hana!" ucap Cantika menyudutkan Hana.


"Kamu tuh, ngapain kamu ngarang cerita gak bener, Can! Buat apa?" tanya Hana kesal.


Samuel hanya diam, ia mencoba menahan emosinya. Samuel merasa marah mendengar percakapan antara Cantika dan juga Hana.


"Terus Han, saat kertas itu ke tiup angin, kamu gak berusaha mencarinya?" tanya Samuel, berharap mendapatkan jawaban yang melegakan hatinya.


"Maaf Kak! Aku gak berusaha buat nyari, soalnya ...."


"Berati yang diomongin, Cantika bener!"


Samuel beranjak dari tempat duduknya yang kemudian diikuti Hana.


Damar dan Yusi hanya bisa mendengarkan dan melihat diiringi oleh siswa yang lain. Mereka berdua kurang paham dengan masalah yang sebenarnya terjadi.


"Ternyata hati kamu gak sama kayak wajahmu, Han! Kamu bener-bener tega banget. Aku tau, kamu cantik. Tapi, kamu terlalu sombong!" ucap Samuel kemduian berjalan meninggalkan kantin.


Hana mengejar Samuel yang berjalan dengan cepat meninggalkan dirinya dengan marah. Hana meraih tangan Samuel.


Sementara, dari kejauhan, Hasan memperhatikan Hana dan juga Samuel.


"Kak, aku bener-bener gak seperti itu, yang diomongin Cantika itu bohong! Please jangan marah!" Hana berkata dengan ekspresi memohon.


Ia menjadi merasa bersalah juga karena fitnahan Cantika. Harusnya, ia mengambil kertas itu kemaren.


"Tapi Cantika punya bukti, Han! Jujur, aku ngrasa sakit banget denger penjelasan dari Cantika. Kamu seolah-olah berkata, bahwa aku ini seperti sampah, yang harus kamu buang!" Samuel menepis tangan Hana lalu pergi dengan emosi yang membara.


Kali ini, Hana tidak mengejarnya. Ia memilih untuk kembali kepada kedua temannya di kantin. Hana merasa lesu dan sedih, dengan sikap Samuel yang lebih percaya dengan Cantika timbang dirinya.


"My Princes, jangan lah bersedih, kami akan membantu ka .... " ucap ketua Fans terpotong.


"Diam! Kalo kalian ingin membantu, sebaiknya kalian diem aja, oke!" Hana menyuruh fansnya untuk diam, kepalanya sedikit pening, Hana sedikit takut dengan kemarahan Samuel.


"Eh, Cantika! Aku perlu bicara sama kamu! Ayo ikut!" Hana menarik tangan Cantika dengan kasar, tetapi, Cantika langsung menepisnya dengan kasar juga.


"Eh! Aku gak mau, jangan main tarik-tarik tangan orang, jijik tau!" Ucap Cantika sambil mengusap bekas cekalan tangan Hana, kemudian berlari meninggalkan Hana.

__ADS_1


"Sialan kamu, Cantika! Kamu yang bikiin masalah! Kenapa kamu lari!" Hana berteriak frustasi.


__ADS_2