
Dengan langkah cepat, Hana mengejar langkah Hasan.
"Hana, hati-hati! Jalannya cukup sulit buat naik ke atas batu itu," teriak Raja sambil memandang kepergian Hana.
"Aku kejar Hana kalo gitu," Miki beranjak dari tempat duduknya. Namun, Cantika menahannya. "Jangan, Kak! Biarkan Hana dan Hasan berdua aja,"
"Ya benar, biarkan mereka berdua dulu. Setelah pengakuan Hasan tadi, sebaiknya kita di sini aja. Berikan mereka waktu buat pacaran," sambung Raja menahan rasa kesalnya.
Miki lalu mengurungkan niatnya untuk mengejar Hana. Ia duduk kembali dengan perasaan gelisah. Raja memperhatikan ekspresi Miki yang tampak gusar.
"Aku masuk tenda aja deh. Mau istirahat dulu," ujar Miki lalu pergi meninggalkan Raja dan Cantika berdua.
Cantika hendak mengejarnya tetapi, Raja menahan tangannya, "di sini aja temenin aku," ucap Raja lalu menghabiskan mie di piringnya.
"Aku mau pedekate lagi sama dia, Ja!" tutur Cantika.
"Ntar aja. Aku mau nanya sesuatu sama kamu," Raja menatap Cantika dengan serius.
"Nanya apa?"
__ADS_1
"Ada hubungan apa antara Hasan, Hana, dan juga Miki,"
"Kenapa tiba-tiba nanya itu? Kan kamu udah tau kalo Hasan dan Hana pacaran, kok masih nanya!"
"Aku gak yakin soal kalimat yang Hasan ucapkan tadi sore. Tapi, sudahlah itu gak ngaruh juga buat aku. Ngomong-ngomong hubungan Miki sama Hana, apa ada ...."
"Iya, bisa dibilang kalo Kak Miki dan Hana dulu pacaran,"
"Apaaaaaa!" Raja terkejut hingga membulatkan matanya.
"Sssttt! Jangan kenceng-kenceng, nanti Kak Miki dengar," ucap Cantika sambil menepuk lengan Raja.
"Ya mungkin karena mereka dekat di sekolah,"
"Tapi, kalo memang Hana dan Miki pacaran, harusnya mereka ...."
"Ceritanya gak seperti yang kamu bayangkan, Ja! Setelah lulus SMP, Kak Miki langsung pergi tanpa kabar, sedangkan Hana sendiri gak tau kalo Hasan adalah adik Miki,"
"Salah Miki sendiri sih, kenapa ia tak memberi kabar Hana. Jangan salahin Hasan, kalo ceweknya berpaling dari dia," tutur Raja.
__ADS_1
"Bukanya gak mau ngasih kabar, Ja! Cuman ... Emmm ... aku denger-denger kalo Hana itu gak boleh pacaran sama orang tuanya. Ketat banget deh. Susah juga jelasinnya!" Cantika memasang wajah cemberut.
"Kalo misal dulu gak boleh pacaran, kenapa sekarang dia malah pacaran?"
"Mungkin orang tuanya gak tau kali. Tau ah, gak usah ngomongin Hana lagi apa. Bantuin aku kek buat pedekate lagi sama Kak Miki,"
"Aku kan gak kenal sama dia, kamu pedekate aja sendiri," ucap Raja sambil memalingkan wajahnya.
Cantika bertambah cemberut ketika mendengar jawaban dari Raja. Raja melihat ke sisi lain, "itu sebabnya kamu cemburu dengan kakakmu sendiri, San? Rumit juga kisah cinta kamu," batin Raja menyunggingkan senyumnya.
Hana mencari keberadaan Hasan, ia mendapati Hasan yang tengah duduk sambil bersandar di batu. Tanganya tampak melempar kerikil-kerikil kecil ke bawah. Dengan hati-hati, Hana ikut duduk di sebelah Hasan. Hasan meliriknya sekilas lalu kembali memandang pemandangan di depannya.
Hana menghela nafas sebelum ia membuka percakapan. Hana tersenyum simpul dan menyibakan rambutnya di telinga. Hana merogoh sebuah cokelat yang ia simpan di saku jaketnya. Hana menyodorkan cokelat tersebut kepada Hasan. Hasan melirik tangan Hana.
"Aku pernah dengar percakapan seseorang, kalo dia lagi badmood katanya suka makan cokelat," ucap Hana.
Hasan tersenyum lalu mengambil cokelat tersebut dari tangan Hana. Hana merasa senang karena Hasan mau menerima pemberiannya.
"Aku minta maaf kalo udah buat kamu kesel," ucap Hana lagi.
__ADS_1